Materi Ujian Pendadaran Full

  • Published on
    12-Oct-2015

  • View
    128

  • Download
    1

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Materi Pendadaran

Transcript

<ul><li><p> D e s s y T j a h y a w a t i A </p><p> Page 0 </p><p>MATERI UJIAN KOMPREHENSIF AKUNTANSI </p><p>Tahun 2012 </p></li><li><p> D e s s y T j a h y a w a t i A </p><p> Page 1 </p><p> Akuntansi adalah proses mengidentifikasi, mengukur, dan melaporkan informasi </p><p>ekonomi untuk penilaian dan pengambilan keputusan dengan jelas dan tegas bagi mereka </p><p>yang menggunakan informasi tersebut. </p><p> Akuntansi biaya adalah suatu proses pencatatan, penggolongan, dan peringkasan biaya-</p><p>biaya yang terjadi di dalam perusahaan. Akuntansi biaya merupakan bagian dari </p><p>akuntansi keuangan. </p><p> Akuntansi manajemen adalah penyajian informasi untuk para manajemen guna </p><p>perencanaan, koordinasi dan pengawasan kegiatan perusahaan. </p><p> Akuntansi keuangan merupakan tipe akuntansi yang mengolah informasi keuangan yang </p><p>terutama untuk memenuhi keperluan manajemen puncak dan pihak luar organisasi. </p><p> Pihak-pihak yang memerlukan informasi akuntansi: </p><p>1. Pihak intern seperti: pemegang saham, manajemen (perusahaan), pengelola </p><p>perusahaan untuk membuat perencanaan, kebijakan dimasa yang akan datang, </p><p>pengawas terhadap kegiatan perusahaan dan untuk mengetahui tingkat keberhasilan </p><p>yang dicapai oleh perusahaan. </p><p>2. Pihak ekstern seperti: </p><p>a. Investor untuk menilai prospek usaha suatu perusahaan sehingga dapat mengambil </p><p>keputusan dalam melakukan investasi. </p><p>b. Kreditur untuk dijadikan bahan pertimbangan dalam pemberian kredit. </p><p>c. Pemerintah untuk tujuan penentuan besarnya pajak yang harus dibayar oleh </p><p>perusahaan dan pengawas pajak. </p><p> Akun </p><p>Nama-nama akun: </p><p>1. Aktiva lancar (current asset) adalah uang tunai atau aktiva lainnya yang diharapkan </p><p>segera menjadi uang tunai. </p><p>a. Kas (cash) </p><p>b. Piutang (account receivable) </p><p>c. Piutang wesel (notes receivable) </p><p>d. Perlengkapan (supplies) adalah barang-barang yang jangka waktu penggunaannya </p><p>akan habis dalam waktu kurang dari 1 tahun dan tidak ada penyusutan serta tidak </p><p>ikut dalam proses produksi. Contoh: alat tulis kantor, dll. </p><p>e. Investasi (investment) </p><p>f. Beban dibayar di muka (prepaid exspense) </p><p>g. Surat-surat berharga (Marketeble Securities) </p></li><li><p> D e s s y T j a h y a w a t i A </p><p> Page 2 </p><p>h. Persediaan (inventory) </p><p>i. Pendapatan yang masih akan diterima (Accrued Revenues) </p><p>2. Aktiva investasi (Investment Assets) </p><p>a. Reksadana </p><p>b. Saham </p><p>c. Obligasi </p><p>3. Aktiva tetap (fixed asset) adalah aktiva tahan lama berwujud yang digunakan dalam </p><p>usaha pokok perusahaan. </p><p>a. Tanah (land) </p><p>b. Gedung (building) </p><p>c. Kendaraan (car) </p><p>d. Mesin (Machinery) </p><p>e. Peralatan (equipment) adalah barang-barang yang masa penggunaanya lebih dari 1 </p><p>tahun dan ada biaya penyusutan serta ikut dalam proses produksi. Contoh: mobil, </p><p>komputer, mesin, dll. </p><p>f. Akumulasi penyusutan </p><p>4. Aktiva tidak berwujud (Intangible Asset) adalah mencerminkan hak atau posisi yang </p><p>mnguntungkan perusahaan dalam menghasilkan pendapatan. </p><p>a. Merk dagang </p><p>b. Hak paten </p><p>c. Hak cipta </p><p>d. Hak kekayaan </p><p>e. Lisensi dan