Latar Belakang Buah Labu

  • Published on
    22-Jul-2015

  • View
    263

  • Download
    0

Transcript

Latar Belakang Buah LabuDi Indonesia ini banyak tumbuh-tumbuhan atau buah-buahan yang tumbuh. Indonesia adalah daerah beriklim tropis, maka sangat baik bila ditanami oleh tumbuhan, Seperti buah labu atau biasa di kenal dengan sebutan waluh. Labu adalah salah satu tanaman yang banyak tumbuh di Indonesia. Yang mana penanamannya tidak sulit, baik pembibitannya, perawatannya, hasilnyapun cukup memberikan nilai ekonomis untuk Masyarakat. Banyak sekali manfaat dari buah ini. Tidak hanya buahnya, kulitnya pun bermanfaat bagi kita. Kita bisa menjadikannya sebagai makanan yang siap saji, tapi bisa juga untuk pengobatan. Untuk orang yang tidak begitu suka dengan buah labu bisa di olah menjadi manisan. Hasil panen pertanian di Indonesia sangat banyak keuntungan dan kerugiannya salah satunya pada buah labu. Akan tetapi kalau petani-petani banyak yang sedang panen labu maka hasil panen akan menumpuk, Dan harga labu di pasaran akan menurun. Itu akan menjadikan petani rugi banyak. Untuk memanfaatkan buah labu yang harganya sedang turun itu, kita bisa mengolah buah labu itu untuk di jadikan makanan siap saji. Kita bisa memanfaatkannya dengan cara di olah menjadi manisan. Selain untuk mengenyangkan perut labu juga banyak manfaatnya bagi tubuh kita. Dan banyak juga kandungan-kandungan yang terdapat dalam buah labu. Kandungan Buah Labu Labu berwarna oranye. Saat baru tumbuh, buahnya berwarna oranye. Jika dipotong, buah ini mempunyai penampang yang berbentuk bintang. Berbiji besar dan berwarna coklat. Buah ini renyah saat dimakan, rasanya manis dan sedikit asam. Buah ini mengandung banyak vitamin A. Selain enak dibuat aneka makanan, labu kuning juga serat gizi. Buah ini banyak mengandung vitamin C, vitamin A, juga serat. Tak cuma kolak, labu kuning bisa diolah menjadi aneka macam makanan, baik yang bercita rasa gurih atau manis. Soal rasa, tak perlu diragukan. Tapi anehnya, walau sedap dan luwes, labu kuning kurang populer di kalangan masyarakat kita. Lihat saja para tukang sayur keliling, mereka cuma menjajakan labu kuning pada saat bulan Ramadhan sebagai bahan baku untuk membuat kolak. Hal ini tentu sangat disayangkan. Sebab, labu kuning sebenarnya sangat baik untuk dikonsumsi karena memiliki kandungan gizi yang tinggi, salah satunya pro-vitamin A. Selain itu, labu kuning juga mengandung vitamin C, serat, dan karbohidrat yang cukup tinggi. Adapun unsur Vitamin dan yang terkandung di dalam tanaman ini adalah: - Dalam 100 gr labu kuning ada 34 kalori. - Lemak 0,8 gram - 45 mg Kalsium. - Mineral 0,8 gram - Serat - Vitamin C - Vitamin A Di daerah kita buah labu sangatlah mudah didapatkan.Latar BelakangDodol merupakan salah satu bentuk makanan tradisional dari hasil pengolahan bahan pertanian. Termasuk jenis pangan/makanan setengah/semi basah (intermediate moisture foods). Biasanya dimakan sebagai makanan selingan. Bentuk makanan dodol mempunyai kadar air (tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu rendah) 15-50% tetapi relatif tahan penyimpanan. Sehingga tanpa memerlukan proses pengawetan. Beberapa jenis buah-buahan yang digunakan dalam proses pembuatan dodol adalah nangka, durian, nenas dan sirsak. Sedangkan sayuran yang mulai diolah saat ini adalah waluh/labuh. Labu kuning atau waluh merupakan bahan pangan yang kaya vitamin A dan C, mineral, serta karbohidrat. Daging buahnya pun mengandung antiokisidan sebagai penangkal pelbagai jenis kanker. Sayang, sejauh ini pemanfaatannya belum optimal. Buah labu dapat digunakan untuk belbagai jenis makanan dan cita rasanya enak. Daunnya berfungsi sebagai sayur dan bijinya bermanfaat untuk dijadikan kuaci. Air buahnya berguna sebagai penawar racun binatang berbisa, sementara bijinya menjadi obat cacing pita. Untuk memenuhi kebutuhan pangan bagi penduduk Indonesia yang hidup dalam lingkungan yang majemuk, memiliki anekaragam kebudayaan dan sumber pangan spesifik, strategi pengembangan pangan perlu diarahkan pada potensi sumber daya wilayah. Banyak bahan pangan lokal Indonesia yang mempunyai potensi gizi dan komponen bioaktif yang baik, namun belum termanfaatkan secara optimum. Salah satu penyebabnya adalah keterbatasan pengetahuan masyarakat akan manfaat komoditas pangan tersebut. Penelitian tentang karakterisasi dan potensi pemanfaatan komoditas pangan minor masih sangat sedikit dibandingkan komoditas pangan utama, seperti padi dan kedelai. Labu kuning atau waluh (Cucurbita moschata), yang dalam bahasa Inggris dikenal sebagai pumpkin, termasuk dalam komoditas pangan yang pemanfaatannya masih sangat terbatas.Tanaman labu tumbuh merambat dengan daun yang besar dan berbulu. Pucuk daun dan daun muda dapat digunakan sebagai bahan sayuran yang lezat, bisa dimakan sebagai sayuran bersantan, oseng-oseng, atau gado-gado. Selain daun, bagian dari tanaman ini yang memiliki nilai ekonomi dan zat gizi terpenting adalah buahnya. Walaupun tanaman labu kuning dipercaya berasal dari Ambon (Indonesia), budi daya tanaman tersebut secara monokultur dan besar-besaran belum lazim dilakukan oleh masyarakat kita. Tingkat konsumsi labu kuning di Indonesia masih sangat rendah, kurang dari 5 kg per kapita per tahun.Di daerah kita buah labu sangatlah mudah didapatkan.

Recommended

View more >