Majalah Kes

  • Published on
    11-Nov-2015

  • View
    34

  • Download
    1

Embed Size (px)

DESCRIPTION

tes

Transcript

<ul><li><p>Vol. 3 Juli-September 2008</p><p>Dr. dr. Ratna Sitompul, SpM(K)</p><p>SehatSehatJantung </p><p>11 Pertanyaan tentang Hand, Foot, and Mouth Disease</p><p>ANAK:</p><p>Penyakit jantung koroner dan teknologi stent </p><p>PROFIL:</p><p>Selamat Datang di Kota Solo!</p><p>DESTINASI:</p><p>Dekan wanita pertama FKUI</p><p>Rahasia Sehat Jambu Merah</p><p>NOTA SEHAT:</p></li><li><p>3Pelindung Ir. Deddy KusumaPemimpin Umum Dr. Hermansyur Kartowisastro, SpB.KBDWakil Pemimpin Umum Dr. Yanwar Hadiyanto Ketua Redaksi Dr. Mus Aida, MARS Wakil Ketua Redaksi Antonius Trisno PratomoAnggota Redaksi Kemala Dewi Joko SulistyoIklan dan AdvertorialEvy Astuti, Wis Deti </p><p>Media Satu Group</p><p>Penerbit Reza PuspoRedaktur Pelaksana Gandrasta Bangko Editor Nina Samidi Editor BahasaHapis Sulaiman, Fifi Juliana JelitaCreative DirectorWulan N.D.P.Desain Grafis Putri Ratih Primadita, Dian Renggani, Marisa SalehFotografer Tajuluddin, Herry Ananta, SofyanPengembangan Tania Yosowidagdo, C. Freya DewayaniProduksi L. Gunawan, Agus M.S.</p><p>Dari Kami</p><p>PT Media Satu Plaza Bona Indah Blok A2/A1, Jln. Karang Tengah Raya, Lebak Bulus, Jakarta, 12400. Telp. (021) 769 3571 - 769 3572 Faks. (021) 765 5474 E-mail: healthfirst@mediasatu.com </p><p>Pondok Indah Healthcare GroupJl. Metro Duta Kav. UEPondok Indah. Jakarta 12310IndonesiaTelp. (021) 765 7525 ext.6236Faks. (021) 750 2324E-mail: evy.astuti@rspondokindah.co.id</p><p>Meja Redaksi</p><p>Pembaca yang budiman,</p><p>Bahagia rasanya, kami bisa hadir menemani Anda melalui buletin RSPI Health First edisi ketiga. Persembahan Health First ini merupakan wujud kepedulian Pondok Indah Healthcare Group dalam menambah wawasan masyarakat tentang kesehatan, dengan menyajikan informasi dan nota sehat yang sedang menjadi isu hangat di masyarakat.</p><p>Pada edisi ketiga ini, kami menyajikan bahasan utama berupa masalah kesehatan jantung yang menurut WHO dan survei yang dilakukan di Indonesia (Monica), menjadi penyebab kematian nomor satu. Topik tersebut dihadirkan dalam rubrik Diagnosa dengan judul Penyakit Jantung Koroner Apa dan Bagaimana Pencegahannya?; dalam rubrik Solusi dengan judul Operasi Bedah Jantung dari Bayi sampai Lanjut Usiadan dalam rubrik Teknomedis dengan judul Kemajuan Pengobatan PJK.</p><p>Tak ketinggalan, kami hadirkan dalam rubrik Epidemi dan Anak mengenai penyakit yang menjadi pusat perhatian masyarakat terutama yang memiliki anak kecil. Beberapa waktu lalu, kita semua sempat dihebohkan oleh berita wabah flu singapura yang menyebabkan kematian. Bahasan mengenai penyakit ini dipaparkan oleh ahlinya dalam tajuk Hand, Foot, and Mouth Disease. Klinik Alergi RSPI secara berkala akan menyajikan permasalahan alergi dan penanggulangannya. Artikel menarik lainnya seputar kesehatan dan kecantikan wanita dan pria juga kami muat di edisi ini.</p><p>Sesuai motto Pondok Indah Healthcare Group, Your Health, Our Priority, redaksi juga telah menyiapkan rubrik nota sehat yang kali ini mengungkapkan khasiat buah dan daun jambu merah yang kaya manfaat khususnya dalam menanggulangi penyakit demam berdarah yang belum ditemukan obatnya.