Makalah Hakikat Sila-sila Pancasila

  • Published on
    07-Jan-2016

  • View
    267

  • Download
    20

DESCRIPTION

Makalah Hakikat Sila-sila Pancasila

Transcript

  • MAKALAH

    HAKIKAT SILA-SILA PANCASILA

    Memenuhi tugas matakuliah

    Pendidikan Pancasila

    Yang dibina oleh Bapak Sugeng Puji Leksono

    Oleh :

    DIMAS TRI PRASETYO

    NIM 155080201111001

    UNIVERSITAS BRAWIJAYA

    FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN

    PROGRAM STUDI PEMANFAATAN SUMBERDAYA PERIKANAN

    Oktober 2015

  • ii

    KATA PENGANTAR

    Puji syukur kami panjatkan atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah

    melimpahkan rahmat, hidayah, dan inayah-Nya sehingga penulis dapat

    menyelesaikan tugas makalah ini yang berjudul Hakikat Sila-Sila Pancasila.

    Makalah ini diajukan guna untuk memenuhi tugas mata kuliah Pendidikan

    Pancasila. Dalam kesempatan ini penulis menyampaikan terima kasih kepada

    pihak-pihak yang telah membantu dalam penyusunan makalah ini, yaitu kepada:

    1. Tuhan Yang Maha Esa yang senantiasa melimpahkan rahmat-Nya

    kepada penulis.

    2. Bapak Sugeng Puji Leksono selaku dosen mata kuliah Pendidikan

    Pancasila.

    3. Orang tua yang selalu mendukung setiap aktivitas penulis.

    4. Semua pihak yang tidak bisa penulis sebutkan satu persatu.

    Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan makalah ini masih banyak

    kekurangan-kekurangan. Oleh karena itu, penulis mengharapkan kritik dan saran

    yang bersifat membangun.

    Malang, 07 Oktober 2015

    Penulis

  • iii

    DAFTAR ISI

    KATA PENGANTAR ........................................................................................... ii

    DAFTAR ISI ......................................................................................................... iii

    BAB I PENDAHULUAN ...................................................................................... 1

    1.1 Latar Belakang ....................................................................................... 1

    1.2 Rumusan Masalah .................................................................................. 2

    1.3 Tujuan .................................................................................................... 2

    BAB II PEMBAHASAN ....................................................................................... 3

    2.1 Pengertian Pancasila.......................................................................... 3

    2.1.1 Hakekat Pengertian Pancasila........................................................ 4

    2.1.2 Perwujudan Pancasila dalam UUD 1945 ...................................... 8

    BAB III PENUTUP ............................................................................................... 9

    3.1 Kesimpulan ....................................................................................... 9

    3.2 Saran .................................................................................................. 9

    DAFTAR PUSTAKA .......................................................................................... 10

  • 1

    BAB I

    PENDAHULUAN

    1.1 Latar Belakang

    Sejarah telah mengungkapkan bahwa Pancasila adalah jiwa seluruh

    rakyat Indonesia, yang memberi kekuatan hidup kepada bangsa Indonesia

    serta membimbingnya dalam mengejar kehidupan lahir batin yang makin

    baik, di dalam masyarakat Indonesia yang adil dan makmur. Bahwasanya

    Pancasila yang telah diterima dan ditetapkan sebagai dasar Negara seperti

    tercantum dalam pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 merupakan

    kepribadian dan pandangan hidup bangsa, yang telah diuji kebenaran,

    kemampuan dan kesaktiannya, sehingga tak ada satu kekuatan manapun juga

    yang mampu memisahkan Pancasila dari kehidupan bangsa Indonesia.

    Menyadari bahwa untuk kelestarian kemampuan dan kesaktian

    Pancasila itu, perlu diusahakan secara nyata dan terus menerus penghayatan

    dan pengamamalan nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya oleh setiap

    warga negara Indonesia, setiap penyelenggara negara serta setiap lembaga

    kenegaraan dan lembaga kemasyarakatan, baik di pusat maupun di daerah.

