makalah FGD ikm FIX.doc

  • Published on
    28-Oct-2015

  • View
    175

  • Download
    3

Embed Size (px)

DESCRIPTION

asg;nja;

Transcript

EVALUASI IMUNISASI DI POSYANDU1. Skenario

Sebagai dokter baru di puskesmas melati, anda ingin mengevaluasi program imunisasi yang dilakukan oleh posyandu di desa mawar. Puskesmas melati mempunyai wilayah cakupan sebanyak 13 desa yang di setiap desa mempunyai 1 orang Bidan Desa. Desa Mawar mempunyai 4 posyandu yang didirikan berdasarkan jumlah dusun ,yaitu :

a) Posyandu Mangga: mencakup 5 RT, 57 balita, 2 balita umur 9 bulan, 2 orang hamil 2 bulan, 1 orang hamil 6 bulan 1 orang hamil 9 bulan

b) Posyandu Apel: mencakup 5 RT, 51 balita, 1 balita umur 9 bulan, 1 orang hamil 1 bulan, 2 orang hamil 4 bulan 2 orang hamil 9 bulan

c) Posyandu Salak: mencakup 8 RT, 109 balita, 3 balita umur 9 bulan, 1 orang hamil 1bulan, 2 orang hamil 3 bulan 1 orang hamil 9 bulan

d) Posyandu Jeruk : mencakup 8 RT, 74 balita, 2 balita umur 9 bulan, 2 orang hamil 7 bulan, 1 orang hamil 9 bulan

Petugas yang melayani posyandu adalah kader dan bidan desa setempat dibantu juru imunisasi puskesmas dan kadang-kadang dihadiri Dokter dan bidan puskesmas .

Target cakupan imunisasi menurut dinkes Kabupaten setempat 80% cakupan imunisasi di desa Mawar tahun 2012

a. BCG

60%

b. DPTHB 155%

c. DPTHB 253 %

d. DPTHB 3 50%

e. POLIO 65%

f. CAMPAK 45%

Dengan pertimbangan efisiensi penggunaan vaksin ,ada kemungkinan pelaksanaan imunisasi digabung di salah satu posyandu apabila jumlah balita sasaran kurang dari aturan yang ada. Sebagai besar ibu di desa Mawar bekerja sebagai buruh tani yang masih memegang adat istiadat setempat yang menghambat pelaksanaan imunisasi.Jarak psyandu mangga ke posyandu apel 1,5 km jalan lurus.

Jarak posyandu apel ke posyandu salak 1,7 km melewati wilayah kecamatan lain. Jarak posyandu salak ke posyandu jeruk 3 km melewati wilayah desa lain.

Posyandu Mangga ke posyandu Salak, Posyandu mangga ke posyandu jeruk tidak ada jalan langsung.

2. Learning objective.

a. Mampu mejelesaikan kegiatan posyandu di masyarakat

b. Mampu menjelaskan jenis imunisasi dan kapan diberikan pada bayi, sertakan matriknya.

c. Mampu menjelaskan imunisasi yang diberikan kepada ibu hamil.

d. Mampu mengidentifikasi masalah imunisasi posyandu di desa Mawar

e. Mampu menganalisis penyebab masalah cakupan imunisasi.

f. Mampu memberikan solusi permasalahan yang ada.

BAB I

PENDAHULUAN

1. Latar BelakangPosyandu merupakan salah satu bentuk Upaya Kesehatan Bersumber Daya Masyarakat (UKBM) yang dikelola dan diselenggarakan dari, oleh, untuk dan bersama masyarakat dalam penyelenggaraan pembangunan kesehatan, guna memberdayakan masyarakat dan memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam memperoleh pelayanan kesehatan dasar, utamanya untuk mempercepat penurunan angka kematian ibu dan bayi. UKBM adalah wahana pemberdayaan masyarakat, yang dibentuk atas dasar kebutuhan masyarakat, dikelola oleh, dari, untuk dan bersama masyarakat, dengan bimbingan dari petugas Puskesmas, lintas sektor dan lembaga terkait lainnya. (Depkes RI. 2006, MENKES. 2011).Pengertian Posyandu adalah suatu wadah komunikasi alih teknologi dalam pelayanan kesehatan masyarakat dari Keluarga Berencana dari masyarakat, oleh masyarakat dan untuk masyarakat dengan dukungan pelayanan serta pembinaan teknis dari petugas kesehatan dan keluarga berencana yang mempunyai nilai strategis untuk pengembangan sumber daya manusia sejak dini. Yang dimaksud dengan nilai strategis untuk pengembangan sumber daya manusia sejak dini yaitu dalam peningkat mutu manusia masa yang akan datang dan akibat dari proses pertumbuhan dan perkembangan manusia ada 3 intervensi yaitu : a. Pembinaan kelangsungan hidup anak (Child Survival) yang ditujukan untuk menjaga kelangsungan hidup anak sejak janin dalam kandungan ibu sampai usia balita.

