Makalah Pengemasan dan Penyimpanan Produk Pertanian dan Agroindustri “Produk Hasil Perkebunan dan Olahan Teh” Sebagai Tugas Ujian Akhir Semester Genap Mata Kuliah Teknologi Pengemasan dan Penyimpanan Oleh : Febdian Logis Rohmantoro (B.1210048) jurusan teknologi pangan dan gizi fakultas ILMU PANGAN HALAL universitas djuanda bogor 2014/2015 KATA PENGANTAR Puji dan syukur penyusun sampaikan ke hadirat Allah SWT yang telah memberikan karunia, nikmat, serta kemudahan-kemudahan dalam setiap langkah, sehingga penyusun dapat menyelesaikan Makalah ini. Segenap rasa terima kasih yang begitu besar penyusun sampaikan kepada: 1. Pak Reki Wicaksono dan Ibu Ummah selaku Dosen dan Dosen Pembimbing mata kuliah Teknologi Pengemasan dan Penyimpanan Unirversitas Djuanda Bogor. 2. Teman-teman seperjuangan Unirversitas Djuanda. 3. Keluarga kami yang telah memberi dukungan moril maupun materiil. Makalah Pengemasan yang berjudul “Pengemasan dan Penyimpanan Produk Hasil Perkebunan dan Olahan Teh”, bertujuan untuk memenuhi persyaratan untuk memenuhi nilai mata Kuliah Teknologi Pengemasan dan Penyimpanan. Hal ini berlaku bagi Mahasiswa Unirversitas Djuanda yang mengambil mata kuliah tersebut. Adapun garis besar isi makalah adalah sebagai berikut: Pendahuluan, Tinjauan Pustaka, Pembahasan, Kesimpulan, serta Daftar Pustaka. Seperti karya manusia lazimnya ada kekurangan dan kesalahan, penyusun memohon maaf atas segala kekurangan dalam makalah ini. Saran dan kritik yang bersifat membangun dari pembaca sangat penyusun harapkan untuk perbaikan selanjutnya. Semoga Makalah ini dapat bermanfaat bagi banyak pihak. Bogor, Juli 2015 Penyusun DAFTAR ISI KATA PENGANTAR ii DAFTAR ISI iii I. PENDAHULUAN 1 A. Latar Belakang 1 B. Tujuan 1 II. TINJAUAN PUSTAKA 2 A. Camellia sinensis (Teh) 2 1. Diskripsi umum 2 2. Potensi Kerusakan 2 B. Pengemasan 2 III. PEMBAHASAN 3 A. Penyimpanan Produk Olahan Teh 3 B. Pengemasan Produk Olahan Teh 3 IV. KESIMPULAN DAN SARAN 6 A. Kesimpulan 6 DAFTAR PUSTAKA 7 4 I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Produk hasil perkebunan seperti teh, kelapa, kopi, merica, dan sawit sangat rentan terhadap kerusakan, baik secara kimiawi, fisik, maupun mikrobiologi, hal ini menjadi kendala untuk proses penyimpanan dan pendistribusian produk hasil perkebunan tersebut. Untuk menanggulangi masalah penyimpanan tersebut maka diperlukan perlakuan pengolahan dan pengemasan. Pengemasan yaitu suatu media yang berfungsi sebagai wadah atau tempat untuk menyimpan suatu bahan pangan dengan tujuan untuk menjaga kualitas dan umur simpan produk tersebut. Kemasan dibuat sedemikian rupa untuk mengatasi masalah yang dijumpai dalam produksi dan distribusi pangan serta dapat memperpanjang masa simpan atau meningkatkan keamanan pangan atau sifat organoleptik. B. Tujuan 1. Memenuhi tugas Mata Kuliah Pengemasani sebagai Ujian Akhir Semester genap. 