makalah gangguan pendengaran

  • Published on
    27-Oct-2015

  • View
    1.614

  • Download
    40

Embed Size (px)

Transcript

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur senantiasa kita panjatkan kehadirat Allah SWT, karena berkat limpahan Rahmat dan Karunia-Nya Makalah Patologi dengan judul Gangguan Pendengaran ini dapat terselesaikan.Penulis menyadari bahwa penyusunan makalah ini, masih jauh dari kesempurnaan. Namun, dengan segala kerendahan hati, penulis mempersembahkan sebagai wujud keterbatasan kemampuan yang penulis miliki dan untuk itu penulis sangat menghargai setiap koreksi, kritik, dan saran demi kesempurnaan makalah ini.Akhir kata penulis mengharapkan semoga makalah ini dapat menambah hasanah ilmu pengetahuan serta dapat bermanfaat bagi kita semua. Amin.

Kendari, April 2013

Penulis

Page 24 of 28

DAFTAR ISI

KATA PENGANTARiDAFTAR ISIiiBAB I PENDAHULUAN1I.ILatar Belakang1I.2Rumusan Masalah2I.3Tujuan2I.4Manfaat3BAB II PEMBAHASAN4I.Anatomi Lengkap Telinga4A.Anatomi telinga luar4B.Anatomi telinga tengah5C.Anatomi telinga dalam6II.Fisiologi Pendengaran Normal7III.Definisi Gangguan Pendengaran7IV.Fisiologi Gangguan Pendengaran8V.Faktor yang Mempengaruhi Gangguan Pendengaran9a.Faktor Genetik.9b.Faktor Didapat9VI.Penilaian, Pemeriksaan dan Diagnosis Gangguan Pendengaran14A.Penilaian Gangguan Pendengaran14B.Pemeriksaan dan Diagnosis Gangguan Pendengaran16VII.Jenis gangguan pendengaran19VIII.Cara Pencegahan Gangguan Pendengaran23BAB III SIMPULAN24DAFTAR PUSTAKA26

BAB IPENDAHULUAN

I.ILatar Belakang Manusia telah diciptakan sebagai satu-satunya makhluk hidup yang sempurna. Salah satu bentuk kesempurnaan manusia yaitu lengkapnya indra yang dimilikinya, dimana indra-indra ini sangat menopang kehidupan manusia. indra manusia terbagi menjadi 5 macam yaitu indra pendengaran, indra penglihatan, indra perasa, indra pembau dan indra peraba. Masing-maisng indra apabila mengalami gangguan maka akan mengubah kestabilan kehidupan manusia dan salah satu contoh adanya gangguan pada indra pendengaran. Gangguan pendengaran diartikan sebagai ketidakmampuan secara parsial atau total untuk mendengarkan suara pada salah satu atau kedua telinga. Penyebab gangguan pendengaran hingga saat ini didasarkan oleh adanya kelainan genetik dan adanya faktor lain yang terjadi pada organ-organ dalam telinga, maka bisa saja yang dianggap hal biasa oleh penderita dapat menyebabkan gangguan pendengaran. Menyadari pentingnya kesehatan indra pendengaran maka diperlukan pengetahuan khusus mengenai penyebab-penyebab terjadinya gangguan pendengaran, ciri-ciri adanya gangguan pada pendengaran dan pengobatan yang dapat ambil untuk mengobati gangguan pendengaran.I.2Rumusan Masalah Rumusan masalah pada makalah gangguan pendengaran ini sebagai berikut :1. Bagaimana anatomi lengkap telinga ?2. Bagaimana fisiologi pendengaran normal ?3. Apa pengertian gangguan pendengaran?4. Bagaimana fisiologi gangguan pendengaran ?5. Apa saja faktor penyebab terjadinya gangguan pendengaran?6. Bagaimana penilaian, pemeriksaan dan diagnosis gangguan pendengaran?7. Apa saja jenis gangguan pendengaran?8. Apa saja pencegahan gangguan pendengaran ?I.3Tujuan Tujuan dari pembuatan makalah gangguan pendengaran ini sebagai berkut: 1. Untuk mengetahui anatomi lengkap telinga2. Untuk mengetahui fisiologi pendnegaran normal3. Untuk mengetahui pengertian gangguan pendengaran4. Untuk mengetahui fisiologi gangguan pendengaran5. Untuk mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya gangguan pendengaran 6. Untuk mengetahui penilaian, pemeriksaan dan diagnosis gangguan pendengaran 7. Untuk mengetahui jenis-jenis gangguan pendengaran 8. Untuk mengetahui cara pencegahan gangguan pendengaranI.4Manfaat Manfaat dari pembuatan makalah gangguan pendengaran ini sebagai berikut :1. Dapat mengetahui anatomi lengkap telinga2. Dapat mengetahui fisiologi pendnegaran normal3. Dapat mengetahui pengertian gangguan pendengaran4. Dapat mengetahui fisiologi gangguan pendengaran5. Dapat mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya gangguan pendengaran 6. Dapat mengetahui penilaian, pemeriksaan dan diagnosis gangguan pendengaran 7. Dapat mengetahui jenis-jenis gangguan pendengaran 8. Dapat mengetahui cara pencegahan gangguan pendengaran.9. BAB IIPEMBAHASAN