b. Pembinaan perkembangan anak (Child Development) yang ditujukan untuk membina tumbuh/kembang anak secara sempurna, baik fisik maupun mental sehingga siap menjadi tenaga kerja tangguh. c. Pembinaan kemampuan kerja (Employment) yang dimaksud untuk memberikan kesempatan berkarya dan berkreasi dalam pembangunan bangsa dan negara.Salah satu kegiatan yang dilaksanakan di Posyandu yang sangat penting yaitu kegiatan pemberian imunisasi pada anak, hal ini merupakan suatu usaha untuk mempercepat pencapaian salah satu target MDGs, yaitu menurunkan angka kematian bayi.Imunisasi adalah pemberian kekebalan tubuh terhadap suatu penyakit dengan memasukan sesuatu ke dalam tubuh agar tubuh tahan terhadap penyakit yang sedang mewabah atau berbahaya terhadap seseorang. Imunisasi terhadap suatu penyakit hanya akan memberikan kekebalan atau resistensi pada penyakit itu saja, sehingga untuk terhindar dari penyakit lain diperlukan imunisasi lainnya. (Umar, 2006)Sesuai dengan program organisasi kesehatan dunia (WHO), pemerintah telah mewajibkan pemberian lima imunisasi dasar bagi bayi. Tujuannya agar bayi terhindar dari penyakit dan kematian akibat terpapar virus atau bakteri. Lima imunisasi dasar tersebut terbagi menjadi beberapa imunisasi yaitu Hepatitis B, BCG, Polio, DPT-HB, dan Campak. Selain lima imunisasi dasar tersebut orang tua dapat memberikan imunisasi tambahan seperti MMR, hepatitis A, influenza, cacar air, dan lain-lain. (Azis,2009)

Pada skenario yang dibahas, target cakupan imunisasi menurut dinkes Kabupaten setempat adalah 80 %. Pada kenyataannya, cakupan imunisasi di desa Mawar tahun 2012 tidak memenuhi target yang ditetapkan dinkes dengan rincian sebagai berikut :

a. BCG

60%

b. DPTHB 155%

c. DPTHB 253 %

d. DPTHB 3 50%

e. POLIO 65%

f. CAMPAK 45%

2. Rumusan MasalahFaktor apa saja yang mempengaruhi cakupan imunisasi di desa Mawar tidak mencapai target yang telah ditetapkan oleh Dinkes Kabupaten setempat?3. TujuanTujuan dari penulisan makalah ini adalah:

a. Tujuan Umum

Mengetahui faktor yang mempengaruhi rendahnya cakupan imunisasi di Desa Mawarb. Tujuan Khusus

Mengidentifikaasi faktor internal yang mempengaruhi rendahnya cakupan imunisasi di Desa Mawar Mengidentifikaasi faktor eksternal yang mempengaruhi rendahnya cakupan imunisasi di Desa Mawar Mengidentifikasi berbagai jenis imunisasi dan jadwal pemberian Merencanakan program di Posyandu Desa MawarBAB II

