Memahami Dan Menjelaskan UMN Dan LMN

  • Published on
    25-Oct-2015

  • View
    581

  • Download
    30

Embed Size (px)

DESCRIPTION

LMN dan UMN

Transcript

<p> Skenario 2 Kelumpuhan wajah 16</p> <p> 15 Gea Puteri Pertiwi (1102008109)</p> <p>I. Memahami dan menjelaskan UMN dan LMN1. Anatomi </p> <p>Proses berjalan merupakan suatu proses yang kompleks yang membutuhkan keutuhan berbagai struktur dan mekanisme saraf. Struktur dan mekanisme saraf ini menyelenggarakan pengaturan untuk proses berjalan. Korteks motorik</p> <p>Korteks motorik primer (area Brodmann 4) terletak pada gyrus presentalis lobus frontalis, terbentang dari fisura lateralis hingga batas dorsal hemisfer dan sebagian permukaan media lobus frontalis rostal dari lobulus parasentralis. Korteks motorik primer berhubungan dengan penampilan gerakan. Disebelah rostal area motorik primer tedapat kortesk premotor (area Brodmann 6). Pada permukaan lateral hemisper yang berhubungan dengan pemuliaan (inisiasi)gerakan. Area motorik tambahan terdapat pada aspek medial dari area 6 pada penampang sagital, rostal dari lobulus parasentral. Area ini aktif selama persiapan gerakan setelah inisasi gerakan. Fungsi area ini terutama berhubungan dengan gerakan kompleks pada anggota gerak termasuk gerakan anggota gerak bersama pada kedua sisi tubuh. Jaras-jaras desenden dari korteks serebri yang mempengaruhi aktivitas motorik.</p> <p> Traktus kortikospinalis (piramidalis)Jaras ini mulanya dianggap sebagai yang memulai dan mengendalikan setiap aktifitas otot volunter. Kemudian diketahui bahwa jaras ini terutama berhubungan dengan gerakan terlatih dari otot-otot distal anggota gerak dan dengan fasilitasi motorneuron. 1/3 akson-akson dari jaras ini berasal dari korteks motorik primer (area 4 dan 6) sepertiga lainnya dari area promotor dan area motorik tambahan, dan sepertiga sisanya berasal dari lobus parietalis (area 3, 1 dan 2). Traktus kortikospinalis kemudian berjalan kedistal yang kemudian terbagi menjadi traktus kortikospinalis lateralis (90%) dan traktus kortikospinalis ventralis. Traktus kortikospinalis lateralis berjalan pada funikulus lateralis medula spinalis dan mengadakan sinaps pada aspek lateral lamina IV hingga VIII. Banyak sel-sel pada lamina ini adalah interneuron yang mengadukan sinaps dengan a, b dan motor neuron pada lamina IX.Traktus kortikospinalis menimbulkan pengaruh fasilitasi dan inhibisi pada interneuron spinal dan motor neuron. Aktivasi traktus kortikospinalis umumnya menimbulkan potensial eksitatorik postsinaptik pada interneuron dan motorneuron dari otot-otot fleksor dan potensial inhibitorik postsinaptek pada otot-otot ekstensor.Traktus kortikorubral dan rubrospinalDari korteks serebri serabut-serabut menuju ke nukleus rubra ipsilateral pada tegmentum mesensefalon. Traktus rubrospinal berasal dari nukleus ruber yang menyilang garis tengah pada persilangan tegmental ventral dan turun melalui tegmentum pons lateral dan messensepalon menuju medula spinalis. Pada medula spinalis jaras ini terdapat dibagian arterior traktus kortikospinalis lateralis pada funikulus lateralis. Serabut-serabutnya bersinaps pada setiap tingkatan medula spinalis pada aspek lateral lamina V, VI dan VIII. Fungsi traktus ini memfasilitasi fleksor dan inhibisi ekstensor motor neuron ,, terutama yang mensarafi bagian distal lengan. Traktus vestibulospinal</p> <p>Traktus