Lampiran SOP.doc

  • Published on
    16-Dec-2015

  • View
    6

  • Download
    1

Embed Size (px)

Transcript

155

Lampiran 1

SPO ( Standar Prosedure Operasional )Range Of Motion (ROM)

A. PengertianAdalah latihan gerak sendi yang memungkinkan terjadinya kontraksi dan pergerakan otot, dimana klien menggerakkan masing-masing persendiannya sesuai gerakan normal baik secara aktif maupun pasif.B. Tujuan1. Meningkatkan atau mempertahankan fleksibilitas atau kekuatan otot

2. Mempertahankan fungsi jantung dan pernapasan3. Mencegah kontraktur dan kekakuan pada sendiC. Indikasi1. Stroke atau penurunan tingkat kesadaran2. Kelemahan otot3. Fase rehabilitasi fisik4. Pasien dengan tirah baring lamaD. Kontra Indikasi1. Trombus / emboli pada pembuluh darah2. Kelainan sendi atau tulang3. Pasien fase imobilisasi karena kasus penyakit (jantung)E. Perhatian Penting1. Monitor keadaan umum klien dan tanda-tanda vital sebelum dan setelah latihan2. Tanggap terhadap respon ketidaknyamanan3. Ulangi gerakan sebanyak 3 kaliF. Latihan Rentang Gerak Pasien yang mengalami keterbatasan mobilisasi tidak mampu melakukan beberapa atau semua latihan gerak dengan mandiri. Keterbatasan ini dapat diidentifikasi pada salah satu pasien yang ekstremitas mempunyai keterbatasan gerakan atau pasien yang mengalami imobilisasi seluruhnya.Latihan rentang gerak dapat (ROM) dapat dibedakan menjadi dua, yaitu:1. Latihan rentang gerak aktif Yaitu, pasien mampu menggerakkan seluruh sendinya dengan rentang gerak tanpa bantuan 2. Latihan rentang gerak pasifYaitu pasien tidak dapat menggerakkan dengan mandiri dan perawat menggerakkan setiap sendi dengan rentang gerakKontraktur dapat terjadi pada sendi yang tidak digerakkan secara periodik dengan rentang gerak penuh.G. Latihan Rom Aktif dan Pasif Pasien yang mobilitasnya terbatas karena penyakit, diabilitas atau trauma memerlukan latihan sendi untuk mengurangi bahaya imobilitas. Latihan berikut dilakukan untuk memelihara dan mempertahankan kekuatan otot serta memelihara mobilitas persendian.1. Flexi dan Extensi Pergelangan Tangan

Cara:- Jelaskan prosedur yang akan dilakukan- Atur posisi lengan pasien dengan menjauhi sisi tubuh dan siku menekuk dengan lengan- Pegang tangan pasien dengan satu tangan dan tangan lain memegang pergelangan tangan pasien- Tekuk tangan pasien ke depan sejauh mungkin- Catat perubahan yang terjadi2. Flexi dan extensi Siku

Cara:- Jelaskan prosedur yang akan dilakukan- Atur posisi lengan pasien dengan menjauhi sisi tubuh dengan telapak tangan mengarah ke tubuhnya.- Letakkan tangan di atas siku pasien dan pegang tangannya dengan tangan lainnya- Tekuk siku pasien sehingga tangannya mendekat bahu- Lakukan dan kembalikan ke posisi sebelumnya- Catat perubahan yang terjadi3. Pronasi dan Supinasi Lengan Bawah

Cara: - Jelaskan prosedur yang akan dilakukan- Atur posisi lengan bawah menjauhi tubuh pasien dengan siku menekuk- Letakkan satu tangan perawat pada pergelangan pasien dan pegang tangan pasien dengan tangan lainnya- Putar lengan bawah pasien sehingga telapak tangan menjauhinya- Kembalikan ke posisi semula4. Abduksi dan Adduksi