ANALISA KASUS

1. DefinisiImunisasi adalah pemberian kekebalan tubuh terhadap suatu penyakit dengan memasukan sesuatu ke dalam tubuh agar tubuh tahan terhadap penyakit yang sedang mewabah atau berbahaya terhadap seseorang. Imunisasi terhadap suatu penyakit hanya akan memberikan kekebalan atau resistensi pada penyakit itu saja, sehingga untuk terhindar dari penyakit lain diperlukan imunisasi lainnya. (Umar, 2006).2. EpidemiologiKegiatan imunisasi di Indonesia di mulai di Pulau Jawa dengan vaksin cacar pada tahun 1956. Pada tahun 1972, Indonesia telah berhasil membasmi penyakit cacar. Pada tahun 1974, Indonesia resmi dinyatakan bebas cacar oleh WHO, yang selanjutnya dikembangkan vaksinasi lainnya. Pada tahun 1972 juga dilakukan studi pencegahan terhadap Tetanus Neonatorum dengan memberikan suntikan Tetanus Toxoid (TT) pada wanita dewasa di Jawa Tengah dan Jawa Timur, sehingga pada tahun 1975 vaksinasi TT sudah dapat dilaksanakan di seluruh Indonesia. (Depkes RI, 2006).3. Jenis-jenis Imunisasi di IndonesiaPada dasarnya ada 2 jenis imunisasi, yaitu : Imunisasi Pasif (Pasive Immunization), imunisasi pasif ini adalah immunoglobulin. Imunisasi Aktif (Active Immunization), imunisasi pada ibu hamil dan calon pengantin adalah imunisasi tetanus toksoid. Imunisasi ini untuk mencegah terjadinya tetanus pada bayi yang dilahirkan. Imunisasi tetanus (TT, tetanus toksoid) memberikan kekebalan aktif terhadap penyakit tetanus. ATS (Anti Tetanus Serum) juga dapat digunakan untuk pencegahan (imunisasi pasif) maupun pengobatan penyakit tetanus. Jenis imunisasi ini minimal dilakukan lima kali seumur hidup untuk mendapatkan kekebalan penuh. Imunisasi TT yang pertama bisa dilakukan kapan saja, misalnya sewaktu remaja. Lalu TT2 dilakukan sebulan setelah TT1 (dengan perlindungan tiga tahun). Tahap berikutnya adalah TT3, dilakukan enam bulan setelah TT2 (perlindungan enam tahun), kemudian TT4 diberikan satu tahun setelah TT3 (perlindungan 10 tahun), dan TT5 diberikan setahun setelah TT4 (perlindungan 25 tahun). Jenis imunisasi ini dapat mencegah penyakit campak (measles pada anak-anak).

Biasanya imunisasi bisa diberikan dengan cara disuntikkan maupun diteteskan pada mulut anak balita (bawah lima tahun). Berikut ini adalah Jenis-jenis imunisasi pada balita :a. Imunisasi BCG, vaksinasi BCG memberikan kekebalan aktif terhadap penyakit tuberkulosis (TBC). BCG diberikan 1 kali sebelum anak berumur 2 bulan. Vaksin ini mengandung bakteri Bacillus Calmette-Guerrin hidup yang dilemahkan, sebanyak 50.000-1.000.000 partikel/dosis. Imunisasi BCG dilakukan sekali pada bayi usia 0-11 bulan. b. Hepatitis B, imunisasi HBV memberikan kekebalan terhadap hepatitis B. Hepatitis B adalah suatu infeksi hati yang bisa menyebabkan kanker hati dan kematian. Karena itu imunisasi hepatitis B termasuk yang wajib diberikan. Jadwal pemberian imunisasi ini sangat fleksibel, tergantung kesepakatan dokter dan orangtua. Bayi yang baru lahir pun bisa memperolehnya. Imunisasi ini pun biasanya diulang sesuai petunjuk dokter. Orang dewasa yang berisiko tinggi terinfeksi hepatitis B adalah individu yang dalam pekerjaannya kerap terpapar darah atau produk darah, klien dan staf dari institusi pendidikan orang cacat, pasien hemodialisis (cuci darah), orang yang berencana pergi atau tinggal di suatu tempat di mana infeksi hepatitis B sering dijumpai, pengguna obat suntik, homoseksual/biseksual aktif, heteroseksual aktif dengan pasangan berganti-ganti atau baru terkena penyakit menular seksual, fasilitas penampungan korban narkoba, imigran atau pengungsi di mana endemisit