MAKALH KEBAKARAN

  • View
    8

  • Download
    0

Embed Size (px)

DESCRIPTION

makalah

Transcript

BAB IPENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANGMasalah ini kebakaran cukup sering terjadi Ada rumah, toko, pasar, bengkel, kandang ayam dan berbagai objek lainnya yang terpanggang. Penyebabnya bermacam-macam. Korsleting pada instalasi listrik, ledakan kompor, lilin dan lain sebagainya. Kerugian mulai dari jutaan rupiah hingga miliaran rupiah.Kerapnya terjadi kebakaran akhir-akhir ini juga dipicu oleh musim kering atau kemarau yang mulai melanda seperti di Surabaya tercatat di Dinas Kebakaran Surabaya telah terjadi 250 kejadian kebakaran pertahunnya. Sedangkan banyaknya objek yang tak terselamatkan, disebabkan banyak hal. Seperti terlambatnya mobil pemadam kebakaran ke tempat kejadian perkara (TKP), terbatasnya mobil pemadam kebakaran, jauhnya sumber air, dan sulitnya akses ke TKP.Berbagai kendala dan keterbatasan di atas telah menjadi catatan dari tahun ke tahun, tetapi nyaris minim dengan progres berupa solusi kongkrit. Beberapa hal lainnya yang juga menjadi catatan penting bagi penanganan musibah kebakaran adalah pengenalan, pemahaman dan kemampuan mitigasi yang masih rendah, bahkan nihil pada masyarakat.Akibat dari kondisi di atas, begitu terjadi kebakaran, warga langsung panik dan tak tahu apa yang harus dilakukannya. Ketika api berkobar, sebagian warga sibuk menyemalatkan semua harta bendanya dan terkadang lupa dengan keselatan diri dan anggota keluarga yang lainnya. Tindakan seperti itulah yang terkadang menyebabkan ada pemilik atau penghuni rumah terbakar, bahkan ada yang tewas terbakar. Artinya pengenalan, pemahaman dan pengusaan mitigasi bencana kebakaran warga itu sangat rendah.Di sisi lain, sangat jarang rumah atau pun toko dan tempat usaha lainnya yang menyiapkan tabung racun api yang sesuai dengan potensi ancaman kebakaran di lokasi tersebut. Terkadang, kalaupun ada yang punya tabung racun gas, tetapi tidak diperhatikan kapan masa afkir dari racun gas itu. Dalam sejumlah fakta, ternyata tabung racun gas itu ternyata sudah kosong, sehingga tak bisa dimanfaatkan lagi begitu ada kejadian kebakaran.

1.2 RUMUSAN MASALAH1. Apa itu penanggulangan kebakaran ?2. Apa saja pengenalan kelas-kelas penanggulangan kebakaran ?3. Apa saja peralatan penanggulangan kebakaran ?4. Bagaimana cara mencegah kebakaran ?

1.3 TUJUAN1. Untuk mengetahui penanggulangan kebakaran2. Untuk mengetahui pengenalan kelas-kelas penanggulangan kebakaran3. Untuk mengetahui peralatan penanggulangan kebakaran4. Untuk mengetahui cara mencegah kebakaran

BAB IIPEMBAHASAN

2.1 Pengertian Penanggulangan KebakaranKebakaran adalah suatu peristiwa terjadinya nyala api yang tidak dikehendaki, sedangkan defenisi khususnya adalah suatu peristiwa oksidasi antara tiga unsur penyebab kebakaran. (Perda Surabaya, 1992)

Page | 15

Penanggulangankebakaran adalah usaha menyadariatau mewaspadai akan faktor-faktor yang menjadi sebab munculnya atau terjadinya kebakaran dan mengambil langkah-langkah untuk mencegah kemungkinan tersebut menjadi kenyataan. (Perda Surabaya, 1992)Penanggulangankebakaran membutuhkan suatu program pendidikan dan pengawasan beserta pengawasan karyawan, suatu rencana pemeliharaan yang cermat dan teratur atas bangunan dan kelengkapannya, inspeksi/pemeriksaan, penyediaan dan penempatan yang baik dari peralatan pemadam kebakaran termasuk memeliharanya baik segi siap-pakainya maupun dari segi mudah dicapainya. (Perda Surabaya, 1992)

