Laporan Praktikum Roda Gigi

  • Published on
    08-Oct-2015

  • View
    238

  • Download
    36

Embed Size (px)

DESCRIPTION

laporan roda gigi

Transcript

<p>PRAKTIKUM TEKNIK PERAWATAN MEKANIK(RODA GIGI)</p> <p>LAPORANDitulis Sebagai Salah Satu Tugas Mata Kuliah Teknik Perawatan MekanikPada Program Studi D-III Teknik Mesin</p> <p>Oleh :Santana Yudha Gahara ( 131211027 )Tony Irawan ( 131211028 )Yopi Nurcahyadi ( 131211029 )</p> <p>Dosen Pembimbing :Prasetyo,M. Eng</p> <p>JURUSAN TEKNIK MESINPOLITEKNIK NEGERI BANDUNG2014</p> <p>I. Tujuan Praktikum1. Dapat melepas dan merakit roda gigi sesuai dengan langkah kerja yang sudah ditentukan.2. Dapat mengetahui dan memahami komponen standar pada transmisi roda gigi.II. Petunjuk K3</p> <p>1. Memakai jas lab atau wearpack2. Memakai safety shoes3. Mengikuti Instruksi Pembibing</p> <p>III. Dasar Teori</p> <p>Roda gigiadalah bagian darimesinyang berputar yang berguna untuk mentransmisikandaya. Roda gigi memiliki gigi-gigi yang saling bersinggungan dengan gigi dari roda gigi yang lain. Dua atau lebih roda gigi yang bersinggungan dan bekerja bersama-sama disebut sebagai transmisi roda gigi, dan bisa menghasilkan keuntungan mekanis melalui rasio jumlah gigi. Roda gigi mampu mengubahkecepatan putar,torsi, dan arah daya terhadap sumber daya. Tidak semua roda gigi berhubungan dengan roda gigi yang lain; salah satu kasusnya adalah pasangan roda gigi dan pinion yang bersumber dari atau menghasilkan gaya translasi, bukan gaya rotasi.Transmisi roda gigi analog dengan transmisisabuk dan puli. Keuntungan transmisi roda gigi terhadap sabuk dan puli adalah keberadaan gigi yang mampu mencegahslip, dan daya yang ditransmisikan lebih besar. Namun, roda gigi tidak bisa mentransmisikan daya sejauh yang bisa dilakukan sistem transmisi roda dan puli kecuali ada banyak roda gigi yang terlibat di dalamnya.Ketika dua roda gigi dengan jumlah gigi yang tidak sama dikombinasikan, keuntungan mekanis bisa didapatkan, baik itu kecepatan putar maupun torsi, yang bisa dihitung dengan persamaan yang sederhana. Roda gigi dengan jumlah gigi yang lebih besar berperan dalam mengurangi kecepatan putar namun meningkatkan torsi.Rasio kecepatan yang teliti berdasarkan jumlah giginya merupakan keistimewaan dari roda gigi yang mengalahan mekanisme transmisi yang lain (misalsabuk dan puli). Mesin yang presisi sepertijam tanganmengambil banyak manfaat dari rasio kecepatan putar yang tepat ini. Dalam kasus di mana sumber daya dan beban berdekatan, roda gigi memiliki kelebihan karena mampu didesain dalam ukuran kecil. Kekurangan dari roda gigi adalah biaya pembuatannya yang lebih mahal dan dibutuhkanpelumasanyang menjadikan biaya operasi lebih tinggi.Ilmuwan Yunani KunoArchimedespertama kali mengembangkan roda gigi dalamilmu mekanikadisekolah Aleksandriapada abad ketiga sebelum masehi.Mekanisme Antikytheraadalah contoh aplikasi roda gigi yang rumit yang pertama, yang didesain untuk menghitung posisi astronomi. Waktu pengerjaan mekanisme ini diperkirakan antara 150 dan 100 SM.Jenis-jenis Roda gigi</p> <p> Spur Spur adalah roda gigi yang paling sederhana, yang terdiri dari silinder atau piringan dengan gigi-gigi yang terbentuk secara radial. Ujung dari gigi-giginya lurus dan tersusun paralel terhadap aksis rotasi. Roda gigi ini hanya bisa dihubungkan secara paralel.