Manfaat Besar Home Schooling

  • Published on
    26-Dec-2015

  • View
    11

  • Download
    0

Embed Size (px)

DESCRIPTION

tentang merasakan rasa lain saat belajar dalam keadaan yang berbeda

Transcript

MANFAAT BESAR HOME SCHOOLING

Apa yang membuat homeschooling lebih baik daripada sekolah biasa? Hari ini, ada kecenderungan meningkat dalam keluarga memilih untuk homeschool anak mereka daripada mengirim anak mereka ke lembaga tradisional yang dikelola pemerintah pendidikan. Mari kita lihat beberapa manfaat homeschooling memiliki lebih tradisional yang dikelola pemerintah pendidikan: 1. Jadwal Fleksibel Homeschooling memungkinkan jadwal yang fleksibel. Misalnya, anak tidak harus bangun jam 7:00 setiap hari. Dengan homeschooling, anak Anda dapat memulai sekolah pukul 9 pagi atau lambat tergantung pada jadwal pilihan keluarga Anda. Anda dapat menjadwalkan pendidikan homeschooling anak Anda sebagai Anda, orangtua, lihat cocok dengan bahan atau subyek yang mungkin tidak tersedia di sekolah tradisional. Anda dapat menyesuaikan materi pelajaran homeschooling yang sesuai dengan kebutuhan individual dan kepentingan anak Anda. 2. Perhatian individu Dalam pengaturan sekolah tradisional, 30 sampai 40 siswa ditugaskan untuk satu guru di kelas. Oleh karena itu biasanya, guru tidak dapat mencurahkan perhatian seratus persen untuk setiap anak karena tidak akan adil bagi anak-anak lain. Dan, itu hampir mustahil untuk memberikan perhatian individu untuk semua siswa di kelas yang besar. Dengan homeschooling, anak Anda mendapatkan semua perhatian individu dia / dia butuhkan. Sebagai contoh, jika anak Anda mengalami masalah dengan matematika, Anda dapat menghabiskan lebih banyak waktu dan energi mengajar matematika. Jadwal homeschooling anak Anda dapat disesuaikan ke account untuk itu. Sebagai contoh, jika anak Anda lebih baik pada ilmu pengetahuan daripada dia di matematika, hanya mencurahkan jam lebih homeschooling dengan matematika dan memotong kembali pada ilmu pengetahuan. Dengan homeschooling, pilihan Anda. Sekolah tradisional tidak bisa melakukan itu. Mereka adalah kebalikan dari fleksibel. 3. Keluarga Kegiatan Biaya sekolah anak bisa menjadi aktivitas keluarga diperpanjang. Contohnya adalah kunjungan lapangan dan eksperimen. Plus, anak Anda juga menerima lebih banyak waktu dengan / orang tuanya. Ada lebih banyak waktu untuk ikatan keluarga. Anak Anda juga dapat menghindari tekanan sebaya atau pengaruh negatif. 4. Tidak ada tekanan teman sebaya Dengan homeschooling, anak Anda tidak perlu untuk membuktikan / nya kemampuan untuk anak-anak lain. Orang tua dapat sangat memahami anak mereka lebih baik dengan homeschooling dan oleh karena itu mampu merencanakan program pembelajaran sesuai dengan kekuatan dan kelemahan. Orang tua juga dapat mengubah kurikulum agar sesuai dengan gaya belajar anak. Sebagai contoh, beberapa anak belajar lebih baik dari membaca sementara yang lain perlu menulis untuk belajar. Beberapa anak bahkan belajar lebih baik dengan cara mengalami atau melihat hal-hal dalam tindakan. 5. Belajar Agama Belajar agama adalah masalah sensitif. Oleh karena itu, sekolah-sekolah pemerintah yang paling menghindarinya. Namun, dengan homeschooling, orang tua dapat mengambil kendali atas pembelajaran moral dan agama anak mereka. Orang tua dapat menanamkan ideologi dan keyakinan mereka yang mendalam kepada anak, daripada membiarkan sekolah mendikte apa pendidikan moral dan agama anak akan menerima. Seperti yang Anda lihat, homeschooling memiliki banyak keuntungan dibandingkan pendidikan umum. Jika Anda memiliki waktu, minat dan kemampuan, mengapa tidak mencobanya?