2. Memahami dan mengetahui berbagai macam bahan dan jenis kemasan. II. TINJAUAN PUSTAKA A. Camellia sinensis (Teh) 1. Diskripsi umum Adalah spesies tanaman yang daun dan pucuk daunnya digunakan untuk membuat teh. Tumbuhan ini termasuk genus Camellia (Hanzi tradisional: 茶花; bahasa Tionghoa: 茶花; Pinyin: Cháhuā), suatu genus tumbuhan berbunga dari famili Theaceae. Teh putih, teh hijau, oolong dan teh hitam semuanya didapat dari spesies ini, namun diproses secara berbeda untuk memperoleh tingkat oksidasi yang berbeda. Kukicha (teh ranting) juga dipanen dari Camellia sinensis, namun tidak memakai daun melainkan ranting (Wikipedia, 2015). 2. Potensi Kerusakan Kerusakan pada teh kering (daun teh), terjadi karena adanya penyerapan kandungan air pada udara sehingga menyebabkan teh mengalami kebusukan dan berjamur, selain itu kerusakan selama penyimpanan yaitu kehilangan aroma dan rasa dari teh tersebut katrena senyawa volatile pada teh teruapkan selama penyimpanan yang disebabkan paparan udara sekitar, suhu penyimpanan, dan sinar matahari langsung. B. Pengemasan Pengemasan adalah suatu proses pembungkusan, pewadahan atau pengepakan suatu produk dengan menggunakan bahan tertentu sehingga produk yang ada di dalamnya bisa tertampung dan terlindungi. Sedangkan kemasan produk adalah bagian pembungkus dari suatu produk yang ada di dalamnya. Pengemasan ini merupakan salah satu cara untuk mengawetkan atau memperpanjang umur dari produk-produk pangan atau makanan yang terdapat didalamnya. Teknologi Pengemasan terus berkembang dari waktu ke waktu dari mulai proses pengemasan yang sederhana atau tradisional dengan menggunakan bahan-bahan alami seperti dedaunan atau anyaman bambu sampai teknologi modern seperti saat ini. III. PEMBAHASAN A. Penyimpanan Produk Olahan Teh Saat penyimpanan teh seringkali masyarakat menyimpan dengan asal asalan, dimana penyimpanan dilekukan di tempat terbuka dan kurang terkondisi. Padahal daun teh yang diperlakukan salah dalam proses penyimpanan akan mempengaruhi rasa dan aroma saat disajikan. Untuk itu penyimpanan the perlu memastikan beberapa poin berikut : Pastikan Teh Selalu Kering Daun teh yang belum diseduh tidak boleh mendapat banyak kelembaban karena akan merusak rasa sekaligus mempercepat proses pembusukan.  Pastikan menyimpan teh di tempat yang jauh dari kelembaban, misalnya di dalam wadah kaca yang tertutup rapat. Hindarkan dari Panas/Sinar Matahari Daun teh merupakan bahan yang sangat alami dan awet karena proses pengeringan. Oleh karenanya, pastikan daun teh tidak terkena sinar matahari, panas dan udara terbuka. Sebaiknya masukkan dalam lemari dan jauhkan dari sumber panas. Jauhkan dari Bau Menyengat Teh dalam bentuk serpihan daun atau yang sudah dimasukkan dalam kantong teh tetap berpotensi untuk menyerap bau yang ada di sekitarnya. Karenanya, pastikan teh jauh dari bahan-bahan makanan berbau tajam, misalnya bawang, terasi, durian dan lain sebagainya. B. Pengemasan Produk Olahan Teh Penyimpanan yang baik didukung oleh pengemasan yang baik pula, dimana pengemasan berperan sebagai wadah, pelindung dan juga penghambat terjadinya kerusakan. Dalam pengemasan ada beberapa factor penting yang perlu diperhatikan, yaitu karakteristik bahan yamh akan dikemas dan bahan dari kemasan. Untuk pengemasan teh dan hasil olahannya disini akan dijelaskan beberapa model dan bahan kemasan yang tepat untuk produk teh yang secara susunan kimianya mudah mengalami kerusakan. Adapun macam macam kemasannya