I. Anatomi Lengkap Telinga

A. Anatomi telinga luar Telinga luar terdiri dari aurikula dan kanalis auditorius eksternus dan dipisahkan dari telinga tengah oleh membrana timpani. Aurikula berfungsi untuk membantu pengumpulan gelombang suara. Gelombang suara tersebut akan dihantarkan ke telinga bagian tengah melalui kanalis auditorius eksternus. Tepat di depan meatus auditorius eksternus terdapat sendi temporal mandibular. Kanalis auditorius eksternus panjangnya sekitar 2,5 sentimeter. Sepertiga lateral mempunyai kerangka kartilago dan fibrosa padat tempat kulit melekat. Dua pertiga medial tersusun atas tulang yang dilapisi kulit tipis. Kanalis auditorius eksternus berakhir pada membrana timpani. Kulit dalam kanal mengandung kelenjar khusus, glandula seruminosa, yang mensekresi substansi seperti lilin yang disebut serumen. Serumen mempunyai sifat antibakteri dan memberikan perlindungan bagi kulit. B. Anatomi telinga tengahBagian atas membrana timpani disebut pars flaksida, sedangkan bagian bawah pars tensa. Pars flaksida mempunyai dua lapisan, yaitu bagian luar ialah lanjutan epitel kulit liang telinga dan bagian dalam dilapisi oleh sel kubus bersilia, seperti epitel mukosa saluran napas. Menurut Sherwood, pars tensa mempunyai satu lapisan lagi di tengah, yaitu lapisan yang terdiri dari serat kolagen dan sedikit serat elastin yang berjalan secara radier di bagian luar dan sirkuler di bagian dalam. Di dalam telinga tengah terdapat tulang-tulang pendengaran yang tersusun dari luar ke dalam, yaitu maleus, inkus, dan stapes. Tulang pendengaran di dalam telinga tengah saling berhubungan. Prosesus longus maleus melekat pada membrana timpani, maleus melekat pada inkus, dan inkus melekat pada stapes. Stapes terletak pada tingkap oval yang berhubungan dengan koklea. Hubungan antara tulang-tulang pendengaran merupakan persendian. Tuba eustachius termasuk dalam telinga tengah menghubungkan daerah nasofaring dengan telinga tengah. C. Anatomi telinga dalamKoklea bagian tulang dibagi menjadi dua lapisan oleh suatu sekat. Bagian dalam sekat ini adalah lamina spiralis ossea dan bagian luarnya adalah lamina spiralis membranasea.Ruang yang mengandung perilimfe terbagi dua, yaitu skala vestibuli dan skala timpani. Kedua skala ini bertemu pada ujung koklea yang disebut helikotrema. Skala vestibuli berawal pada foramen ovale dan skala timpani berakhir pada foramen rotundum. Pertemuan antara lamina spiralis ossea dan membranasea kearah perifer membentuk suatu membrana yang tipis yang disebut membrana Reissner yang memisahkan skala vestibuli dengan skala media (duktus koklearis). Duktus koklearis berbentuk segitiga, dihubungkan dengan labirin tulang oleh jaringan ikat penyambung periosteal dan mengandung end organ dari nervus koklearis dan organ Corti. Duktus koklearis berhubungan dengan sakkulus dengan