Laporan Biologi Tingkah Laku

  • Published on
    20-Jul-2015

  • View
    2.037

  • Download
    13

Embed Size (px)

Transcript

<p>I. PENDAHULUAN</p> <p>1.1 Latar Belakang a. Pergerakan Tanaman Salah satu aktivitas biologis dari tanaman adalah gerak-gerak tanaman antara lain adalah: bengkoknya dahan dan akar, melipatnya daun, dasn perpindahan tanaman tingkat rendah. Gerak secara besar dibagi 2 yaitu: 1. Gerak yang terjadi secara spontan, tanpa rangsangan apa-apa disebut gerak autonom dan endonom. 2. Gerak yang terjadi karena adanya rangsangan disebut dengan paratonis dan etionom. Gerak akibat adanya rangsangan ini dibagi lagi: a. Taksis : b. Tropis : c. Nasti : Pergerakan seluruh tanaman ke arah rangsangan Pergerakan sebagian dari tanaman kearah datangnya rangsangan Pergerakan spontan dari tanaman terhadap rangsangan misalnya pada daun mimosa pudica.</p> <p>b. Tingkah laku hewan Untuk kelangsungan hidup hewan memiliki kemampuan untuk beradaptasi terhadap lingkungannya. Reaksi respon respon terhadap lingkungannya dapat</p> <p>berupa gerakan atau perilaku yang sederhana sampai yang kompleks. Reaksi-reaksi atau perilaku hewan secara umum terbagi dalam tiga kategori: 1. Tropisme : Suatu gerakan memutar yang sederhana dimana seluruh tubuh atau bagian utama yang menjadi berorientasi dalam suatu hubungan tertentu langsung kearah rangsangan 2. Taksis 3. Kinesis : Gerakan hewan mendekati atau menjauhi rangsangan : Tak ada gerakan secara langsung tetapi organisme tersebut bergerak memutar dan terganggu</p> <p>II. TINJAUAN PUSTAKA Perilaku adalah tindakan atau aksi yang mengubah hubungan antara organisme dengan lingkungannya. Hal itu merupakan kegiatan yang diarahkan dari luar dan tidak mencakup banyak perubahan dalam secara tetap terjadi pada mahlukhidup. ( Soetarmi,1990) Perilaku dapat terjadi sebagai akibat suatu simulasi dari luar reseptor diperlakukan untuk mendeteksi stimulasi itu, saraf diperlukan untuk mengkoordinasikan respon, dan efektor itulah yang melaksanakan aksi. Perilaku juga dapat terjadi sebagai akibat stimulasi dari dalam. (Sugiri, 1991) Perilaku pada tumbuhan agaknya merupakan bawaan. Semua warga spesies apapun bereaksi dengan cara yang sama terhadap stimulus tertentu. Tidak ada yang bersifat sementara mengenai respon tumbuhan apapun. (Kanaan, 1992) Tumbuhan tidak mempunyai system syaraf, perilaku tumbuhan hanya terbatas pada gerak tumbuh dan gerak turgor.Gerak yang ditentukan oleh arah stimulasi yang mengenai tumbuhan disebut tropisme. Membengkoknya keleoptil Avena (oat) kearah sumber cahaya adalah fototropisme positif. Gerak yang umum, yaitu tidak diarahkan kearah tertentu disebut gerak nasti. Terbukanya bunga tulip pada hari-hari yang hangat merupakan termonasti. (Fried,1992)</p> <p>III. METODOLOGI 3.1. Bahan dan alat yang digunakan Gelas plastik aqua Benih kacang hijau Tanah Katak Aquades Cacing tanah Cawan petri Kertas penutup Sumber cahaya/senter 3.2. Cara kerja A. Tingkah laku tumbuhan 1. Untuk fototropisme Bersihkan tanah dan kotoran-kotorannya kemudian isikan kedalam kantong plastik (gelas plastik aqua). Rendam biji kacang hijau kira-kira 15 menit, kemudian tanam didalam kantong plastik. Buatlah kotak karton berukuran 2x lebih besar dari kantong plastik yang berisi tanah dan lubangi sebesar uang logam pada salah satu sisinya. Simpan kantong yang telah berisi biji kacang hijau dalam kotak karton berlubang. Amati pertumbuhan kacang hijau. 2. Geotropisme Bersihkan tanah dari kotoran-kotorannya, kemudian isikan kedalam pot kaca kira-kira volumenya.