    Pancasila merupakan suatu kesatuan,sila yang satu tidak bisa

    dipisahkan dari sila yang lainnya; keseluruhan sila di dalam pancasila

    merupakan suatu kesatuan organis,atau suatu kesatuan keseluruhan yang

    bulat. Patut kita sayangkan jika bangsa Indonesian yang mengakui pancasila

    sebagai dasar Negara Indonesia yang ada sekarang ini tidak tahu akan hakekat

    pancasila yang sebenarnya dan perwujudannya dalam undang-undang 1945.

    Pengamat dan dosen filsafat Romo J Haryatmoko menyatakan Pancasila

    harus disosialisasikan ala "salesman" agar mudah memasyarakat karena

    ideologi yang abstrak bisa diturunkan menjadi hal yang sederhana.

  • 2

    Untuk lebih jelas contohnya sebagai berikut: faham kemanusiaan

    dimiliki oleh bangsa-bangsa lain, tetapi bagi bangsa Indonesia faham

    kemanusiaan sebagai yang dirumuskan dalam sila II adalah faham

    kemanusiaan yang dibimbing oleh ke-Tuhanan Yang Maha Esa, sebagaimana

    yang diajarkan oleh Tuhan Yang Maha Esa. Inilah yang dimaksud dengan sila

    II diliputi dan dijiwai oleh sila I, begitu pula sila-sila yang lainnya. Dengan

    demikian dapat dikatakan bahwa sila II,III,IV,V pada hakekatnya merupakan

    penjabaran dan penghayatan dari sila I.

    Adapun susunan sila-sila pancasila adalah sistematis-hierarkhis,

    artinya kelima sila itu menunjukan suatu rangkaian yang bertingkat

    (heararkhis). Sekalipun sila-sila di dalm Pancasila merupakan suatu kesatuan

    yang tidak bisa dipisahkan satu dari yang lainnya ,namun dalam memahami

    hakikat pengertiannya sangat diperlukan uraian sila demi sila. Uraian atau

    penafsiran haruslah bersumber, berpedoman dan berdasar kepada Pembukaan

    dan Batang Tubuh UUD 1945.

    1.2 Rumusan Masalah

    1. Apa yang dimaksud dengan pancasila?

    2. Bagaimana hakekat pancasila yang sebenarnya?

    3. Bagaimana perwujudan pancasila dalam UUD 1945?

    1.3 Tujuan

    1. Mengetahui makna pancasila yang sebenarnya.

    2. Memahami hakekat pancasila yang sebenarnya.

    3. Mengetahui perwujudan pancasila dalam UUD 1945.

  • 3

    BAB II

    PEMBAHASAN

    2.1 Pengertian Pancasila

    Secara etimologis istilah Pancasila berasal dari Sansekerta dari

    India (bahasa kasta Brahmana) adapun bahasa rakyat biasa adalah bahasa

    Prakerta. Menurut Muhammad Yamin, dalam bahasa sansekerta perkataan

    Pancasila memilki dua macam arti secara leksikal yaitu :panca artinya

    lima, syila vokal I pendek artinya batu sendi, alas, atau dasar,

    syiila vokal i pendek artinya peraturan tingkah laku yang baik, yang

    penting atau yang senonoh.

    Mempelajari Pancasila sebagai dasar negara, ideologi, ajaran tentang

    nilai -nilai budaya dan pandangan hidup bangsa Indonesia adalah kewajiban

    moral seluruh warga negara Indonesia. Pancasila yang benar dan sah

    (otentik) adalah yang tercantum dalam alinea keempat Pembukaan Undang-

    Undang Dasar 1945. Hal itu ditegaskan melalui Instruksi Presiden RI No.12

    Tahun 1968, tanggal 13 April 1968. Pancasila artinya lima dasar atau lima

    asas yaitu nama dari dasar negara kita, Negara Republik Indonesia. Istilah

    Pancasila telah dikenal sejak zaman Majapahit pada abad XIV yang

    terdapat dalam buku Nagara Kertagama karangan Prapanca dan buku

    Sutasoma karangan Tantular. Pancasila sebagai dasar negara Republik

    Indonesia ditetapkan pada tanggal 18 Agustus 1945.Rumusan Pancasila

    yang dijadikan dasar negara Indonesia seperti tercantum dalam pembukaan

    UUD 1945 adalah: 1.Ketuhanan Yang Maha Esa 2. Kemanusiaan yang adil

    dan beradab 3.Persatuan Indonesia 4. Kerakyatan yang dipimpin oleh

    hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan /perwakilan 5. Keadilan

    sosial bagi seluruh Rakyat Indonesia.