waralaba </p><p>f. Franchise </p><p>g. Goodwill </p><p>5. Aktiva lainnya (other assets) </p><p>a. Mesin rusak </p><p>b. Uang jaminan </p><p>c. Harta yang masih dalam proses kepengurusan yang sah </p><p>6. Kewajiban lancar (current liability) adalah utang-utang yang harus segera dilunasi </p><p>dalam tempo satu tahun. </p><p>a. Hutang dagang (account payable) </p><p>b. Hutang wesel (notes payable) </p><p>c. Hutang pajak (tax payable) </p></li><li><p> D e s s y T j a h y a w a t i A </p><p> Page 3 </p><p>d. Hutang gaji (wages payable) </p><p>e. Hutang dividen </p><p>f. Deposito yang dikembalikan </p><p>g. Beban yang masih harus dibayar (Accrued Expenses) </p><p>h. Pendapatan diterima di muka (Deferred revenue) </p><p>7. Kewajiban jangka panjang (long-term liability) adalah utang-utang yang jatuh </p><p>temponya lebih dari satu tahun. </p><p>a. Hutang hipotek (Mortgage Payable) </p><p>b. Hutang obligasi (Bonds Payable) </p><p>c. Hutang bank </p><p>d. Wesel bayar jangka panjang </p><p>e. Hutang pensiun </p><p>f. Hutang sewa guna usaha (lease obligations) </p><p>8. Kewajiban lain-lain (Other Payable) </p><p>a. Uang jaminan </p><p>b. Hutang pada pemegang saham </p><p>9. Modal (capital) </p><p>a. Prive (drawing) adalah pengambilan modal yang dilakukan oleh pemilik </p><p>perusahaan. </p><p>b. Modal saham </p><p>c. Laba ditahan (retained earning) adalah saldo laba bersih setelah dikurangi pajak </p><p>yang oleh RUPS (rapat umum tahunan) atau rapat anggota diputuskan untuk tidak </p><p>dibagikan. </p><p>d. Agio saham (additional paid-in capital) atau disagio saham yaitu selisih antara </p><p>setoran pemegang saham dengan nilai nominal saham. Agio adalah selisih di atas </p><p>nominal, sedang disagio adalah selisih di bawah nominal. Di dalam neraca, agio </p><p>akan ditambahkan pada modal saham beredar, disagio diuangkan. </p><p>a. Saham preferen dan Saham biasa </p><p>b. Simpanan-simpanan (simpanan pokok, simpanan wajib, simpanan sukarela) </p><p>c. Sisa hasil usaha </p><p>10. Pendapatan (Revenues) </p><p>Pendapatan operasional </p><p>Pendapatan non operasional </p><p>11. Biaya/beban (expenses): </p></li><li><p> D e s s y T j a h y a w a t i A </p><p> Page 4 </p><p>a. Beban perlengkapan (supplies expense) </p><p>b. Beban gaji (salaries expense) </p><p>c. Beban sewa (Rent expense) </p><p>d. Beban iklan (advertising expense) </p><p>e. Beban asuransi (insurance expense) </p><p>f. Beban bunga (interest Expense) </p><p>12. Kerugian piutang tak bertagih (Bad Debt Expense) </p><p>13. Akumulasi penyusutan gedung (accumulated depreciation for building) </p><p>14. Akumulasi penyusutan kendaraan (accumulated depreciation for car) </p><p>15. Akumulasi penyusutan peralatan (accumulated depreciation for equipment) </p><p>16. Modal saham (capital stock) </p><p>17. Retur penjualan (retured earning) </p><p>Jenis-jenis akun: </p><p>1. Akun riil adalah akun yang dicantumkan di neraca yang isinya aset, kewajiban, dan </p><p>modal. </p><p>2. Akun nominal adalah akun yang dicantumkan di laporan laba rugi yang isinya biaya </p><p>dan pendapatan. </p><p> Metode pencatatan akuntansi: </p><p>1. Cash basis adalah basis akuntansi yang mengakui pengaruh transaksi dan peristiwa </p><p>lainnya pada saat kas atau setara kas diterima atau dibayar yang digunakan untuk </p><p>pengakuan pendapatan, belanja dan pembiayaan (pencatatan pendapatan). </p><p>2. Accrual basis adalah basis akuntansi yang mengakui pengaruh transaksi dan peristiwa </p><p>lainnya