Laporan Kegiatan - Dialog Multi Stakeholder Dan Workshop Csos

  • Published on
    20-Jun-2015

  • View
    199

  • Download
    0

Embed Size (px)

DESCRIPTION

laporan kegiatan - DIALOG MULTISTAKEHOLDER dan WORKSHOP CSOs

Transcript

<p>LAPORANKEGIATAN </p> <p>DIALOGMULTISTAKEHOLDERdanWORKSHOPCSOs EfektifitasPembangunanuntukCSOsIndonesia </p> <p> HotelCemaraIIJakarta,14Juli2010 </p> <p>LATARBELAKANG Kerjasama pembangunan internasional sudah lama menjadi bahan diskusi dan debat dalam forum forum resmi antarpemerintah, baik melalui forumforum yang diselenggarakan Perserikatan Bangsa bangsa (PBB) dan Organization for Economic Cooperation and Development (OECD) maupun yang diselenggarakan oleh lembagalembaga kerjasama regional. Salah satu dari berbagai kesepakatan internasionaltentangpembangunanadalahDeklarasiMilleniumdimanaantaralainsecarajelastertulis pentingnyakerjasamapendanaaninternasionalgunamengurangiangkakemiskinandunia. Komitmen Negaranegara yang menandatangani Deklarasi Millennium ini dipertegas dalam beberapa komitmenyanglebihspesifiksepertiKonsensusMontereyyangmenegaskankomitmenNegaranegara majuuntukmemberi0.7%dariGrossNationalIncome(GNI)untukmembantuNegaranegaramiskindan sedang berkembang, dan Deklarasi Paris tentang Aid Effectiveness (2005). Pada forum tingkat tinggi (High Level Forum) di Accra, Ghana, pada tahun 2008, Negaranegara dan lembagalembaga internasional yang menandatangani Deklarasi Paris mempertegas komitmen dari semua actor pembangunan,sepertiyangtertuangdalamAccraAgendaforAction(AAA). Salah satu komitmen yang diterima di dalam AAA adalah pengakuan terhadap masyarakatsipil (CSOs) sebagai pembangunan yang memiliki karakteristiknya tersendiri. CSOs diakui telah memiliki kontribusi besardalamprosespembangunan,baikyangsudahmaupunyangtengahberlangsung.Masyarakatsipil juga telah menjadi bagian aktif dalam setiap perundingan internasional termasuk juga dalam proses proses pencapaian MDGs. Dalam Accra Agenda for Action, peran CSOs tersebut mendapatkan pengakuanyangtegas. Masyarakat Sipil Indonesia juga mengirimkan beberapa orang wakil dalam pertemuan tingkat tinggi Accra, serta pertemuanpertemuan yang mendahului forum tingkat tinggi Accra, baik tingkat internasional maupun nasional. Masyarakat sipil di Indonesia sebenarnya juga telah berperan aktif dalam pembangunan, bahkan sejak sebelum kemerdekaan, dalam berbagai sektor. Seperti juga di berbagaibelahanduniayanglain,CSOsIndonesiajugamemilikitantangantersendiridalammenjalankan perannyadalampembangunan,baikinternalmaupuneksternal. Sebelum dan setelah Accra High Level Forum, CSOs Indonesia telah menyelenggarakan berbagai pertemuan baik thematic (sepeti khusus untuk gender equity; accountability, etc.) maupun konsultasi terbuka secara nasional. Demikian pun pemerintah dan CSOs Indonesia sudah mengadakan beberapa kalipertemuankonsultasipersama. Padatanggal35Mei2010,InternationalNGOForumonIndonesianDevelopment(INFID)besertaThe Institute for National and Democratic Studies (INDIES), Aliansi Gerakan Reforma Agraria (AGRA) dan YayasanKristenuntukKesehatanUmum(YAKKUM)menyelenggarakankonsultasiCSOssecaranasional, dandialogterbukadenganpemerintahdanperwakilanperwakilandonor,diYogyakarta.Padakonsultasi nasional masyarakat sipil Indonesia tersebut dibahas dan disepakati beberapa prinsip dasar CSOs dan nilainilai CSOs, legitimasi dan akuntabilitas serta integrasi pendekatan berbasis HAM dan keadilan Gender. Hasil pertemuan ini disosialisasikan kepada semua pihak terkait dalam sebuah dialog multistakeholder, yang sekaligus juga menjadi forum untuk menggali input yang lebih luas dan dalam gunamerumuskanperanCSOsIndonesiasecaralebihkomprehensif. Hasilhasil dari forum konsultasi nasional CSOs Indonesia dan dialog multistakeholders di Yogyakarta tersebut akan dipaparkan kepada pemerintah dan