adalah sebagai berikut : Kemasan Kertas Kemasan kertas adalah jenis kemasan yang paling mudah dijumpai, murah dan mudah didapat, keunggulan dari kemasan kertas mudah dibentuk digambar dan tidak bersifat inert, sehingga resiko migrasi bahan kemasan ke dalam produk sangan sedikit. Kekurangan dari bahan kertas tidak dapat menahan udara luar dan dalam, dan juga hanya digunakan dalam produk kering. Pda teh kemasan kertas ini biasanya digunakan pada daun the kering hitam. Kemasan Alufoil Sering kita jumpai kemasan teh berupa alufoil dalam bentuk kantong maupun pouch. Penggunaan kemasan ini bertujuan untuk menghindari kerusakan yang diakibatkan paparan udara yang akan berpengaruh pada organoleptic dan kadar air. Selain bersifat barrier terhadap udara, kemasan ini juga tidak tembus cahaya sehingga mampu menjaga kualitas kimia dan organoleptic dari teh kemasan. Kemasan Plastik Kemasan plastik biasa digunakan dalam hasil olahan teh berupa minuman siap minum. Bahan yang sering digunakan untuk kemasan ini adalah jenis PP dimana plastic jenis ini mempunyai kemampuan melindungi dari udara luar dan tahan terhadap panas. Kemasan Kaca Pada pengemasan produl olahan teh kemasan kaca digunakan hamper sama dengan kemasan plastic namun yang membedakan adalah sifatnya yang reuseable atau bisa digunakan kembali. Keunggulan kemasan jenis kaca ini adalah sifatnya yang mampu melindungi dan tidak bersifat innert terhadap bahan apapun. Kemasan TetraPak Kemasan Tetra Pak adalah kemasan modern menggabungakan beberapa jenis bahan kemas yaitu kertas, plastic, dan alufoil. Dimana masaing masing bahan mempunyai pengaruh penting. Pada produk olahan teh kemasan ini adalah kemasan yang paling dominan digunakan pada saat ini karena praktis, mampu menjaga produk dalam keadaan tetap steril dan memiliki daya jual yang tinggi. Jenis plastic yang biasa digunakan untuk kemasan ini adalah jenis polyetilene, berfungsi u tuk melapisi bagian luar dan dalam kemasan, untuk kemasan kertas berbahan kertas kraft yang berfungsi memberi body pada kemasan dan printing label, sedangkan alufoil berfungsi untuk melapisi bagian dalam kemasan yang bertujuan untuk mengkondisikan produk tetap steril dan sebagai barrier udara maupun cairan. IV. KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan Penyimpanan dan pengemasan yang tepat dapat menjaga kualitas teh dan mampu memperpanjang umur simpan, selain itu pengemasan yang tepat akan mempermudah dalam penyimpanan dan pengangkutan. Kemasan yang biasa digunakan untuk teh dan hasil olahannya tergantung dari jenis olahannya seperti kertas untuk teh kering, alufoil untuk daun the hijau, plastik (botol PP) dan kaca untuk minuman the, dan kemasan modifikasi TetraPak untuk produk minuman teh ready to drink. DAFTAR PUSTAKA Athar, Muhamad dkk. 2014. Format Penulisan Makalah Seminar Ilmiah Nasional. Kementrian Riset dan Teknologi. Bandung. Jefri, Muhammad dkk. 2013. Mkalah Teknik Pengemasan Hasil Pertanian. Universitas Syiah Kuala Darusssalam. Banda Aceh. Anonimous. 2015. Camellia sinensis. Diakses pada tanggal 4 juli 2015. https://id.wikipedia.org
Please download to view
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
...

