Laporan TF

  • View
    233

  • Download
    0

Embed Size (px)

Transcript

Sediaan Gel Nikotinamida (Kamis, 13.00 16.00)

Formula 1. Nikotinamida 0,4 gr Na CMC 0,4 gr Propilenglikol 1,5 ml Metil paraben 0,002 gr Propil paraben 0,001 gr Oleum Rosae 0,05 ml Aquadest 7,5 ml

Pembuatan Pencampuran Awal 1. Masukkan ke dalam beaker glass 1 air panas dan Na CMC, tunggu sampai mengembang sempurna (campuran 1) 2. Masukkan ke dalam beaker glass 2 aquadest dan metil paraben, aduk sampai tercampur rata (campuran 2) 3. Masukkan ke dalam beaker glass 3 aquadest dan propil paraben,aduk sampai tercampur rata (campuran 3). 4. Masukkan ke dalam beaker glass 4 aquadest dan nikotinamida, aduk sampai tercampur rata (campuran 4). Pencampuran Akhir 1. Aduk campuran 2 hingga menjadi mucilago. 2. Masukkan ke

Hasil Evaluasi 1. Uji Organoleptis Sediaan transparan, mudah dioleskan, mudah dicuci dengan air, dan teksturnya lembut. 2. Uji pH Sediaan memilki pH 7 3. Uji Viskositas Visoksitas sediaan adalah sebesar 949,10 cP.

Saran Secara keseluruhan sediaan yang dibuat sudah cukup baik, praktikan sudah mengerti tahap tahap pembuatan sediaan gel. Sudah mengetahuia apa saja yang harus diperhatikan dalam pembuatan sediaan gel.

dalam campuran 1 : campuran 2, 3 dan 4, dan oleum rosae aduk seluruh campuran hingga tercampur rata (campuran akhir). 3. Ambil sampel, masukkan ke dalam tube, sampel disimpan untuk pengujian sediaan. Pengujian sediaan berupa uji organoleptis, pH, dan viskositas.

Sediaan Deodorant Stick Basis Alkohol (Kamis, 13.00 16.00) No. 1. Formula Asam stearat 1,36 gr Sodium Hidroksida 0,22 gr Aquadest 2,04 ml Propilenglikol 2,72 gr Parfum oleum jasmine 0,68 gr Alkohol 95% 26,48 gr Pembuatan Pencampuran Awal 1. Masukkan ke dalam beaker glass 250 ml, asam stearat dan alkohol. Letakkan di atas magnetic stirer pada suhu 100 C dengan kecepatan 387 rpm hingga asam stearat melebur (campuran 1). 2. Masukkan keo

Evaluasi 1. Homogenitas Sedian terlihat homogen, terlihat dari hasil titik potong. 2. Organoleptis Sediaan warna hijau dan padat. 3. pH Sediaan memilik pH 9 4.Titik potong Titik potong

Saran Secara keseluruhan sediaan yang dibuat sudah cukup baik, praktikan sudah cukup mengerti tahap tahap pembuatan sediaan deodorant. Tetapi, masih harus mengetahui dan mengerti lebih baik lagi hal hal yang harus diperhatikan dalam pembuatan deodorant. Hal ini dapat dilihat dari hasil evaluasi sediaan

dalam beaker glass 250 ml, NaOH, propilenglikol, dan aquadest. Letakkan di atas magentic stirer pada suhu 100o hingga terdispersi (campuran 2). Pencampuran Akhir 3. Masukkan campuran 2 ke campuran 1. 4. Turunkan suhu magnetic stirer hingga 50o C dengan kecepatan tetapdi 387 rpm. 5. Teruskan pengadukan hingga terdispersi sempurna. 6. Masukkan oleum jasmine dan pewarna ke dalam campuran, aduk sebentar dengan kecepatan 387 rpm. 7. Turunkan suhu sampai 30o C,

sediaan sebesar 233,3 ml.

yang masih kurang memenuhi syarat yang telah ditentukan.

hentikan pengadukan, tuangkan campuran ke dalam wadah deodorant, tungga hingga beku, dan sediaan disimpan untuk uji sediaan. Pengujiaan berupa uji organoleptis, homogenitas, pH dan titik potong.

