Kualitas Air Pantai Bama Taman Nasional Baluran

  • Published on
    04-Nov-2015

  • View
    276

  • Download
    25

Embed Size (px)

DESCRIPTION

ekologi

Transcript

BAB IPENDAHULUANA. Latar BelakangAir merupakan sumber daya alam yang diperlukan oleh semua makhluk hidup. Oleh karena itu, sumber daya air harus dilindungi agar dapat tetap dimanfaatkan dengan baik oleh manusia serta makhluk hidup lain. Kehidupan organisme sangat tergantung pada faktor lingkungan baik lingkungan biotik maupun abiotik. Hubungan timbal balik antara organisme dan lingkungannya dipelajari dalam Ekologi, yang merupakan suatu cabang Biologi. Oleh karena itu, dalam studi Ekologi pengukuran-pengukuran faktor lingkungan sangat perlu dilakukan. Faktor lingkungan abiotik secara garis besarnya dapat dibagi atas faktor biologi, fisika, dan kimia. Faktor fisika di air antara lain adalah temperatur, cahaya, kecerahan, arus dan daya hantar listrik. Adapun faktor kimia di air antara lain kadar oksigen terlarut, pH, alkalinitas, kesadahan, BOD, COD, unsur-unsur dan zat organik terlarut, sedangkan faktor biologi adalah organisme yang terdapat di lingkungan tersebut. Organisme air tersebut di antaranya tumbuhan air, plankton, perifiton, bentos, dan ikan. Laut juga merupakan sumber air bagi masyarakat yang dimanfaatkan untuk berbagai keperluan dan kegiatan. Kegiatan-kegiatan tersebut bila tidak dikelola dengan baik akan berdampak negatif terhadap sumber daya air, di antaranya adalah menurunnya kualitas air. Kondisi ini dapat menimbulkan gangguan, kerusakan, dan bahaya bagi makhluk hidup yang bergantung pada sumber daya air.Pengetahuan mengenai kondisi kualitas perairan sungai yang dicerminkan oleh nilai beberapa parameter kualitas air, baik secara fisika, kimia maupun biologis sangat diperlukan dalam merancang pengelolaan dan pengendalian pencemaran perairan. Pengukuran secara fisika melalui suhu dan salinitas, pengukuran secara kimia antara lain pH, DO, BOD, dan kadar CO2 dan pengukuran secara biologi yaitu dengan uji plankton. Penelitian ini pada dasarnya dilakukan dengan membandingkan nilai parameter kualitas air dari hasil pengukuran di lapangan dengan baku mutu perairan sesuai peruntukannya yang berlaku di Indonesia yakni mengacu pada PP RI No. 82 Tahun 2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air. Mengingat pentingnya keberadaan sumber air bagi masyarakat, perlu diadakan penelaahan dan pengkajian kualitas air untuk mendapat gambaran tentang tingkat kualitas air, dalam hal ini dilakukan penelitian di perairan Pantai Bama Taman Nasional Baluran berdasarkan faktor fisika, kimia dan biologi.B. Rumusan MasalahBerdasarkan latar belakang di atas maka dapat dibuat rumusan masalah sebagai berikut:1. Bagaimana tingkat kualitas air di perairan Pantai Bama Taman Nasional Baluran berdasarkan faktor fisika, kimia dan biologi?

C. Tujuan PraktikumAdapun tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut:1. Untuk mendeskripsikan tingkat kualitas air di perairan Pantai Bama Taman Nasional Baluran berdasarkan faktor fisika, kimia dan biologi.

D. Manfaat PenelitianDengan penelitian ini diharapkan penulis dan pembaca mengetahui tentang kualitas air di perairan Pantai Bama Taman Nasional Baluran berdasarkan faktor fisika, kimia dan biologi sehingga dapat turut berperan serta dalam menjaganya.

BAB IIKAJIAN PUSTAKAA. Kualitas AirKualitas air dalam hal analisis kualitas air mencakup keadaan fisik, kimia, dan biologi yang dapat mempengaruhi ketersediaan air untuk kehidupan manusia, pertanian, industri, rekreasi, dan pemanfaatan air lainnya (Asdak 1995). Menurut Lagler (1997) didalam lingkungan perairan ada tiga unsur pokok yang mempengaruhi kehidupan biota perairan. Pertama adalah unsur fisik yang berupa sifat-sifat fisika air seperti suhu, kekeruhan, kekentalan, cahaya, suara, getaran serta berat jenis. Unsur kedua adalah sifat kimiawi air seperti pH, kadar oksigen terlarut, karbondioksida terlarut, alkalinitas dan lain-lainnya. Unsur ketiga adalah yaitu sifat-sifat biologinya seperti keadaan organismenya, pemakai dan pengurai. Ketiga unsur pokok tersebut tergantung pada sumber alam pokok yaitu sinar matahari dan iklim. Transparansi air berhubungan dengan kedalaman air, dimana hubungannya adalah pada daya tembus atau intensitas penetrasi cahaya matahari. Semakin dalam suatu perairan, maka akan semakin kecil daya tembus cahayanya. Penetrasi cahaya ini berhubungan juga dengan fotosintesis oleh fitoplankton dan tumbuhan air lainnya. (Cholik 1991).