perantaraan duktus Reuniens.Organ Corti terletak di atas membrana basilaris yang mengandung organel-organel yang penting untuk mekenisma saraf perifer pendengaran. Organ Corti terdiri dari satu baris sel rambut dalam yang berisi kira-kira 3000 sel dan tiga baris sel rambut luar yang berisi kira-kira 12.000 sel. Sel-sel ini menggantung lewat lubang-lubang lengan horisontal dari suatu jungkat-jangkit yang dibentuk oleh sel-sel penyokong. Ujung saraf aferen dan eferen menempel pada ujung bawah sel rambut. Pada permukaan sel rambut terdapat strereosilia yang melekat pada suatu selubung yang cenderung datar yang dikenal sebagai membrana tektoria. Membrana tektoria disekresi dan disokong oleh limbus.II. Definisi Gangguan Pendengaran Definisi gangguan pendengaran adalah ketidak mampuan secara parsial atau total untuk mendengarkan suara pada salah satu atau kedua telinga. Tingkat penurunan gangguan pendengaran terbagi menjadi ringan, sedang, sedang berat, berat, dan sangat berat.III. Fisiologi Pendengaran Normal Proses pendengaran terjadi mengikuti alur sebagai berikut: gelombang suara mencapai membran tympani, membran tympani bergetar menyebabkan tulang-tulang pendengaran bergetar. Tulang stapes yang bergetar masuk-keluar dari tingkat oval menimbulkan getaran pada perilymph di scala vestibuli. Karena luas permukaan membran tympani 22 x lebih besar dari luas tingkap oval, maka terjadi penguatan 15-22 x pada tingkap oval. Membran basilaris yang terletak dekat telinga tengah lebih pendek dan kaku, akan bergetar bila ada getaran dengan nada rendah. Getaran yang bernada tinggi pada perilymp scala vestibuli akan melintasi membrana vestibularis yang terletak dekat ke telinga tengah. Sebaliknya nada rendah akan menggetarkan bagian membrana basilaris di daerah apex. Getaran ini kemudian akan turun ke perilymp scala tympani, kemudian keluar melalui tingkap bulat ke telinga tengah untuk direndam.Sewaktu membrana basilaris bergetar, rambut-rambut pada sel-sel rambut bergetar terhadap membrana tectoria, hal ini menimbulkan suatu potensial aksi yang akan berubah menjadi impuls. Impuls dijalarkan melalui saraf otak statoacustikus (saraf pendengaran) ke medulla oblongata kemudian ke colliculus Persepsi auditif terjadi setelah proses sensori atau sensasi auditif. Sensori auditif diaktifkan oleh adanya rangsang bunyi atau suara. Persepsi auditif berkaitan dengan kemampuan otak untuk memproses dan menginterpretasikan berbagai bunyi atau suara yang didengar oleh telinga. Kemampuan persepsi auditif yang baik memungkinkan seorang anak dapat membedakan berbagai bunyi dengan sumber, ritme, volume, dan pitch yang berbeda.IV. Fisiologi Gangguan PendengaranGangguan pada telinga luar, tengah, dan dalam dapat menyebabkan ketulian. Tuli dibagi atas tuli konduktif, tuli sensorineural, dan tuli campur. Tuli kondukt