Makalah Phc Dan Posyandu

  • View
    259

  • Download
    2

Embed Size (px)

Transcript

Makalah Kelompok 4 Keparawatan Komunitas

BENTUK-BENTUK PENDEKATAN & PARTISISPASI MASYARAKAT (POSYANDU DAN PHC)

Disusun Oleh:

Ramla Winda Juniardi Hajriani Rahmiah Aryanti Fitradana Ahmad Suci Apriani Nurul H A. Haerul Agus Nurjannah Rustan AR SartikaJURUSAN KEPERAWATAN FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS ISLAM NEGERI ALAUDDIN MAKASSAR

2012KATA PENGANTAR

Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam yang Maha Pemurah Lagi Penyayang. Tiada kata yang lebih indah dan pantas penulis ucapkan selain puji dan syukur kehadirat Allah SWT, karena atas rahmat, taufik dan hidayahnya sehingga memberikan kesempatan kepada penulis untuk menyelesaikan makalah ini meskipun sangat sederhana. Shalawat dan salam senantiasa tercurahkan kepada Rasulullah Muhammad SAW, merupakan sosok manusia yang diberikan keistimewaan oleh Allah SWT untuk mengajarkan agama Allah (Dinul Islam) dan membawa manusia dari jalan yang gelap ke jalan yang terang benderang. Rahmatanlilalamin. makalah ini disusun sebagai kelengkapan tugas Keperawatan Komunitas dengan judul: Bentuk Pendekatan dan Partisispasi Masyarakat (Posyandu & Primary Health Care ). Dalam penulisan makalah ini, penulis di hadapkan dengan berbagai macam tantangan dan hambatan. Namun berkat bantuan dari berbagai pihak, semua itu dapat di atasi dan alhamdulillah dapat terselesaikan, olehnya itu pada kesempatan yang baik dan berbahagia ini penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah memberikan bimbingan, buah pikiran, arahan, dan motivasi kepada penulis, tak pula ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada dosen pembawa mata kuliah yang telah membimbing dalam penyelesaian makalah ini.

Makassar, 16 November 2012

Penulis DAFTAR ISI

Halaman Sampul.................................................................................................... i Kata Pengantar...................................................................................................... ii Daftar Isi................................................................................................................. ii BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang............................................................................................. 1 B. Rumusan Masalah........................................................................................ 3 C. Tujuan.......................................................................................................... 3 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 1. Primary Health Care (PHC) A. Defenisi................................................................................................. 5 B. Perkembangan Konsep Primary Health Care....................................... 5 C. Tujuan Primary Health Care................................................................. 6 D. Fungsi Primary Health Care................................................................. 6 E. Tiga unsur utama Primary Health Care................................................ 7 F. Lima prinsip dasar Primary Health Care.............................................. 7 G. Elemen Primary Health Care................................................................ 7 H. Ciri-ciri Primary Health Care............................................................... 7 I. Tanggung jawab perawat dalam Primary Health Care........................ 8 2. POS PELAYANAN TERPADU (POSYANDU) A. Defenisi................................................................................................. 8 B. Tujuan.................................................................................................... 9 C. Tingkatan posyandu............................................................................... 9 D. Sasaran................................................................................................... 10 E. Kegiatan................................................................................................ 11

F. Pembentukan Posyandu......................................................................... 11

G. Persyaratan Pembentukan Posyandu..................................................... 11 H. Alasan pendirian posyandu................................................................... 12 I. Kader Posyandu.................................................................................... 12 J. Penyelenggara....................................................................................... 14 K. Lokasi/letak.......................................................................................... 15 L. Pelayanan kesehatan yang dijalankan.................................................... 15 M. Revitalisasi Posyandu........................................................................... 16 N. Sistem Informasi Posyandu (SIP)......................................................... 17 BAB III PENUTUP A. Kesimpulan.................................................................................................. 19 B. Saran............................................................................................................ 19 Daftar Pustaka...................................................................................................... iv

