Makalah TS Mainboard

  • Published on
    15-Jul-2015

  • View
    667

  • Download
    2

Embed Size (px)

Transcript

<p>BAB I PENDAHULUAN Troubleshooting adalah sebuah istilah dalam bahasa inggris, yang merujuk pada sebuah bentuk penyelesaian sebuah masalah. Troubleshooting merupakan pencarian sumber masalah secara sistematis sehingga masalah tersebut dapat terselesaikan. Troubleshoting kadang-kadang merupakan proses penghilangan masalah dan juga peroses penghilangan penyebab pontensial dari sebuah masalah. Kegagalan atau masalah yang timbul pada hardware yang bisa terjadi akibat gangguangangguan yang sedang terjadi. Pada troubleshooting ini ada berbagai macam masalah-masalah yang muncul diantaranya troubleshooting pada motherboard dan masih banyak lagi troubleshooting yang lain. Dalam dunia komputer, segala sesuatu masalah yang berhubungan dengan komputer disebut Troubleshooting dan timbulnya masalah dalam komputer tentu ada sebabnya. 1.1 Latar Belakang Perkembangan teknologi informasi dari waktu ke waktu semakin berkembang pesat, sehingga berdampak positif yang dapat kita rasakan, untuk membantu aktifitas manusia. Teknologi informasi tentang bidang komputer dan seluruh peralatan yang mendukung keberadaanya sangat bermamfaat bagi pengolahan data menjadi informasi yang dibutuhkan, yang dapat dikontrol dengan program-programnya tersendiri. Perangkat pendukung dari komputer sangat banyak seperti perangkat keras (Hardware) yang selalu ada untuk menggunakan komputer, yakni motherboard yang digunakan sebagai induk untuk semua komponen yang terdapat pada sebuah CPU. Berdasarkan teknologi pembuatannya, piranti motherboard biasanya dibuat menjadi beberapa type. Dan semua type itu tentunya memiliki beberapa keunggulan dan kekurangan.</p> <p>1</p> <p>Pada perkembangan motherboard itu hingga saat ini banyak sekali beredar jenis motherboard yang tersedia, berbagai merk, type, ukuran dan harga beserta kelebihan dan kekuranganya. Namun bagi kita yang akan memilih motherboard maka perhatikan hal-hal berikut; kualitas, harga, type, brand dan ketahanannya. Untuk mencari atau menentukan jenis kerusakan yang ada pada PC diperlukan pemeriksaan terhadap kondisi hardware pada komputer. Pemeriksaan ini meliputi : POST (Power-On Self-Test), diagnosaumum (routine), dan diagnosa mencari dan memecahkan kerusakan.Dari hasil pemeriksaan ini maka akan diketahui lokasi kerusakan dan jenis komponen yang rusak untuk kemudian dilakukan perbaikan terhadap bagian yang mengalamai kerusakan tersebut. 1.2 Maksud dan Tujuan Pada komponen-komponen PC terdapat banyak sekali permasalahan, Baik dalam proses perakitan maupun proses pemakaian. Untuk itu Kami berusaha untuk membuat makalah satu dari sekian banyak komponen pada PC yaitu troubleshooting pada motherboard. Adapun tujuan yang lainnya adalah agar kita semua mampu menentukan jenis kerusakan komponen PC yang rusak pada motherboard berdasarkan hasil diagnosa yang dilakukan, mampu memperbaiki kerusakan motherboard dan mampu menyeting/mengkonfigurasi ulang motherboard pada PC sesuai dengan kondisi hardware yang terpasang. 1.3 Ruang Lingkup Kemampuan untuk mendiagnosa dan memperbaiki PC adalah sasaran pembuatan makalah ini. Dan Tentunya agar Kami Mahasiswa BSI (Bina Sarana Informatika) mempunyai kemampuan tersebut.