Makala Jadi.docx

  • Published on
    14-Nov-2015

  • View
    231

  • Download
    8

Embed Size (px)

Transcript

ISOLASI pati

INSTITUT TEKNOLOGI INDONESIA

LAPORAN AKHIR PRAKTIKUM

Diajukan sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan Laboratorium Kimia OrganikProgram Studi Teknik Kimia Institut Teknologi Indonesia

Dwi Ratna Mustafida(114120003)Karina Zakia(114120017)Ilham Fitrah Eka Pratama(114120029)

PROGRAM STUDI TEKNIK KIMIASERPONG2014

ABSTRAK

Pati merupakan simpanan karbohidrat dalam tumbuh-tumbuhan dan merupakan karbohidrat utama yang dimakan manusia.Komposisi amilosa dan amilopektin berbeda dalam berbagai makanan yang mengandung pati. Isolasi pati merupakan cara untuk mengetahui kandungan pati pada sampel. Tujuan dari praktikum ini yaitu mengetahui presentase pati dalam beberapa sumber pati.Pada praktikum ini dilakukan dua uji yaitu uji kuantitatif yang bertujuan untuk menghitung rendemen pati dan uji kualitatif yang bertujuan untuk menguji iodin pada pati.Uji iodin pada amilosa akan menujukan warna biru dan pada amilopektin akan berwarna ungu hingga merah. Variable sampel yang digunakan berupa singkong, kedelai dan ubi jalar.Pada uji iodin dilakukan pada suasana asam, basa dan netral serta kondisi dingin dan panas.Presentase pati pada singkong sebesar 21.3%, pada kedelai 26.26%, dan pada ubi jalar 11.42%.Pada hasil pengamatan uji iodin menunjukkan hidrolisis pati menjadi amilopektin dan amilosa dapat terjadi saat suasana asam.

KATA PENGANTAR

Segala puji dan syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas berkat rahmat dan hidayah Nya kami dapat menyelesaikan tugas laporan akhir praktikum laboratorium kimia organik berupa susunan makalah.Adapun Makalah ini berjudul Isolasi Pati. Tujuan dari makalah ini adalah untuk mementukan kadar pati pada beberapa sampel. Selain itu, isi dari makalah ini juga menganalisa uji iodin pati pati.Kami menyadari bahwa tanpa bimbingan, bantuan, dan doa dari berbagai pihak, dari masa perkuliahan sampai pada penyusunan proposal penelitian ini, sangatlah sulit bagi kami untuk dapat menyelesaikan makalah ini. Oleh karena itu, penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar besarnya kepada semua pihak yang telah membantu Akhir kata, kami menyadari mungkin masih terdapat banyak kekurangan dalam pembuatan makalah ini.Untuk itu kami menerima kritik dan saran yang membangun agar tugas-tugas dimasa mendatang dapat lebih bagus dan bermanfaat untuk pada pembaca.

Serpong, Mei 2014

Penyusun

DAFTAR ISI

ABSTRAKiKATA PENGANTARiiDAFTAR ISIiiiDAFTAR GAMBARvDAFTAR TABELviBAB I1PENDAHULUAN11.1. Latar Belakang11.2. Tujuan21.3. Rumusan Masalah21.4. Hipotesa2BAB II3TINJAUAN PUSTAKA32.1. Karbohidrat32.2. Pati42.2.1. Struktur Pati42.2.2. Gelatinisasi Pati82.2.3. Retrogradasi Pati92.3. Pati Singkong92.4. Pati Kedelai112.5. Pati Ubi Jalar122.6. Metode Ekstrasi Pati142.6.1. Alkaline Steeping142.6.2 Wet Milling142.6.3. Dry Milling152.6.4. Protein Digestion dan High Intensity Ultrasound162.7. Uji Iodium16BAB III18METODE PENELITIAN183.1. Alat dan Bahan183.1.1. Alat183.1.2. Bahan183.2. Variabel dan Parameter183.2.1. Variabel183.2.2. Parameter193.3. Cara Kerja193.3.1.Uji Kuantitatif pada sampel193.3.2.Uji Kualitatif dalam pati193.4. Matriks Percobaan203.4.1. Uji Kuantitatif pada sampel203.4.2. Uji Kualitatif dalam pati20BAB IV22HASIL DAN PEMBAHASAN224.1. Hasil Percobaan224.1.1.Uji Kuantitatif224.1.2. Uji kualitatif224.2. Pembahasan23BAB V29KESIMPULAN DAN SARAN295.1. Kesimpulan295.2. Saran29DAFTAR PUSTAKA30LAMPIRAN32Lampiran I32

