makalah KONSELOR ANAK

  • Published on
    07-Jul-2015

  • View
    6.006

  • Download
    1

Embed Size (px)

Transcript

KONSELOR DAN TERAPIS ANAK

Disusun oleh : Azizy Khoiyriyyatul M (078) Reisha Hermana M (079) Isty Diah L (087) Kori Dyah Wiratikta (095) Hana Hajar Hasanah (099) Nyayu Nazihah K (107) Nurisabila M (113) Astuti Rahayu P (117) Yolanda Chyntya N B (132)

Fakultas Psikologi Universitas Padjadjaran 2010

KONSELOR DAN TERAPIS ANAKApa itu Konselor Anak? Seorang konselor anak membahas tentang dunia anak-anak mulai dari usia 0 hari sampai 17 tahun dan semua hal yang berkaitan dengan anak. Pada masa kecil terkadang timbul masalah yang mengganggu tumbuh kembang sang anak. Di sinilah peran konselor anak sangatlah penting, dimana seorang konselor anak akan memberikan nasihat dan saran kepada orang tua, sehingga masalah tersebut tidak berkembang menjadi masalah yang lebih serius. Ada beberapa bidang dalam masalah anak diantaranya bidang anak berkebutuhan khusus dan bidang anak traumatis. Bidang anak berkebutuhan khusus yaitu yang profesinya mengkhususkan untuk menangani anak-anak yang berkebutuhan khusus seperti anak autis dan down syndrome. Sedangkan dalam bidang anak traumatis menghadapi anak-anak yang mengalami trauma baik karena kecelakaan ataupun kekerasan, biasanya anak-anak memiliki kecenderungan traumatic yang lebih tinggi daripada orang dewasa. Ada juga konseling yang berhadapan dengan perkembangan anak-anak premature, yang sebenarnya perlu diawasi dalam perkembangannya. Apa itu Terapis Anak? Terapis menggunakan dirinya sendiri sebagai alat untuk mengubah. Peran terapis adalah tanpa peran. Adapun fungsi terapis adalah membangun suatu iklim teraputik yang menunjang pertumbuhan client. Terapi anak merupakan salah satu cabang dari psikoterapi. Biasanya anak yang diterapi adalah anak anak autis, ADHD, sindrom down, dan sindrom asperger. Terapi banyak sekali macamnya, di antaranya terapi tingkah laku, terapi kognitif behavioral, terapi music, terapi lumba lumba, hypnotherapy, terapi gen, serta terapi wicara.

Apa yang perlu dipelajari seorang Konselor dan Terapis Anak? 1. Psikologi Klinis

Psikologi klinis adalah bidang psikologi yang membahas dan mempelajari kesulitankesulitan serta rintangan emosional pada manusia, tidak memandang ia abnormal atau subnormal. Ada beberapa metode psikoterapi yang dapat dilakukan oleh Psikolog Klinis, misalnya psikoterapi/konseling psikologi individual, keluarga/kelompok, perkawinan, dan lainlain. Tentu saja pilihan metode psikoterapinya sangat bergantung pada permasalahan psikologi yang dialami penderita/klien serta keahlian khusus yang dimiliki Psikolog Klinis tersebut. 2. Psikologi Perkembangan Psikologi perkembangan merupakan ilmu psikologi khusus yang mempelajari kekhususan dari pada tingkah laku individu. Dalam bidang keilmuan Psikologi Perkembangan, membahas tentang perkembangan manusia sepanjang masa kehidupannya, meliputi perkembangan psikologis manusia. 3. Konseling dan Psikoterapi Konseling adalah hubungan antara seorang petugas bantuan yang terlatih dengan seseorang yang meminta bantuan, di mana keterampilan petugas bantuan tersebut beserta suasana yang diciptakannya dapat membantu orang belajar berhubungan dengan dirinya sendiri dan dengan orang lain dengan cara yang lebih menghasilkan pertumbuhan. 4. Psikodiagnostik Psikodiagnostik berperan sangat penting dalam ilmu psikologi untuk memahami individu lebih baik dan memberi perlakuan yang paling sesuai menurut deskripsi kepribadiannya. Deskripsi kepribadian diperoleh dengan beberapa teknik dan prosedur sistematis. Teknik-teknik tersebut antara lain wawancara, observasi, analisa dokumen pribadi (otobiografi, biografi, buku harian, surat pribadi, dsb), dan tes psikologi atau disebut juga psikotes.