</p> <p>2</p> <p>BAB II PEMBAHASAN 2.1 Pengertian Mainboard Jika prosesor dianggap sebagai otak komputer, maka motherboard boleh dianggap merupakan jantung kehidupan di PC. Sebagai komponen yang menyandang beban berat kerusakan sedikit saja bisa membikin PC tersengal-sengal. Pada komputer generasi awal, komponen seperti prosesor dan Ram langsung dilekatkan pada motherboard tanpa bisa diganti-ganti atau ditambah lagi. Model semacam ini dinamakan backplane. Desain baru yang bersifat modular memungkinkan penggantian beberapa komponen yang melekat pada motherboard secara mudah, sekaligus memberikan keleluasaan tersedianya peluang-peluang peningkatan teknologi PC itu sendiri. Namun, kemudahan senantiasa mengandeng resiko. Begitu pula dengan motherboard. Sejak motherboard dijadikan sasaran tembak utama untuk menghasilkan PC yang optimal, kita dihadapkan pada keruwetan-keruwetan yang semakin besar. Mari tunjuk beberapa contoh. Peningkatan kebutuhan prosesor yang bertenaga membuat desain motherboard harus mengikuti tuntutan perkembangan prosesor. Kebutuhan akan transfer data yang lebih cepat membutuhkan desain motherboard terus berubah. Perkembanganperkembangn terbaru seperti teknologi Fire Ware, USB 3.0, RAID System, Smart Card, Secure Digital, wireless,semuanya berkumpul pada lahan yang sama : motherboard. Meski untuk saat ini belum semua teknologi tersebut populer, namun untuk memberi daya tarik suatu produk motherboard para produsen pun tak kurang akal. Mereka beramai-ramai menyediakan ruang upgrade itu, tanpa harus menyertakannya ketika ia diproduksi secara massal, untuk tetap membuatnya tetap ekonomis. Beragamnya tipe chipset pada motherboard yang menjadi tolak ukur dukungan teknis juga kian membuat para pengguna dipusingkan untuk memilih mana yang terbaik. Belum lagi selesai dengan masalah yang satu ini, kita juga dihadapkan dengan berbagai</p> <p>3</p> <p>kekhawatiran, bagaimana mengatasi persoalan bilamana terjadi motherboard sebagai jantung PC, masalah sedikit saja bisa membuat PC termehek-mehek. Justru dengan banyaknya pilihan tersebut, kunci pertama supaya kita tetap tidak tersesat delam belantara adalah memahami seni arsitektur mother board, dan membekali diri dengan kemampuan praktis yang mumpuni. 2.2 Bagian-bagian Pada Motherboard Komponen-komponen motherboard: 1. Konektor Power Konektor power adalah pin yang menyambungkan motherboard dengan power supply di casing sebuah komputer. Pada motherboard tipe AT, casing yang dibutuhkan adalah tipe AT juga. Konektor power tipe AT terdiri dari dua bagian, di mana dua kabel dari power supply akan menancap di situ. Pada tipe ATX, kabel power supply menyatu dalam satu header yang utuh, sehingga Anda tinggal menancapkannya di motherboard. Kabel ini terdiri dari dua kolom sesuai dengan pin di motherboard yang terdiri atas dua larik pin juga. Ada beberapa motherboard yang menyediakan dua tipe konektor power, AT dan ATX. Kebanyakan motherboard terbaru sudahbertipe ATX. 2. Socket atau Slot Prosesor Terdapat beberapa tipe colokan untuk menancapkan prosesor Anda. Model paling lama adalah ZIF ( Zero Insertion Force) Socket 7 atau popular dengan istilah Socket 7. Socket ini kompatibel untuk prosesor buatan Intel, AMD, atau Cyrix. Biasanya digunakan untuk prosesor model lama (sampai dengan generasi 233 MHz). Ada lagi socket yang dinamakan Socket 370. Socket ini mirip dengan Socket 7 tetapi jumlah pinnya sesuai dengan namanya, 370 biji. Socket ini kompatibel untuk prosesor buatan Intel. Sementara AMD menamai sendiri socketnya dengan istilah Socket A, di mana jumlah pinnya juga berbeda dengan socket 370. Istilah A digunakan AMD untuk menunjuk merek prosesor Athlon. Untuk keluarga prosesor Intel Pentium II dan III,</p> <p>4</p> <p>slot yang digunakan disebut dengan Slot 1, sementara motherboard yang menunjang prosesor AMD menggunakan Slot A untuk jenis slot yang seperti itu. 3. North bridge controller VIA VT8751A yang memberikan interface prosessor dengan frekuensi interface 533/400MHz, yang mensupport intel Hypertheading Tecnologi,</p> <p>system memory yang beropersi pada 266MHz, dan interface AGP 1.5V yang mendukung spesifikasi AGP 2.0 termasuk write protocol dengan kecepatan 4X. 4. Socket Memori. Juga ada dua tipe socket memori yang kini beredar di masyarakat komputer. Memang ada juga socket terbaru untuk