pada saat transaksi dan peristiwa itu terjadi tanpa memperhatikan saat kas atau </p><p>setara kas diterima atau dibayar (pencatatan biaya). </p><p> Tarnsaksi Akuntansi: </p><p>Transaksi Bertambah Berkurang </p><p>Aset Debet Kredit </p><p>Pendapatan Kredit Debet </p><p>Kewajiban Kredit Debet </p><p>Modal Kredit Debet </p><p>Beban atau biaya Debet Kredit </p><p> Siklus Akuntansi (accounting cycle) dimulai dari: transaksi &gt; bukti transaksi &gt; jurnal </p><p>&gt; buku besar &gt; neraca saldo &gt; ayat jurnal penyesuaian &gt; neraca lajur &gt; laporan </p></li><li><p> D e s s y T j a h y a w a t i A </p><p> Page 5 </p><p>keuangan ( laporan laba rugi &gt; laporan perubahan modal &gt; neraca &gt; laporan arus kas </p><p>&gt; catatan atas laporan keuangan ) &gt; jurnal penutup &gt; jurnal pembalik. </p><p> Transaksi (transaction) adalah kegiatan yang mempengaruhi posisi keuangan </p><p>perusahaanyang dapat diukur dengan satuan uang. Transaksi dikatakan valid dan sah, </p><p>apabila dilengkapi dengan bukti transaksi. </p><p> Bukti transaksi (transaction document) adalah bukti fisik adanya transaksi yang terjadi </p><p>pada perusahaan. </p><p>1. Bukti ekstern adalah bukti transaksi yang digunakan di luar perusahaan, baik yang </p><p>dibuat oleh perusahaan ataupun pihak di luar perusahaan. Bukti transaksi terdiri dari: </p><p>cek, kuitansi, faktur, nota, nota debet (bukti transaksi pengembalian barang yang </p><p>dibuat oleh pihak pembeli), nota kredit (bukti transaksi pengembalian barang yang </p><p>dibuat oleh pihak penjual). </p><p>2. Bukti intern adalah bukti transaksi yang hanya digunakan dan dibuat di dalam </p><p>perusahaan. Contohnya adalah memo. </p><p> Jurnal (journal) adalah media pencatatan transaksi secara urut waktu (kronologis). </p><p>1. Jurnal umum digunakan apabila transaksi perusahaan masih sedikit. </p><p>2. Jurnal khusus digunakan apabila transaksi perusahaan makin banyak dan berulang </p><p>kali terjadi dengan frekuensi yang tinggi. </p><p> Buku besar (ledger) adalah kumpulan akun-akun yang digunakan untuk meringkas </p><p>transaksi yang telah dicatat dalam jurnal. </p><p>Bentuk-bentuk buku besar: </p><p>1. Bentuk T account. </p><p>2. Bentuk skontro (dua kolom). </p><p>3. Bentuk staffle (berkolom saldo tunggal) digunakan jika diperlukan penjelasan dari </p><p>transaksi yang relatif banyak. </p><p> Neraca saldo (trial balance) adalah suatu daftar yang berisi saldo-saldo sementara setiap </p><p>akun buku besar pada suatu saat tertentu dan disusun pada akhir periode akuntansi yang </p><p>bertujuan untuk memeriksa kesamaan jumlah saldo debet dengan saldo kredit. </p></li><li><p> D e s s y T j a h y a w a t i A </p><p> Page 6 </p><p>Perusahaan XYZ </p><p>Neraca Saldo </p><p>Per 30 Juni 2010 </p><p>Nama akun Debet Kredit </p><p>Kas xxx </p><p>Piutang dagang xxx </p><p>Perlengkapan xxx </p><p>Penyisihan kerugian piutang </p><p>PPN masukan xxx </p><p>Persediaan bahan baku xxx </p><p>Persediaan BDP xxx </p><p>Persediaan barang jadi xxx </p><p>Persediaan bahan pembantu xxx </p><p>perlengkapan xxx </p><p>Sewa dibayar dimuka xxx </p><p>Tanah xxx </p><p>Gedung xxx </p><p>Akumulasi penyusutan gedung xxx </p><p>Peralatan xxx </p><p>Akumulasi depresiasi peralatan xxx </p><p>Utang dagang xxx </p><p>Utang wesel xxx </p><p>PPN keluaran xxx </p><p>Utang pajak xxx </p><p>Utang gaji dan upah xxx </p><p>Utang bunga xxx </p><p>Utang bank xxx </p><p>Modal xxx </p><p>Prive xxx </p><p>Penjualan xxx </p><p>Retur