makalah pengemasan

by faten

on

Report

Category:

Documents

Download: 0

Comment: 0

220

views

Comments

Description

pengemasan
Download makalah pengemasan

Transcript

Makalah Pengemasan dan Penyimpanan Produk Pertanian dan Agroindustri “Produk Hasil Perkebunan dan Olahan Teh” Sebagai Tugas Ujian Akhir Semester Genap Mata Kuliah Teknologi Pengemasan dan Penyimpanan Oleh : Febdian Logis Rohmantoro (B.1210048) jurusan teknologi pangan dan gizi fakultas ILMU PANGAN HALAL universitas djuanda bogor 2014/2015 KATA PENGANTAR Puji dan syukur penyusun sampaikan ke hadirat Allah SWT yang telah memberikan karunia, nikmat, serta kemudahan-kemudahan dalam setiap langkah, sehingga penyusun dapat menyelesaikan Makalah ini. Segenap rasa terima kasih yang begitu besar penyusun sampaikan kepada: 1. Pak Reki Wicaksono dan Ibu Ummah selaku Dosen dan Dosen Pembimbing mata kuliah Teknologi Pengemasan dan Penyimpanan Unirversitas Djuanda Bogor. 2. Teman-teman seperjuangan Unirversitas Djuanda. 3. Keluarga kami yang telah memberi dukungan moril maupun materiil. Makalah Pengemasan yang berjudul “Pengemasan dan Penyimpanan Produk Hasil Perkebunan dan Olahan Teh”, bertujuan untuk memenuhi persyaratan untuk memenuhi nilai mata Kuliah Teknologi Pengemasan dan Penyimpanan. Hal ini berlaku bagi Mahasiswa Unirversitas Djuanda yang mengambil mata kuliah tersebut. Adapun garis besar isi makalah adalah sebagai berikut: Pendahuluan, Tinjauan Pustaka, Pembahasan, Kesimpulan, serta Daftar Pustaka. Seperti karya manusia lazimnya ada kekurangan dan kesalahan, penyusun memohon maaf atas segala kekurangan dalam makalah ini. Saran dan kritik yang bersifat membangun dari pembaca sangat penyusun harapkan untuk perbaikan selanjutnya. Semoga Makalah ini dapat bermanfaat bagi banyak pihak. Bogor, Juli 2015 Penyusun DAFTAR ISI KATA PENGANTAR ii DAFTAR ISI iii I. PENDAHULUAN 1 A. Latar Belakang 1 B. Tujuan 1 II. TINJAUAN PUSTAKA 2 A. Camellia sinensis (Teh) 2 1. Diskripsi umum 2 2. Potensi Kerusakan 2 B. Pengemasan 2 III. PEMBAHASAN 3 A. Penyimpanan Produk Olahan Teh 3 B. Pengemasan Produk Olahan Teh 3 IV. KESIMPULAN DAN SARAN 6 A. Kesimpulan 6 DAFTAR PUSTAKA 7 4 I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Produk hasil perkebunan seperti teh, kelapa, kopi, merica, dan sawit sangat rentan terhadap kerusakan, baik secara kimiawi, fisik, maupun mikrobiologi, hal ini menjadi kendala untuk proses penyimpanan dan pendistribusian produk hasil perkebunan tersebut. Untuk menanggulangi masalah penyimpanan tersebut maka diperlukan perlakuan pengolahan dan pengemasan. Pengemasan yaitu suatu media yang berfungsi sebagai wadah atau tempat untuk menyimpan suatu bahan pangan dengan tujuan untuk menjaga kualitas dan umur simpan produk tersebut. Kemasan dibuat sedemikian rupa untuk mengatasi masalah yang dijumpai dalam produksi dan distribusi pangan serta dapat memperpanjang masa simpan atau meningkatkan keamanan pangan atau sifat organoleptik. B. Tujuan 1. Memenuhi tugas Mata Kuliah Pengemasani sebagai Ujian Akhir Semester genap. 