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1.Struktur Amilosa [Hart, 1987]6Gambar 2.2.Struktur Amilopektin [Hart, 1987]7

Gambar 4.1. Diagram Perbandingan nilai Rendemen Pati dari masing-masing sampel dengan Data Literature24Gambar1. Diagram Perbandingan nilai Rendemen Pati dari masing-masing sampel dengan Data Literatur32

DAFTAR TABEL

Tabel 2.1.Sifat fisik dan kimia berbagai jenis pati6Tabel 2.2.Perbedaan sifat sifat amilosa dan amilopektin8Tabel 2.3. Komposisi Kimia Singkong per 100 gram bahan10Tabel 2.4. Komposisi Zat Gizi Kedelai per 100 gram Bahan12Tabel 2.5. Kandungan Gizi Ubi jalar dan Beberapa Komoditas Pangan Lain (per 100g)13

v

BAB IPENDAHULUAN

1.1. Latar BelakangKebutuhan akan karbohidrat pada tubuh sangat diperlukan sebagai sumber energi makhluk hidup. Karbohidrat itu sendiri mengandung gugus fungsi karbonil (sebagai aldehida atau keton) dan banyak gugus hidroksil, salah satunya adalah pati. Pati merupakan bahan utama yang dihasilkan oleh tumbuhan untuk menyimpan kelebihan glukosa dalam jangka panjang. Secara harfiah, pati merupakan karbohidrat kompleks yang tidak larut dalam air, berwujud bubuk putih, tawar dan tidak berbau. Manfaat pati yaitu sebagai sumber karbohidrat pada pertumbuhan tumbuhan. Kandungan pati pada tumbuhan bukan hanya terdapat pada biji-bijian, tetapi juga terdapat umbi, daging buah dan sebagian kecil pada daun atau batang.Pada umumnya, semua tumbuhan memiliki kandungan pati, tetapi jumlah yang dimiliki berbeda satu sama lainnya. Perbedaan kandungan pati biasanya tergantung jenis tanamannya. Sampel tumbuhan yang akan dihitung kandungan patinya pada praktikum ini adalah singkong, kedelai dan ubi jalar. Singkong atau ubi kayu dan ubi jalar berasal dari umbi-umbian sedangkan kedelai dari biji-bijian. Ketiga sampel itu sendiri mudah didapat dan merupakan makanan yang sering dikonsumsi oleh masyarakat. Oleh karena itu.perlu diketahui jumlah kandungan pati di dalamnya. Isolasi pati atau ekstraksi pati merupakan suatu proses untuk mendapatkan pati dari suatu tumbuhan dengan cara memisahkan pati dari komponen lainnya yang terdapat pada tumbuhan tersebut. Dalam skala laboratorium, pengisolasi dapat dilakukan dengan menghalusan sampel dan diikuti penyaringan dan proses diakhiri dengan pengeringan dioven. Dalam skala industri, metode pengisolasian pati dilakukan beberapa metode, antara lainalkaline steeping, wet milling, protein digestion, dan high intensity ultrasound. Metode-metode tersebut biasanya dilakukan sesuai jenis tumbuhannya. Selain itu, dari kandungan pati itu sendiri terdiri atas dua macam karbohidrat, yaitu amilosa dan amilopektin. Banyak atau tidaknya kandungan pati tersebut dapat dilakukan pengujian dengan iodine.

1.2. TujuanTujuan dari praktikum Isolasi Pati ini adalah untuk mengetahui kandungan pati dalam persentase yang terdapat pada singkong, kedelai dan ubi jalar.1.3. Rumusan MasalahBerapa presentase pati yang terkandung pada singkong kedelai dan ubi jalar ?1.4. HipotesaKandungan pati terbesar diantara beberapa sampel adalah kedelai.