5. Biopsikologi Biopsikologi merupakan pendekatan psikologi dari aspek biologi. Manusia pada dasarnya mewarisi sifat-sifat fisik dari orang tuanya, Demikian pula ahli biopsikologi melihat bahwa sifat dan tingkah laku manusia juga mengalami pewarisan dari induk asalnya. Sebagai contoh sifat pendiam, talkactive, dominan atau pasif adalah ciri-ciri sifat alamiah manusia dan tidak dipelajari melalui pengalaman. Biopsikologi terbagi menjadi 5 bagian utama, antara lain physiological psychology, psychopharmacology, neuropsychology, psychophysiology, dan comparative psychology.

Hubungan antara konselor anak dan terapis anak a. Pesamaan Konseling dan Psikoterapi Terdapat banyak persamaan antara konseling dan psikoterapi, yaitu : 1. Konseling dan psikoterapi tidak dapat dibedakan secara jelas. 2. Konselor sering mempraktekkan apa yang oleh psikoterapis dipandang sebagai psikoterapi. 3. Psikoterapis sering mempraktekkan apa yang oleh konselor dipandang sebagai konseling. b. Perbedaan Konseling dan Psikoterapi Meskipun demikian, kedua bidang ini tetap berbeda. Berikut ini adalah beberapa perbedaan antara konseling dan psikoterapi : 1. Konseling pada umumnya menangani orang normal, sedangkan psikoterapi terutama menangani orang yang mengalami ganguan psikologis. 2. Konseling lebih edukatif, suportif, berorientasi sadar dan berjangka pendek, sedangkan psikoterapi lebih rekonstruktif, konfrontatif, berorientasi tak sadar, dan berjangka panjang. 3. Konseling lebih terstruktur dan terarah pada tujuan yang terbatas dan konkret, sedangkan psikoterapi sengaja dibuat lebih ambigu dan memiliki tujuan yang berubah-ubah dan berkembang terus.

Keahlian apa yang bisa mendukung profesi ini (di luar masalah pendidikan) ? Dalam menangani anak-anak yang pasti adalah harus adanya kesabaran yang ekstra. Kreativitas konselor untuk membuat anak tertarik dan tidak takut juga tidak kalah pentingnya. Tapi yang paling penting adalah adanya keahlian membuat anak-anak itu nyaman di dekat kita sehingga proses konseling dapat berjalan dengan lancer. Apa suka duka menjadi Konselor dan Terapis Anak ? Sukanya banyak. Bisa melihat perkembangan anak-anak, rasa senang saat anak yang memiliki masalah traumatic menjadi lebih relax. Dukanya juga banyak. Melihat ketertekanan anak-anak yang masih kecil. Terkadang juga melihat anak yang memiliki masalah tetapi orang tuanya hanya menutup mata. Contoh Masalah yang Biasa Dihadapi Seorang Konselor Anak 1. Masalah : Agresivitas Anak Mengingatkan orang tua agar tidak terlalu memanjakan. Mengingatkan oranng tua untuk tidak membiarkan anak ketikan menonton acara televisi yang mengandung kekerasan. Segera memisahkan ketika anak melakukan tindakan agresive Mengajarkan anak untuk mau menghargai, menyayangi, dan saling menolong. Mengingatkan orang tua untuk tidak memberikan hukuman berupa hukuman fisik. 2. Masalah yang sehat. : Anak Borderline yang Mengikuti Pendidikan di Sekolah Reguler Mendapatkan bimbingan yang tepat dan intensif dalam proses Penyelesaian: Melakukan treatment atau layanan berupa :