donor, dalam acara khusus yang diselenggarakan</p> <p>bersamaolehA4DES(AidforDevelopmentEffectivenessSecretariat)danCSOsIndonesia,sebagaisuatu Forum Multistakeholders tentang peran aktoraktor pembangunan dalam kerangka Development Effectiveness. BENTUKKEGIATAN Kegiataniniterdiridariduabagian: 1. ForumMultistakeholdertentangCSOsDevelopmentEffectiveness 2. WorkshoppenajamanperanCSOsdalamkerangkaDevelopmentEffectivenessdiIndonesia TUJUANKEGIATAN ForumDialogMultistakeholderdimaksudkanuntuk: 1. Sosialisasi hasil Open Forum on CSOs Development Effectiveness yang diselenggarakan di Yogyakartapadatanggal35Mei2010 2. Membangun pemahaman bersama antar stakeholder terkait efektifitas pembangunan di Indonesia WorkshopCSOsdimaksudkanuntuk: 1. Sosialisasi dan progress A4DES: baik peran, fungsi maupun struktur yang telah dibentuk dan berfungsi 2. MengidentifikasiprinsipdanmekanismepartisipasiCSOsdalamefektifitaspembangunan JADWALKEGIATAN WAKTU ACARA MultistakeholderForum 10.0010.15 PembukaanolehDonKMarut,DirekturEksekutifINFID 10.1510.30 SambutanolehDr.LukitaD.TuwoKetuaTimPengarahA4DES 10.3011.00 PresentasihasilOpenForumonCSOsDevelopmentEffectivenessdisampaikan oleh Dian Kartika Sari, Ketua Pelaksana National Open Forum on CSOs DevelopmentEffectiveness 11.0012.00 Diskusi(Tanyajawab) 12.0013.00 Break(Lunch) WorkshopCSOsdanA4DES 13.0013.30 PaparanKemajuandanRencanaKerjaA4DES 13.3014.00 StudiKasusPeranCSOdalamEfektifitasPembangunankhususnyadalamhal ownership dan accountability disampaikan oleh Bambang Ismawan dari YayasanBinaSwadaya 14.0017.00 DiskusiPeranCSOsdalamEfektitifasPembangunan 17.00 Penutup </p> <p>HASILHASILDISKUSI A. DiskusiMultistakeholder Dari Diskusi Multistakeholder tentang hasil Open Forum on CSOs Development Effectiveness, beberapapointyangdapatdiambilyaitu: 1. PembicaraanmengenaidevelopmenteffectivenesstidakhanyaterjadidiIndonesia,bahkantelah menjadi bagian dari kepentingan internasional, di Afrika, Eropa dan Negaranegara Latin. BeberapapertemuanyangbertujuanmempertajamhaltersebutyaitupertemuandiMonterrey, Meksiko,tahun2002tentangfinancingfordevelopment,kegiatanRomaHighLevelForumpada tahun2003,Review5tahunMDGsdanHighLevelForumonAideffectivenesspadatahun2005. DanyangterpentingadalahAccraAgendaforAction(AAA)padatahun2008.AAAmemberikan ruangyanglebihluasbagimasyarakatsipiluntukdiakuisebagaiaktorpembangunan.Tahunini akandiadakanprosesassemblydiIstambulserta2011diKorea. OpenforummengenaiDevelopmentEffectivenessdiatasbertujuanuntuk: Bagaimana agar kita berbagi pengalaman dan pendapat untuk kemudian menyepakati hal penting, BagaimanakitamembangunframeworkdanplatformyangmemastikanCSOituada, Mendorongdialogantarpihak. 2. Di Indonesia, proses tersebut dijalankan INFID bersama dengan beberapa organisasi seperti AGRA,YAKKUMdanINDIESpadatanggal35MeidiYogyakarta.Prosesdiskusiyangmelibatkan berbagaiorganisasidarilatarbelakangyangberbedaberhasilmelakukanperumusanterhadap beberapa hal, seperti pengertian CSO yang kemudian didefinisikan dengan nonmarket, non state, voluntary, punya platform tertentu dan mengekspresikan HAM (seluruh hasil terlampir dalammateriyangdibagikan). Selain diskusi, acara juga diisi dengan dialog terbuka antara pemerintah, pendonor dan CSO sendiri.TerdapatpembicaraantentangberbagaimacamnilaisoalHAM.Harapannyake depan akanadaketerbukaandialogantaraketigaaktortersebut. 3. Terdapat beberapa follow up dari open forum yang diselenggarakan di Yogja, salah satunya adalah Diskusi dan Workshop yang sekarang dilakukan. Selain itu, di akhir pertemuan open forumdiJogjatelahdisepakatiuntukmendokumentasikandanmenyebarkanhasilpendiskusian serta mendorong kawankawan di daerah terutama Aceh dan Papua yang menghadiri open forumtersebutuntukmembuatkegiatanserupadidaerah.Didalamdiskusikaliinidiharapkan ada hal konkrit dan operasional yang bisa disepakati bersama sebagai tindak lanjut dari open forumyangtelahdilakukandiJogja.Dalamhalini,relasidiantaracivilsocietytidakstructural, sehingga rekomendasi yang dihasilkan diharapkan tidak menghilangkan independensi masing masingorganisasi. 