B. Definisi Air BersihBerdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1405/menkes/sk/xi/2002 tentang Persyaratan Kesehatan Lingkungan Kerja Perkantoran dan industri terdapat pengertian mengenai Air Bersih yaitu air yang dipergunakan untuk keperluan sehari-hari dan kualitasnya memenuhi persyaratan kesehatan air bersih sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan dapat diminum apabila dimasak.Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2005 Tentang Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum, didapat beberapa pengertian mengenai:1. Air baku untuk air minum rumah tangga, yang selanjutnya disebut air baku adalah air yang dapat berasal dari sumber air permukaan, cekungan air tanah dan/atau air hujan yang memenuhi baku mutu tertentu sebagai air baku untuk air minum.2. Air minum adalah air minum rumah tangga yang melalui proses pengolahan atau tanpa proses pengolahan yang memenuhi syarat kesehatan dan dapat langsung diminum.3. Air limbah adalah air buangan yang berasal dari rumah tangga termasuk tinja manusia dari lingkungan permukiman.4. Penyediaan air minum adalah kegiatan menyediakan air minum untuk memenuhi kebutuhan masyarakat agar mendapatkan kehidupan yang sehat, bersih, dan produktif.5. Sistem Penyediaan Air Minum yang selanjutnya disebut SPAM merupakan satu kesatuan sistem fisik (teknik) dan non fisik dari prasarana dan sarana air minum.6. Pengembangan SPAM adalah kegiatan yang bertujuan membangun, memperluas dan/atau meningkatkan sistem fisik (teknik) dan non fisik (kelembagaan, manajemen,keuangan, peran masyarakat, dan hukum) dalam kesatuan yang utuh untuk melaksanakan penyediaan air minum kepada masyarakat menuju keadaan yang lebih baik.7. Penyelenggaraan pengembangan SPAM adalah kegiatan merencanakan, melaksanakan konstruksi, mengelola, memelihara, merehabilitasi, memantau, dan/atau mengevaluasi sistem fisik (teknik) dan non fisik penyediaan air minum.8. Penyelenggara pengembangan SPAM yang selanjutnya disebut Penyelenggara adalah badan usaha milik negara/badan usaha milik daerah, koperasi, badan usaha swasta, dan/atau kelompok masyarakat yang melakukan penyelenggaraan pengembangan sistem penyediaan air minum.

C. Standar Baku Kualitas AirBerdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan No. 492 Tahun 2010 mengenai standar baku air minum dijelaskan bahwa air yang dapat diminum memiliki parameter sebagai berikut:NoJenis ParameterSatuanKadar Maksimum Yang Diperbolehkan

Parameter Fisik :

1KekeruhanNTU5

2SuhuoCSuhu udara + 5

Parameter Kimia :

1Ph6,5 8,5

D. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kualitas AirTerdapat berbagai faktor kualitas air antara lain: a. Suhu/TemperaturSuhu memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap kelarutan oksigen dan pengaturan aktivitas organisme didalam air. Populasi termal pada organisme air terjadi pada suhu tinggi. Kenaikan suhu air akan menimbulkan beberapa akibat sebagai berikut: i. Jumlah oksigen terlarut di dalam air menurunii. Kecepatan reaksi kimia meningkatiii. Kehidupan ikan dan hewan lainnya akan tergangguJika suhu air naik, maka kandungan oksigen dalam air menurun, sehingga menyebabkan laju metabolisme hewan air akan naik dan selanjutnya menaikkan kebutuhan oksigen. Organisme sungai khususnya beberapa makroinvertebrata memiliki reaksi terhadap suhu yang berbeda-beda, antara 28C 34C. b. Derajat Keasaman (pH)Konsentrasi ion hydrogen (H+) sebagai petunjuk mengenai reaksi air. Konsentrasi-konsentrasi ion hydrogen hamper secara praktis tetapi pada suhu 20C. Pengukuran pH perairan sangat diperlukan karena mempengaruhi faktor kimia perairan yang lain yaitu kelarutan oksigen serta kadar CO2 dalam air. Pada perairan pH lebih besar 7 banyak ditemukan Gastropoda, pH antara 5,6 8,3 ditemukan Bivalvia dan pH lebih besar dari 8,5 maka akan banyak ditemukan Helminthidae dan Diptera.Di lingkungan daratan dan perairan, pH dapat menjadi faktor yang sangat berpengaruh terhadap kehidupan dan penyebaran organisme. Toleransi hewan yang hidup di lingkungan air terhadap pH pada umumnya bervariasi. Namun diantaranya hanya sedikit yang dapat bertahan hidup dan berkembang biak pada pH dibawah 4,5.

c. Disolved Oxsygen (DO)/Oksigen TerlarutPenurunan kadar DO disebabkan oleh adanya senyawa organik yang berlebihan, respirasi, dan dekomposisi. Kemampuan oksigen untuk larut dalam air berkurang karena suhu, salinitas perairan serta tekanan atmosfer. Suhu pada perairan mengalir mempengaruhi jumlah oksigen terlarut. Jadi pada perairan hangat jumlah oksigen terlarut lebih sedikit dibandingkan pada perairan dingin. Hal ini disebabkan karena pada perairan hangat aktivitas organisme naik, sehingga membutuhkan oksigen lebih banyak untuk keperluan metabolismenya. Untuk pertumbuhan dan aktivitas sebagian besar organisme akuatik, dibutuhkan oksigen terlarut sebesar 5,6 ppm. d. Gelombang AirGelombang air di pantai mengganggu fewan-hewan yang hidup di daerah pantai (daerah antara pasang surut terendah dan pasang naik tertinggi). Gelombang itu dapat mendorong hewan ke tepi dan menyedotnya kembali ke arah tengah. Gelombang air laut juga dapat menghempas hewan-hewan yang terapung ke arah tebing daratan sehingga tubuhnya dapat hancur. Namun, hewan pantai pada umumnya dapat mengatasi pengaruh gelombang air.

e. Gas AtmosferGas oksigen adalah faktor pembatas yang utama terutama di perairan yang terbebani oleh bahan organik yang banyak. Suhu air dan garam telarut sangat mempengaruhi kemampuan air untuk menahan oksigen. Solubilitas oksigen akan bertambah oleh suhu yang rendah, dan akan berkurang oleh salinitas yang tinggi.