Penyelesaian : Melakukan beberapa tindakan khusus seperti : pembelajarannya. Mendapatkan konseling individual untuk mengembalikan situasi kejiwaan

3. Masalah

Mendapatkan konseling individual untuk dapat menerima dirinya apa Mendapatkan bimbingan dan konseling agar tumbuh rasa percara diri dan Mengembangkan hobi anak : Anak Korban Orang Tua Ambisius (PUSH PARENTING)

adanya. percaya kepada orang tuanya.

Penyelesaian : Konselor harus berbicara dengan orang tua, dengan tujuan menyadarkan dan mengajak mereka melihat bersama-sama bahwa akar penyebab permasalahan anak mereka adalah pola asuh yang keliru. Dalam perbincangan dengan orang tua itu konselor dapat memberikan beberapa masukan penting yang harus diperhatikan orang tua untuk mendukung dan mempercepat proses kesembuhan si anak 4. Masalah : Anak yang Terlampau manja Mendorong orang tua untuk konsisten tidak memanjakan anak Mengajarkan hidup mandiri terhadap anak mulai dari hal- hal kecil Berkomunikasi pada anak bahwa untuk usianya sudah memiliki tanggung jawab dan tidak semua keinginannya bisa terpenuhi Saat anak menangis atau merengek karena meminta sesuatu, berikan pengertian bahwa tindakan itu tidak benar dan tenangkan anak Ketika anak sudah mulai mengurangi kemanjaanya, berikanlah pujian. 5. Masalah : Anak yang Egois Mengjarkan empati melalui role play Memberikan contoh, bicaran dan perilaku peduli Memberi pengertian tentang efek negetive egois Berikan penguatan terhadap sikap anak yang tidak menunjukan mementingkan diri sendiri

Penyelesaian : Melakukan treatment atau layanan berupa

Penyelesaian : Melakukan treatment atau layanan berupa

Contoh Masalah yang Biasa Dihadapi Seorang Terapis Anak 1. Anak autis Autisme adalah suatu gangguan proses perkembangan, sehingga terapi jenis apapun yang dilakukan akan memerlukan waktu yang lama. Kecuali itu, terapi harus dilakukan secara terpadu dan setiap anak membutuhkan jenis terapi yang berbeda, di antaranya Applied Behavioral Analysis (ABA), terapi bicara, terapi okupasi, terapi fisik, terapi sosial, terapi bermain, terapi perilaku, terapi perkembangan, terapi visual, terapi biomedik, terapi music, serta terapi lumba lumba. 2. Anak ADHD atau hiperaktif ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder) merupakan gangguan perkembangan mental (developmental disorder) yang ditandai dengan adanya gangguan pemusatan perhatian dan tingkah laku yang hiperaktif. Ada tiga jenis latihan untuk melatih konsentrasi anak hiperaktif, yaitu permainan bola, go and no go next, dan stop think go. 3. Anak Down Syndrome Down Syndrome merupakan suatu bentuk kelainan kromosom yang paling sering terjadi. Jenis-jenis terapi yang dibutuhkan anak down syndrome yaitu terapi fisik, terapi bicara, terapi okupasi, terapi remedial, terapi sensori integrasi, terapi tingkah laku, terapi music, terapi lumba lumba, terapi akupuntur, serta terapi craniosacral. 4. Anak Asperger Syndrome Gangguan Asperger adalah gangguan pada fase perkembangan terutama pada interaksi sosial dan perilaku yang terbatas dan tidak adanya keingintahuan terhadap lingkungan sekitarnya. Ciri yang hampir mirip dengan gejala-gejala autisme, sehingga gangguan Asperger seringkali