4. Untuk mencapai akuntabilitas yang baik, kuncinya adalah governance di masingmasing organisasi,bisamengacudariundangundangyangadadiyayasan. 5. Memperbesar perspektif keadilan gender dalam konsep development effectiveness masih mengalami kendala. Kendala tersebut misalnya: eksistensi bargain pihak donor yang tinggi, pihakdonoryangmasihresistancedenganisuisugender,ketidakpahamantentanggenderitu sendiridanbagaimanamengaplikasikannya,sepertiyangdialamiolehpihakPU.</p> <p>6. Menurut Bappenas, ada dua pembagian budget, yaitu pemerintah dan CSO. Budget yang digunakan oleh pemerintah harus jelas masuk dalam APBN, berbeda dengan CSO yang tidak masukAPBN.Jadisemuaresourchespemerintahharustercatatdalambukupemerintah. Adaduahalyangharusdiperbaikidalamprosespencatatantersebut,yaitu: Meningkatkankesadarankepadapihakyangmemberikanbahwasemuaharusdirecord. Perbaikan sistem penerimaan dan pencatatan di kita (CSO dan pemerintah) agar berbagai halyangakanmasukbisatercatatdenganbaik. 7. TerdapatbeberapakesulitanlebihyangdialamiolehtemantemanCSOdiluarJawa,seperti: Kesulitandalammelakukanauditing.KetiadaanakuntanpublikdiluarJawamengharuskan CSO di sana harus menyewa auditor dari Jawa dengan biaya yang sangat mahal, padahal biayayangdikelolajauhlebihkecildariyangadadiJawadanBali. Capacitybuildingdanaccountingcomputerbasedyangsemakinmahal. Lingkungan sosial yang tidak mendukung. Di tingkat lokal enabling environment lebih melekatpadaaspeksocialdancultural.Seringkalikelompokperempuanyangsudahterlatih soaljendertidakbisamengintegrasikankonsepjenderyangiamilikikarenalingkungantidak mendukung.Kemudianpembatasanruangkerjamasyarakatsipil,misalnyaadapelarangan bagimasyarakatsipiluntukbekerjadiSulteng,HalmaheraataupunPapua.Tidakadaaturan yangmengikat,namunsituasimengharuskansepertiitu.</p> <p>8. Agar terjadi kesinambungan kerja antara pemerintah dan civil society dalam meningkatkan efektivitas pembangunan perlu dilakukan contain validity dalam bentuk penformalan pendaftaran dengan AD/ART yang jelas dalam setiap pendirian organisasi masyarakat sipil. Tindakan seperti itu akan memperjelas tujuan serta mempermudah proses kerja sama antara pemerintahdanCSOitusendiri. 9. Pernyatan di atas ternyata menuai ketidaksepakatan dari salah satu peserta diskusi. Menjamurnya CSO di Indonesia harus dimaknai sebagai peningkatan kesadaran berorganisasi masyarakat,danituhalyangpositif.Persyaratansepertidiatasjustruakanmengekangproses tumbuhkembangnyaorganisasimasyarakat. 10. Sebagai salah satu aktor dalam pembangunan, CSO berhak mengembangkan langkah, tidak semuanyaharussamadenganapayangdikehendakiolehpendonorataupemerintah.Misalnya saja dalam open forum kemarin, kita merumuskan sendiri makna pembangunan dan akuntabilitas. 11. Penting sekali CSO di Indonesia punya mekanisme filter, memutuskan untuk tidak akan berpartnerdenganorgandariluarnegerikalautidakmemahamimisimisimereka,pengalaman mereka di negara lain. Dilibatkan dalam penyeleksian organisasi internasional yang dilakukan olehpemerintah.Sertaadaprinsipyangharusdipegang,bagaimanaketikaCSOmenerimadana dariluarnegeriuntukpembangunanbangsa,tidakmengorbankanmartabatbangsa. </p> <p>B. WorkshopCSOsdiIndonesia</p> <p> Dariworkshopyangtelahdilakukan,beberapapointyangdapatdiambilyaitu: 1. SosialisasiA4DES a. Pointpointpenjelasanmengenaiperan,fungsidanstrukturA4DES 1) A4DES adalah sebuah lembaga add hoc yang bertujuan untuk melaksanakan program dalam rangka pencapaian sasaran Jakarta Komitmen, serta mendorong kemandirian Indonesiadalammelaksanakansumberdayadariluaryangakandigunakan. Alur pikir komitmen Jakarta ini sendiri adalah meneruskan reformasi yang ada, menggunakan keuangan negara yang berasal dari pinjaman dan bantuan luar negeri dalam rangka efektivitas pembangunan. Dalam kaitannya dengan pemerintah, A4DES bertugasuntukmendorongpemerintahmengembangkansistem,melakukanreformasi dalamdirinya. 