</p><p>Selain itu, merupakan kebanggaan bagi Pondok Indah Healthcare Group dengan tampilnya salah satu dokter kami yang terpilih sebagai dekan wanita pertama Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Profilnya kami muat pada edisi ini.</p><p>Kami mengucapkan terima kasih kepada semua teman sejawat yang telah bersedia menjadi kontributor Health First, dan kepada tim redaksi atas terbitnya buletin Health First edisi ketiga ini.</p><p>Semoga, Health First dapat bermanfaat dalam meningkatkan derajat kesehatan pembaca dan keluarga. Dan segala upaya yang kita lakukan mendapat ridho dan berkah Ilahi, Amin.</p></li><li><p>4 3 DARI KAMI 6 Diagnosa Penyakit Jantung Koroner</p><p>10 TEKNOMEDIS Kemajuan Pengobatan PJK</p><p> 12 SOLUSI Operasi Bedah Jantung</p><p>16 DIARY Rully Anwar Vonis Jantung Koroner di Usia Muda</p><p>32 ANAK 11 Pertanyaan </p><p>tentang Hand, Foot, and Mouth Disease</p><p>Menu Kita</p><p>Vol. 3 Juli-September 2008</p><p>Dr. dr. Ratna Sitompul, SpM(K)</p><p>SehatSehatJantung </p><p>11 Pertanyaan tentang Hand, Foot, and Mouth Disease</p><p>ANAK:</p><p>Penyakit jantung koroner dan teknologi stent </p><p>PROFIL:</p><p>Selamat Datang di Kota Solo!</p><p>DESTINASI:</p><p>Dekan wanita pertama FKUI</p><p>Rahasia Sehat Jambu Merah</p><p>NOTA SEHAT:</p><p>Model: Dr. Taufik Pohan, Sp. JPOFotografer: TajuluddinMake-up Artist : MerryDigital Imaging: Putri Ratih P.</p><p>On the Cover</p><p>19</p><p> PROFIL Dr. dr. Ratna Sitompul, SpM(K)</p><p>NOTA SEHAT18 Alergi dan </p><p>Pencegahannya22 The Secret of Psidium </p><p>Guajava</p><p>20 CEGAH Mata Kering Ringan tapi </p><p>Mengganggu 24 FEMININ Kista Ovarium 27 HIATUS 28 MASKULIN Deteksi Dini Kanker </p><p>Prostat</p><p> DESTINASI Selamat </p><p>Datang di Kota Solo</p><p> Dari Pasar ke Pasar!</p><p>36</p><p> 35 ALA CARTE Seputaran RS Pondok </p><p>IndahKafetaria RS Puri Indah</p><p>38 RUANG HIJAU Guerilla Garden Gerilya Menghijaukan Kota</p><p>34 EPIDEMI Si Virus Misterius Enterovirus 71 atau Flu </p><p>Singapura</p><p>49MEDIA</p><p>40 SENYUM Veneering Hadiah bagi Gigi </p><p>Indah dan Sehat</p><p>44 CANTIK Untung Ada Sunscreen 48 KABAR</p><p>TERMINOLOGI14 Penyakit Jantung Koroner26 Kista Ovarium30 Prostat</p><p>52 LINK</p></li><li><p>Dr. Ida Gunawan, MS SpGK Spesialis gizi klinik ini pernah menjadi pengajar S1 Ilmu Gizi di </p><p>STIK St. Carolus dan pengajar tamu S2 Gizi Klinik FKUI. Ia juga aktif mengikuti berbagai seminar dan kursus seputar nutrisi dan obesitas di dalam dan luar negeri. </p><p>Dr. Iris Rengganis, SpPD-KAI Anggota American College of Allergy Asthma </p><p>and Immunology ini adalah pendiri PKMRS, Klinik Alergi, dan Klinik Edukasi Diabetes RS Haji Pondok Gede. Saat ini, ia juga mengajar di Dept. Ilmu Penyakit Dalam, Divisi Alergi-Imunologi Klinik, FKUI/RSCM.</p><p>Dr. Susie Rendra, SpKK Dokter spesialis kulit dan kelamin ini menamatkan pendidikan dokter umum dan spesialisnya </p><p>di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Sekarang, ia berpraktik di Klinik Kulit RS Puri Indah. </p><p>Dr. Fatma Asyari MD Konsultan Ophthalmologist ini telah mengikuti berbagai </p><p>kursus dan pelatihan. Ia juga tercatat sebagai anggota di banyak organisasi kesehatan mata bertaraf internasional, termasuk International Ocular Inflammation Society dan International Ultrasonography Society.