Makalah teori pembelajaran

  • Published on
    27-Jun-2015

  • View
    17.785

  • Download
    2

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Makalah teori pembelajaran

Transcript

<ul><li> 1. MAKALAH PSIKOLOGI BELAJAR TEORI TEORI BELAJAR ( Teori Belajar Behavioristik, Kognitif Dan Humanistik)Makalah Ini Disusun Guna Memenuhi Tugas Individu Mata Kuliah Psikologi BelajarDosen Pengampu:Bpk. Joko Siswono Diajukan oleh:Nama : Arif WicaksonoNPM :09330049Kelas : Fisika - 4B JURUSAN PENDIDIKAN FISIKA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUANALAMIKIP PGRI SEMARANG2011</li></ul><p> 2. DAFTAR ISIJUDULDAFTAR ISI ............................................................................................................ iBAB IPENDAHULUAN A. Latar Belakang .....................................................................................1 B. Tujuan .................................................................................................. 2 C. Manfaat ................................................................................................2 C. Rumusan Masalah ................................................................................2 D. Batasan Masalah ..................................................................................2BAB II PEMBAHASAN A. Teori Pembelajaran Behavioristik ........................................................ 3 A.1. Teori Koneksionisme Thorndike.................................................... 3 A.2. Teori Conditioning Watson ............................................................. 3 A.3. Teori Conditioning Edwin Guthrie .................................................4 A.4. Teori Operant Conditioning Skinner............................................... 4 A.5. Teori Systematic Behavior Clark Hull ............................................ 5 A.6. Kelemahan Dan Kelebihan Teori Belajar Behavioristik ................. 5 A.7. Aplikasi Dasar teori behavioristik ...................................................5 B. Teori Pembelajaran Kognititif................. .............................................6 B.1. Ausubel ( Teori Belajar Bermakna) ................................................6 B.2. Teori Belajar Kognitif Menurut Piaget ........................................... 6 C. Teori Pembelajran Humanistik.... .........................................................7 C.1. Arthur Combs (1912-1999) .............................................................7 C.2. Maslow ............................................................................................ 8 C.3. Carl Rogers ......................................................................................9 C.4. Implikasi Teori Belajar Humanistik ............................. .................. 11 C.5. Aplikasi Teori Humanistik Terhadap Pembelajaran Siswa........... .12BAB III PENUTUP A. Kesimpulan .......................................................................................... 14 B. Saran ..................................................................................................... 14DAFTAR PUSTAKAhttp://arifcintafisika.webs.com 3. BAB IPENDAHULUANA. Latar BelakangManusia memperoleh sebagaian besar dari kemampuannya melalui belajar. Belajaradalah suatu peristiwa yang terjadi didalam kondisi-kondisi tertentu yang dapat diamati,diubah dan dikontrol (Robert M. Gagne, 1977). Kemampuan manusia yang dikembangkanmelalui belajar yaitu pertama; ketrampilan intelektual, informasi verbal, strategi kognitif,ketrampilan motorik, dan sikap.Pendidik dituntut untuk menyediakan kondisi belajar untuk peserta didik untukmencapai kemampuan-kemampuan tertentu yang harus dipelajari oleh subyek didik. Dalamhal ini peranan desain pesan dalam kegiatan belajar mengajar sangat penting, karena desainpesan