KRISIS MONETER TAHUN 1997-1998 DI INDONESIA DIPENGARUHI OLEH KEGAGALAN SISTEM MONETER INTERNASIONAL

  • View
    214

  • Download
    2

Embed Size (px)

DESCRIPTION

KRISIS MONETER TAHUN 1997-1998 DI INDONESIA DIPENGARUHI OLEH KEGAGALAN SISTEM MONETER INTERNASIONAL

Transcript

KRISIS MONETER TAHUN 1997-1998 DI INDONESIA DIPENGARUHI OLEH KEGAGALAN SISTEM MONETER INTERNASIONAL (disusun untuk memenuhi tugas Kelompok Mata Kuliah Ekonomi Internasional semester 5)

Dosen Pengampu : Samsul Arifin,S.E.,M.SE.

Disusun Oleh :1. Ade Firmansyah(5553120671)2. Enjah Faizah (5553120729)3. Moch. Denny Ichwan S. (5553121556)4. Mustika Amaliya(5553121361)5. Rifky Wahyu Ramadhan(5553120768)

KELAS VC

JURUSAN ILMU EKONOMI PEMBANGUNANFAKULTAS EKONOMIUNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASAKATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas segala limpahan Rahmat dan Taufiknya sehingga Kami dapat menyelesaikan penyusunan makalah ini dalam bentuk maupun isinya yang sangat sederhana. Semoga makalah ini dapat dipergunakan sebagai satu acuan, petunjuk maupun pedoman bagi pembaca dalam mata kuliah Ekonomi Internasional.Kami juga mengucapkan terima kasih kepada Bapak. Samsul Arifin selaku dosen pengampu ekonomi Internasional yang telah memberikan arahan maupun bimbingan kepada Kami. Serta pihak-pihak yang telah membantu dalam pembuatan makalah ini.Harapan Kami semoga makalah ini membantu pengetahuan dan pengalaman bagi pembaca, sehingga Kami dapat memperbaiki bentuk maupun isi makalah ini sehingga kedepannya dapat lebih baik.Makalah ini Kami akui masih banyak kekurangan karena pengalaman yang Kami miliki sangat kurang. Oleh karena itu, Kami harapkan kepada para pembaca untuk memberikan masukan-masukan yang bersifat membangun untuk kesempurnaan makalah ini.

Serang, 7 November 2014

Penyusun

DAFTAR ISI

Kata Pengantar ...............................................................................................ii.Daftar Isi .....................................................iii.BAB I PENDAHULUAN1.1 Latar Belakang ..................................................................1.1.2 Rumusan Masalah .............................................................1.1.3 Tujuan Penulisan .......................................................1.BAB II PEMBAHASAN2.1 Landasan Teori .............................................................................2.2.2 Krisis Moneter Indonesia .................................................2.2.3 Dampak Krisis Moneter ...11.2.4 Usaha Pemerintah dalam Mengatasi Krisis..122.5 Sistem Moneter Internasional ...........................................13.2.6 Hubungan antara krisis moneter di Indonesia dengan kega-galan sistem moneter internasional 16.

BAB III PENUTUP3.1 Kesimpulan .......................................................................16.3.2 Saran ..................................................................16.DAFTAR PUSTAKA .........................................................................17.

i

iv

BAB IPENDAHULUANI.1. Latar BelakangKrisis ekonomi di Indonesia dari zaman dahulu hingga sekarang sudah sering terjadi apalagi pada tahun 1997 Indonesia pernah mengalami krisis moneter selama lebih dari 2 tahun diubahlah menjadi krisis ekonomi yakni lumpuhnya kegiatan ekonomi karena semakin banyak perusahaan yang ditutup dan jumlah pekerja yang menganggur.Tingginya krisis ekonomi ini diindikasikan dengan laju inflasi yang cukup tinggi. Sebagai dampak atas inflasi, terjadi penurunan tabungan, berkurangnya investasi, semakin banyak modal yang dilarikan ke luar negeri, serta terhambatnya pertumbuhan ekonomi.Inflasi rupiah dan peningkatan besar harga bahan makanan menimbulkan kekacauan di Negara Indonesia. Pada tahun 1998. Inilah Puncak terjadinya Krisis Moneter di Indonesia. Mundurnya Soeharto diperkirakan dapat meredakan krisis moneter, akan tetapi juga tidak dapat berhasil. Rupiah tetap Rp. 11.000/Dollar. Kecenderungan melemahnya rupiah semakin menjadi setelah terjadi penembakan mahasiswa Trisakti pada tanggal 12 Mei 1998 dan aksi penjarahan pada tanggal 14 Mei 1998. kurs Rupiah terjun bebas mencapai Rp. 17.000/Dollar AS paling rendah dalam sejarah.Sistem moneter merupakan sistem yang berfungsi menjaga kestabilan nilai tukar dengan cara membatasi peredaran uang, nilai suku bunga perbankan, dan kepastian dan kelancaran likuiditas institutisi pembayaran. Oleh karena itu di Indonesia moneter dikendalikan oleh Bank Indonesia. Ada beberapa system moneter yang pernah diberlakukan di Indonesia yaitu pada tahun 1960-an berlaku sistem multiple exchange system, selanjutnya pada tahun 1971-1978 berlaku sistem fixed exchange rate system, dan tahun 1978-1992 berlaku sistem managed floating system, serta tahun 1992-1997 yaitu managed floating dengan crawling band, dan yang terakhir dari 1997 hingga kini berlaku sistem floating/flexible exchange rate system.Sistem moneter internasional merupakan sistem keuangan yang berlaku untuk semua negara di dunia yang membahas tentang pembayaran atas transaksi lintas negara. Sistem moneter internasional yang berfungsi dengan baik akan memfasilitasi perdagangan internasional dan investasi, serta mempermudah adaptasi terhadap perubahan. Pembahasan inti dari sistem moneter internasional adalah menentukan pengaturan sistem kurs tukar.Semenjak dimulainya sistem standar emas hingga abad ke 20, sistem moneter internasional telah mengalami pasang surut. Perubahan dari sistem ke sistem yang lain diakibatkan oleh gejolak ekonomi pada saat itu. Sampai saat ini pun sistem moneter internasional masih menjadi perhatian semua negara dan masih ingin merubah sistemnya menjadi lebih berfungsi optimal