</p><p>Dr. M. Taufik Arifin Pohan SpJP Spesialis Ilmu Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah ini pernah </p><p>mengikuti Euro PCR dan SingLive Course Invasive and Intervention Cardiologist di Paris dan Singapura. Ia juga pernah menjadi pengurus Indonesian Heart Association (Perki).</p><p>Dr. H. Hindra Irawan Satari, Sp.A(K), M.Trop.Paed Konsultan Infeksi dan Pediatri Tropis ini memegang </p><p>beberapa jabatan penting di RSCM dan Pengurus Pusat IDAI. Termasuk sebagai Kepala Divisi Infeksi dan Pediatri Tropis, Dept. IKA FKUI-RSCM, dan Sekretaris IV Pengurus Pusat IDAI.</p><p>Dr. Santoso Soeroso SpA(K), MARS Mantan Direktur RS Fatmawati dan Direktur RS Penyakit Infeksi </p><p>Sulianti Saroso ini, sekarang menjabat sebagai Chief Operating Officer RS Puri Indah dan Anggota Panel Ahli Komnas Flu Burung serta Tim Rencana Startegik Ikatan Dokter Anak Indonesia. Ia juga menulis di jurnal kedokteran nasional, internasional, serta media nasional.</p><p>Dr. Aswin. W. Sastrowardoyo SpOG Spesialis Obstetri dan Ginekologi lulusan FKUI ini mengabdi pada dunia kesehatan sejak 1983.</p><p>Dr. Y. Soni, SpU Lahir di Padang, ia adalah dokter lulusan Ilmu Pendidikan Spesialis Urologi dari FKUI.</p><p>Dr. Maizul Anwar, MDAktif mengikuti berbagai seminar, simposium, dan workshop minimal invasive </p><p>surgery, bedah jantung, dan kardiologi di berbagai negara seperti Australia, Swiss, Hong Kong, Malaysia, dan Amerika Serikat. Lulusan spesialis Bedah Umum, FK-UI/RSCM dan Thoracic Surgery FKUI, 1987, ini juga pernah bekerja di Royal Children Hospital Melbourne, Australia. </p><p>Drg. Rina Permatasari, Sp.KGLulusan FKG-UI, Pendidikan Dokter Gigi Spesialis Ilmu Konservasi Gigi </p><p>ini, kini berpraktik sebagai endodontist di RS Puri Indah dan RS Pondok Indah (Pondok Indah Health Care Group). Hingga sekarang, ia masih aktif sebagai pengajar di Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama), Jakarta.</p><p>Dr. Birman Musa Chandra Shaff, Sp.AnLulusan Spesialis Anestesiologi/ICU, FKUI ini, sekarang bertugas sebagai </p><p>Dokter Anestesi dan ICU/ICCU di RS Pondok Indah juga RS Sentra Medika, Cimanggis. Ia berpengalaman sebagai Dokter Jaga UGD dan ICU di sejumlah rumah sakit besar di Jakarta, seperti RS Pelni, RS Kanker Dharmais, RS Pusat Pertamina, RSCM, dan RS MMC. </p><p>ParaAhli</p><p>Untuk jadwal praktik masing-masing dokter dapat dilihat di www.rspondokindah.co.id</p></li><li><p>Diagnosa</p><p>Kecenderungan terjadinya penyakit jantung koroner (PJK) dan penyakit kardiovaskuler lainnya (stroke otak, hipertensi, dan penyakit pembuluh darah perifer) saat ini bergeser pada usia yang lebih muda. Utamanya, menyerang kelompok usia produktif. </p><p>Definisi PenyaKit JantUng KoronerPenyakit jantung koroner adalah suatu penyakit akibat penyempitan atau tersumbatnya pembuluh darah arteri koroner. Pembuluh darah arteri koroner sendiri merupakan pembuluh darah yang mengalirkan darah pembawa sari makanan dan oksigen yang dibutuhkan otot jantung agar tetap berfungsi memompa darah ke seluruh