2.2 Pengenalan Kelas-Kelas KebakaranKebakaran di Indonesia dibagi menjadi tiga kelas, yaitu:Kelas AKebakaran yang disebabkan oleh benda-benda padat, misalnya kertas, kayu, plastik, karet, busa dan lain-lainnya. Media pemadaman kebakaran untuk kelas ini berupa: air, pasir, karung goni yang dibasahi, dan Alat Pemadam Kebakaran (APAR) atau racun api tepung kimia kering.Kelas BKebakaran yang disebabkan oleh benda-benda mudah terbakar berupa cairan, misalnya bensin, solar, minyak tanah, spirtus, alkohol dan lain-lainnya. Media pemadaman kebakaran untuk kelas ini berupa: pasir dan Alat Pemadam Kebakaran (APAR) atau racun api tepung kimia kering. Dilarang memakai air untuk jenis ini karena berat jenis air lebih berat dari pada berat jenis bahan di atas sehingga bila kita menggunakan air maka kebakaran akan melebar kemana-mana.

Kelas CKebakaran yang disebabkan oleh listrik. Media pemadaman kebakaran untuk kelas ini berupa: Alat Pemadam Kebakaran (APAR) atau racun api tepung kimia kering. Matikan dulu sumber listrik agar kita aman dalam memadamkan kebakaran.

2.3 Peralatan Pencegahan Kebakaran1. APAR / Fire Extinguishers / Racun ApiPeralatan ini merupakan peralatan reaksi cepat yang multi guna karena dapat dipakai untuk jenis kebakaran A,B dan C. Peralatan ini mempunyai berbagai ukuran beratnya, sehingga dapat ditempatkan sesuai dengan besar-kecilnya resiko kebakaran yang mungkin timbul dari daerah tersebut, misalnya tempat penimbunan bahan bakar terasa tidak rasional bila di situ kita tempatkan racun api dengan ukuran 1,2 Kg dengan jumlah satu tabung. Bahan yang ada dalam tabung pemadam api tersebut ada yang dari bahan kinia kering, foam / busa dan CO2, untuk Halon tidak diperkenankan dipakai di Indonesia.

2.HydrantSebuah hidran adalah tindakan proteksi kebakaran aktif , dan sumber air yang disediakan di sebagian besar wilayah perkotaan , pinggiran kota dan pedesaan dengan layanan air kota untuk memungkinkan petugas pemadam kebakaran untuk memasuki pasokan air kota untuk membantu memadamkan api .Ada 3 jenis hydran, yaitu:a. hydran gedung,b. hydran halaman danc. hydran kota.Sesuai namanya hydran gedung ditempatkan dalam gedung, untuk hydran halaman ditempatkan di halaman, sedangkan hydran kota biasanya ditempatkan pada beberapa titik yang memungkinkan Unit Pemadam Kebakaran suatu kota mengambil cadangan air.

3.Detektor Asap / Smoke DetectorPeralatanyangmemungkinkan secara otomatis akan memberitahukan kepada setiap orang apabila ada asap pada suatu daerah makaalat ini akan berbunyi, khusus untuk pemakaian dalam gedung.

4.Fire AlarmPeralatan yang dipergunakan untuk memberitahukan kepada setiap orang akan adanya bahaya kebakaran pada suatu tempat.

5.SprinklerPeralatan yang dipergunakan khusus dalam gedung, yang akan memancarkan air secara otomatis apabila terjadi pemanasan pada suatu suhu tertentu pada daerah di mana ada sprinkler tersebut.