  • 4

    2.1.1 Hakekat Pengertian Pancasila

    1. Sila Pancasila : Ke-Tuhanan yang Maha Esa.

    Ketuhana berasal dari kata Tuhan, ialah Allah, pencipta segala

    yang ada dan semua mahluk. Yang Maha Esa berarti yang Maha tunggal,

    tiada sekutu, Esa dalam zatNya, Esa dalam sifat-Nya, Esa dalam

    Perbuatan-Nya, artinya bahwa zat Tuhan tidak terdiri dari zat-zat yang

    banyak lalu menjadi satu, bahwa sifat Tuhan adalah sempurna, bahwa

    perbuatan Tuhan tidak dapat disamai oleh siapapun. Jadi ke-Tuhanan yang

    maha Esa, mengandung pengertian dan keyakinan adanya Tuhan yang

    maha Esa, pencipta alam semesta, beserta isinya. Keyakinan adanya Tuhan

    yang maha Esa itu bukanlah suatu dogma atau kepercayaan yang tidak

    dapat dibuktikan kebenarannya melalui akal pikiran, melainkan suatu

    kepercayaan yang berakar pada pengetahuan yang benar yang dapat diuji

    atau dibuktikan melalui kaidah-kaidah logika.

    Atas keyakinan yang demikianlah maka Negara Indonesia

    berdasarkan ketuhanan yang Maha Esa, dan Negara memberi jaminan

    kebebasan kepada setiap penduduk untuk memeluk agama sesuai dengan

    keyakinannya dan beribadah menurut agamanya dan kepercayaannya.

    Bagi dan didalam Negara Indonesia tidak boleh ada pertentangan dalam

    hal ketuhanan yang Maha Esa, tidak boleh ada sikap dan perbuatan yang

    anti ketuhanan yang Maha Esa, dan anti keagamaan serta tidak boleh ada

    paksaan agama dengan kata lain dinegara Indonesia tidak ada paham yang

    meniadakan Tuhan yang Maha Esa (ataisme). Sebagai sila pertama

    Pancasila ketuhanan yang Maha Esa menjadi sumber pokok kehidupan

    bangsa Indonesia, menjiwai mendasari serta membimbing perwujudan

    kemanusiaan yang adil dan beradab, penggalangan persatuan Indonesia

    yang telah membentuk Negara republic Indonesia yang berdailat penuh,

    bersipat kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam

    permusyawaratan perwakilan guna mewujudkan keadilan social bagi

    seluruh rakyat Indonesia. Hakekat pengertian itu sesuai dengan:

  • 5

    a. Pembukaan UUD 1945 yang berbunyi antara lain atas berkat rahmat

    Allah yang maha kuasa.

    b. Pasal 29 UUD 1945:

    1. Negara berdasarkan atas ketuhanan yang maha Esa

    2. Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk

    agamanya masing-masing dan beribadah menurut agama dan

    kepercayaannya.

    2. Sila kedua : Kemanusiaan yang Adil dan Beradab.

    Kemanusiaan berasal dari kata manusia, yaitu mahluk berbudi yang

    mempunyai potensi piker, rasa, karsa, dan cipta karena potensi inilah

    manusia menduduki martabat yang tinggi dengan akal budinya manusia

    menjadi berkebudayaan, dengan budi nuraninya manusia meyadari nilai-

    nilai dan norma-norma. Adil mengandung arti bahwa suatu keputusan dan

    tindakan didasarkan atas norma-norma yang obyektif tidak subyektif apalagi

    sewenang-wenang. Beradab berasal dari kata adab, yang berarti budaya.

