Lapres Dinamika Laju Reaksi

  • Published on
    29-Jan-2016

  • View
    227

  • Download
    2

Embed Size (px)

DESCRIPTION

g

Transcript

LAPORAN PRAKTIKUM

DINAMIKA KIMIA

JUDUL PERCOBAAN :LAJU DAN ORDE REAKSI DEKOMPOSISI H2O2

Nama: Faizatul MuthiahNRP: 1413100038Tanggal Praktikum: 17 Maret 2015Nama Asisten: Mbak MadaTanggal Pengumpulan: 07 April 2015

LABORATORIUM FUNDAMENTAL KIMIAJURUSAN KIMIAFAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAMINSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER SURABAYA2015

I. TUJUAN PRAKTIKUM Tujuan dari percobaan ini untuk menentukan laju dan orde reaksi dekomposisi hydrogen peroksida.II.TEORI DASAR Laju reaksi didefinisikan sebagai perubahan konsentrasi persatuan waktu. Laju rekasi kimia terlihat dari perubahan konsentrasi molekul reaktan atau konsentrasi molekul produk terhadap waktu. Laju rekasi tidak tetap, melainkan berubah terus menerus seiring dengan perubahan konsentrasi (Chang,2006).Persamaan umum laju reaksi adalahv = k [A][B]Koefisien k disebut konstanta laju, yang tidak bergantung pada konsentrasi (tetapi bergantung pada temperatur). Lain halnya dengan orde dari suatu reaksi kimia, orde reaksi nilainya ditentukan secara percobaan dan tidak dapat diturunkan secara teori, walaupun stokhiometrinya telah diketahui (Atkins, 1996).Laju/kecepatan berkurangnya konsentrasi reaktan tiap satuan waktu (-M/t). Laju/kecepatan bertambahnya konsentrasi produk tiap satuan waktu (+M/t). Dari reaksi:A(aq)+ B(aq)C(aq)+ D(aq)Secara umum, laju reaksi dirumuskan dengan:V = k [A]m[B]ndimana v = laju reaksi (M/det)K = v/[A]m[B]nK = tetapan laju reaksi (/det) [A],[B]= konsentrasi zat (M) m,n = orde reaksi/tingkat reaksiBesar kecilnya nilai dari laju dari suatu reaksi kimia dapat ditentukan dalam beberapa faktor, antara lain sifat pereaksi, suhu, katalis dan konsentrasi pereaksi. Dalam sifat pereaksinya, ada yang reaktif dan ada yang kurang reaktif, misalnya bensin lebih cepat terbakar daripada minyak tanah. Berdasarkan suhunya, hampir semua pereaksi menjadi lebih cepat bila suhu dinaikkan, karena kalor yang diberikan akan menambah energi kinetik partikel pereaksi, akibatnya, jumlah energi tabrakan bertambah besar. Dalam katalis, laju reaksi dapat dipercepat dengan menambah zat yang disebut katalis. Katalis sangat diperlukan dalam reaksi organik, termasuk dalam organisme. Sedangkan pada konsentrasi pereaksi, dua molekul yang akan bereaksi harus bertabrakan langsung. Jika konsentrasi pereaksi diperbesar, berarti kerapatannya bertambah dan akan memperbanyak kemungkinan tabrakan sehingga akan mempercepat reaksi (Syukri, 1999).Orde reaksi menyatakan besarnya pengaruh konsentrasi pereaksi pada laju reaksi. beberapa di antaranya adalah :1. Ode nolReaksi dikatakan berorde nol terhadap salah satu satu pereaksinya apabila perubahan konsentrasi pereaksi tersebut tidak mempengaruhi lau reaksi. Persamaan laju reaksi yang berorde 0 yaitu v = k [A]0.2. Orde satuSuatu reaksi dikatan berorde satu terhadapa salah satu pereaksinya jika laju reaksi berbanding lurus dengan konsentrasi pereaksi tersebut. Jika konsentrasi pereaksi tersebut dilipat-tigakan maka laju reaksi akan menjadi 31atau tiga kalinya. Persamaan laju reaksi yaitu v = k [A] .3. Orde duaSuatu reaksi dikatakan berorde dua terhadap salah satu pereaksi jika aju reaksi merupakan pangkat dua dari konsentrasi pereaksi itu. Apabila konsentasi zat itu dilipat-tigakan, maka laju pereaksi akan menjadi 32atau 9 kali lebih besar. (Syukri.1999).