pembelajaran menunjuk pada proses memanipulasi, atau merencanakan suatu pola atausignal dan lambang yang dapat digunakan untuk menyediakan kondisi untuk belajar.Dalam kehidupan manusia tidak bisa terlepas dari belajar, karena dengan belajarmanusia menjadi mengerti dan paham tentang hal hal yang sebelumnya belum merekaketahui. Belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan individu untuk memperoleh suatuperubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan sebagai hasil pengalaman individu itusendiri dalam interaksi dalam lingkungan. Belajar memegang peranan penting di dalamperkembangan, kebiasaan, sikap, keyakinan, tujuan, kepribadian dan persepsi manusia. Olehkarena itu seseorang harus menguasai prinsip prinsip dasar belajar agar mampu memahamibahwa aktivitas belajar itu memegang peranan penting dalam psikologis dan kehidupan yanglebih baik di masa yang akan datang.Perubahan perilaku yang merupakan hasil dari prosesbelajar dapat berwujud perilaku yang tampak (overt behavior) dan perilaku yang tidaktampak (inner behavior).Perilaku yang tampak misalnya menulis, memukul, menendangsedangkan perilaku yang tidak tampak misalnya berfikir, bernalar dan berkhayal.Untuk itu,agar aktivitas belajar dapat mencapai hasil belajar yang optimal, maka stimulus atau prosesbelajar untuk peserta didik harus dirancang secara matang, menarik, dan spesifik sehinggapeserta didik mudah memahami dan merespon positif materi yang diberikan. Meskipunpengajar sudah merancang sedemikian rupa kadang masih sulit untuk peserta didik dalammengerti dan paham pada materi yang diberikan. Oleh karena itu pengajar harus mampuhttp://arifcintafisika.webs.com 4. menggunakan berbagai cara agar peserta didik mampu memahami apa yang sudah diberikanoleh pengajar.B. TujuanAdapun tujuan dari makalah ini ada;ah :1. Mahasiswa mampu menjelaskan teori-teori pembelajaran yang meliputi teoribelejar kognitif, behavioristik dan humanistik.2. Mahasiswa sebagai calon guru diharapkan mampu mengaplikasikan berbegaimacam teori belajar pada peserta didiknya sesuai dengan kondisinya.C. ManfaatAdapun manfaat dari makalah ini adalah memberikan penjelasan kepada mahasiswa akanteori pembelajaran ( kognitif, behavioristik dan humanistik ) sehinggamakalah ini dapatdijadikan referensi baik pada mahasiswa itu sendiri maupun masyarakat pada umumnya.D. Rumusan Masalah Rumusan masalah dari makalah ini adalah : 1.Jelaskan Teori Pembelajaran Behavioristik menurut para ahli dan aplikasi dasarnya..? 2.Jelaskan Teori Pembelajaran Kognititif piaget..? 3.Teori Pembelajran Humanistik seta implikasinya......?E. Batasan masalahBatasan masalah untuk makalah ini hanya mengacu pada Judul makalah yaitu Teori-Teori Belajar.http://arifcintafisika.webs.com 5. BAB IIPEMBAHASANA. TEORI BELAJAR BEHAVIORISTIK Menurut teori behavioristik, belajar adalah perubahan tingkah laku sebagai akibat dariadanya interaksi antara stimulus dan respon. Seseorang dianggap telah belajar sesuatu apabilaia mampu menunjukkan perubahan tingkah laku. Dengan kata lain, belajar merupakan bentukperubahan yang dialami siswa dalam hal kemampuannya untuk bertingkah laku dengan carayang baru sebagai hasil interaksi antara stimulus dan respon. Menurut teori ini yang terpenting adalah masuk atau input yang berupa stimulus dankeluaran atau output yang berupa respon. Sedangkan apa yang terjadi di antara stimulus danrespon dianggap tidak penting diperhatikan karena tidak bisa diamati. Faktor lain yang jugadianggap penting oleh aliran behavioristik adalah faktor penguatan (reinforcement)penguatan adalah apa saja yang dapat memperkuat timbulnya respon. Bila penguatanditambahkan (positive reinforcement) maka respon akan semakin kuat. Begitu juga bilapenguatan dikurangi (negative reinforcement) respon pun akan tetap dikuatkan.A.1. Teori Koneksionisme