Sediaan Deodorant Stick Basis Alkohol (Senin 10.00 13.00) No. 1. Formula Asam stearat 2 gr Natrium Hidroksida 0, 33 gr Aquadest 3 gr Propilenglikol 4 gr Parfum 1 gr Alkohol 39,67 gr Pembuatan Pencampuran Awal 1. Masukkan kr dalam beaker glass asam stearat dan alkohol. Dilarutkan di atas magnetic stirer dengn suhu di bawah 60o C (campuran 1). 2. Masukkan ke dalam beaker glass NaOh dan Evaluasi 1. Organoleptis Sediaan berupa sediaan yang transparan, aroma khas oleum citri, bau alkohol tidak terlalu menyengat. 2. Homogenitas Sediaan yang dibuat cukup homogen. Saran Secara keseluruhan sediaan yang dibuat sudah cukup baik, praktikan sudah cukup mengerti tahap tahap pembuatan sediaan deodorant. Tetapi, masih harus mengetahui dan mengerti lebih baik lagi hal hal yang harus diperhatikan dalam pembuatan deodorant.

aquadest, larutkan 3. Titik potong

dalam beaker glass di atas magnetic stirer dengan suhu 50o C (campuran 2). Pencampuran Akhir 3. Masukkan campuran 2 ke campuran 1, aduk pada mot 1,8 pada suhu 80o C selama 5 menit. Sambi diaduk, tambahkan propilenglikol. Aduk sampai terbentuk massa seperti krim. 4. Tingkatkan suhu hingga 50o C dan mot 1. 5. Tambahkan ke dalam campuran parfum, aduk hingga homogen dengan magnetic stirer. Turunkan suhu hingga 30o C. 6. Setelah suhunya turun, tuangkan ke dalam cetakan, dikemas dan

Titik potong sediaan berada pada 274, 72 ml. Nilai yang diperoleh cukup jauh dari nilai yang ada pada literatur, bahwa titik potong deodorant adalah pada 100 ml. 4. pH Sediaan memilik pH sebesar 8. pH yang diperoleh sesuai dengan pH yang dianjurkan oleh literatur yaitu pH deodorant berkisar 7 8.

diberi label. 7. Dilakukan pengujianterhadap sediaan yang telah jadi. Pengujian berupa uji organoleptis, homogenitas, pH dan titik potong.

Sediaan Vanishing Cream (Senin, 10.00 13.00) No. 1. Formula Asam stearat 7,1gr Gliserin 5 gr Natrium Tetraborat 0,125 gr TEA 0,5 gr Nipagin 0,05 gr Oleum Rosae 4 tetes Aquadest 37,5 gr Pembuatan Pencampuran Awal 1. Asam stearat dimasukkan ke dalam beaker glass 100 ml sebanyak 7,1 gr. Dilelehkan di atas megnetic stirer hingga meleleh sempurna kurang lebih pada suhu 75o C (campuran 1). 2. Ke dalam beaker glass dimasukkan Evaluasi 1. Organoleptis Sediaan berwarna putih, berbau khas oleum rosae, dan berbentuk krim (semi solid). 2. pH Sediaan memiliki pH sebesar 7. pH yang diperoleh lebih besar dari yang dianjurkan dalam literatur mengenai pH sediaan krim, yaitu 4,5 6,5. Saran Secara keseluruhan sediaan yang dibuat sudah cukup baik, praktikan sudah cukup mengerti tahap tahap pembuatan sediaan krim. Tetapi, masih harus mengetahui dan mengerti lebih baik lagi hal hal yang harus diperhatikan dalam pembuatan krim. Hal ini dapat dilihat dari hasil evaluasi sediaan yang masih kurang

TEA, Gliserin, Na Tetraborat, Nipagin dan Aquadest. Dicampur dan diaduk hingga homogen di atas magnetic strirer pada suhu 75o C dengan rpm 215 (campuran 2). Pencampuran Akhir 3. Ke dalam beaker glass dimasukkan campuran 1 dan 2. Dicampur pada suhu yang sama yaitu 75o C dan diaduk hingga homogen pada rpm 215. 4. Diteteskan oleum rosae sebanyak 4 tetes pada suhu 60o C dengan rpm 215.

memenuhi syarat yang telah ditentukan.

5. Campuran diaduk hingga homogen dan dingin pada suhu 25o C rpm 215 hingga menjadi krim. 6. Krim ditimbang sebanyak 20gram untuk 2 wadah masing-masing 10 gr. 7. Sisa sediaan sebanyak 30 gr digunakan untuk evaluasi sediaan. 8. Sediaan dalam wadah dimasukkan ke dalam wadah beserta brosurnya.