Selang penyalur O2III. PROSEDUR PERCOBAAN

Buret

Corong Pisah yang berisi air H2O

ErlenmeyerSelang Penyalur Air H2O

Gambar 3.1 Susunan Alat Dekomposisi H2O2Di susun peralataan seperti gambar 3.1 dan dipastikan tidak ada kebocoran pada rangkaian alat tersebut.a. Laju reaksi

A ml Air DestilatB ml Larutan KI 0,1 M

Di masukkan dalam Labu erlenmeyer Di campurkan dengan digoyangkan perlahan Ditambahkan X ml H2O2 Ditutup dan digoyangkan Diamati setiap penurunan 1 ml HASIL 1Di catat waktunya

Volume larutan menggunakan variasi sebagai berikut Larutan 1 : 5 ml KI, 10 ml H2O2, dan 5 ml H2O Larutan 2 : 10 ml KI, 5 ml H2O2, dan 5 ml H2O Larutan 3 : 5 ml KI, 5 ml H2O2, dan 10 ml H2Ob. A ml Air DestilatB ml Larutan KI 0,1 MEfek suhu

Di masukkan dalam Labu erlenmeyer Di campurkan dengan digoyangkan perlahan dalam gelas beker yang telah berisi air dengan suhu 40. Di tunggu hingga suhu merata di larutan Ditambahkan X ml H2O2 Ditutup dan digoyangkan Diamati setiap penurunan 1 ml HASIL 2Di catat waktunya

c. Hasil 1/2Identifikasi Katalis

Dimasukkan 5ml 0.1 M KI ke dalam labu erlenmeyer Ditambahkan 10ml H2O, di goyangkan hingga kedua larutan tercampur Ditambahkan 5ml H2O2 3% dan ditutup labu erlenmeyer Digoyangkan Labu erlenmeyer agar reaksi berlangsung Diamati perubahan ketinggian air di buret. Setelah ketinggian air d buret telah menurun sebanyak 2ml, kemudian dimulailah di catat waktu yang diperlukan agar air bergerak turun sebanyak 1 ml Di catat waktu untuk penurunan sebesar 1 ml air di dalam buret hingga ketinggian air diburet telah turun sebanyak 4 ml.

Hasil

IV. HASIL DAN PEMBAHASANa. Analisa DataDari Percobaan yang telah dilakukan didapatkan data waktu bertambahnya 1 ml O2 yang di ketahui dari penurunan 1 ml air dalam buret, datanya sebagai berikut: Pada suhu Kamar (31)Tabel 4.1 Data hasil percobaan pada suhu kamar (31)No.Larutant1 (s)t2 (s)t3 (s)t4 (s)

1Larutan 115.3916.2016.9617.63

2Larutan 221.9523.1920.1618.06

3Larutan 334.7128.6435.1533.46

Pada Suhu 43Tabel 4.2 Data hasil percobaan pada suhu 43No.Larutant1 (s)t2 (s)t3 (s)t4 (s)

1Larutan 319.6015.0215.0115.03

b. PembahasanPada percobaan Laju dan Orde Reaksi Dekomposisi H2O2 bertujuan untuk menentukan laju dan orde reaksi dekomposisi hidrogen peroksida. Pada percobaan ini yang diamati adalah bertambahnya volume O2 ketika reaksi dekomposisi berlangsung.

