Laporan Uji Difusi Punya Siapa Tau

  • Published on
    02-Aug-2015

  • View
    143

  • Download
    22

Embed Size (px)

Transcript

<p>Cara Kerja a. Pembuatan Membran Difusi Gunting kertas whatman sesuai dengan diameter alat (tabung Franz cell), Timbang kertas whatman tersebut. Bo kertas kecil (1) = 0,0562 g &amp; Bo kertas besar (2) = 0,0816 g.</p> <p>Buat cairan spangler dengan komposisi : Asam oleat 15 g, Asam stearat 5 g, Minyak kelapa 15 g, Parafin 10 g, Cera Alba 5 g, Lilin putih 15 g. Kemudian dilebur dan di aduk sampai rata.</p> <p>Masukkan kedalamnya kertas whatman selama 15 menit, angkat dan segera keringkan dgn kertas saring &amp; tentukan jumlah cairan yg terserap dan ditimbang kembali kertas tersebut. Bt kertas kecil (1) = 0,1464 g &amp; Bt kertas besar (2) = 0,2157 g</p> <p>2</p> <p>.1</p> <p>.</p> <p>b. Perlakuan Uji Difusi Siapkan alat franz cell &amp; flow through untuk uji difusi</p> <p>Suntikan obat MPA ke alat flow through.</p> <p>Letakkan membran difusi dari kertas whatman ke alat flow through</p> <p>Ambil otot paha dari tikus.</p> <p>Letakkan membran difusi dari otot ke alat franz cell</p> <p>DATA PENGAMATAN 1. Data kalibrasi X Konsentrasi (ppm) 0,5 1 2 3 4 Y Absorban (AUC) 0,5287 0,8065 1,4723 2,1088 2,7208</p> <p>6 7 8 9</p> <p>4,0361 4,6642 5,314 6,0583</p> <p>Chart Title7 6 5 Axis Title 4 3 2 1 0 0 2 4 Axis Title 6 8 10 y = 0,6466x + 0,1692 R = 0,9997</p> <p>Persamaan yang diperoleh: Y = 0,6466x + 0,1692</p> <p>Frans sell (menit) 30 60 90 120</p> <p>y 0,479 0,069 0,045 0,069</p> <p>x 0,4791 -0,1550 -0,1921 -0,1550</p> <p>kadar 4,7912 -1,5496 -1,9208 -1,5496</p> <p>Frans Cell6 5 Axis Title 4 3 2 1 0 0 20 40 60 Waktu 80 100 120 140 y = -0.0312x + 4.7912 R = 0.5925</p> <p>Flow through (menit) 30 60 90 120</p> <p>y 0,66 0,72 0,675 0,215</p> <p>x 0,7590 0,8518 0,7822 0,0708</p> <p>kadar 7,5905 8,5184 7,8225 0,7083</p> <p>Flow Through10 9 8 7 6 5 4 3 2 1 0 0 20 40 60</p> <p>Kadar</p> <p>y = -0.0711x + 11.496 R = 0.5681</p> <p>80</p> <p>100</p> <p>120</p> <p>140</p> <p>Waktu (menit)</p> <p>Persen impregnasi =</p> <p>Persen Impregnasi Flow Through Bo = 0,0562 Bt = 0,1467 Persen impregnasi =</p> <p>= 160%</p> <p>Persen Impregnasi Frans Sell Bo = 0,0816 Bt = 0,2157 Persen impregnasi =</p> <p>= 164%</p> <p>PEMBAHASAN SimulasiObat berpenetrasi ke stratum corneum sebagai barrier permeasi kulit kemudian penetrasi dilanjutkan ke dalam kulit sepanjang folekul rambut atau saluran keringat kemudian diabsorbsi melalui epitelium folikular dan kelenjar sebaseus sampai tercapai kesetimbangan kemudian difusi melalui stratum corneum menjadi jalur yang menentukan.</p> <p>Simulasi invitro dilakukan pertama sekali dengan membuat membran difusi buatan dari kertas whatman. Kemudian kertas whatman dicelupkan ke dalam cairan spangler. Cairan spangler disimulasikan sebagai kandungan lemak pada membran kita. Cairan spangler yang dibuat dalam praktikum ini terdiri dari formulasi minyak dan lemak diantaranya asam palmitat, asam oleat, asam stearat, minyak kelapa, parafin cair, cera alba, dan lilin putih. Kertas whatman yang telah dicelup ke dalam cairan spangler meruakan membran yang terimpregnasi. Membran terimpregnasi tersebut kemudian diolesi sedian xxxxxxxxxxxx untuk selanjutnya dilakukan uji flow throuh. Alat uji flow through ini terdiri dari sel difusi, pompa peristaltik, gelas piala, waterbath sebagai pengatur suhu agar tetap pada suhu +- 37oC yaitu suhu tubuh pada membran sel., penampung donor dan reseptor dan selang untuk melewatkan air pada membran yang berisi obat yang akan diabsorbsi.Tujuan dari uji ini adalah untuk mengetahui jumlah komponen sediaan (obat) yang dapat menembus membran. Adapun mekanisme kerja dari flow through ini adalah membran diletakkan diantara kedua kompartemen, dilengkapi dengan dua tabung penjepit untuk menjaga letak membran. Kompartemen donor diisi dengan larutan penerima. Suhu pada sistem dijaga yaitu 37C0,5C dengan sirkulasi air sebanyak 70 ml. Pompa peristaltik menghisap cairan donor dari gelas kimia kemudian dipompa ke sel difusi mengabsorbsi zat obat diatas membran. Kemudian cairan dialirkan ke reseptor dengan membawa cairan yang mengabsorbsi zat obat. Pada interval waktu 30 menit, 60 menit, 90 menit, dan</p> <p>120 menit, masing-masing diambil sebanyak 5 ml cairan dari kompartemen reseptor dan jumlah obat yang terpenetrasi melalui membran dapat dianalisis dengan HPLC (High Performance Liquid Chromatography). Data absorbansi yang diperoleh dari absorbansi digunakan utnuk menghitung konsentrasi obat di dalam reseptor. Konsentrasi obat di dalam reseptor ini menggambarkan jumlah komponen obat yang mampu menembus membran. Berdasarkan data hasil praktikum diperoleh hubungan konsentrasi obat yang terserap terhadap waktu sebagai berikut:</p> <p>Flow Through10 9 8 7 6 5 4 3 2 1 0 0 20 40 60</p> <p>Kadar</p> <p>y = -0.0711x + 11.496 R = 0.5681</p> <p>80</p> <p>100</p> <p>120</p> <p>140</p> <p>Waktu (menit)</p> <p>Berdasarkan data hasil praktikum,</p> <p>Penetrasi perkutan sediaan obat dipengaruhi oleh sifat fisika kimia obat yaitu interaksi obat dengan pembawa obat, interaksi obat dengan kulit, dan interaksi pembawa obat dengan kulit. Tetapan permeabilitas Kp mencerminkan kemampuan menembus suatu senyawa melintasi suatu membfran tertentu. Semakin tinggi nilai tetapan tersebut maka kemampuannya terserap ke dalam membran melalui lapisan tanduk, epidermis malpigi, dan dermis semakin nyata.</p>