Thorndike Menurut Thorndike, belajar adalah proses interaksi antara stimulus dan respon.Stimulus yaitu apa saja yang dapat merangsang terjadinya kegiatan belajar seperti pikiran,perasaan, atau hal-hal lain yang dapat ditangkap melalui alat indera. Sedangkan respon yaituineraksi yang dimunculkan peserta didik ketika belajar, yang juga dapat berupa pikiran,perasaan, atau gerakan/tindakan. Dari defenisi ini maka menurut Thorndike perubahantingkah laku akibat dari kegiatan belajar itu dapat berwujud kongkrit yaitu yang dapatdiamati, atau tidak kongkrit yaitu yang tidak dapat diamati.A.2. Teori Conditioning Watson Menurut Watson, belajar adalah proses interaksi antara stimulus dan respon, namunstimulus dan respon yang dimaksud harus berbentuk tingkah laku yang dapat diamati(observabel) dan dapat diukur. Dengan kata lain, walaupun ia mengakui adanya perubahan-perubahan mental dalam diri seseorang selama proses belajar, namun ia hal-hal tersebutsebagai faktor yang tak perlu diperhitungkan.http://arifcintafisika.webs.com 6. A.3. Teori Conditioning Edwin Guthrie Dijelaskan bahwa hubungan antara stimulus dan respon cenderung hanya bersifatsementara, oleh sebab itu dalam kegiatan belajar perserta didik perlu sesering mungkindiberikan stimulus agar hubungan antara stimulus dan respon bersifat tetap. Ia jugamengemukakan, agar respon yang muncul sifatnya lebih kuat dan bahkan menetap, makadiperlukan berbagai macam stimulus yang berhubungan dengan respon tersebut.A.4. Teori Operant Conditioning Skinner Menurut Skinner, hubungan antara stimulus dan respon yang terjadi melalui interaksidalam lingkungannya, yang kemudian akan menimbulkan perubahan tingkah laku. TeoriSkinnerlah yang paling besar pengaruhnya terhadap perkembangan teori belajarbehavioristik. Program-program pembelajaran seperti Teaching Machine, pembelajaranberprogram, modul dan program-program pembelajaran lain yang berpijak pada konsephubungan stimulus-respon serta mementingkan faktor-faktor penguat (reinforcement),merupakan program-program pembelajaran yangmenerapkanteori belajar yangdikemukakan oleh Skinner. Behaviorisme merupakan salah aliran psikologi yang memandang individu hanya darisisi fenomena jasmaniah, dan mengabaikan aspek aspek mental. Dengan kata lain,behaviorisme tidak mengakui adanya kecerdasan, bakat, minat dan perasaan individu dalamsuatu belajar. Peristiwa belajar semata-mata melatih refleks-refleks sedemikian rupa sehinggamenjadi kebiasaan yang dikuasai individu.Dari eksperimen yang dilakukan B.F. Skinnerterhadap tikus dan selanjutnya terhadap burung merpati menghasilkan hukum-hukum belajar,diantaranya :1. Law of operant conditining yaitu jika timbulnya perilaku diiringi dengan stimuluspenguat, maka kekuatan perilaku tersebut akan meningkat.2. Law of operant extinction yaitu jika timbulnya perilaku operant telah diperkuatmelalui proses conditioning itu tidak diiringi stimulus penguat, maka kekuatanperilaku tersebut akan menurun bahkan musnah. Reber (Muhibin Syah, 2003) menyebutkan bahwa yang dimaksud dengan operantadalah sejumlah perilaku yang membawa efek yang sama terhadap lingkungan. Responsdalam operant conditioning terjadi tanpa didahului oleh stimulus, melainkan oleh efek yangditimbulkan oleh reinforcer. Reinforcer itu sendiri pada dasarnya adalah stimulus yanghttp://arifcintafisika.webs.com 7. meningkatkan kemungkinan timbulnya sejumlah respons tertentu, namun tidak sengajadiadakan sebagai pasangan stimulus lainnya seperti dalam classical conditioning.A.5. Teori Systematic Behavior Clark Hull Dalam teori Hull mengatakan bahwa kebutuhan biologis dan pemuasan kebutuhanbiologis adalah penting dan menempati posisi sentral dalam seluruh kegiatan manusia,sehingga stimulus dalam belajar pun hampir selalu dikaitkan dengan kebutuhan biologis,walaupun respon yang akan muncul