Sediaan Suppositoria (Senin, 10.00 13.00) No. 1. Formula Bismuth Subgallas 0,34 gr Pembuatan Standarisasi Massa Suppositoria Evaluasi 1. Uji Keseragaman Bobot Saran Masih banyak kekurangan dalam

Balsam Peru 1,43 gr Zn O 1,16 gr Cera Flava 2,76 gr Oleum Cacao 43, 38 gr

1. Masukkan ke dalam beaker glass oleum cacao dan cera flava. Dilelehkan di magnetic stirrer hingga kira kira meleleh bagian, diaduk (campuran 1). 2. Menuangkan campuran 1 ke dalam cetakan supoositoria sebanyak 6 8 cetakan yang sebelumnya telah dioleskan paraffin. Menuangkannya hingga berlebih, dan tunggu hingga mengeras. 3. Setelah mengeras, suppositoria diratakan, dikeluarkan dari cetakan dan ditimbang massa masing masing suppositoria, kemudian massa yang diperoleh

Rata rata berat suppositoria yang diperoleh adalah 1,892. Hasil ini baik

pembuatan suppositoria, hal ini dapat dilihat dari hasil yang diperoleh.

karena tidak ada satu Praktikan masih supoositoria yang bobotnya menyimpang. Hal ini sesuai dengan syarat yang ada di literature, dimana tidak lebh dari 2 suppositoria yang bobotnya menyimpang. 2. Uji Keseragaman Zat Aktif Hasil yang diperoleh kurang baik, karena zat aktif tidak merata atau tidak homogen. 3. Appereance Sediaan yang dibuat cukup baik. kurang mengerti mengenai cara cara pembuatan suppositoria yang baik, dan masih kurang mengerti hal hal yang harus diperhatikan dalam pembuatan suppositoria.

dirata ratakan hingga diperoleh massa suppositoria yang sebenarnya. Pembuatan Sediaan 1. Masukkan ke dalam beaker glass oleum cacao dan cera flava. Dilelehkan di atas magnetic stirrer hingga kira kira meleleh bagian (campuran 1). 2. Masukkan ke dalam campuran 1, Bismuth subgallas, balsam peru, dan ZnO. Homogenkan dengan magnetic stirrer dengan meneruskan pelelehan hingga bagian (campuran 2). 3. Menuangkan campuran 2 ke dalam cetakan, dilebihkan

dalam penuangan, selanjutnya dimasukkan ke dalam kulkas hingga mengeras. 4. Setelah mengeras suppositoria yang telah jadi dikeluarkan dari cetakan. Kemudian dibungkus dengan alumunium foil dan dimasukan ke dalam kemasan.

Sediaan Suspensi Obat Dalam (Senin, 10.00 13.00) No. 1. Formula Al (OH)3 2400 mg Mg (OH)2 2400 mg Na CMC 0,6 g Oleum menthae 0,1 ml Metil Paraben 0,06 ml Pembuatan 1. Masukkan ke dalam beaker glass 500 ml, aquadest. Panaskan dengan magnetic stirrer suhu 195o C selama 15 menit. Menaburkan Na 1. Uji pH pH sediaan yang diperoleh adalah 10. 2. Viskositas Sediaan memiliki viskositas sebesar 359,6 cP. 3. Volume Sedimentasi F1 = 0,82 F2 = 0,82 Evaluasi Saran Secara keseluruhan sediaan yang dibuat sudah cukup baik, praktikan sudah cukup mengerti tahap tahap pembuatan sediaan krim. Tetapi, masih harus mengetahui

Sorbitol 42 ml Aquadest 17,9 ml

CMC ke dalam

F3 = 0,819

dan mengerti lebih baik lagi hal hal yang harus diperhatikan dalam pembuatan krim. Hal ini dapat dilihat dari hasil evaluasi sediaan yang masih kurang memenuhi syarat yang telah ditentukan. Seperti pH sediaan yang dibuat berada di luar rentang pH yang dianjurkan dalam literature, menurut literature pH suspense antara 7 8.

beaker glass yang F4 = 0,813 berisi aquadest panas, diamkan selama 15 menit hingga mengembang.