BAB IITINJAUAN PUSTAKA

2.1. KarbohidratKarbohidra ('hidrat dari karbon', hidrat arang) atau sakarida (dari bahasa Yunani , skcharon, berarti "gula") adalah segolongan besar senyawa organik yang paling melimpah di bumi. Karbohidrat sendiri terdiri atas karbon, hidrogen, dan oksigen. Karbohidrat memiliki berbagai fungsi dalam tubuh makhluk hidup, terutama sebagai bahan bakar (misalnya glukosa), cadangan makanan (misalnya pati pada tumbuhan dan glikogen pada hewan), dan materi pembangun (misalnya selulosa pada tumbuhan, kitin pada hewan dan jamur). Pada proses fotosintesis, tumbuhan hijau mengubah karbon dioksida menjadi karbohidrat.Secara biokimia, karbohidrat adalah polihidroksil-aldehida atau polihidroksil-keton, atau senyawa yang menghasilkan senyawa-senyawa ini bila dihidrolisis. Karbohidrat mengandung gugus fungsi karbonil (sebagai aldehida atau keton) dan banyak gugus hidroksil. Pada awalnya, istilah karbohidrat digunakan untuk golongan senyawa yang mempunyai rumus (CH2O)n, yaitu senyawa-senyawa yang n atom karbonnya tampak terhidrasi oleh n molekul air. Namun demikian, terdapat pula karbohidrat yang tidak memiliki rumus demikian dan ada pula yang mengandung nitrogen, osforus, atau sulfur. Fungsi dari karbohidrat yaitu : Sumber energi utama yang diperlukan untuk gerak. Memberi rasa kenyang. Pembentukan cadangan sumber energi, kelebihan karbohidrat dalam tubuh akandisimpan dalam bentuk lemak sebagai cadangan sumber energi yang sewaktu-waktu dapat dipergunakan.Dibawah ini merupakan 3 pembagian karbohidrat berdasarkan susunan kimianya1. MonosakaridaMonosakarida merupakan karbonhidrat paling sederhana karena molekulnya hanya terdiri atas beberapa atom C dan tidak dapat diuraikan dengan cara hidrolisis menjadi karbohidrat lain. Monosakarida dibedakan menjadi aldosa dan ketosa. Contoh dari aldosa yaitu glukosa dan galaktosa. Contoh ketosa yaitu fruktosa.

2. Disakarida Disakaridamerupakan karbohidrat yang terbentuk dari dua molekul monosakarida yang berikatan melalui gugus -OH dengan melepaskan molekulair. Contoh dari disakarida adalahsukrosa,laktosa, danmaltosa. Oligosakarida adalah polimer derajat polimerisasi 2 sampai 10 dan biasanya bersifat larut dalam air. Oligosakarida yang terdiri dari 2 molekul disebut disakarida, dan bila terdiri dari 3 molekul disebut triosa.Bila sukrosa (sakarosa atau gula tebu). Terdiri dari molekul glukosa dan fruktosa, laktosa terdiri dari molekul glukosa dan galaktosa. Polisakarida Polisakarida merupakan polimer molekul-molekul monosakarida yang dapat berantai lurus atau bercabang dan dapat dihidrolisis dengan enzim-enzim yang spesifik kerjanya.3. Polisakarida Polisakarida merupakan karbohidrat yang terbentuk dari banyak sakarida sebagai monomernya. Rumus umum polisakarida yaitu C6(H10O5)n. Contoh polisakarida adalahselulosa,glikogen, danamilum.2.2. PatiPati adalah suatu karbohidrat yang berbentuk granul yang terdapat di dalam organ tanaman. Granul pati tersimpan di dalam biji, umbi, akar, dan bagian dalam dari batang tanaman sebagai cadangan makanan yang akan digunakan ketika tanaman sedang mengalami dormansi, germinasi dan pertumbuhan. Pengamatan pati di bawah mikroskop berupa granul yang berwarna putih, sangat kecil dengan ukuran antara 2 100 m.Pati merupakan senyawa terbanyak kedua yang dihasilkan oleh tanaman setelah selulosa.Sumber penghasil pati adalah biji-bijian serealia (jagung, gandum, sorgum, be