</p> <p>Roda gigi Spur</p> <p> Roda gigi dalamRoda gigi dalam (atau roda gigi internal,internal gear) adalah roda gigi yang gigi-giginya terletak di bagian dalam dari silinder roda gigi. Berbeda dengan roda gigi eksternal yang memiliki gigi-gigi di luar silindernya. Roda gigi internal tidak mengubah arah putaran.Gigi-gigi yang bersudut menyebabkan pertemuan antara gigi-gigi menjadi perlahan sehingga pergerakan dari roda gigi menjadi halus dan minim getaran. Berbeda dengan spur di mana pertemuan gigi-giginya dilakukan secara langsung memenuhi ruang antara gigi sehingga menyebabkn tegangan dan getaran. Roda gigi heliks mampu dioperasikan pada kecepatan tinggi dibandingkan spur karena kecepatan putar yang tinggi dapat menyebabkan spur mengalami getaran yang tinggi. Spur lebih baik digunakan pada putaran yang rendah. Kecepatan putar dikatakan tinggi jika kecepatan linear daripitchmelebihi 25 m/detikRoda gigi heliks bisa disatukan secara paralel maupun melintang. Susunan secara paralel umum dilakukan, dan susunan secara melintang biasanya disebut denganskew.</p> <p> Roda gigi heliks Roda gigi heliks ganda(double helical gear) atau roda gigiherringbonemuncul karena masalah dorongan aksial (axial thrust) dari roda gigi heliks tunggal.Double helical gearmemuliki dua pasang gigi yang berbentuk V sehingga seolah-olah ada dua roda gigi heliks yang disatukan. Hal ini akan menyebabkan dorongan aksial saling meniadakan. Roda gigi heliks ganda lebih sulit untuk dibuat karena kerumitan bentuknya.</p> <p>Roda gigi helix ganda Roda gigi bevel Roda gigi bevel(bevel gear) berbentuk seperti kerucut terpotong dengan gigi-gigi yang terbentuk di permukaannya. Ketika dua roda gigi bevel mersinggungan, titik ujung kerucut yang imajiner akan berada pada satu titik, dan aksis poros akan saling berpotongan. Sudut antara kedua roda gigi bevel bisa berapa saja kecuali 0 dan 180.Roda gigi bevel dapat berbentuk lurus seperti spur atau spiral seperti roda gigi heliks. Keuntungan dan kerugiannya sama seperti perbandingan antara spur dan roda gigi heliks.</p> <p>Roda gigi bevel Roda gigi hypoidRoda gigi hypoidmirip dengan roda gigi bevel, namun kedua aksisnya tidak berpotongan.</p> <p> Roda gigi hypoid Roda gigi mahkotaRoda gigi mahkota (crown gear) adalah salah satu bentuk roda gigi bevel yang gigi-giginya sejajar dan tidak bersudut terhadap aksis. Bentuk gigi-giginya menyerupai mahkota. Roda gigi mahkota hanya bisa dipasangkan secara akurat dengan roda gigi bevel atau spur.</p> <p>Roda gigi mahkota</p> <p> Roda gigi cacingRoda gigi cacing(worm gear) menyerupaiscrewberbentuk batang yang dipasangkan dengan roda gigi biasa atau spur. Roda gigi cacing merupakan salah satu cara termudah untuk mendapatkan rasio torsi yang tinggi dan kecepatan putar yang rendah. Biasanya, pasangan roda gigi spur atau heliks memiliki rasio maksimum 10:1, sedangkan rasio roda gigi cacing mampu mencapai 500:1. Kerugian dari roda gigi cacing adalah adanya gesekan yang menjadikan roda gigi cacing memiliki efisiensi yang rendah sehingga membutuhkan pelumasan.Roda gigi cacing mirip dengan roda gigi heliks, kecuali pada sudut gigi-giginya yang mendekati 90 derajat, dan bentuk badannya biasanya memanjang mengikuti arah aksial. Jika ada setidaknya satu gigi yang mencapai satu putaran mengelilingi badan roda gigi, maka itu adalah roda gigi cacing. Jika tidak, maka itu adalah roda gigi heliks. Roda gigi cacing memiliki setidaknya satu gigi yang mampu mengelilingi badannya beberapa kali. Jumlah gigi pada roda gigi cacing biasanya disebut denganthread.Dalam pasangan roda gigi cacing, batangnya selalu bisa menggerakkan roda gigi spur. Jarang sekali ada spur yang mampu menggerakkan roda gigi cacing. Sehingga bisa dikatakan bahwa pasangan roda gigi cacing merupakan transmisi satu arah.