penjualan xxx </p><p>Potongan penjualan xxx </p><p>Pembelian xxx </p><p>Beban angkut pembelian xxx </p><p>Retur pembelian xxx </p><p>Potongan pembelian xxx </p><p>Beban gaji xxx </p><p>Biaya tenaga kerja langsung xxx </p><p>Biaya tenaga kerja tidak langsung xxx </p><p>Beban reparasi mesin xxx </p><p>Beban pemasaran xxx </p><p>Beban administrasi dan umum xxx </p><p>Beban administrasi bank xxx </p><p>Beban bunga xxx </p><p>Jumlah xxx xxx </p></li><li><p> D e s s y T j a h y a w a t i A </p><p> Page 7 </p><p> Ayat jurnal penyesuaian (adjusting entries) adalah jurnal yang dibuat untuk </p><p>menyesuaikan akun-akun sementara setiap buku besar yang belum mencerminkan </p><p>jumlah (saldo) yang sebenarnya. </p><p>1. Data akuntansi yang memerlukan penyesuaian: </p><p>a. Pendapatan yang masih harus diterima (accrueel revenue). </p><p>b. Pendapatan diterima dimuka (defened revenue). </p><p>c. Biaya yang masih harus dibayar (accrued expense). </p><p>d. Biaya dibayar dimuka (prepaid expense). </p><p>e. Penyusutan aktiva tetap (fixed assets depreciation). </p><p>f. Amortisasi biaya (cost amortization). </p><p>g. Piutang yang tidak dapat ditagih (doubtful account). </p><p>2. Ayat jurnal penyesuaian pada akhir periode dengan menggunakan metode fisik: </p><p>HPP xxx </p><p>Persediaan barang dagangan akhir xxx </p><p>Retur pembelian xxx </p><p>Potongan pembelian xxx </p><p> Pembelian xxx </p><p> Persediaan barang dagangan awal xxx </p><p> Beban angkut pembelian xxx </p><p>Ayat jurnal penyesuaian hanya menggunakan metode fisik karena metode ini </p><p>melakukan perhitungan persediaan akhir pada akhir periode atau secara berkala, </p><p>sedangkan metode perpetual apabila terjadi perubahan persediaan maka langsung </p><p>dicatat di buku pembantu persediaan barang dagangan. Namun tidak menutup </p><p>kemungkinan bahwa dalam metode perpetual dibuat penyesuaian apabila terjadi </p><p>kerusakan terhadap persediaan yang terjadi pada akhir periode setelah dilakukan </p><p>perhitungan fisik. </p><p> Neraca lajur (work sheet) adalah kertas kerja berkolom-kolom untuk memudahkan dalam </p><p>membuat penyesuaian dan penyusunan laporan keuangan dengan memindahkan data-</p><p>data di neraca saldo dan jurnal penyesuaian. </p></li><li><p> D e s s y T j a h y a w a t i A </p><p> Page 8 </p><p>Perusahaan XYZ </p><p>Neraca Lajur </p><p>Per 30 Juni 2011 </p><p>Akun Neraca Saldo AJP Neraca Saldo </p><p>disesuaikan </p><p>Laporan L/R Neraca </p><p>D K D K D K D K D K </p><p> Laporan keuangan </p><p>Kerangka konseptual laporan keuangan merupakan konsep yang mendasari penyusunan </p><p>dan penyajian laporan keuangan bagi para pemakai ekstern. </p><p>Dasar pengukuran laporan keuangan: </p><p>1. Biaya historis, aktiva dicatat sebesar pengeluaran kas yang dibayar atau sebesar nilai </p><p>wajar dari imbalan yang diberikan untuk memperoleh aktiva tersebut pada saat </p><p>perolehan. </p><p>2. Biaya kini (current cost), aktiva dinilai dalam jumlah kas yang seharusnya dibayar </p><p>bila aktiva yang sama diperoleh sekarang. </p><p>3. Nilai realisasi /penyelesaian, aktiva dinyatakan dalam jumlah kas yang dapat </p><p>diperoleh sekarang dengan menjual aktiva dalam pelepasan normal. </p><p>4. Nilai sekarang (present value), aktiva dinyatakan sebesar arus kas masuk bersih di </p><p>masa depan yang didiskontokan ke nilai sekarang dari pos yang diharapkan dapat </p><p>memberikan hasil dalam pelaksanaan usaha normal. </p><p>Jenis-jenis laporan keuangan: </p><p>PSAK </p><p>1. Laporan laba rugi (income statement) adalah laporan keuangan yang menyajikan </p><p>informasi mengenai pendapatan dan beban selama periode waktu tertentu, misalnya: </p><p>bulanan, kuartalan, semesteran atau tahunan. </p><p>Bentuk-bentuk laporan laba rugi: </p><p>a. Bentuk langsung (single step) adalah laporan laba rugi yang mencatat seluruh </p><p>penghasilan terlebih dahulu kemudian dikurangi dengan seluruh beban. </p><p>b. Bentuk tidak langsung (multiple step) adalah laporan laba rugi yang menghitung </p><p>penghasilan dan beban berdasarkan kriterianya masing-masing, yaitu pendapatan </p><p>dan beban operasi serta pendapatan dan beban lain-lain. </p></li><li><p> D e s s y T j a h y a w a t i A </p><p> Page 9 </p><p>1. Laporan laba rugi perusahaan jasa Perusahaan XYZ </p><p>Laporan Laba Rugi </p><p>Untuk periode yang berakhir 30 Juni 2011 </p><p>Pendapatan: xxx </p><p> Pendapatan jasa xxx </p><p> Penambangan Migas xxx </p><p> Pendapatan sewa xxx </p><p> Pendapatan lain-lain xxx </p><p>Total pendapatan xxx </p><p>Biaya Operasi: </p><p> Biaya gaji xxx </p><p> Beban suplai xxx </p><p> Beban buku xxx </p><p> Biaya sewa xxx </p><p> Biaya listrik, telepon dan air xxx </p><p> Biaya iklan xxx </p><p> Biaya transportasi xxx </p><p> Biaya perlengkapan xxx </p><p> Biaya penyusutan xxx </p><p> Biaya bunga xxx </p><p> Biaya akomodasi xxx </p><p>Total biaya ( xxx ) </p><p>Laba/Rugi xxx </p><p>2. Laporan laba rugi perusahaan dagang Perusahaan XYZ </p><p>Laporan Laba Rugi </p><p>Untuk periode yang berakhir 30 Juni 2011 Penjualan xxx </p><p>Retur penjualan xxx </p><p>Potongan penjualan xxx </p><p>Diskon penjualan xxx </p><p> (xxx) </p><p>Penjualan bersih xxx </p><p>Harga Pokok Penjualan: </p><p> Persediaan awal xxx </p><p> Pembelian xxx </p><p> Beban angkut pembelian xxx </p><p> Retur pembelian (xxx) </p><p> Potongan pembelian (xxx) </p><p> Pembelian bersih xxx </p><p> Barang siap dijual xxx </p><p> Persediaan akhir (xxx) </p><p>Harga Pokok Penjualan (xxx) </p><p>Laba kotor xxx </p><p>Beban operasional: </p><p> Beban angkut penjualan xxx </p><p> Beban gaji bagian toko xxx </p><p> Beban penyusutan xxx </p><p> Beban penjualan xxx </p></li><li><p> D e s s y T j a h y a w a t i A </p><p> Page 10 </p><p> Beban perlengkapan bagian toko xxx </p><p>Beban administrasi: </p><p> Beban gaji bagian kantor xxx </p><p> Beban perlengkapan kantor xxx </p><p> Beban sewa xxx </p><p> Beban asuransi xxx </p><p> Beban listrik, air, dan telepon xxx </p><p> Beban iklan xxx </p><p> Beban penyusutan peralatan toko xxx </p><p> Beban penyusutan peralatan kantor xxx </p><p> Beban kerugian piutang xxx </p><p>Total beban operasional dan administrasi (xxx) </p><p>Laba operasional xxx </p><p>Pendapatan lain-lain: </p><p> Pendapatan bunga xxx </p><p> Pendapatan jasa giro xxx </p><p> Pendapatan sewa xxx </p><p>Beban lain-lain: </p><p> Beban bunga (xxx) </p><p> Beban bank (xxx) </p><p> xxx </p><p>Laba bersih sebelum pajak xxx </p><p>Pajak penghasilan (xxx) </p><p>Laba bersih setelah pajak xxx </p><p>3. Laporan laba rugi perusahaan manufaktur </p><p>Perusahaan XYZ </p><p>Laporan Laba Rugi </p><p>Untuk periode yang berakhir 30 Juni 2011 </p><p>Penjualan xxx </p><p>Retur pejualan xxx </p><p>Potongan penjualan xxx </p><p> (xxx) </p><p>Penjualan bersih xxx </p><p>Harga Pokok Penjualan: </p><p>Persediaan barang jadi awal xxx </p><p> Harga Pokok Produksi: </p><p> Biaya bahan baku: xxx </p><p> Persediaan bahan baku aw...</p></li></ul>