Cara: - Jelaskan prosedur yang akan dilakukan- Atur posisi lengan pasien di samping badannya- Letakkan satu tangan perawat di atas pasien dan pegang tangan pasien dengan tangan lainnya- Gerakkan lengan pasien menjauh dari tubuhnya kearah perawat- Kembalikan ke posisi semula- Catat perubahan yang terjadi5. Flexi dan Extensi jari-jari

Cara: - Jelaskan prosedur yang akan dilakukan- Pegang jari-jari kaki pasien dengan satu tangan, sementara tangan lain memegang kaki- Bengkokkan (tekuk) jari-jari ke bawah- Luruskan jari-jari kaki ke belakang- Kembalikan ke posisi semula- Catat perubahan yang terjadi 6. Flexi dan Extensi Pergelangan Kaki

Cara:- Jelaskan prosedur yang akan dilakukan- Letakkan satu tangan perawat pada telapak kaki pasien dan satu tangan yang lain di atas pergelangan kaki. Jaga kaki lurus dan rileks.- Tekuk pergelangan kaki, arahkan diatas siku pasien- Catat perubahan yang terjadi7. Rotasi Pangkal Paha

Cara:- Jelaskan prosedur yang akan dilakukan- Letakkan satu tangan perawat pada pergelangan kaki dan satu tangan lain diatas lutut- Putar kaki menjauhi perawat- Kembalikan ke posisi semula- Catat perubahan yang terjadiH. Evaluasi Keperawatan Evaluasi yang diharapkan dari hasil tindakan keperawatan untuk mengatasi gangguan mobilitas adalah sebagai berikut:1. Peningkatan fungsi tubuh2. Peningkatan kekuatan dan ketahanan3. Peningkatan fleksibilitas sendiLampiran 2

SPO ( Standar Prosedure Operasional )

Pemberian Injeksi Intravena Melalui Saluran InfusA. PengertianMemasukan cairan atau obat langsung ke dalam pembuluh darah vena dengan melalui saluran infus

B. TujuanSebagai tindakan pengobatan

C. Prosedur1. Pra Tahap Interaksi

a.Mengecek status pasien dan mengkaji kebutuhan pasien terkait pemberian obat

b. Menyiapkan alat

Baki berisi :

- Obat yang akan diberikan

- Spuit atau disposible spuit steril

- Desinfektan : Alcohol 70% dan Povidon iodine 10%

- Kapas alcohol atau kassa swap

- Lidi kapas dan kassa steril pada tempatnya

- Pengalas

- Bengkok dan galiot (kom kecil)

- Jam tangan yang ada detikan

Alat pelindung diri : sarung tangan

Alat tulis, form dokumentasi atau buku catatan injeksi

c. Menjaga lingkungan : Atur pencahayaan, jaga privacy pasien, tutup pintu dan jendela/kordenD. Tahap orientasi1. Memberikan salam

2. Mengklarifikasi kontrak atau pemberian obat

3. Menjelaskan tujuan dan prosedur pemberian obat

4. Memberi kesempatan pasien untuk bertanya

5. Mendekatkan alat ke pasien

E. Tahap Kerja1. Perawat mencuci tangan

2. Memakai sarung tangan bersih

3. Menyiapkan obat sesuai dengan prinsip 6 benar4. Mengatur posisi pasien untk penyuntikan

5. Memasang perlak dan pengalasnya pada area dibawah yang terpasang infus

6. Mengecek kelancaran tetesan infus sebelum obat dimasukkan

7. Memastikan tidak ada udara pada suit disposible yang berisi obat8. Mematikan atau mengklame infus9. Melakukan disinfektan pada area karet saluran infus set pada saluran infus10. Menusukkan jarum ke bagian karet saluran infus dengan hati-hati degan kemiringan jarum 15-45 derajat

11. Melakukan aspirasi atau menghisap spuit disposable untuk memastikan bahwa obat masuk ke saluran vena dengan baik. Jika saat aspirasi terlihat darah keluar ke selang infus maka obat siap untuk dimasukkan12. Memasukkan obat secara perlahan dengan mendorong pegangan disposable spuit sampai obat habis