tubuh. </p><p>Jantung memompa darah ke seluruh tubuh dengan konstan, empat sampai lima liter darah dipompakan oleh otot-otot jantung setiap menitnya. Dampak tidak lancarnya aliran atau tersumbatnya aliran darah ke otot jantung akan mengakibatkan kerusakan otot-otot jantung yang dapat meyebabkan gangguan pompa jantung (gagal jantung) dan kematian. </p><p>faKtor risiKo PenyaKit JantUng Koroner Beberapa keadaan atau penyakit merupakan faktor risiko terjadinya PJK, yaitu: 1. hipertensi (tekanan darah tinggi) 2. kadar kolesterol darah yang tinggi 3. kebiasaan merokok 4. diabetes melitus (kencing manis) 5. kegemukan (obesitas) 6. genetik (faktor keturunan keluarga) 7. kurang olahraga 8. konsumsi alkohol berlebihan, dan 9. stres akibat kesibukan.</p><p>tanDa Dan geJala PenyaKit JantUng Koronerakibat kurangnya oksigen yang dialirkan ke otot jantung karena adanya penyempitan atau sumbatan pembuluh darah koroner menyebabkan timbulnya rasa sakit di dada bagian tengah kiri </p><p>Apa dan Bagaimana Pencegahannya?</p><p>Dari data WHO dan survei yang dilakukan di Indonesia (Monica) penyakit jantung koroner jadi penyebab kematian nomor satu. Dr. M. Taufik Arifin Pohan, Sp. JP membeberkan seluk-beluk penyakit ini.</p><p>Jantung KoronerPenyakit</p><p>8</p></li><li><p>Diagnosa</p><p>9</p><p>(angina pectoris). rasa sakit tersebut biasanya timbul saat aktivitas dan berkurang saat istirahat. Pada penderita berusia lanjut (lebih dari 65 tahun) dan penderita kencing manis, keluhan nyeri dada ini sering tidak jelas (biasanya tersamarkan, seperti masuk angin)</p><p>selain itu, nyeri atau dada sesak disertai keringat dingin harus sangat diwaspadai karena merupakan gejala serangan jantung (infark miokard jantung akut). Keadaan ini harus segera mendapatkan penanganan di klinik gawat darurat rumah sakit terdekat. </p><p>gejala serangan jantung dapat disimpulkan sebagai berikut:1. rasa tertekan (serasa ditimpa beban, sakit, terjepit, dan terbakar) yang menyebabkan sesak di dada dan tercekik di leher2. rasa sakit tersebut dapat menjalar ke lengan kiri, leher, dan punggung3. rasa sakit tersebut dapat berlangsung sekitar 1520 menit dan terjadi secara terus-menerus4. timbul keringat dingin, tubuh lemah, dan jantung berdebar, selanjutnya pingsan5. rasa sakit tersebut dapat berkurang dengan istirahat, tapi bertambah berat bila beraktivitas.</p><p>Pada penderita diabetes, sesuai penelitian dari MiDas (di Milan italia, pada 2006 ), hampir 52% penderita PJK tidak mengalami keluhan nyeri dada atau sering disebut silent ischemia. Meski demikian, deteksi awal dan penanganan cepat saat terjadinya serangan jantung akan memberikan manfaat pencegahan dari bahaya kematian dan kegagalan pompa jantung di kemudian hari.</p><p>Pencegahan agar terhinDar Dari PenyaKit JantUng KoronerPencegahan primer adalah berusaha agar terhindar dari penyakit jantung koroner, yaitu saat </p><p>belum terdeteksi adanya PJK, tapi memiliki risiko seperti faktor keluarga PJK atau </p><p>adanya penyakit diabetes melitus. sebaliknya, pencegahan sekunder adalah usaha seseorang penderita PJK agar terhindar dari berulangnya suatu serangan atau penyempitan </p><p>(sumbatan) pembuluh darah koroner kembali.