I.2. Rumusan Masalah1. Apa yang terjadi di Indonesia pada saat krisis 1997/1998 ?2. Apa saja sistem moneter yang ada di internasional?3. Apakah kaitannya krisis moneter di Indonesia dengan sistem moneter internasional?I.3. Tujuan Penulisan1. Untuk mengetahui penyebab krisis Indonesia tahun 1997-19982. Untuk mengetahui apa saja sistem moneter di internasional3. Untuk mengetahui apa kaitan krisis moneter Indonesia dengan sistem moneter Internasional

I.4. Metode PenulisanData dalam penyusunan penulisan ini diperoleh dengan menggunakan metode studi kepustakaan, yang merupakan suatu kegiatan pengumpulan data dan informasi dari berbagai sumber. Dan metode observasi, yang merupakan kegiatan pemusatan perhatian terhadap suatu objek dengan menggunakan seluruh panca indra.

BAB IIPEMBAHASAN

II.1. Landasan Teori

Teori yang berkaitan dengan masalah moneter sering dikaitkan dengan teori kuantitas uang yang beranggapan bahwa faktor uang yang banyak mempengaruhi nilai uang adalah jumlah uang yang beredar (quantity of money atau supply money). Teori kuantitas sederhana, inti dari teori ini adalah perubahan harga komoditi akan berbanding lurus dengan jumlah uang yang beredar.Kuat dan lemahnya nilai uang sangat bergantung pada jumlah uang yang beredar. Jika jumlah uang yang beredar menjadi 2x lipat maka nilai uang akan menurun setengah kali dari semula, sebaliknya jika jumlah uang hanya tinggal setengah, maka nilai uang akan naik menjadi 2x lipat. Hal ini terjadi karena apabila jumlah uang naik menjadi 2x lipat maka akan berpengaruh pada harga yang naik dan otomatis nilai akan menurun menjadi setengahnya.Pada saat kita bicara moneter akan masalah utama yang sering kita bicarakan adalah berkaitan dengan uang. Setiap Negara mempunyai mata uang sendiri dan mata uang itu akan menunjukkan nilai barang. Begitu juga dengan sistem moneter internasional ini mengacu pada institusi-institusi dimana pembayaran atas transaksi lintas negara dilaksanakan. Sistem ini menentukan bagaimana kurs tukar asing ditentukan dan bagaimana pemerintah dapat mempengaruhi kurs tukar.Sistem moneter internasional yang berfungsi dengan baik akan memfasilitasi perdagangan internasional dan investasi, serta mempermudah adaptasi terhadap perubahan. Elemen inti dari sistem moneter internasional adalah menentukan pengaturan sistem kurs tukar.

II.2. Krisis Moneter di IndonesiaMulai pertengahan tahun 1997, krisis ekonomi moneter menerpa Indonesia. Nilai tukar rupiah melemah, sistem pembayaran terancam macet, dan banyak utang luar negeri yang tak terselesaikan. Berbagai langkah ditempuh, mulai dari pengetatan moneter hingga beberapa program pemulihan IMF yang diperoleh melalui beberapa Letter of Intent (LoI) pada tahun 1998. Namun akhirnya masa suram dapat terlewati. Perekonomian semakin membaik seiring dengan kondisi politik yang stabil pada masa reformasi. Sejalan dengan itu, tahun 1999 merupakan tonggak bersejarah bagi Bank Indonesia dengan dikeluarkannya Undang-undang No. 23/1999 tentang Bank Indonesia sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang No. 3/2004. Dalam undang-undang ini, Bank Indonesia ditetapkan sebagai lembaga tinggi negara yang independen dalam melaksanakan tugas dan wewenangnya. Sesuai undang-undang tersebut, Bank Indonesia diwajibkan untuk menetapkan target inflasi yang akan dicapai sebagai landasan bagi perencanaan dan pengendalian moneter. Selain itu, utang luar negeri berhasil dijadwalkan kembali dan kerjasama dengan IMF diakhiri melalui Post Program Monitoring (PPM) pada 2004.Juli 1997 telah terjadi krisis ekonomi moneter yang menggoncang sendi-sendi ekonomi dan politik nasional. Bagi perbankan, krisis telah menimbulkan kesulitan likuiditas yang luar biasa akibat hancurnya Pasar Uang Antar Bank (PUAB). Sebagai leader of the last resort BI harus membantu mempertahankan kestabilan sistem perbankan dan pembayaran untuk mempertahankan kelangsungan ekonomi nasional. Nilai tukar Rupiah terus merosot tajam, pemerintah melakukan tindakan pengetatan Rupiah melalui kenaikan suku bunga yang sangat tinggi dan pengalihan dana BUMN/yayasan dari bank-bank ke BI (SBI) serta pengetatan anggaran Pemerintah. Ternyata kebijakan tersebut menyebabkan suku bunga pasar uang melambung tinggi dan likuiditas perbankan menjadi kering yang menimbulkan bank kesulitan likuiditas. Segera setelah itu masyarakat mengalami kepanikan dan kepercayaan mereka terhadap perbankan mulai menurun. Maka terjadi penarikan dana perbankan secara besar-besaran yang sekali lagi menim