Homeschooling memang masih belum bisa sejajar dengan sekolah konvensional. Ini karena banyak ibu yang masih meragukan kualitas dari homeschooling. Bisa juga karena pengaruh lingkungan yang mungkin jarang sekali Bunda menemukan anak yang menjalani homeschooling. Tapi untuk masalah kualitas sendiri, homeschooling yang tepat dan berkualitas bisa jadi lebih baik daripada sekolah konvensional.Seandainya Anda mempertimbangkan homeschooling, manfaat-manfaat yang mungkin kurang disadari menurut home-school.com ini bisa Bunda jadikan pertimbangan.-Keamanan yang lebih terjaminPada sekolah konvensional, fenomena yang sering terjadi adalah bullying. Anak yang merasa lebih hebat sering menindas anak yang dinilai lemah. Bunda tidak perlu khawatir akan hal ini karena belajar dirumah akan lebih aman.-Terhindar dari pengaruh burukKarena sekolah hanya menjamin kondisi di dalam sekolah, maka orang tua tidak bisa mengontrol apa yang anak lakukan di luar sekolah. Ini akan menjadikan anak rentan terhadap pengaruh alkohol atau bahkan obat-obatan terlarang. -Keuntungan emosionalDengan homeschooling, anak dapat terhindar dari hal yang dapat mengganggu mental. Seperti cemoohan dan ejekan. Ini akan menjadikan mental anak lebih sehat dan dapat menerima pelajaran dengan baik dan fokus.-Membangun ikatanHomeschooling dapat menguatkan ikatan antara anak dan orang tua. Karena orang tua bertanggung jawab langsung terhadap anak dan anak dapat berkomunikasi dengan orang tua secara baik.

Sangatlah tidak bisa dipisahkan mengenai perkembangan dan pertumbuhan anak saat lahir. Perkembangan motorik dan fisik anak sangatlah berhubungan dengan pertumbuhan psikis anak. Oleh karena itu psikologli perkembangan anak usia dini berkaitan dengan pertumbuhan dan perkembangan anak secara menyeluruh.Anak akan mengalami suatu periode yang dinamakan sebagai masa keemasan anak saat usia dini dimana saat itu anak akan sangat peka dan sensitif terhadap berbagai rangsangan dan pengaruh dari luar. Laju perkembangan dan pertumbuhan anak mempengaruhi masa keemasan dari masing-masing anak itu sendiri. Saat masa keemasan, anak akan mengalami tingkat perkembangan yang sangat drastis di mulai dari pekembangan berpikiri, perkembangan emosi, perkembangan motorik, perkembangan fisik dan perkembangan sosial. Lonjakan perkembangan ini terjadi saat anak berusia 0-8 tahun, dan lonjakan perkembangan ini tidak akan terjadi lagi di periode selanjutnya. Saat perkembangan anak khususnya saat perkembangan dini, orang tua harus betul menjadikannya sebagai perhatian khusus, karena hal ini tentunya akan sangat berpengaruh terhadap kehidupan anak di masa yang akan datang. Guna mendukung hal tersebut berikut adalah beberapa hal yang harus di perhatikan orang tua mengenai perkembangan anaknya.Perkembangan KognitifPerkembangan kognitif anak terbagi ke dalam beberapa tahap: Tahap Sensorimotor, pada tahap ini kemampuan anak hanya pada gerakan refleks, mulai mengembangkan kebiasaan-kebiasaan awal, mereproduksi berbagai kejadian yang menurutnya menarik, mulai menggunakan berbagai hal atau peralatan guna mencapai tujuannya, melakukan berbagai eksperimen dan anak sudah mulai menemukan berbagai cara baru. Tahap sensorimotor terjadi saat usia 0-2 tahun. Tahapan Pra-operasional, pada tahap ini anak mulai menerima berbagai rangsangan yang masih terbatas, Kemampuan bahasa anak mulai berkembang, meskipun pola pikirnya masih bersifat statsi dan masih belum mampu untuk berpikir secara abstrak, persepsi mengenai waktu dan mengenai tempat masih tetap terbatas. Tahap pra-operasional berkembang saat usia anak 2-7 tahun. Tahap konkret operasional, pada tahap ini anak sudah bisa menjalankan operasional dan berpikirnya mulai berpikir secara rasional. Dalam tahap ini tugas-tugas seperti menyusun, melipat, melakukan pemisahan, penggabungan, menderetkan dan membagi sudah dapat dilakukan oleh anak. Tahap konkret operasional berlangsung pada usia 7-11 tahun. Tahap Formal Operasional, dalam tahap ini anak sudah mulai beranjak sebagai seorang remaja. Dalam tahap ini, anak sudah mulai berpikir secara hipotetik, yaitu penggunaan hipotesis yang relevan sudah dilakukan anak guna memecahkan berbagai masalah. Sudah mampu menampung atau berpikir terhadap hal-hal yang menggunakan prinsip-prinsip abstrak, sehingga anak sudah bida menerima pelajaran-pelajaran yang bersifat abstrak seperti matematika, agama dan lain-lain.Perkembangan Fisik AnakMengenai perkembangan fisik anak bisa dilihat dari perkembangan motroik anak. Perkembangan motorik anak ini terbagi lagi ke dalam perkembangan motorik halus dan perkembangan motorik kasar. Untuk lebih jelasnya bisa di baca di: Perkembangan Motorik AnakPerkembangan BahasaPerkembangan bahasa anak usia dini terbagi ke dalam beberapa tahap, yaitu: Periode prelingual, usia anak 0-1 thn, ciri utama adalah anak mengoceh untuk dapat berkomunikasi dengan orang tua, anak masih bersifat pasif saat menerima stimulus dari luar tapi anak akan menerima respon yang berbeda. Contoh: bayi akan senyum kepada orang yang dikenalnya dan menangis kepada orang yang tidak dikenal dan ditakutinya. Periode Lingual, usia antara 1-2,5 tahun, dalam taha ini anak sudah mampu membuat sebuah kalimat, satu atau dua kata dalam percakapannya dengan orang lain. Periode Diferensiasi, usia anak 2,5 - 5 thn, anak sudah memiliki kemampuan bahasa sesuai dengan peraturan tata bahasa yang baik dan benar. Permbendaharaan katanya sudang berkembang secara baik dilihat dari segi kuantitas dan kualitas.Perkembangan Sosio-emosionalPerkembangan sosio emosisonal anak terbagi ke dalam beberapa tahap, yaitu: Tahap percaya versus curiga (trust vs mistrust), usia anak 0-2 tahun, dalam tahap ini anak akan tumbuh rasa percaya dirinya jika mendapatkan pengalaman yang menyenangkan, namun akan tumbuh rasa curiga jika anak mendapat pengalaman yang tidak menyenangkan. Tahap Mandiri versus Ragu ( Autonomy vs Shame), usia anak 2-3 tahun, perasaan mandiri mulai muncul tatkala anak sudah mulai menguasai seluruh anggota tobuhnya, sifat ragu dan malu akan muncul pada tahap ini ketika lingkungan tidak memberinya sebuah kepercayaan. Tahap berinisiatif versus bersalah (initiative versus guilt), usia anak 4-5 tahun. Pada masa ini anak sudah mulai lepas dari orang tuanya, anak sudah mampu bergerak bebas dan berhubungan dengan lingkungan. Kondisi ini dapat menimbulkan inisiatif pada diri anak, namun jika anak masih belum bisa terlepas dari ikatan orang tuanya dan belum bisa berinteraksi dengan lingkungan, rasa bersalah akan muncul pada diri anak.

