Manajemen Tingkah Laku Anak

  • Published on
    22-Dec-2015

  • View
    89

  • Download
    21

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Tingkah, laku, anak

Transcript

<ul><li><p>Manajemen Tingkah Laku Anak</p></li><li><p>Anak adalah individu yang sedang dalam pertumbuhan dan perkembangan:- fisik- psikologik- sosial</p><p>Setiap rencana perawatan harus disesuaikan dengan tumbuh kembang tersebut</p></li><li><p>Pengelolaan tingkah laku anak harus disesuaikan dengan:- usia- sikap- latar belakang- lingkungan</p></li><li><p>Pengelolaan tingkah laku:</p><p>suatu metoda yang digunakan agar anak dapat menerima perawatan gigi di kursi gigi sehingga perawatan tersebut dapat diselesaikan secara efektif (kualitas terbaik) dan efisien (singkat) dan ditanamkan sikap positif terhadap kesehatan gigi</p></li><li><p>KONSEP SEGITIGA PERAWATAN GIGI ANAK</p><p>ANAK</p><p>ORANG TUA</p><p>DOKTER GIGI</p></li><li><p>Dokter gigi (termasuk staf) berperan sebagai pengarah dalam kerjasama sehingga harus mampu untuk:- Menjalin hubungan yang baik (rapport) dengan anak dan orang tua- Menilai tingkah laku anak- Mengetahui faktor yang mempengaruhi tingkah laku- Mengatasi tingkah laku anak dengan teknik pendekatan yang tepat</p></li><li><p>Komunikasi yang efektif dengan anak dinyatakan secara:1.Verbal2. Non Verbal3. KombinasiPada komunikasi verbal, pemilihan kata dan cara pengucapan dapat mempengaruhi tingkat emosi pada rata-rata anak. Pada kasus tertentu perlu adanya penggunaan euphemisme</p></li><li><p>Istilah DentalAmalgamAnestesiBurCrownKaries gigiRadiografiPasta prophilaksisEuphemismeBahan tambal perakObat penidur untuk gigiSikat kecilGigi robotKutu / Cacing di gigiGambar gigiPasta gigi</p></li><li><p>Orang tua berperan dalam:1. Memberikan informasi saat pemeriksaan lengkap2. Mengatasi tingkah laku anak untuk persiapan kunjungan ke dokter gigi3. Mengembangkan sikap positif anak4. Membuat kooperatif anak dalam pelaksanaan perawatan gigi</p></li><li><p>Faktor yang mempengaruhi tingkah laku anak:- Perkembangan fisik</p><p>- Perkembangan intelektual</p><p>- Perkembangan sosial</p></li><li><p>Faktor yang mempengaruhi tingkah laku anak terhadap perawatan giginya:1. Usia anak dalam proses maturasi2. Sikap dan pola asuh orang tua terhadap anaknya 3. Riwayat perawatan medik4. Riwayat perawatan gigi5. Sikap dan lingkungan kerja dokter gigi</p></li><li><p>Hubungan usia dan tingah laku anakLahir usia 2 tahun</p><p>- anak belum mampu memberikan respons secara rasional- anak masih tergantung total pada orang tua- pada perawatan gigi perlu pendekatan khusus dengan bantuan orang tua</p></li><li><p>Usia 2 tahun</p><p>- Pertumbuhan fisik, intelektual dan emosional begitu pesat- Mulai toilet training- Kemampuan perbendaharaan kata- katanya bervariasi- Ekspresi wajah dan bunyi ucapan lebih penting daripada kata-kata- Untuk memahami sesuatu anak perlu meraba dan merasakan objek </p></li><li><p>- Mulai diperkenalkan lingkungan perawatan gigi- Anak mempunyai rasa takut objektif berupa rangsangan tiba-tiba terhadap panca indera: . Suara bur. Sinar lampu. Gerakan kursi- Tahap pra-kooperatif, tidak dapat dipisahkan dari orang tua</p></li><li><p>Usia 3 tahun</p><p>- Perbendaharaan kata yang cukup banyak ( 1000 kata) sehingga sudah mampu berkomunikasi dan dapat merespons positif terhadap komentar yang menyenangkan- Di klinik gigi: dapat / tidak dapat dipisahkan dari orang tuanya tergantug kebiasaan rutin di rumah</p></li><li><p>Usia 4 tahun</p><p>- Rasa egois besar- Anak telah mampu memberikan respons terhadap petunjuk verbal- Tingkat ketakutan memuncak dan cenderung dramatis- Bila interaksi sosialnya lebih banyak maka rasa takut terhadap orang lain menurun</p></li><li><p>Usia 4 6 tahun</p><p>- Menghadapi konflik (antara ego dalam diri dan keinginan untuk menyesuaikan diri) dan ketidakstabilan emosi- Senang berkhayal- Rasa takut yang timbul biasanya akibat mendengar pengalaman dari orang lain atau pengalaman yang tidak menyenangkan di kunjungan pertama</p></li><li><p>Usia 7 tahun</p><p>- Anak telah mampu mengatasi rasa takutnya- Dokter gigi dapat memberikan alasan perawatan dan memberikan penjelasan tentang hal yang sedang dikerjakan</p><p>Usia 8 14 tahun</p><p>- Anak telah belajar untuk menerima situasi yang tidak menyenangkan dan telah menunjukkan kepatuhan</p></li><li><p>Hubungan sikap dan pola asuh orang tua terhadap tingkah laku anakTerlalu melindungi</p><p>Sikap anak menjadi pemalu, tidak agresive, ketakutan, patuh, lembut, sopan dan disiplinTerlalu menuruti</p><p>Sikap anak menjadi manja, egois, keras kepala, dan tidak perhatianMenolak</p><p>Sikap anak menjadi curiga pada orang lain, agresif, penuh dendam, suka berkelahi, tidak patuh, tidak populer dan overreaktif</p></li><li><p>Terlalu cemas</p><p>Sikap anak menjadi pemalu dan penakut</p><p>Terlalu menguasai</p><p>Sikap anak menjadi tertekan dan tegang</p><p>Kurang menyayangi</p><p>Sikap anak menjadi penyendiri, pemurung, pemalu, dan mudah menangis</p></li><li><p>Klasifikasi perilaku anakFrankl Behaviour Rating Scale</p><p>- Pasien definitif negatif Menolak perawatan, menangis sekencang-kencangnya, ketakutan dan sikap ekstrem lainnya - Pasien negatif Segan menerima perawatan, tidak kooperatif, beberapa petunjuk sikap negatif muncul tetapi tidak jelas</p></li><li><p>- Pasien positif Bersedia dirawat, suatu ketika berhati- hati, kadang tidak patuh</p><p> - Pasien definitif positif Hubungan anak dan dokter gigi baik, tertarik pada prosedur dental, tertawa dan menyenangi situasi</p></li><li><p> Menurut Wright Perilaku anak dibagi dalam tiga karakter:- Kooperatif</p><p>- Tidak mampu menjadi kooperatif</p><p>- Berpotensi menjadi kooperatif</p></li><li><p>Manajemen Perilaku Non Farmakoterapetik- Tell- Show- Do- Modelling- Desensitisasi- HOME Farmakoterapetik- Analgesia N2O2- Sedasi- Kombinasi analgesia dan sedasi- Anestesi umum - Hipnotis</p></li><li><p>Keberhasilan manejemen tingkah laku anak tidak terlepas dari konsep umum proses belajar yang di dalamnya menyangkut pula pada modifikasi perilaku. Modifikasi perilaku ini ditunjang oleh keseimbangan antara reinforcement dan punishment</p></li></ul>