    Mengandung arti bahwa sikap hidup, keputusan dan tindakan selalu

    berdasarkan nilai budaya, terutama norma sosial dan kesusilaan. Adab

    mengandung pengertian tata kesopanan kesusilaan atau moral. Jadi:

    kemanusiaan yang adil dan beradab adalah kesadaran sikap dan perbuatan

    manusia yang didasarka kepada potensi budi nurani manusia dalam

    hubungan dengan norma-norma dan kebudayaan umumnya baik terhadap

    diri pribadi, sesama manusia maupun terhadap alam dan hewan. Didalam

    silan kedua kemuanusian yang adil yang beradab telah tersimpul cita-cita

    kemanusiaan yang lengkap yang adil dan beradab memenuhi seluruh

    hakekat mahluk manusia. Sila dua ini diliputi dan dijiwai sila satu hal ini

    berarti bahwa kemanusiaan yang adil dan beradab bagi bangsa Indonesia

    bersumber dari ajaran Tuhan Yang Maha Esa sesuai dengan kodrat manusia

    sebagai ciptaa-Nya. Hakekat pengertian diatas sesuai dengan Pembukaan

    UUD 1945 alenia yang pertama dan pasal-pasal 27,28,29,30 UUD 1945

    .

  • 6

    3. Sila ketiga : Persatuan Indonesia.

    Persatuan berasal dari kata satu yang berarti utuh tidak terpecah

    belah persatuan berarti bersatunya bermacam corak yang beraneka ragam

    menjadi satu kebulatan. Indonesia mengandung dua makna yaitu makna

    geograpis dan makna bangsa dalam arti politis. Jadi persatuan Indonesia

    adalah persatuan bangsa yang mendiami wilayah Indonesia. Bangsa yang

    mendiami wilayah Indonesia bersatu karena didorong untuk mencapai

    kehidupan yang bebas dalam wadah Negara yang merdeka dan berdaulat,

    persatuan Indonesia merupakan paktor yang dinamis dalam kehidupan

    bangsa Indonesia bertujuan memajukan kesejahteraan umum dan

    mencerdaskan kehidupan bangsa serta mewujudkan perdamaian dunia

    yang abadi.

    Persatuan Indonesia adalah perwujudan dari paham kebangsaan

    Indonesia yang dijiwai oleh sila I dan II. Nasionalisme Indonesia

    mengatasi paham golongan, suku bangsa, sebaliknya membina tumbuhnya

    persatuan dan kesatuan sebagai satu bangsa yang padu tidak terpecah

    belah oleh sebab apapun. Hakekat pengertian itu sesuai dengan

    pembukaan UUD1945 alenia ke empat dan pasal-pasal 1,32,35,dan 36

    UUD 1945

    4. Sila keempat : Kerakyatan yang dipimpin oleh Hikmat

    Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan.

    Kerakyatan berasal dari kata rakyat, yang berarti sekelompok

    manusia dalam suatu wilayah tertentu kerakyatan dalam hubungan dengan

    sila IV bahwa kekuasaan yang tertinggi berada ditangan rakyat. Hikmat

    kebijaksanaan berarti penggunaan pikiran atau rasio yang sehat dengan

    selalu mempertimbangkan persatuan dan kesatuan bangsa kepentingan

    rakyat dan dilaksanakan dengan sadar, jujur dan bertanggung jawab.

    Permusyawaratan adalah suatu tata cara khas kepribadian Indonesia untuk

    merumuskan dan memutuskan sesuatu hal berdasarkan kehendak rakyat

    hingga mencapai keputusan yang berdasarkan kebulatan pendapat atau

    mupakat. Perwakilan adalah suatu sistem dalam arti tata cara (prosedura)

  • 7

    mengusahakan turut sertanya rakyat mengambil bagian dalam kehidupan

    bernegara melalui badan-badan perwakilan.

    Jadi sila ke IV adalah bahwa rakyat dalam menjalankan

    kekuasaannya melalui sistem perwakilan dan keputusan-keputusannya

    diambil dengan jalan musawarah dengan pikiran yang sehat serta penuh

    tanggung jawab baik kepada Tuhan yang maha Esa maupun kepada

    rakyat yang diwakilinya. Hakekat pengertian itu sesuai dengan pembukaan

    UUD alenia empat dan pasal-pasal 1,2,3,28 dan 37 UUD 1945.