</p> <p> Rendam biji kacang hijau kira-kira 15 menit dan tanamkan pada pot kaca, usahakan menanam dipinggir pot supaya jelas kelihatan dari luar. Biarkan tumbuh kurang lebih 2 hari. Balikkan kacang sedemikian rupa sehingga cukup akar terhadap gravitasi bumi dapat diamati. Amati apa yang terjadi setelah 2 hari. 3. Hidrotropisme (rangsangan oleh air) Bersihkan tanah dari kotoran-kotorannya kemudian isikan kedalam pot kaca. Rendam biji kacang hijau kira-kira 15 menit dan tanamkan pada pot kacang tersebut. Tanaman biji tersebut pada bagian pinggir-pinggir pot (pada sudutsudutnya). Siram pada bagian tanaman yang kosong. Amati sikap akar pada hari berikutnya. B. Tingkah laku hewan Sediakan cawan petri berdiameter 10 cm dan tutuplah setengah bagian dari cawan tersebut dengan kertas hitam dan sebagian yang lain biarkan terbuka. Masukkan beberapa ekor cacing tanah kebagian yang terbuka atau yang diterangi cahaya. Amati arah gerakan cacing tersebut selama 20-30 menit. Taburi bekas cacing tersebut dan berikan tanda panah untuk menentukan gerak arah cacing.</p> <p>IV. 4.1.</p> <p>Hasil dan Pembahasan Hasil pengamatan</p> <p>4.2. Pembahasan A. Perilaku (tingkah laku pada tumbuhan) Setelah kita lakukan pengamatan terhadap benih kacang hijau didapatkan: 1. Pada fototropisme Biji atau benih kacang hijau tumbuh dan bergerak kearah rangsangan (sinar matahari), oleh sebab itu pada percobaan kacang tanah (fototropisme) termasuk gerak taksis, yaitu pergerakan seluruh bagian tanaman kearah rangsangan. 2. Pada geotropism Ternyata akar dari biji atau benih kacang hijau bergerak dengan daya tarik bumi, setelah gelas plastik aqua dimiringkan kira-kira 200 ternyata akar tumbuh mengikuti daya tarik bumi. Dengan demikian, kacang hijau tersebut melakukan gerak tropis yaitu pergerakan sebagian dari tanaman kearah datangnya rangsangan. 3. Pada hidrotropisme Pada percobaan ini hidrotropisme akar kacang hijau bergerak mengikuti datangnya rangsangan (air) dengan demikian gerak kacang tanah tersebut melakukan gerak tropis yaitu pergerakan sebagian dari tanaman kearah datangnya rangsangan. B. Pada hewan (cacing) Pada percobaan kali ini, ternyata cacing menjauhi rangsangan (cahaya/sinar senter) berarti cacing tersebut melakukan gerak taksis, yaitu gerakan hewan menjauhi atau mendekati arahnya rangsangan.</p> <p>V. PENUTUP 5.1. Kesimpulan Berdasarkan hasil atau praktikum yang kami lakukan , didapatkan</p> <p>kesimpulan bahwa, pada tumbuhan kacang hijau pada fototropisme melakukan gerak taksis, pada geotropism melakukan gerak tropis, dan pada hidrotropisme melakukan gerak tropisme. Pada perilaku hewan (cacing tanah) cacing tanah melakukan gerak taksis, yaitu gerak yang mendekati atau menjauhi rangsangan. 5.2. Saran Agar kiranya para praktikan tidah disuruh membawa bahan-bahan untuk praktikum, semestinya laboratorium telah menyediakannya. Sebaiknya mahasiswa teliti dalam melakukan praktikum. Mahasiswa harus benar-benar tau akan apa yang akan di praktikkannya.</p> <p>DAFTAR PUSTAKA Kimball,John.w.1988.Biologi edisi kelima. Bogor:Erlangga Soetarmi,T.Siti.1990.Biologi edisi kelima. Bogor:Gelora Aksara Pratama Sugiri,Nawangsari.1991.Biologi. Bogor:ITB Suyamsuri,I.2004.Biologi. Jakarta:Erlangga</p> <p>Jawaban Pertanyaan A. Perilaku tumbuhan 1. Apakah sebabnya pertumbuhan tanaman selalu menuju datangnya arah cahaya? 2. Sebutkan beberapa faktor yang mempengaruhi gerak tanaman! B. Perilaku hewan 1. Tentukan perilaku hewan percobaan terhadap rangsangan cahaya! Apakah bersifat fototaksis positif atau fototaksis negatif. 2. Untuk apa hewan bereaksi atau berespon terhadap suatu rangsangan? Jawab. A. Prilaku Tumbuhan 1. Sebab setiap organisme mampu menerima rangsangan yang disebut iritabilitas, dan mampu pula menanggapi rangsangan tersebut. Salah satu tanggapan yang umum adalah berupa gerak. Gerak berupa perubahan posisi tubuh atau perpindahan yang meliputi seluruh atau sebagian dari tubuh 2. Faktor yang mempengaruhi gerak suatu tanaman 1. Lingkaran a. b. Lingkaran biotik(tumbuhan lain, hama, penyakit, dan manusia). Lingkaran abiotik (iklim/curah hujan, keadaan tanah, suhu, cahaya matahari, hara, air dan hormon).</p> <p>2. Genetik B. Perilaku Hewan 1. Perilaku hewan pada percobaan (cacing tanah) bersifat fototaksis negatif yaitu cacing tanah menjauhi rangsangan yang diberikan dalam hal ini cahaya. 2. Karena untuk mengatur kerja sama system organ agar dapat bekerja secara serasi.</p>