2.4 PencegahanKebakaranPencegahan kebakaran merupakan langkah awal yang harus dilakukan untuk menanggulangi kebakaran sejak sedini mungkin. Berikut ini beberapa langkah-langkahnya :a. Pencegahan1. Sudahkah kompor dimatikan? Kompor minyak tanah dan gas harus di rawat dengan baik, sehinnga api bisa menyala dengan baik. Untuk kompor minyak tanah, pastikan sumbu kompor masih panjang. Untuk kompor gas pastikan tidak ada kebocoran di selang atau sistem yang lain. Kalau perlu dipasang gas detector.2. Lampu penerangan dengan bahan bakar minyak sebaiknya dimatikan sebelum tidur.3. Apabila menggunakan nyamuk bakar, pastikan ditaruh di tempat yang aman. Jauh dari benda-benda yang mudah terbakar.4. Pastikan bahwa instalasi listrik di rumah anda aman. Ketahuilah berapa besar daya yang bisa dipakai di rumah, dengan melihat circuit breaker di meteran rumah. Apabila tertulis 10A, secara sederhana berarti daya yang bisa dipakai adalah sebesar 10 x 220 = 2200 Watt. Dan perhatikan pula pembagian beban dan jebes kabel yang dipakai.5. Pembebanan yang berlebihan pada satu stop kontak akan menyebabkan kabel panas dan akan bisa memicu kebakaran. Ini biasanya dilakukan dengan penumpukan beberapa stop kontak atau T pada satu titik sumber listrik.6. Pastikan stop kontak dan steker (kontak tusuk) dalam keadaan baik. Sehingga waktu steker dimasukkan dalam stop kontak, terjadi sambungan yang stabil (tidak bergerak-gerak, orang Jawa bilang oglak-aglik). Karena ini akan menimbulkan percikan api yang dapat memicu kebakaran.7. Pergunakan pemutus arus listrik (sekering) yang sesuai, jangan dibesarkan.8. Apabila ada kabel listrik yang terkelupas atau terbuka, harus segera diperbaiki. Karena bisa menyebabkan hubungan pendek.9. Jangan sekali-kali mencantol listrik, karena anda tidak memiliki sistem pengaman yang sesuai. Dan PLN biasanya sudah memperhitungkan distribusi beban listrik, apabila ada beban berlebihan akan mengganggu jaringan listrik yang ada.

b. Penanggulangan 1. Pasang detektor asap di langit-langit rumah, di luar kamar tidur dan disetiap lantai untuk rumah betingkat. Alat ini perlu di test setiap bulan untuk memastikan selalu dalam kondisi baik.2. Sediakan alat pemadam kebakaran di rumah anda. Apabila anda bisa membelinya, siapkanlah selimut pemadam (fire blanket) untuk di dapur dan kamar tidur. Juga pemadam kebakaran, untuk rumah pakailah pemadam kebakaran jenis bubuk (powder).3. Apabila anda tidak mau membeli peralatan di atas, persiapkanlah pemadam kebakaran dari ledeng rumah. Siapkan selang yang cukup panjang, dan quick connection. Pasang beberapa qucik connection di keran rumah anda, terutama apabila rumah anda cukup luas. Sehingga ada beberapa titik untuk bisa memasang selang anda dengan cepat.4. Juga sebagai pengganti fire blanket, sediakan karung goni (karung beras yang terbuat dari serat manila hennep). Basahi karung goni sebelum dipakai untuk memadamkan api.5. Panggil pemadam kebakaran apabila masih sempat. Pasang nomor penting dekat telephone, atau program telephone untuk nomor-nomor penting. Ingat bahwa mereka tidak akan datang dalam waktu singkat, kemungkinan api telah berkobar lebih besar.

c. Penyelamatan diriKasus seperti yang saya uraikan di blog sebelum ini tidak perlu terjadi apabila penghuni rumah sudah melakukan pengenalan dan pengecekan rumah dengan seksama.1. Buat rencana penyelamatan diri bersama dengan keluarga, dengan menentukan sedikitnya dua jalur keluar dari setiap kamar. Ini bisa melalui pintu ataupun jendela, jadi perhatikan apakah teralis rumah akan mengganggu rencana ini. Buatlah denah penyelamatan diri di rumah bersama dengan keluarga.2. Persiapkan lam