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Pendekatan dan bentuk bentuk partisipasi dan peranserta masyarakat yang secara garis besar meliputi; Primary Health Care (PHC), Pengembangan Kesehatan Masyarakat Desa (PKMD) dan Posyandu. Akses ke pelayanan kesehatan merupakan hak asasi manusia dan negara bertanggung jawab untuk memenuhinya. Di beberapa negara di dunia, termasuk Indonesia, pelayanan kesehatannya tumbuh menjadi industri yang tak terkendali dan menjadi tidak manusiawi. Sebagai hak asasi manusia, kesehatan bahwa menjadi sektor yang sebagai harus alat

diperjuangkan,serta

mengingatkan

kesehatan

berperan

pembangunan sosial,dan bukan sekadar hasil dari kemajuan pembangunan ekonomi semata. Kesadaran ini melahirkan konsep primary health care) yang intinya: Pertama, menggalang potensi pemerintah- swasta-masyarakat lintas sektor, mengingat kesehatan adalah tanggung jawab bersama. Kedua, menyeimbangkan layanan kuratif dan preventif serta menolak dominasi elit dokter yang cenderung mengutamakan pelayanan rumah sakit, peralatan canggih, dan mahal. Ketiga, memanfaatkan teknologi secara tepat guna pada setiap tingkat pelayanan. Berbagai negara di belahan dunia, seperti di Uni Eropa, Amerika Latin, serta di beberapa negara Asia, berhasil menata kembali sistem kesehatannya dengan kembali menerapkan primary health care) sebagai ujung tombak pembangunan kesehatan. Di Indonesia pelayanan kesehatan primer masih mengalami marginalisasi. Konsep primary health care diinterpretasikan terbatas hanya pada bangunan fisik puskesmas, program puskesmas, pelayanan strata pertama di sarana pemerintah,serta pendekatan upaya kesehatan berbasis masyarakat seperti program posyandu, bidan di desa,dan desa siaga.

Sidang kesehatan sedunia (World Health Essembly) tahun 1977 melahirkan kesepakatan global untuk mencapai kesehatan bagi semua (KBS) pada tahun 2000. yakni tercapainya suatu derajat kesehatan yang optimal yang memungkinkan setiap orang hidup produktif baik secara social maupun ekonomi. Karena kesehatan dimulai dimana orang bermukim dan ditempat-tempat orang bekerja. orang akan mengetahui cara-cara yang lebih baik untuk mencegah penyakit dan menyembuhkan penyakit serta cacat yang terlanjur terjadi. setiap akan mengetahui cara yang lebih baik untuk berkembang, menjaddi orang tua dan kemudian mati dengan tenang. Selanjutnya pada tahun 1978, dalam suatu kompetisi di Alam Ata, ditetapkan prinsip-prinsip primary health care (PHC) sebagai pendekatan atau strategi global guna mencapai kesehatan bagi semua (KBS), dan Indonesia ikut menandatangani, menyatakan bahwa untuk mencapai health for all pada tahun 2000 Primary Health Care adalah kuncinya. sedangkan pembangunan kesehatan masyarakat dsa adalah suatu bentuk operasional primary health care. Hal tersebut didasari benar bahwa kesehatan adalah kebutuhan dasar dan modal utama untuk hidup, karena setiap manusia berhak untuk hidup dan memiliki kesehatan. kenyataannya tidak semua orang memeroleh atau mampu memiliki derajat ksehatan yang optimal, karena berbagai masalah bersama secara global,diantaranya adalah kesehatan lingkungan yang buruk, social ekonomi yang rendah yang menyebabkan tidak terpenuhinya kebutuhan-kebuthan lainnya. oleh karena itu primary health care merupakan salah satu pendekatan dan alat untuk mencapai kesehatan bagi semua pada tahun 2000 sebagai tujuan pembangunankesehatan

semsesta dalam mencapai derajat kesehatan yang optimal. Di Indonesia bentuk operasional primary health care adalah Pengembangan Kesehatan Masyarakat Desa PKMD dengan berlandaskan kepada garis-Garis Besar Haluan Negara (GBHN) yang merupakan ketetapan mpr untuk dilaksanakan dengan melibatkan kerjasama lintas sektoral dari instansi-instansi yang berwenang dalam mencapai derajat kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.

Selain primary health care, posyandu juga merupakan salah satu bentuk kegiatan dari Lembaga Ketahanan Masyarakat Desa (LKMD), dimana masyarakat antara lain melalui kader-kader yagn terlatih dibidang kesehatan menyelenggarakan 5 (lima) program prioritas secara terpadu pada suatu tempat dan waktu yang telah ditentukan dengan bantuan pelayanan dari petugas Puskesmas, bagi jenis pelayanan dimana msayrakat tidak mampu memberikan sendiri (Depkes RI, 1986). B. Rumusan Masalah 1. 2. 3. 4. 5. 6. Apa yang di maksud dengan primary health care ? Apa tujuan, fungsi, unsur dan prinsip dasar dari primary health care? Apa yang di maksud dengan pos pelayanan terpadu (Posyandu)? Apa saja tujuan dari pos pelayanan terpadu (Posyandu)? Apa saja tingkatan pos pelayanan terpadu (Posyandu)? Apa saja kegiatan - kegiatan yang dilakukan di pos pelayanan terpadu (Pos