</p> <p> Roda gigi cacing 4 thread</p> <p> Roda gigi non-sirkular Roda gigi non-sirkulardirancang untuk tujuan tertentu. Roda gigi biasa dirancang untuk mengoptimisasi transmisi daya dengan minim getaran dan keausan, roda gigi non sirkular dirancang untuk variasi rasio, osilasi, dan sebagainya.</p> <p> Roda gigi pinionPasanganroda gigi pinionterdiri dari roda gigi, yang disebutpinion, dan batang bergerigi yang disebut sebagairack. Perpaduan rack dan pinion menghasilkan mekanisme transmisi torsi yang berbeda; torsi ditransmisikan dari gaya putar ke gaya translasi atau sebaliknya. Ketika pinion berputar, rack akan bergerak lurus. Mekanisme ini digunakan pada beberapa jenis kendaraan untuk mengubah rotasi dari setir kendaraan menjadi pergerakan ke kanan dan ke kiri dari rack sehingga roda berubah arah.</p> <p>roda gigi pinion Roda gigi episiklik Roda gigi episiklik(planetary gearatauepicyclic gear) adalah kombinasi roda gigi yang menyerupai pergerakanplanetdanmatahari. Roda gigi jenis ini digunakan untuk mengubah rasio putaran poros secara aksial, bukan paralel. Kombinasi dari beberapa roda gigi episiklik dengan mekanisme penghentian pergerakan roda gigi internal menghasilkan rasio yang dapat berubah-ubah. Mekanisme ini digunakan dalam kendaraan dengantransmisi otomatis.</p> <p> Roda gigi episiklik</p> <p> Roda gigi planet Roda gigi planet yang sederhana dapat ditemukan pada zamanrevolusi industridiInggris; ketika itu mekanisme roda gigi planet yang berupa roda gigi pusat sebagai matahari dan roda gigi yang berputar mengelilinginya sebagai planet, menjdi bagian utama darimesin uap. Bagian ini mengubah gaya translasi menjadi rotasi, yang kemudian dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan.IV. Langkah Perakitan dan PelapasanLangkah Pelepasan :1. Lepaskan baut pengikat pada rumah bantalan dengan menggunakan kunci no 17-19 mm.2. Beri tanda pada rumah bantalan menggunakan spidol supaya tidak lupa saat nanti pemasangannya kembali.3. Beri tanda jarak antara bantalan dengan ujung poros menggunakan jangka sorong dengan ukur jaraknya, agar pada saat pemasangan, posisi dari bantalan sesuai seperti semula.4. Angkat poros roda gigi dan pasangkan pelindung pada porosnya lalu pindahkan ke ragum dan kencangkan (jepit pada bagian yang dilindungi). 5. Buka Lock Nut menggunakan Hook Spanner, putar berlawanan arah jarum jam 6. Dorong bantalan dengan menggunakan peluncur yang dipukul-pukul menggunakan palu besi.7. Lepaskan Locking Washer, Adoptor Sleeve, dan bantalan sehingga tersisa hanya porosnya.8. Lakukan langkah 6-7 untuk bearing sebelahnya9. Lalu lepaskan roda gigi dengan cara buka baut pengikat roda gigi dengan taperlock menggunakan kunci L putar berlawanan arah jarum jam. Setelah terlepas baru lepaskan roda gigi sehingga yang tersisa hanya porosnya saja.</p> <p>Langkah Perakitan:1. Memasang roda gigi pada posisi tengah-tengah poros.2. Kencangkan baut pengikat pada tepperlock dan roda gigi menggunakan kunci L putar searah jarum jam.3. Pasang adaptor sleeve pada poros (sesuai dengan jarak yang telah diukur pada saat sebelum pelepasan), lalu masukan bantalan dan locking washer, kemudian kencangkan dengan sedikit dorongan menggunakan peluncur yang dipukul dengan palu besi agar kencang.4. Kencangkan adaptor sleeve menggunakan lock nuts, dengan cara menggunakan hook spanner. Putar searah jarum jam, pastikan agar posisi bantal tidak berubah. 