Rambus-DRAM tetapi sampai kini belum banyak pengguna yang memakainya. Socket lama yang masih cukup populer adalah SIMM. Socket ini terdiri dari 72 pin modul. Socket yang kedua memiliki 168 pin modul, yang dirancang satu arah. Anda tidak mungkin memasangnya terbalik, karena galur di motherboard sudah disesuaikan dengan socket memori tipe DIMM. 5. Konektor Floppy dan IDE. Konektor ini menghubungkan motherboard dengan piranti simpan computer seperti floppy disk atau harddisk. Konektor IDE dalam sebuah motherboard biasanya terdiri dari dua, satu adalah primary IDE dan yang lain adalah secondary IDE. Konektor Primary IDE menghubungkan motherboard dengan primary master drive dan piranti secondary master. Sementara, konektor secondary IDE biasanya disambungkan dengan piranti-piranti untuk slave seperti CDROM dan harddisk slave. Bagaimana menyambungkan pin dengan kabel? Mudah sekali. Pita kabel IDE memiliki tanda strip merah pada salah satu sisinya. Strip merah tersebut menandai, sisi kabel berstrip merah ditancapkan pada pin bernomor 1 di konektornya. Bila menancap terbalik, piranti yang terpasang tidak akan dikenali oleh omputer. Hal yang sama berlaku untuk menyambungkan kabel floppy dengan pin di motherboard.</p> <p>5</p> <p>6. AGP 4X slot. Slot port penyelerasi gambar ini mensupport grafik card mode 3.3V/1.5V AGP 4X untuk aplikasi grafis 3D. 7. South bridge controller. Peripheral kontroler terintegrasi VIA VT8235 yang mensupport berbagai I/O fungsi termasuk 2-channel ATA/133 bus master IDE controller, sampai 6 port USB 2.0, nterface LCP super I/O, interface AC97 dan PCI 2.2. 8. Standby Power LED. Led ini menyala jika terdapat standby power di motherboard. LED ini bertindak sebagai reminder (pengingat) untuk mematikan system power sebelum menghidupkan atau mematikan mesin. 9. PCI slots. Pegembangan slot PCI 2.2 32-bit ini mensupport bus master PCI card seperti SCSI atau card LAN dengan keluaran maksimum 133MB/s. 10. PS/2 Mouse Port. Konektor hijau 6 pin ini adalah untuk mouse. 11. Port Paralel dan Serial. Pada tipe AT, port serial dan paralel tidak menyatu dalam satu motherboard tetapi disambungkan melalui kabel. Jadi, di motherboard tersedia pin untuk menancapkan kabel. Fungsi port parallel bermacam-macam, mulai dari menyambungkan komputer dengan printer, scanner, sampai dengan menghubungkan komputer dengan periferal tertentu yang dirancang menggunakan koneksi port paralel. Port serial biasanya digunakan untuk menyambungkan dengan kabel modem atau mouse. Ada juga piranti lain yang bisa dicolokkan ke port serial. Dalam motherboard tipe ATX, port paralel dan serial sudah terintegrasi dalam motherboard, sehingga Anda tidak perlu menancapkan kabel-kabel yang merepotkan.</p> <p>6</p> <p>12. RJ-45 Port. Port 25-pin ini menghubungkan konektor LAN melalui sebuah pusat network. 13. Line in jack. Jack line in (biru muda) menghubungkan ke tape player atau sumber audio lainnya. Pada mode 6-channel, fungsi jack ini menjadai bass/tengah. 14. Line out jack. Jack line out (lime) ini menghubungkan ke headphone atau speaker. Pada mode 6channel, funsi jack ini menjadi speaker out depan. 15. Microphone jack. Jack mic (pink) ini meghubungkan ke mikrofon. Pada mode 6-channel funsi jack ini rear speaker out belakang. 16. USB 2.0 port 1 dan port 2. Kedua port USB (universal serial bus) 4-pin ini disediakan untuk menghubungkan dengan perangkat USB 2.0. USB 2.0 port 1 dan port 2. 17. USB 2.0 port 3 dan port 4. Kedua port USB (universal serial bus) 4-pin ini disediakan untuk menghubungkan dengan perangkat USB 2.0. 18. Video Graphics Adapter Port. Port 15-pin ini adalah untuk VGA monitor atau VGA perangkat lain yang kompatibel. 