Pentingnya Penggunaan Alat Peraga Edukatif Dalam Proses Pembelajaran

Alat Peraga Edukatif atau biasa disingkat APE adalah alat permainan yang dapat mengoptimalkan perkembangan anak disesuaikan dengan usia dan tingkat perkembangannya. APE digunakan sebagai alat bantu guru dalam menyampaikan materi ajar. Secara garis besar penggunaan APE ditujukan untuk:1. Memperjelas materi yang disampaikan (mis: bagaiman amenjelaskan metamorfosis katak secara menyenangkan untuk anak)

2. Memberikan motivasi dan merangsang anak untuk bereksplorasi dan bereksperimen (mis: menggunakan balok untuk membantu anak bereksperimen membangun benda)

3. Memberikan kesenangan kepada anak dalam belajar.

Apa manfaat APE bagi anak-anak? APE memiliki beberapa manfaat bagi anak yang memainkannya, beberapa di antaranya adalah sebagai berikut:

1. Mengembangkan aspek fisik dan kesehatan, serta dapat merangsang pertumbuhan fisik anak.2. Mengembangkan aspek berbahasa dengan melatih berbicara menggunakan kalimat yang benar.3. Mengembangkan aspek kognitif, yakni dengan pengenalan suara, ukuran, bentuk, dan warna.4. Mengembangkan aspek sosial khususnya dalam hubungannya dengan interaksi anak dan keluarga serta masyarakat.

Saat ini, sangat banyak produk APE yang beredar di pasaran. APE yang baik dan aman untuk anak selayaknya menjadi pertimbangan penting dalam memilih APE. Berikut TIPS untuk memilih APE yang yang dikategorikan:

1. Sesuai dengan tingkat usia dan perkembangan anak2. Dapat digunakan dengan berbagaicara, bentuk dan tujuan (multiguna).3. Aman dan tidak berbahaya untu kanak.4. Mendorong kreatifitas anak5. Bersifat konstruktik dan mengandung nilai pendidikan.

Karena begitu banyaknya kegunaan dan manfaat APE dalam proses belajar mengajar maka sudah selayaknyalah setiap institusi pendidikan anak memiliki APE dan menggunakannya.