makalah kanker lambung

  • View
    173

  • Download
    25

Embed Size (px)

Transcript

OLEHKELOMPOK 5

KamariaAnita BadriNur AngrainiRista Puspita RAurelia Da SiIvaYasintus BerekPatricia VirginiaSiti RamlahMerlin F. Djami Bale

SEKOLAH TINGGI ILMU FARMASIMAKASSAR2014

BAB IPENDAHULUAN

I.1 Latar BelakangKarsinoma lambung adalah suatu keganasan yang terjadi di lambung, sebagian besar adalah jenis adenokarsinoma. Kanker lambung lebih sering terjadi pada usia lanjut kurang dari 25 % kanker itu terjadi pada orang dibawah usia 50 tahun ( Osteen, 2003 ). Meskipun frekuensi telah menurun secara dramatis selama beberapa dekade terakhir di dunia Barat, kanker ini masih memberikan kontribusi signifikan terhadap kematian secara keseluruhan. Insiden adenocarcinoma sangat bervariasi tergantung pada wilayah geografis. Insiden tahunan di Jepang diperkirakan 140 kasus per 100.000 penduduk per tahun, sedangkan di dunia Barat insiden ini diperkirakan 10 per 100.000 penduduk. Insiden yang lebih tinggi pada laki-laki daripada perempuan rasio dari 1,5 : 2,5 kelompok-kelompok sosial yang miskin dan orang-orang di atas usia 40 tahun yang diamati. Dan angka kejadian karsinoma lambung (866.000 mortalitas/tahun). (WHO,2008) Selain karsinoma lambung, juga berkembang di masyarakat penyakit karsinoma esophagus, yaitu suatu keganasan yang terjadi pada esofagus. Kanker ini pertama kali di deskripsikan pada abad ke-19 dan pada tahun 1913 reseksi pertama kali sukses dilakukan oleh Frank Torek, pada tahun 1930-an, ashawa di jepang dan marshall di America Serikat berhasil melakukan pembedahan pertama dengan metode transtoraks esofagotomi dengan rekonstruksi (fisichella, 2009). Epidemiologi pada tahun 2000 kanker terbanyak no.8, 412.000 kasus baru pertahun, penyebab kematian nomor 6 dari kematian akibat kanker, 338.000 kematian pertahun. Pada tahun 2002, 462.000 kasus baru, dan 386.000 kematian. (parkin DM, lancet oncol 2001 dan Ca Cancer J Clin 2005).

I.2 Tujuan dan manfaatI.2.1 Tujuan1. Untuk mengetahui anatomi dan fisiologi Lambung2. Untuk mengetahui pengertian Kanker Lambung3. Untuk mengetahui Etiologi Kanker Lambung4. Untuk mengetahui patofisiologi dan WOC Kanker Lambung5. Untuk mengetahui klasifikasi Kanker Lambung6. Untuk mengetahui Manifestasi klinis Kanker Lambung7. Untuk mengetahui pemeriksaan diagnostik Kanker Lambung8. Untuk mengetahui komplikasi Kanker Lambung9. Untuk mengetahui penatalaksanaan Kanker Lambung

I.2.2 ManfaatMahasiswa dapat mengetahui dan memahami tentang penyakit kanker lambung sehingga dapat melakukan pencegahan agar terhindar dari penyakit Kanker Lambung serta menjadi bahan informasi untuk pembaca mengenai penyakit kanker lambung.

BAB IIPEMBAHASAN

II.1 Anatomi dan fisiologi LambungII.1.1 PengertianLambung atau gaster merupakan bagian dari saluran yng dapat mengembang paling banyak terutama di daerah epigaster. Lambung terdiri dari bagian atas fundus uteri berubungan dengan esophagus melalui orifisium pilorik, terletak dibawah diafragma di depan pancreas dan limpa, menempel di sebelah kiri fundus uteri. (Syaifuddin, 2003)