5. Pasang poros yang sudah dipasang bantalan dan roda gigi pada rumah bantalan6. Atur poros sampai diperoleh posisi yang sejajar, dan posisi bantalan benar-benar pas, unutk memastikan kesejajaran ukur menggunakan jangka sorong.7. Setelah posisi poros sejajar, beri pelumas pada bantalan.8. Pasang kembali penutup rumah bantalan dengan memutar baut pengikat kepala rumah bantalan dengan ring spanner ukuran 19.</p> <p>V. Data Pengamatan</p> <p>PERAKITAN DAN PELEPASAN RODA GIGI1. Alat Yang DigunakanNoNama AlatSpesifikasi</p> <p>1Kunci Ring Pas19 dan 24</p> <p>2Jangka SorongKecermatan = 0.05 L = 150 mm</p> <p>3Palu PlastikMerk : Tekiro</p> <p>4Ragum-</p> <p>5Kunci L 10Bear Grip CHR-VAN</p> <p>6Feeler Gauge-</p> <p>7Plat Pencekam-</p> <p>8Hook Spanner-</p> <p>9AcrylicWarna Biru</p> <p>10Peluncur-</p> <p>2. Data KontruksiPoros 1 :No.Nama KomponenUkuran (mm)</p> <p>1Diameter poros50 </p> <p>2Panjang poros700 </p> <p>3Kode bantalan I : 1211 K</p> <p>- Jenis bantalan : Double Row Self Aligning ball bearing</p> <p> Diameter luar100</p> <p> Diameter dalam55 </p> <p> Standard radial clearance16-38 m</p> <p> Actual radial clearance0.02 </p> <p>4Kode adaptor sleeve I : H311</p> <p> Diameter luar56,5</p> <p> Panjang44,5</p> <p>5Kode luck nut I : KM11</p> <p> Diameter luar75 </p> <p> Diameter dalam53</p> <p> Tebal11</p> <p> Tipe ulirM55x2</p> <p>6Kode locking washer I : MB 11</p> <p> Diameter luar80,5 </p> <p> Diameter dalam55</p> <p> Tebal1 </p> <p>7Kode rumah bantalan I : SN 511</p> <p> Diameter lubang rumah bantalan100 </p> <p> Tinggi rumah bantalan127.5 </p> <p> Tebal rumah bantalan96 </p> <p>8Kode bantalan II : 1211 K</p> <p>Jenis bantalan : Double Row Self Aligning ball bearing</p> <p> Diameter luar100 </p> <p> Diameter dalam55 </p> <p> Standard radial clearance16-38 m</p> <p> Actual radial clearance0.02</p> <p>9Kode adaptor sleeve II : H311</p> <p> Diameter luar56,5</p> <p> Panjang44,5 </p> <p>10Kode luck nut II : KM11</p> <p> Diameter luar75 </p> <p> Diameter dalam53 </p> <p> Tebal11</p> <p> Tipe ulirM55x2</p> <p>11Kode locking washer II : MB 11</p> <p> Diameter luar80,5</p> <p> Diameter dalam55</p> <p> Tebal1</p> <p>12Kode rumah bantalan II : SN 511</p> <p> Diameter lubang rumah bantalan100</p> <p> Tinggi rumah bantalan145.5</p> <p> Tebal rumah bantalan96</p> <p>13Kode gigi : M5Z35</p> <p> Tipe gigi : Roda Gigi Lurus</p> <p> Diameter pitch184.24</p> <p> Jumlah gigi35</p> <p> Modul5</p> <p>14Kode taperlock : 2517 50</p> <p> Diameter lubang49</p> <p> Panjang45</p> <p> Jumlah lubang3</p> <p> Diameter ulir10,25</p> <p>Poros II :NoNama KomponenUkuran (mm)</p> <p>1Diameter poros50 mm</p> <p>2Panjang leher poros</p> <p>3Kode puli gigi : M5Z70</p> <p> Tipe gigi : Roda Gigi Lurus</p> <p> Diameter pitch350 mm</p> <p> Jumlah gigi70</p> <p> Modul5</p> <p>4Kode taperlock : 2517 50</p> <p> Diameter lubang49</p> <p> Panjang45</p> <p> Jumlah lubang3</p> <p> Diameter ulir10,25</p> <p>3. Instalasi3.1. AligmentNoNama KomponenStandarAktual</p> <p>1Ketidak sejajaran0.2 0.5mm0.5 mm</p> <p>3.2 Kekencangan Baut dan BacklashNoNama KomponenStandar</p> <p>1Ukuran baut kepala rumah bantalan18 mm</p> <p>2Bahan baut kepala rumah bantalan4.6 N/mm2</p> <p>3Standar torsi pengencangan28,4 Nm</p> <p>4Ukuran baut kaki rumah bantalan24 mm</p> <p>5Picth2</p> <p>6Bahan baut kaki rumah bantalan8.8 N/mm2</p> <p>7Standar torsi pengencangan211 Nm</p> <p>8Jarak Sumbu112 mm</p> <p>9Backlash0.2 0.5 mm</p> <p>10Backlash actual0.3 mm</p> <p>3.3 Gear ImageKondisi I</p> <p>Kondisi II</p> <p>Kondisi Final</p> <p>Nama MahasiswaNIMTandatangan</p> <p>1. Santana Y.G131211027</p> <p>2. Tony I131211028</p> <p>3. Yopi N131211029</p> <p>Hari/Tanggal : Kamis, 20 November 2014</p> <p>Instruktur :</p> <p>Prasetyo,M. Eng.</p> <p>VI. LAMPIRAN</p>