mungkin dapat bermacam-macam bentuknya.A.6. Kelemahan Dan Kelebihan Teori Belajar Behavioristik Teori behavioristik sering kali tidak mampu menjelaskan situasi belajar yangkompleks, sebab banyak variabel atau hal-hal yang berkaitan dengan pendidikan dan ataubelajar yang tidak dapat diubah menjadi sekedar hubungan stimulus dan respon. Teori ini tidak mampu menjelaskan alasan-alasan yang mengacaukan hubungan antarastimulus dan respon ini dan tidak dapat menjawab hal-hal yang menyebabkan terjadinyapenyimpangan antara stimulus yang diberikan dengan responnya. Namun kelebihan dari teoriini cenderung mengarahkan siswa untuk berfikir linier, konvergen, tidak kreatif dan tidakproduktif. Pandangan teori ini bahwa belajar merupakan proses pembentukan atau shappingyaitu membawa siswa menuju atau mencapai target tertentu, sehingga menjadikan pesertadidik untuk tidak bebas berkreasi dan berimajinasi.A.7. Aplikasi Dasar teori behavioristik Aplikasi teori ini dalam pembelajaran, bahwa kegiatan belajar ditekankan sebagaiaktivitas mimetic yang menuntut siswa untuk mengungkapkan kembali pengetahuan yangsudah dipelajari. Penyajian materi pelajaran mengikuti urutan dari bagian-bagian kekeseluruhan. Pembelajaran dan evaluasi menekankan pada hasil, dan evaluasi menuntut satujawaban benar. Jawaban yang benar menunjukkan bahwa siswa telah menyelesaikan tugasbelajarnya.http://arifcintafisika.webs.com 8. B. TEORI BELAJAR KOGNITIFB.1 Ausubel ( Teori Belajar Bermakna) Ausubel berpendapat bahwa guru harus dapat mengembangkan potensi kognitif siswamelalui proses belajar yang bermakna. Sama seperti Bruner dan Gagne, Ausubel beranggapanbahwa aktivitas belajar siswa, terutama mereka yang berada di tingkat pendidikan dasar- akanbermanfaat kalau mereka banyak dilibatkan dalam kegiatan langsung. Namun untuk siswapada tingkat pendidikan lebih tinggi, maka kegiatan langsung akan menyita banyak waktu.Untuk mereka, menurut Ausubel, lebih efektif kalau guru menggunakan penjelasan, petakonsep, demonstrasi, diagram, dan ilustrasi.B.2 Teori Belajar Kognitif menurut Piaget Piaget merupakan salah seorang tokoh yang disebut-sebut sebagai pelopor alirankonstruktivisme. Salah satu sumbangan pemikirannya yang banyak digunakan sebagairujukan untuk memahami perkembangan kognitif individu yaitu teori tentang tahapanperkembangan individu. Menurut Piaget bahwa perkembangan kognitif individu meliputiempat tahap yaitu : (1) sensory motor; (2) pre operational; (3) concrete operational dan (4)formal operational. Pemikiran lain dari Piaget tentang proses rekonstruksi pengetahuan individu yaituasimilasi dan akomodasi. James Atherton (2005) menyebutkan bahwa asisimilasi adalah theprocess by which a person takes material into their mind from the environment, which maymean changing the evidence of their senses to make it fit dan akomodasi adalah thedifference made to ones mind or concepts by the process of assimilationDikemukakannya pula, bahwa belajar akan lebih berhasil apabila disesuaikandengan tahap perkembangan kognitif peserta didik. Peserta didik hendaknya diberikesempatan untuk melakukan eksperimen dengan obyek fisik, yang ditunjang oleh interaksidengan teman sebaya dan dibantu oleh pertanyaan tilikan dari guru. Guru hendaknya banyakmemberikan rangsangan kepada peserta didik agar mau berinteraksi dengan lingkungansecara aktif, mencari dan menemukan berbagai hal dari lingkungan.Piaget juga merupakan salah satu pioner konstruktivis, ia berpendapat bahwa anakmembangun sendiri pengetahuannya dari pengalamannya sendiri dengan lingkungan. Dalampandangan Piaget, pengetahuan datang dari tindakan, perkembangan kognitif sebagian besarhttp://arifcintafisika.webs.com 9. bergantung kepada seberapa jauh anak aktif memanipulasi dan aktif berinteraksi denganlingkungannya. Dalam hal ini peran guru adalah seba...</p>