    5. Sila kelima : Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia.

    Keadilan sosial berarti keadilan yang berlaku dalam masyarakat di

    segala bidabg kehidupan, baik materi maupun spiritual. Seluruh rakyat

    Indonesia berarti setiap orang yang menjadi rakyat Indonesia, baik yang

    berdiam diwilayah kekuasaan Republik Indonesia maupun warga Negara

    Indonesia yang berada di luar negeri. Jadi sila ke V berarti bahwa setiap

    orang Indonesia mendapat perlakuan yang adil dalam bidang hukum,

    politik, social, ekonomi dan kebudayaan.

    Sila Keadilan sosial adalah tujuan dari empat sila yang

    mendahuluinya, merupakan tujuan bangsa Indonesia dalam bernegara,

    yang perwujudannya ialah tata masyarakat sdil-makmur berdasarkan

    Pancasila. Hakekat pengertian itu sesuai dengan pembukaan UUD 1945

    alinea kedua dan pasal-pasal 23, 27, 28, 29, 31 dan 34 UUD 1945.

  • 8

    2.1.2 Perwujudan Pancasila dalam UUD 1945

    Perwujudan Pancasila dalam UUD 1945 bersifat imperative

    (mengikat). Pancasila sebagai dasar negara, sedangkan UUD merupakan

    penjabaran dari isi Pancasila. Penegasan Pancasila sebagai dasar negara,

    tercantum dalamTap.MPR No.XVIII / MPR / 1998. Pancasila

    mempunyai fungsi dan kedudukan yang sangat penting dalam kehidupan

    bernegara dan merupakan unsur penentu berlakunya ketertiban hukum di

    Indonesia.

    Dengan demikian Pancasila merupakan inti dari Pembukaan

    UUD1945, itu terbukti pada alinea keempat yang menunjukan bahwa

    pancasila merupakan dasar Negara Republik Indonesia yang berkedaulatan

    rakyat, yang bentuk dan wujudnya tertuang dalam UUD. Pembukaan

    maupun pancasila tidak bisa dirubah maupun diganti oleh siapapun, karena

    merubah ataupun mengganti berarti membubarkan Proklamasi yang

    dilaksanakan pada tanggal 17 Agustus 1945 karena Pancasila merupakan

    fundamental terbentuknya bangsa Indonesia. Pancasila sebagai substansi

    esensial dari pada Pembukaan UUD 1945 dan sumber dari segala sumber

    hukum republik Indonesia. Hal terpenting yang bagi bangsa Indonesia

    adalah mewujudkan cita-citanya sesuai dengan Pancasila, artinya cara dan

    hasilnya tidak boleh bertentangan dengan nilai-nilai yang terkandung

    dalam Pancasila. Sedangkan cita-cita bangsa Indonesia tertuang didalam

    Pembukaan UUD 1945.

  • 9

    BAB III

    PENUTUP

    3.1 Kesimpulan

    Pancasila adalah pandangan hidup bangsa dan dasar negara

    Republik Indonesia. Pancasila juga merupakan sumber kejiwaan masyarakat

    dan negara Republik Indonesia. Maka manusia Indonesia menjadikan

    pengamalan Pancasila sebagai perjuangan utama dalam kehidupan

    kemasyarakatan dan kehidupan kenegaraan. Oleh karena itu pengalamannya

    harus dimulai dari setiap warga negara Indonesia, setiap penyelenggara

    negara yang secara meluas akan berkembang menjadi pengalaman Pancasila

    oleh setiap lembaga kenegaraan dan lembaga kemasyarakatan, baik dipusat

    maupun di daerah.

    3.2 Saran

    Berdasarkan uraian di atas kiranya kita dapat menyadari bahwa

    Pancasila merupakan falsafah negara kita republik Indonesia, maka kita

    harus menjungjung tinggi dan mengamalkan sila-sila dari Pancasila

    tersebut dengan setulus hati dan penuh rasa tanggung jawab.

  • 10

    DAFTAR PUSTAKA

    http://www.republika.co.id

    http://raulina.blogspot.com

    http://jamarisonline.blogspot.com

    http://id.shvoong.com

    http://citadastmikpringsewu.wordpress.com

    www.empatpilarkebangsaan.web.id/pancasila-sebagai-paradigma

    www.gakbasi.com/makalah-hubungan-pancasila-dengan-pembukaan-uud

    1945.html