19. Konektor Keyboard. Ada dua tipe konektor yang menghubungkan motherboard dengan keyboard. Satu adalah konektor serial, sedangkan satu lagi adalah konektor PS/2. Konektor serial atau tipe AT berbentuk bulat, lebih besar dari yang model PS/2 punya, dengan lubang</p> <p>7</p> <p>pin sebanyak 5 buah. Sementara, konektor PS/2 memiliki lubang pin 6 buah dan diameternya lebih kecil separuhnya dibanding model AT. 20. Batere CMOS. Batere ini berfungsi untuk memberi tenaga pada motherboard dalam mengenali konfigurasi yang terpasang, ketika ia tidak/belum mendapatkan daya dari power supply.</p> <p>Gambar II.1 Komponen pada motherboard</p> <p>8</p> <p>Gambar II.2 Diagram alur proses dari sebuah motherboard 2.3 Permasalahan Yang Timbul Pada Motherboard Sistem komputer terdiri dari motherboard, daughter boards, power supply, floppy drives, monitor, keyboard, dan beberapa peralatan yang terhubung melalui konektor dan kabel. Masalah dalam satu peralatan akan berpengaruh terhadap operasi peralatan lainnya dan kadang-kadang mengganggu sistem operasi. Pengecekan berikut akan membantu memecahkan masalah. Cek sambungan kabel power supply utama dan kabel tegangan DC. Cek sambungan kabel keyboard. Cek sambungan kabel monitor dan kabel daya monitor. 9</p> <p>Cek konfigurasi setting CMOS Cek sambungan kabel power dan kabel data drive. Cek semua daughter board atau card yang terpasang pada slotI/O Cek sambungan saklar reset Cek posisi kunci keyboard Cek semua IC yang terpasang Cek disket boot di drive A Cek sambungan speaker Setelah semua pengecekan dilakukan, hidupkan saklar power dan cari pesan</p> <p>kesalahan POST. Dari pesan POST permasalahan dapat dilokalisir dan diperbaiki. Ketika POST tidak dapat berjalan, maka masalah terjadi pada motherboard dan rangkaian didalamnya. Dengan mengecek signal pada slot I/O masalah kerusakan pada motherboard dapat diidentifikasi sebab semua signal CPU terhubung ke slot I/O. Untuk memeriksa kondisi hardware pada komputer perlu dilakukan diagnosa. Pada komputer dikenal tiga jenis diagnosa, yaitu : 1) POST (Power-On Self-Test) 2) Diagnosa umum (routine) 3) Diagnosa mencari dan memecahkan kerusakan. a) Langkah-langkah POST Setiap kali komputer dihidupkan secara otomatis akan memulainya dengan langkah diagnosa yang dikenal dengan POST. POST ini akan memeriksa dan menguji semua komponen-komponen sistem. Jika saat POST terjadi problem, suatu pesan akan disampaikan pada pengguna. Pesan tersebut dapat berupa : pesan tampilan di layar, suara beep, atau kedua-duanya. Indikasi dari adanya masalah sewaktu POST dinyatakan : Kode kesalahan : dua sampai lima digit angka. Pesan kesalahan : pesan singkat dalam bahasa Inggris (ada beberapa pesan</p> <p>yang menunjukkan problemnya)</p> <p>10</p> <p>Kode beep : suara beep berurutan</p> <p>Dengan sangat bervariasinya pabrik pembuat motherboard dan ROM BIOS maka kode beep yang diberikan juga bervariasi artinya untuk kerusakan yang sama akan diberikan kode beep yang berbeda yang dikarenakan adanya perbedaan pabrik pembuat ROM BIOS atau motherboard. Pengujian semua memori termasuk dalam langkah POST ini. Lamanya pengujian tergantung dari besar kecilnya kapasitas memori yang terpasang. Akan tetapi POST tidak mengecek semua peralatan tambahan/perluasan seperti : printer, modem, dsb. Adapun langkah-langkah POST adalah sbb : Tes CPU: interupsi ditutup : pengetesan flag internal, dan pengetesan register internal Test checksum ROM BIOS : pengetesan checksum ROM BIOS. Hasil checksum LSB harus nol. Tes Timer 1 : Timer 1 8253 diprogram pada operasi mode 2, pengecekan pada akses dasar pencacah, pengecekan pada pencacah. Tes DMAC : pengetesan pada semua saluran register alamat dan register pencacah DMA, inisialisasi saluran 0 DMA, inisialisasi timer 1, memulai siklus memori refresh. Tes 16 KB DRAM : pengetesan pada 5 pattern yang berbeda AAH, 55H, FFH, 01H, 00H tulis dan baca kembali. Inisialisasi Interrupt controller : control word...</p>