II.1.2 Bagian-Bagian LambungBagian lambung terdiri dari:1. Fundus ventrikuli, bagian yang menonjol ke atas terletak sebelah kiri osteum kardium dan biasanya penuh berisi gas2. Korpus ventrikuli, setinggi osteum kardium, suatu lekukan pada bagian bawah kurvatura minor3. Atrum pylorus, bagian lambung berbentuk tabung mempunyai otot yang tebal membentuk sfingter pylorus4. Kurvatura minor, terdapat sebelah kanan lambung, terbentang dari osteum kardiak sampai pylorus5. Kurvatura mayor, lebih panjang daripada kurvatura minor, terbentang dari sisi kiri osteum kardiak melalui fundus ventrikuli menuju kanan sampai ke pylorus inferior, ligamentum gastrolienalis terbentang dari bagian atas kurvatura mayor sampai ke limpa6. Osteum kardiak, merupakan tempat esophagus bagian abdomen masuk ke lambung, pada bagian ini terdapat orifisium pilorik.

Gambar Bagian bagian Lambung

Susunan lapisan dari dalam dan keluar, terdiri dari :1. Lapisan selaput lendir, apabila lambung ini dikosongkan, lapisan ini akan berlipat-lipat disebut rugae2. Lapisan otot melingkar (muskulis aurikularis)3. Lapisan otot miring (muskulus obliqus)4. Lapisan otot panjang (muskulus longitudinal)5. Lapisan jaringan ikat/serosa (peritoneum)Sekresi getah lambung mulai terjadi pada awal orang makan. Bila melihat makanan dan mencium bau makanan maka sekresi lambung akan terangsang. Rasa makanan merangsang sekresi lambung karena kerja saraf menimbulkan rangsangan kimiawi yang menyebabkan dinding lambung melepaskan hormon yang disebut sekresi getah lambung. Getah lambung dihalangi oleh system saraf simpatis yang dapat terjadi pada waktu gangguan emosi seperti marah dan rasa takut. (Syaifuddin, 2003)

II.1.3 Fungsi Lambung1. Menampung makanan, menghancurkan dan menghaluskan makanan oleh peristaltic lambung dan getah lambung2. Getah cerna lambung yang dihasilkan:a. Pepsin : memecah putih telur mejadi asam amino (albumin dan pepton)b. Asam garam (HCl) : mengasamkan makanan, sebgai antiseptic dan disinfektan dan membuat suasana asam pada pepsinogen sehingga menjadi pepsinc. Renin : ragi yang membekukan susu dan membentuk kasein dar kasinogen (kasinogen dan protein susu)d. Lapisan lambung jumlahnya sedikit, memecah lemak menjadi asam lemak merangsang sekresi etah lambung.

II.1.4 Kerja LambungLambung mensekresi cairan cairan yang sangat asam dalam berespon atau sebagai antisipasi terhadap pencernaan makanan. Cairan ini, yang dapat mempunyai pH serendah 1, memperoleh keasaman dari asam hidroklorida yang disekresikan oleh kelenjar lambung. Fungsi sekresi asam ini 2 kai lipat. (1) untuk memecah makanan menjadi komponen yang lebih dapat diabsorbsi dan (2) untuk membantu destruksi kebanyakan bakteri pencernaan. Lambung dapat menghasilkan sekresi kira-kira 2,4 L/hari.Sekresi Lambung juga mengandung enzim pepsin, yang penting untuk memulai pencernaaan protein. Faktor intrinsic juga disekresi oleh mukosa gaster. Senyawa ini berkombinasi dengan vitamin B12 dalam diet, hingga vitamin dapat diabsorbsi didalam ileum. Tidak hanya factor intriksik, menyebabkan vitamin B12 tidak dapat diabsorbsi dan mengakibatkan anemia pernisiosa.Hormon-hormon, neuroregulator, dan regulator local ditemukan didalam control sekresi gastrik laju sekresi lambung dan mempengaruhi motilitas gaster. Kontraksi Peristaltik di dalam lambung mendorong isi lambung ke arah pylorus. Karena partikel makanan besar tidak dapat melewati sfingter pylorus, partikel ini diaduk kembali di dalam lambung secara mekanis dicampur dan dihancurkan manjadi partikel lebih kecil.Makanan tetap berada di lambung selama waktu yang bervariasi dari setengah jam sampai beberapa jam, tergantung pada ukuran partikel makanan, komposisi makanan, dan factor lain. Peristaltic di dalam lambung dan kontraksi sfingter pylorus memungkinkan makanan dicerna sebagian untuk masuk ke usus halus pada kecepatan yang memungkinkan absorbsi nutrient efisien. (brunner, suddart.2001)