2. Memahami dan mengetahui berbagai macam bahan dan jenis kemasan. II. TINJAUAN PUSTAKA A. Camellia sinensis (Teh) 1. Diskripsi umum Adalah spesies tanaman yang daun dan pucuk daunnya digunakan untuk membuat teh. Tumbuhan ini termasuk genus Camellia (Hanzi tradisional: 茶花; bahasa Tionghoa: 茶花; Pinyin: Cháhuā), suatu genus tumbuhan berbunga dari famili Theaceae. Teh putih, teh hijau, oolong dan teh hitam semuanya didapat dari spesies ini, namun diproses secara berbeda untuk memperoleh tingkat oksidasi yang berbeda. Kukicha (teh ranting) juga dipanen dari Camellia sinensis, namun tidak memakai daun melainkan ranting (Wikipedia, 2015). 2. Potensi Kerusakan Kerusakan pada teh kering (daun teh), terjadi karena adanya penyerapan kandungan air pada udara sehingga menyebabkan teh mengalami kebusukan dan berjamur, selain itu kerusakan selama penyimpanan yaitu kehilangan aroma dan rasa dari teh tersebut katrena senyawa volatile pada teh teruapkan selama penyimpanan yang disebabkan paparan udara sekitar, suhu penyimpanan, dan sinar matahari langsung. B. Pengemasan Pengemasan adalah suatu proses pembungkusan, pewadahan atau pengepakan suatu produk dengan menggunakan bahan tertentu sehingga produk yang ada di dalamnya bisa tertampung dan terlindungi. Sedangkan kemasan produk adalah bagian pembungkus dari suatu produk yang ada di dalamnya. Pengemasan ini merupakan salah satu cara untuk mengawetkan atau memperpanjang umur dari produk-produk pangan atau makanan yang terdapat didalamnya. Teknologi Pengemasan terus berkembang dari waktu ke waktu dari mulai proses pengemasan yang sederhana atau tradisional dengan menggunakan bahan-bahan alami seperti dedaunan atau anyaman bambu sampai teknologi modern seperti saat ini. III. PEMBAHASAN A. Penyimpanan Produk Olahan Teh Saat penyimpanan teh seringkali masyarakat menyimpan dengan asal asalan, dimana penyimpanan dilekukan di tempat terbuka dan kurang terkondisi. Padahal daun teh yang diperlakukan salah dalam proses penyimpanan akan mempengaruhi rasa dan aroma saat disajikan. Untuk itu penyimpanan the perlu memastikan beberapa poin berikut : Pastikan Teh Selalu Kering Daun teh yang belum diseduh tidak boleh mendapat banyak kelembaban karena akan merusak rasa sekaligus mempercepat proses pembusukan.  Pastikan menyimpan teh di tempat yang jauh dari kelembaban, misalnya di dalam wadah kaca yang tertutup rapat. Hindarkan dari Panas/Sinar Matahari Daun teh merupakan bahan yang sangat alami dan awet karena proses pengeringan. Oleh karenanya, pastikan daun teh tidak terkena sinar matahari, panas dan udara terbuka. Sebaiknya masukkan dalam lemari dan jauhkan dari sumber panas. Jauhkan dari Bau Menyengat Teh dalam bentuk serpihan daun atau yang sudah dimasukkan dalam kantong teh tetap berpotensi untuk menyerap bau yang ada di sekitarnya. Karenanya, pastikan teh jauh dari bahan-bahan makanan berbau tajam, misalnya bawang, terasi, durian dan lain sebagainya. B. Pengemasan Produk Olahan Teh Penyimpanan yang baik didukung oleh pengemasan yang baik pula, dimana pengemasan berperan sebagai wadah, pelindung dan juga penghambat terjadinya kerusakan. Dalam pengemasan ada beberapa factor penting yang perlu diperhatikan, yaitu karakteristik bahan yamh akan dikemas dan bahan dari kemasan. Untuk pengemasan teh dan hasil olahannya disini akan dijelaskan beberapa model dan bahan kemasan yang