2) A4DES mempunyai kepentingan untuk melibatkan semua stakeholder yang ada untuk terlibat bersama dalam kegiatan A4DES. Beberapa kali pertemuan telah diselengarakanpertemuan dalam workshop ini adalah pertemuan keempat bertujuan untuk membuat format kerja yang tepat. A4DES melibatkan stakeholder dalam kegiatan pembangunan yang ada sumber daya asing, contohnya adalah kerjasamayangdilakukanuntukmemanfaatkanprogramhibahdariAS. 3) Sumber daya yang dimiliki A4DES saat ini adalah sebuah kantor dengan peralatannya yang berlokasi di Gedung Bakrie 2 lantai 6, serta dana sebesar 1,3 juta dollar yang berasaldarimitramitrapembangunan.</p> <p>4) BeberapaPokjayangberadadibawahnaunganA4DESyaitu: a) PokjaDialogdanPengembanganKelembagaan Bertujuan menfasilitasi dialog antara pemerintah dengan stakeholder yang lebih luas, dialog untuk membicarakan persoalan sektora kemiskinan, pendidikan dan kesehatansertadialogbilateral.</p> <p>b) PokjaPengembanganMekanismePendanaan Bertujuan membangun kemandirian dalam mekanisme pendanaan nasional, menemukan format mekanisme pendanaan yang bisa kita terima, yang tentunya melibatkan aktor pemerintah dan stakeholder dalam pembicaraan mengenai hal tersebut.</p> <p>c) PokjaPengadaan Bertujuan meningkatkan sistem pengadaan yang lebih transparan, efektif efisien danterbuka.</p> <p>d) PokjaPengelolaanKeuanganPublik Bertugas memastikan resourches dan pendanaan masuk dalam dokumen negara sehiggabisadinilaiinputdanoutputnya.</p> <p>e) PokjaPemantauandanEvaluasi f) Melakukanpemantauandanevaluasiterhadappenerimaanpinjamandanhibahluar negeri. PokjaPengembanganKapasitasdanKnowledgeManajemen Bertugas mengembangkan suatu mekanisme yang dapat menunjang perpindahan keahliandarinegaramaju.</p> <p>b. PertanyaandanusulanpesertaworkshopterhadapA4DES 1) KAPALPerempuanUlfa KitaharusmemaknailebihjauhmengenaiPokjaMonitoringdanevaluasi.Usulannya adalahBappenasmelakukangenderaudityangdalamprosesnyadilakukanbersama danmelibatkankaumperempuan. Pokja dialog dan pengembangan bisa berfungsi untuk mengefektifkan program pembangunandalamkontekspengelolaanSDAyangseringkalisaratdengankonflik. 2) FESPascal A4DESperlumelakukanpublikasimisalkanlewatWebsite,tentangprogramprogram yangdimiliki. Siapa saja aparat pemerintahan yang terlibat dalam mengawasi proses kerja sama yangdilakukanCSOdenganlembagaasing?</p> <p>3) WalhiAli Bagaimana mekanisme Pokja dijalankan? Misal, dalam Pokja Keuangan Public, sepertiapasistemdansiapayangmengelola?</p> <p>4) TIIlham Untuk mempermudah proses sosialisasi, A4DES dapat membuat semacam call for proposal yang akan menjadi faktor pendorong bagi A4DES untuk berhubungan denganCSO.</p> <p>5) YakkumSyamsul Yakkum mempunyai persoalan dengan peningkatan pajak yang sering dilakukan oleh rumah sakit dimana Yakkum melakukan pengadvokasian kesehatan pada masyarakat miskin. Terkait dengan A4DES di Pokja mana Yakkum bergabung berlandaskanpersoalandiatas?</p> <p>6) KAPALPerempuanYantiMuchtar SejauhmanaA4DESpunyakeberanianmenelusuridanmemaparkandatadatasoal Aid for Development Effectiveness? Seperti berapa bantuan yang diberikan. CSO sering mengalami kesulitan mengakses persoalan yang dianggap sensitive seperti haltersebut.Dataitudapatkitagunakanuntukmenilaiseberapabesarkeefektifan programtersebut?</p> <p>7) INFIDDonKMarut Satu fenomena yang menarik ketika kita mengetahui bahwa ada pejabat pemerintahan yang belum bisa menerima kehadiran CSO. Ini salah satu tantangan yang harus diselesaikan oleh A4DES. Saya lebih sepakat ketika A4DES disebut sebagai sebuah forum bersama daripada lembaga ad...</p>