II.2 Kanker LambungKanker lambung merupakan bentuk neoplasma maligna gastrointestinal. Karsinoma lambung merupakan bentuk neoplasma lambung yang paling sering terjadi dan menyebabkan sekitar 2,6% dari semua kematian akibat kanker (Cancer Facts and Figures, 1991)Neopasma ialah kumpulan sel abnormal yang terbentuk oleh sel-sel yang tumbuh terus-menerus secara tak terbatas, tidak terkoordinasi dengan jaringan sekitarnya dan tidak berguna bagi tubuh. (Patologi, dr. Achmad Tjarta, 2002)Kanker lambung adalah salah satu penyakit pembunuh manusia dengan jumlah kematian 14.700 setiap tahun.Kanker lambung terjadi pada kurvatura kecil atau antrum lambung dan adenokarsinoma. Factor lain selain makanan tinggi asam yang menyebabkan insiden kanker lambung mencakup Inflamasi lambung, anemia pernisiosa, aklorhidria (tidak adanya hidroklorida). Ulkus lambung, bakteri H, plylori, dan keturunan. (Suzanne C. Smeltzer)Kanker lambung atau tumor malignan perut adalahsuatu adeno karsinoma. Kanker ini menyebar ke paru paru, nodus limfe dan hepar. Faktor risiko meliputi gastritis atrofik kronis dengan metaplasia usus anemia pernisiosa, konsumsi alkohol tinggi dan merokok. (Nettina sandra ,pedoman praktik keperawatan)Kanker lambung adalah suatu keganasan yang terjadi dilambung, sebagian besar adalah dari jenis adenokarsinoma. Jenis kanker lambung lainnya adalah leiomiosarkoma (kanker otot polos) dan limfoma. Kanker lambung lebih sering terjadi pada usia lanjut. Kurang dari 25% kanker tertentu terjadi pada orang dibawah usia 50 tahun (Osteen, 2003). Kanker lambung pada pria merupakan keganasan terbanyak ketiga setelah kanker paru dan kanker kolorektal, sedangkan pada wanita merupakan peringkat keempat setelah kanker payudara, kanker serviks dan kanker kolorektal (Christian, 1999).

II.3 Etiologi Kanker LambungPenyebab pasti dari kanker lambung belum diketahui, tetapi ada beberapa faktor yang bisa meningkatkan perkembangan kanker lambung, meliputi hal- hal sebagai berikut:1. Faktor predisposisia. Faktor geneticSekitar 10% pasien yang mengalami kanker lambung memiliki hubungan genetik. Walaupun masih belum sepenuhnya dipahami, tetapi adanya mutasi dari gen E-cadherin terdeteksi pada 50% tipe kanker lambung. Adanya riwayat keluarga anemia pernisiosa dan polip adenomatus juga dihubungkan dengan kondisi genetik pada kanker lambung (Bresciani, 2003).b. Faktor umurPada kasus ini ditemukan lebih umum terjadi pada usia 50-70 tahun, tetapi sekitar 5 % pasien kanker lambung berusia kurang dari 35 tahun dan 1 % kurang dari 30 tahun (Neugut, 1996)2. Faktor presipitasia. Konsumsi makanan yang diasinkan, diasap atau yang diawetkan. Beberapa studi menjelaskan intake diet dari makanan yang diasinkan menjadi faktor utama peningkatan kanker lambung. Kandungan garam yang masuk kedalam lambung akan memperlambat pengosongan lambung sehingga memfasilitasi konversi golongan nitrat menjadi carcinogenic nitrosamines di dalam lambung. Gabungan kondisi terlambatnya pengosongan asam lam