tepat untuk produk teh yang secara susunan kimianya mudah mengalami kerusakan. Adapun macam macam kemasannya adalah sebagai berikut : Kemasan Kertas Kemasan kertas adalah jenis kemasan yang paling mudah dijumpai, murah dan mudah didapat, keunggulan dari kemasan kertas mudah dibentuk digambar dan tidak bersifat inert, sehingga resiko migrasi bahan kemasan ke dalam produk sangan sedikit. Kekurangan dari bahan kertas tidak dapat menahan udara luar dan dalam, dan juga hanya digunakan dalam produk kering. Pda teh kemasan kertas ini biasanya digunakan pada daun the kering hitam. Kemasan Alufoil Sering kita jumpai kemasan teh berupa alufoil dalam bentuk kantong maupun pouch. Penggunaan kemasan ini bertujuan untuk menghindari kerusakan yang diakibatkan paparan udara yang akan berpengaruh pada organoleptic dan kadar air. Selain bersifat barrier terhadap udara, kemasan ini juga tidak tembus cahaya sehingga mampu menjaga kualitas kimia dan organoleptic dari teh kemasan. Kemasan Plastik Kemasan plastik biasa digunakan dalam hasil olahan teh berupa minuman siap minum. Bahan yang sering digunakan untuk kemasan ini adalah jenis PP dimana plastic jenis ini mempunyai kemampuan melindungi dari udara luar dan tahan terhadap panas. Kemasan Kaca Pada pengemasan produl olahan teh kemasan kaca digunakan hamper sama dengan kemasan plastic namun yang membedakan adalah sifatnya yang reuseable atau bisa digunakan kembali. Keunggulan kemasan jenis kaca ini adalah sifatnya yang mampu melindungi dan tidak bersifat innert terhadap bahan apapun. Kemasan TetraPak Kemasan Tetra Pak adalah kemasan modern menggabungakan beberapa jenis bahan kemas yaitu kertas, plastic, dan alufoil. Dimana masaing masing bahan mempunyai pengaruh penting. Pada produk olahan teh kemasan ini adalah kemasan yang paling dominan digunakan pada saat ini karena praktis, mampu menjaga produk dalam keadaan tetap steril dan memiliki daya jual yang tinggi. Jenis plastic yang biasa digunakan untuk kemasan ini adalah jenis polyetilene, berfungsi u tuk melapisi bagian luar dan dalam kemasan, untuk kemasan kertas berbahan kertas kraft yang berfungsi memberi body pada kemasan dan printing label, sedangkan alufoil berfungsi untuk melapisi bagian dalam kemasan yang bertujuan untuk mengkondisikan produk tetap steril dan sebagai barrier udara maupun cairan. IV. KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan Penyimpanan dan pengemasan yang tepat dapat menjaga kualitas teh dan mampu memperpanjang umur simpan, selain itu pengemasan yang tepat akan mempermudah dalam penyimpanan dan pengangkutan. Kemasan yang biasa digunakan untuk teh dan hasil olahannya tergantung dari jenis olahannya seperti kertas untuk teh kering, alufoil untuk daun the hijau, plastik (botol PP) dan kaca untuk minuman the, dan kemasan modifikasi TetraPak untuk produk minuman teh ready to drink. DAFTAR PUSTAKA Athar, Muhamad dkk. 2014. Format Penulisan Makalah Seminar Ilmiah Nasional. Kementrian Riset dan Teknologi. Bandung. Jefri, Muhammad dkk. 2013. Mkalah Teknik Pengemasan Hasil Pertanian. Universitas Syiah Kuala Darusssalam. Banda Aceh. Anonimous. 2015. Camellia sinensis. Diakses pada tanggal 4 juli 2015. https://id.wikipedia.org
Fly UP