</p><p>Praktiknya, kedua usaha pencegahan di atas sama. ada sejumlah faktor yang harus kita lakukan, yaitu mengontrol kadar lemak darah kolesterol (total kolesterol aman adalah 155175 mg/dl ; lDl chol. &lt; 100 mg/dl ), menjaga tekanan darah agar tidak tinggi/terkontrol (130/80 mmhg pada non-diabetes dan 120/70 mmhg pada pasien diabetes), berhenti merokok, menghindari makanan berlemak, mencukupkan konsumsi sayur dan buah-buahan, berolahraga teratur, mengurangi berat badan, dan mengurangi stres.</p><p>Untuk mengetahui secara dini ada-tidaknya PJK, kita memerlukan beberapa tahap pemeriksaan. Pertama, berkonsultasilah ke dokter jantung untuk mengetahui adanya keluhan dini PJK, hipertensi, dan kelainan irama/debar jantung seseorang dengan pemeriksaan ecg. Kedua, pemeriksaan laboratorium darah untuk menentukan faktor risiko, seperti pemeriksaan gula darah, kolesterol darah, fungsi ginjal, asam urat, dan faktor risiko lainnya. Ketiga, melakukan treadmill test atau yang saat ini lebih akurat lagi yaitu pemeriksaan Ms ct cardiac 64 slice (scanning jantung ). atau, diagnostik yang paling akurat adalah melakukan kateterisasi jantung koroner.</p><p>Pada prinsipnya, mencegah penyakit jantung koroner adalah lebih mudah, murah, aman serta bermanfaat di hari depan.</p><p>Tempat-tempat nyeri pada gangguan jantung:1. Di belakang tulang dada.2. Di belakang tulang dada menjalar ke leher.3. Dari dada menjalar ke bahu dan lengan kiri.4. Dari dada menjalar ke rahang.5. Di dada bawah dan ulu hati (sering dikira penyakit </p><p>maag).6. Di daerah punggung di antara kedua belikat.</p><p>4</p><p>3</p><p>5</p><p>2</p><p>6</p><p>1</p></li><li><p>10</p><p>Teknomedis</p><p>Kemajuan Pengobatan PJK</p><p>pemasangan stent pada saat serangan jantung (primery PCI) pada golden period (jeda waktu yang terbaik atau kurang dari 3 jam) sangat menolong penderita saat serangan jantung terjadi, baik saat itu maupun untuk waktu-waktu mendatang. Hal ini berdasarkan penelitian Zwole, Belanda, dan lain-lain.</p><p>Pemasangan stent atau balon koroner adalah suatu tindakan defenitif dalam pengobatan adanya penyempitan atau penyumbatan pembuluh darah arteri koroner. Tindakan tersebut merupakan sejenis operasi ringan dan tanpa bius umum. Jadi, hanya dilakukan bius lokal di lipat paha atau di pergelangan lengan kanan (seperti tindakan mencabut gigi). Hal ini dilakukan agar pasien tetap sadar dan dapat melihat prosedur yang dijalaninya.</p><p>Hampir semua keadaan penyempitan di pembuluh darah koroner; baik yang akut maupun yang kronis, yang hanya satu atau yang banyak penyempitan, penyempitan pendek maupun yang panjang, di pembuluh darah percabangan maupun yang lurus, bahkan yang sudah tersumbat, dapat dilakukan pemasangan stent koroner.</p><p>Cincin koroner (stent)</p><p>Setibanya di bagian emergensi, setelah diperiksa dokter jaga dan dokter jantung, si suami diindikasi mengalami serangan jantung. Selanjutnya, pasangan suami-istri tersebut diterangkan untuk menentukan pilihan pemberian obat penghancur bekuan (trombolisis) atau tindakan pemasangan stent segera. </p><p>Singkat cerita, sang suami dilakukan pemasangan stent (cincin koroner) dengan hasil sangat memuaskan (total waktu saat sakit...</p></li></ul>