Kritik Interpretatif - Antoni Gaudi

  • Published on
    07-Dec-2015

  • View
    222

  • Download
    7

DESCRIPTION

Kritik terhadap karya arsitek Antoni Gaudi

Transcript

  • ARSITEKTUR KEMBALI KE ZAMAN BATU

    Antoni Gaudi adalah seorang arsitek terkemuka di dunia yang terkenal dengan karyanya

    yang tidak biasa dibanding arsitek-arsitek lain pada eranya. Di saat era moderenisme berkembang,

    Gaudi mendesain bangunan tetap dengan idealis dan ciri khasnya. Ciri khas arsitekturnya dengan

    ornamen-ornamen luar biasa rumit dapat terlihat pada karyanya seperti Katedral Sagrada Familia di

    Spanyol membuat hal tersebut ini menjadi salah satu ikon arsitek Antoni Gaudi.

    Bahasa desain Gaudi terlihat menekankan pada bentuk-bentuk organik, salah satunya bentuk

    benda-benda alam seperti batuan yang terbentuk secara alami karena proses alam. Seperti pada

    Katedral Sagrada Familia, desain eksteriornya memiliki bentuk katedral klasik dengan ornamen

    pori-pori batuan seperti pada batu karang dan elemen-elemen stalaktit-stalakmit yang menonjol dari

    strukturnya. Pemilihan warna monokrom yang berwarna alami batuan semakin menciptakan kesan

    alam dalam rancangannya. Bentuk-bentuk organik tersebut tidak hanya diimpelementasikan pada

    ornamennya saja, bentuk-bentuk tersebut juga terlihat pada bukaan jendela dan pintu bangunan

    sehingga menciptakan bukaan yang tidak biasa.

    Dewasa ini, perkembangan arsitektur cenderung mengarah ke fungsionalitas dengan desain

    yang simpel menekankan pada bentuk geometri dasar. Penggunaan desain organik seperti pada

    Katedral Sagrada Familia menciptakan dua arah penilaian yaitu positif dan negatif. Penilaian

    tersebut muncul dari berbagai segi seperti pada estetika, fungsi, dan keberlanjutan.

    Dari sisi positif, Sagrada Familia rancangan Antoni Gaudi ini dapat menjadi monumen yang

    ikonik. Ikon tersebut muncul karena bangunan terkesan menggambarkan alam yang diolah manusia

    masa lampau untuk menaungi aktivitas manusia di dalamnya pada zaman batu, di mana bentuk

    ornamen tersebut seperti rumah gua. Maka dari itu, bangunan tersebut perlu dilestarikan karena

    pada era ini akan sangat jarang bahkan tidak ada bangunan yang dirancang dengan ciri-ciri tersebut.

    Dari sisi negatif, bangunan dengan desain seperti ini akan menciptakan fungsi dan

    keberlanjutan yang buruk. Dengan bentuk-bentuk tidak geometris, efisiensi akan sangat berkurang

    jika dikaitkan dengan performa bangunan. Ruang yang dibutuhkan akan lebih banyak untuk

    ornamen dan tidak ada efek positif langsung berkaitan dengan fungsi. Secara beberlanjutan,

    bangunan dengan desain seperti ini akan sulit dalam perawatan, baik untuk dibersihkan maupun

    renovasi. Hal tersebut akan menghabiskan banyak biaya banyak seperti pada pembangunannya di

    mana dana tersedot banyak pada jasa seniman untuk membuat ornamen. Padahal ornamen tersebut

    malah menciptakan kesan kemunduran ke arsitektur purba.