Volume O2 ini dapat diketahui dari penurunan air yang ada didalam buret. Sebelum waktu dimulai, ditunggu agar air dalam buret telah mengalami penurunan sebanyak 2 ml, hal ini karena O2 akan mengisi terlebih dahulu ruang dalam selang yang menuju buret sebelum sampai ke buret, sehingga pencatatan waktu untuk penambahan O2 akan tidak akurat. Setelah mencapai 2 ml waktu dimulai dan dicatat waktu yang diperlukan untuk air mengalami penurunan sebesar 1 ml yang menunjukan bahwa O2 juga telah dihasilkan sebanyak 1 ml. Percobaan dilakukan sampai air mengalami penurunan sebanyak 4 kali.Pada percobaan ini digunakan KI sebagai katalis dalam Laju reaksi. Katalis ini dapat menigkatkan laju reaksi dengan menurunkan energi aktivasi sehingga reaksi lebih cepat. Laju reaksi juga dipengaruhi oleh konsentrasi, semakin banyak H2O2 maka reaksi juga akan semakin cepat. Fungsi dari penambahan H2O adalah sebagai pelarut.Pada percobaan ini didapatkan hasil larutan 1 menghasilkan laju rekasi 0,060 ml/s, untuk larutan 2 adalah 0,047 ml/s dan larutan 3 adalah 0,030 ml/s. Larutan 1 mempunyai laju reaksi lebih besar dari pada larutan 3 karena mempunyai jumlah H2O2 yang lebih besar dengan jumlah KI yang sama. Hal ini membuktikan bahwa laju reaksi dipengaruhi oleh konsentrasi. Larutan 2 juga mengasilkan laju yang besar dibandingkan dengan larutan 3 karena pada larutan 2 menggunakan KI yang lebih banyak dari larutan 3 dengan jumlah H2O2 yang sama, hal ini membuktikan laju reaksi juga bergantung adanya katalis. Setelah laju reksi diketahui maka orde rekasi juga dapat dihitung dan menghasilkan orde untuk H2O2 adalah 1.Untuk mengetahui pengaruh suhu terhadap laju rekasi maka percobaan dilakukan pada suhu 43 dengan pemanasan terlebih dahulu. Pada suhu ini didapatkan laju rekasi pada larutan 3 adalah . Dengan kenaikan suhu menghasilkan laju reaksi dan konstanta yang lebih besar dibanding dengan suhu kamar, hal ini membuktikan bahwa suhu dapat mempengaruhi laju reaksi, dimana semakin tinggi suhunya kecepatan reaksi akan semakin besar.Pada percobaan ini juga di tambahkan Hg(NO3)2 untuk menguji adanya katalis Iodida pada larutan yang tidak dikonsumsi langsung saat reaksi dan Iodida ini akan membentuk endapan HgI bila ditambahkan Hg(NO3)2 . Reaksinya,I- (aq) + Hg(NO3)2(aq) HgI(s) + 2(NO3)-(aq) Setelah penambahan Hg(NO3)2 Larutan 1 dan 2 terdapat endapan orange dan larutan 3 terdapat endapan kuning muda. Saat reaksi dilakukan pada suhu yang lebih tinggi juga terdapat endapan orange pada larutan 3 dan larutan yang lain juga terdapat endapan. Hal ini menandakan terdapat KI pada larutan tersebut yang tidak ikut bereaksi. Jadi fungsi KI disini sebagai katalis agar O2 dan H2O lebih cepat terbentuk.

V. KESIMPULAN DAN SARANDari hasil percobaan yang telah dilakukan dapat diambil kesimpulan Orde rekasi dari H2O2 adalah 1 Persamaan laju yang diperoleh adalah

Semakin tinggi suhu semakin cepat laju. Semakin banyak katalis dapat mempercepat laju reaksi dan semakin banyak konsentrasi H2O2 juga akan mempercepat laju reaksi.

DAFTAR PUSTAKAAtkins, P.W. 1996.Kimia Fisika Jilid 2 Edisi Keempat. Erlangga. JakartaChang, Raymond. 2006 . Kimia Dasar : Konsep-Konsep Inti Jilid 2. Jakarta : ErlanggaSyukri.1999.Kimia Dasar 2, ITB Press, Bandung

LAMPIRANA. Perhitungan dan grafik Laju reaksi Larutan 15 ml KI 0,1 M ; 5 ml H2O ; 10 ml H2O2 3% ; pada suhu kamarNo.Volume O2 (ml)Waktu (s)

120

2315.39

3431,59

4548,28

5665,91

Dari grafik diketahui Laju Rekasinya adalah 0,060 ml/s Larutan 210 ml KI 0,1 M : 5 ml H2O : 5 ml H2O2 3% ; pada suhu kamarNo.Volume O2 (ml)Waktu (s)

120

2321.95

3445,14

4565,30

5683,36

Dari Grafik diketahui Laju Reaksinya 0,047 ml/s Larutan 35 ml KI 0,1 M : 10 ml H2O : 5 ml H2O2 3% ; pada suhu kamarNo.Volume O2 (ml)Waktu (s)

120

2334.71

3463,35

4598,5

56131,96

Dari Grafik diketahui Laju Reaksinya adalah 0,030 ml/sB. Perhitungan Orde ReaksiLarutanVolume KI (ml)Volume H2O2 (ml)Laju Rekasi (ml/s)

15100,060

21050,047

3550,030

Jadi, orde untuk untuk H2O2 adalah 1.C. Perbandingan Grafik antara Suhu kamar dan suhu 43Pada suhu 40, untuk larutan 1 menghasilkan data dan grafik sebagai berikutNo.Volume O2 (ml)Waktu (s)

120

2319.60

3434.62

4549.63

5664.66

Dari grafik didapatkan laju reaksinya adalah 0,062 ml/s

NILAI PERCOBAAN :

Tes PendahuluanKerjaLaporan PraktikumNilai Akhir

(0-100)(0-100)(0-100)

MengetahuiAsisten,Nama :

Praktikan,Faizatul Muthiah1413100038Nama:NRP: