Makalah Frozen Shoulder

  • Published on
    27-Sep-2015

  • View
    278

  • Download
    60

Embed Size (px)

DESCRIPTION

tugas

Transcript

PENATALAKSANAAN AKUPUNKTUR PADA NY. M DENGAN KASUS FROZEN SHOULDER SINDROM STAGNASI QI DAN DARAH DI MEREDIAN USUS KECIL (SI) DI KLINIK dr. HARGIYANTO SRAGEN

Disusun oleh :Nama: Nida Nur Silmi KaffatanNIM: P 27240012029Tingkat: III A

PROGRAM STUDI D-III AKUPUNKTURJURUSAN AKUPUNKTURPOLITEKNIK KESEHATAN KEMENTERIAN KESEHATAN SURAKARTA2014

BAB IPENDAHULUAN

A. Latar BelakangFrozen shoulder adalah penyakit umum yang terjadi pada sendi glenohumeral kemungkinan merupakan suatu reaksi inflamasi kronis nonspesifik, terutama pada jaringan synovial, dan mengakibatkan penebalan kapsuler dari synovial. Ada beberapa sinonim antara lain Periarthritis scapulohumeral, Adhesive capsulitis, Pericapsulitis, Stiff shoulder dan Bursitis obliterative. Pada Traditional Chinese Medicine (TCM) disebut kelainan sendi bahu pada usia 50 tahun (Dewi, 2011).Sejak pertama kali diterangkan oleh Duplay tahun1872 bermacam-macam percobaan telah dibuat untuk menjelaskan definisi dan kategori dari Frozen Shoulder. Secara epidemiologi terdapat hampir 2-5% penderita frozen shoulder yang terdiri dari orang dewasa usia antara 40-60 tahun dan ditemukan 60% terjadi pada wanita. Frozen shoulder juga ditemukan dalam 10-20% dari penderita diabetes mellitus yang merupakan salah satu faktor penyebabnya (Winaya, 2013).Sedangkan di klinik dr. hargiyanto Sragen tercatat ada 10 dari 51 pasien yang didiagnosa frozen shoulder dan merupakan kasus terbanyak.Gambaran klinik frozen shoulder ditandai dengan nyeri dan terbatasnya gerakan aktif maupun pasif. Rasa nyeri dapat dirasakan hebat dan mengganggu tidur. Terbatasnya gerakan biasanya terlihat rotasi eksternal dan kurang terlihat pada gerakan abduksi dan rotasi .Akupunktur sangat efektif untuk meringankan keluhan nyeri, mengobati kapsul sendi yang mengerut da meringankan kekakuan otot (Dewi, 2011).

B. Tujuan Penulisan1. Tujuan UmumMelakukan penatalaksanaan akupunktur pada Ny. M dengan kasus Frozen Shoulder.2. Tujuan Khususa. Melakukan pemerikasaan pada Ny. M dengan kasus Frozen Shoulder.b. Menentukan diagnosis akupunktur pada Ny. M dengan kasus Frozen Shoulder.c. Menentukan rencana terapi akupunktur pada Ny. M dengan kasus Frozen Shoulder.d. Melakukan terapi akupunktur pada Ny. M dengan kasus Frozen Shoulder.e. Melakukan evaluasi terapi akupunktur pada Ny. M dengan kasus Frozen Shoulder.

C. Manfaat Penulisan1. Dapat melakukan pemeriksaan pada Ny. M dengan kasus Frozen Shoulder.2. Dapat menentukan diagnosis akupunktur pada Ny. M dengan kasus Frozen Shoulder.3. Dapat menentukan rencana terapi akupunktur pada Ny. M dengan kasus Frozen Shoulder.4. Dapat melakukan terapi akupunktur pada Ny. M dengan kasus Frozen Shoulder.5. Dapat melakukan evaluasi terapi akupunktur pada Ny. M dengan kasus Frozen Shoulder.

BAB IITINJAUAN TEORI

A. Frozen Shoulder Menurut Medis Barat1. PengertianFrozen shoulder adalah penyakit umum yang terjadi. Kelainan yang terjadi pada sendi glenohumeral, kemungkinan merupakan suatu reaksi inflamasi kronis nonspesifik, terutama pada jaringan synovial dan mengakibatkan penebalan kapsuler dari synovial. Ada beberapa sinonim antara lain Periarthritis scapulohumeral, Adhesive capsulitis, Pericapsulitis, Stiff shoulder dan Bursitis obliterative. Frozen shoulder merupakanketerbatasangerak bahu yang ditandai dengan rasa nyeri tanpa adanya kelainan sendi permukaan, patah tulang atau dislokasi maupun prnyakit sendi (Sun, Chan, Lo, & Fong, 2001).

2. EtiologiFrozen shoulder merupakan penyakit idiopatik yang sering dialami oleh orang berusia 40-60 tahun yang disebabkan oleh trauma, imobilisasi lama, dan imunologi. Penyebab frozen shoulder belum diketahui, diduga penyakit ini merupakan respon autoimun terhadap rusaknya jaringan lokal (Apley & Solomon, 1995).

3. Patofisiologi Frozen shoulder merupakan sindrom karena terdapat perubahan patologi yakni rusaknya jaringan lokal berupa inflamasi pada membran synovial dan kapsul sendi glenohumeral yang membuat formasi adhesive sehingga menimbulkan nyeri dan kemudian disusul dengan efek spasme yang menyebabkan immobilisasi. Hal itu mengakibatkan terjadinya kontraktur dan penebalan pada kapsul anterior, perlengketan pada kapsul inferior dan tegang pada kapsul sendi glenohumeral menjadi mengkerut, sehingga ditemukan adanya keterbatasan dan nyeri saat digerakkan (Thomson, 2007).

4. Faktor predisposisiMenurut Thomson (2007) ada beberapa faktor predispossi dari frozen shoulder yaitu:a. Faktor usiaUsia lebih dari 40 tahun lebih sering mengalami Frozen shoulder. b. Diabetes mellitusDiabetes mellitus merupakan faktor risiko besar terjadinya Frozen shoulder, dalam hal ini komponen autoimun merusak kapsul dan jaringan ikat pada sendi bahu.c. ImmobilitasOrang yang mengalami immobilitas yang lama pada bahu, mungkin trauma, luka berlebihan akibat beban, operasi.

5. Tanda dan gejala klinisTanda dan gejala klinis yang sering timbul pada penderita frozen shoulder akibat capsulitis adhesive adalah sebagai berikut:a. Nyeri Pasien berumur 40-60 tahun dapat memiliki riwayat trauma ringan yang diikuti sakit pada bahu dan lengan. Nyeri berangsur-angsur bertambah berat dan pasien sering tidak bisa tidur pada sisi yang terkena, setelah beberapa bulan nyeri mulai berkurang, tetapi sementara itu kekauan semakin menjadi dan berlanjut terus selama 6-12 bulan setelah nyeri menghilang. Secara berangsur-angsur pasien dapat bergerak kembali, tetapi tidak lagi normal (Apley & Solomon, 1995).b. Keterbatasan Lingkup Gerak SendiMenurut Kuntono dalam Enggar (2012), frozen shoulder karena capsulitis adhesive ditandai dengan adanya keterbatasan lingkup gerk sendi glenohumeral yang nyata, baik gerak aktif maunpun pasif. Sifat nyeri dan keterbatasan gerak sendi bahu dapat menunjukkan pola yang spesifik, yaitu kapsuler. Pola kapsuler sendi bahu yaitu gerak eksorotasi paling nyeri dan terbatas kemudian diikuti gerak abduksi dan endorotasi, atau dengan kata lain gerak eksorotasi lebih nyeri dan terbatas dibandingkan dengan gerak endorotasi.c. Penurunan kekuatan ototPada pemeriksaan fisik didapatkan adanya kesukaran penderita dalam mengangkat lengannya (abduksi) karena adanya penurunan kekuatan otot, sehingga penderita akan melakukan gerakan kompensasi. Juga dapat dijumpai adanya atrofi otot gelang bahu. Biasanya tidak ada yang terlihat pada saat dilakukan inspeksi hanya ditemukan sedikit pengecilan otot (Apley & Solomon, 1995).

6. Terapi Tujuan pengobatan tergantung pada tahap capsulitis perekat tetapi tujuan umum adalah mengurangi rasa sakit dan peradangan dengan meningkatkan jangkauan gerak pada bahu (Frontera, Silver, & Rizzo, 2008).

B. Frozen Shoulder Menurut Tradisional Chinese Medicine (TCM)1. PengertianFrozen shoulder adalah kondisi kronik dari inflamasi yang berkepanjangan yang terjadi di jaringan sendi bahu. Biasanya mengacu pada gejala klinis sensasiyangsakit,berat,keterbatasangerak pada bahu dan ada yang disertai kekakuan (Bing & Hongcai, 2011).

2. Etiologi dan pathogenesisPathogen eksternal yaitu angin, dingin, dan lembab yang menyerang meridian pada bahu dan menyebabkan stagnasi Qi dan darah. Penyebab lainnya adalah sprain otot (keseleo) karena factor kelelahan atau trauma; kurangnya nutrisi pada otot dan tulang yang disebabkan oleh defisiensi Qi dan darah; nyeri bahu yang lama disebabkan karena stagnasi Qi dan darah di area bahu sehingga menyebabkan pembengkakan dan menjadi kaku (Xuemen, 2007).

3. Manifestasi KlinisMenurut (Shaojie, 2002) secara klinis,kondisiterbagimenjaditigatahap:a. Tahapawal1) Tidak adarasa sakityangjelas,satuataulebihbidanglembutdapat ditemukan pada bahu2) Ada keterbatasan gerak dan terkadang ada rasa nyeri yang singkat selama gerakanb. Tahapintermediet1) Rasa nyeri yang tajam dan diperburukpadamalamhari2) Pembengkakanlokal3) Sakitmemburukketikabahupindah4) Peningkatansuhukulit padalokalkrluhan danketerbatasangerakbahuc. Stadiumlanjut1) Bahukakudanterasa nyeri saat digerakkan2) Nyeriterjadipada malam haridansatuataulebihnodulmunculdibahu3) Ada keterbatasan gerak seperti saatmemakai pakaiandanmenyisir rambut4) Otot-ototsekitarbahumengalamiatropi5) X-Raymungkinmenunjukkanpengapuranpadabeberapapasien

4. Diferensiasi Sindrom Menurut TCM, frozen shoulder merupakan periarthritis scapulohumeral dan termasuk dalam kategori Jian Ning (gerakan terbatas bahu), Lou Jian Feng (Omalgia), atau Dong Jie Jian (bahu beku/ frozen shoulder). Biasanya disebabkan oleh trauma atau faktor pathogen angin, dingin atau kelembaban, mengakibatkan obstruksi dari qi dan darah di meridian sehingga terjadi defisiensi nutrisi tendon dan otot. Frozen shoulder umumnya dibagi menjadi 3 yaitu (Yin & Liu, 2000):a. Angin dingin lembabManifestasi : nyeri atau sakit menusuk, adanya kekauan, ketegangan dari bahu dan lengan, rasa baal pada jari yang berhubungan dengan perubahan cuaca dan kelelahan, lapisan lidah putih, nadi tegang.b. Stasis darahManifestasi : nyeri menusuk atau sakit pada sendi bahu, dan keterbatasan gerakan sendi bahu dan dalam jangka waktu tertentu, lidah keunguan dengan bintik-bintik sianotik, nadi seperti senarc. Defisiensi hati dan ginjalManifestasi : nyeri tumpul di sendi bahu, atrofi dari oto-otot local dan gerakan terbatas sari sendi bahu dalam waktu yang lama, dizziness, penglihatan kabur, insomnia, rasa sakit pada punggug bawah dan lutut, lidah merah dengan selaput tipis, nadi dalam dan lemah.

Menurut Xinghua (1996), frozen shoulder di bagi menjadi 4 sindrom yaitu:a. Frozen shoulder pada meridian ParuDitandai dengan keterbatasan gerak ekstensi ke belakang.b. Frozen shoulder pada meridian Usus besarDitandai dengan keterbatasan gerak saat mengangkat lengan kedepan.c. Frozen shoulder pada meridian SanjiaoDitandai dengan keterbatasan gerak saat abduksi.d. Frozen shoulder pada meridian Usus KecilDitandai dengan keterbatasan gerakan abduksi dan mengangkat lengan keatas.

5. Terapi AkupunkturMenurut Yin dan Zhenghua Liu (