13. Mencabut jarum dari bagian karet saluran infus dengan mendidih kapas pada lokasi tusukan jarum tadi

14. Membuka klem cairan infus dan mengobservasi kelancaran tetesan aliran infus15. Membuang disposable spuit ke bengkok

16. Menghitung tetesan infus sesuai dengan ketentuan program pemberian cairan

17. Membereskan pasien

18. Membereskan alat-alat

19. Melepas sarung tangan

20. Mencuci tangan

F. Tahap Terminasi1. Mengevaluasi respon pasien2. Menyimpulkan hasil kegiatan

3. Memberi pesan (menjaga posisi dan kelancaran)

4. Melakukan kontrak selanjutnya (waktu, tempat, topik/kegiatan)G. Pendokumentasian1. Nama pasien

2. Jenis obat

3. Jumlah dosis

4. Rute pemberian obat

5. Respon pasien

6. Hari/ tanggal/ jam pemasangan

7. Tanda tangan perawat

Lampiran 3SPO ( Standar Prosedure Operasional )

Memandikan Pasien di Tempat Tidur

A. Pengertian

Membersihkan tubuh pasien dengan menggunakan air bersih dan sabun

B. Tujuan

1. Membersihkan kulit dan menghilangkan bau badan2. Memberikan perasaan segar

3. Merangsang peredaran darah

4. Sebagai pengobatan

5. Mencegah infeksi kulit6. Mendidik pasien dalam kebersihan peroranganC. Persiapan alat1. Pakaian bersih 1 stel

2. Waskom mandi 2 buah3. Air bersih dalam ember tertutup4. Air hangat dalam ember tertutup5. Sabun ditempatnya6. Waslap 2 buah7. 1 atau 2 handuk bersih

8. Selimut mandi/kain penutup

9. Tempat pakaian kotor tertutup

10. Sampiran (bila diperlukan saja)D. Prosedur1. Tahap Pra Interaksi b. Melakukan verifikasi program pengobatan klien

c. Mencuci tangan

d. Menempatkan alat di dekat pasien dengan benar

2. Tahap Orientasi

a. Memberikan salam sebagai pendekatan therapeutic

b. Menjelaskan tujuan dan prosedur tindakan pada pasien/keluarga

c. Menanyakan kesiapan klien sebelum kegiatan dilakukan3. Tahap Kerja

a. Pintu, jendela kordin ditutup, sampiran dipakai kalau perlub. Selimut dan bantal-bantal dipindahkan dari tempat tidur. Bila bantal masih dibutuhkan dipakai seperlunyac. Perawat berdiri di sisi (kiri/kanan) pasiend. Beritahukan pasien bahwa pakaian bagian atas dibuka, lalu bagian yang terbuka tersebut ditutup dengan selimut mandi/kain penutupe. Pasien siap dimandikan dengan urutan sebagai berikut:1. Mencuci muka

Handuk dibentangkan di bawah kepala, muka, telinga dan leher dibersihkan dengan waslap lembab, keringkan dengan handu. Tanyakan apakah pasien ingin sabun atau tidak.

2. Mencuci LenganSelimut mandi atau kain penutup diturunkan, kedua tangan keatas letakkan handuk di atas dada dan lebarkan kesamping kiri dan kanan sehingga kedua tangan dapat diletakkan diatas handuk. Kedua tangan dibasahi dan disabuni dimulai dari bagian yang jauh dari perawat, dibilas sampai bersih mulai dari tangan yang dekat dengan perawat lalu dikeringkan dengan handuk. Bila pasien gemuk dilakukan satu persatu. Air yang kotor diganti 3. Mencuci dada dan perut Pakaian bersih bagian bawah ditanggalkan dan selimut kedua tangan penutup diturunkan sampai perut bagian bawah. Kedua tangan di ke ataskan, handuk diangkat dan dibentangkan pada sisi pasien. Ketiak, dada dan perut dibasahi, di

Recommended

View more >