vestibulospinal ini berjalan menuju funikulus anterior dan bersinaps dengan sel-sel pada lamina VII dan VIII. Trataktus vestribulospinal lateral berjalan pada seluruh panjang medula spinalis, sedangkan trakatus vestibulospinal medial berjalan hingga setinggi bagian atas torakal. Stimulasi traktus vestibulosspinal lateral mencetuskan potensial eksitatorik postsinaptik pada motor neuron ekstensor yang mensarafi otot-otot leher, punggung, anggota gerak. Stimulasi traktus vestibulospinal medial tidak mempengaruhi motor neuron anggota gerak. Jaras-jaras vestibulospinal berhubungan dengan postural tubuh saat gerakan kepala dan pemeliharaan tonus postural. Jaras sistem motorik yang berasal dari korteks serebri dan batang otak mencapai medula spinalis dan secara fungsional terdiri atas 2 sistem proyeksi umum, ventromedial dan lateral. Sistem ventromedial batang otak terdiri atas serabut-serabut yang berasal dari nukleus interstisial (Cajal), kolikulus superior, formasio retikularis (mesensefalik, pons, medula oblongata), dan inti vestibularis. Traktus yang terbentuk dari serabut ini berakhir pada aspek ventral dan medial kornu anterior (termasuk lamina VII dan VIII). Jaras ventromedial terutama berkaitan dengan pemeliharaan postur tegak, gerakan terintegrasi dari badan dan anggota gerak dan progresi gerakan anggota gerak. Jaras ini umumnya memfasilitasi aktifitas motor neuron yang berproyeksi pada otot-otot ekstensor dan meninginhibisi aktivitas motor neuron yang berproyeksi pada otot-otot fleksor. Sitem lateral batang otak terdiri atas serabut-serabut yang berasal dari nukleus rubber magnoseluler kontralateral yang menuju medula spinalis melalui traktus rubrosspinalis, dan serabut-serabut dari bagian ventrolateral tegmentum pontis kontralateral yang menuju medula spinalis melalui kolumna lateralis medula spinalis. Serabut jaras lateral ini berakhir pada aspek dorsal dan lateral kornu anterior, termasuk lamina V, VI dan VII. Jaras ini berhubungan dengan gerakan halus terutama tangan dan kaki. Jaras ini umumnya menfasilitasi aktifitas motorneuron untuk otot-otot fleksor dan menginhibisi aktivitas untuk otot-otot ekstensor.</p> <p>SerebelumSerbelum terletak di fossa posterior, dibelakang pons dan medula oblongata. Dipisahkan dari serebrum dibagian atasnya oleh tentorium serebeli. Serebelum terdiri atas 3 komponen anatomis utama yaitu, lobus flokulonodular (archiserebelum) lobus anterior (paleo serebelum) dan lobus posterior (neoserebelum). Lobus flokulonoduler menerima proyeksi terutama dari inti-inti vestibuler. Lobus anterior terutama pada bagian vermis menerima input dari jaras spinocerebelaris. Lobus posterior menerima proyeksi dari hemisfer serebri. Korteks serebelum terdiri atas 3 lapisan yaitu, lapisan molekuler, lapisan sel-sel purkinje dan lapisan granuler. Pada hemisfer serebri terdapat 4 pasang inti yaitu fastigial, globosus, emboliformis dan dentatus. Terdapat 3 pasang berkas proyeksi utama yaitu pedunkulus serebeli superior(brachium conjuncyivum), pedunkulus serebeli media (brachium pontis) dan pedunkulus serebeli inferior (corpus restiforme) Fungsi serebelum adalah sebagai pusat koordinasi untuk mempertahankan keseimbangan dan Tonus otot. Serebelum diperlukan untuk mempertahankan postur dan keseimbangan untuk berjalan dan berlari.</p> <p>Basal gangliaBasal ganglia adalah kompleks inti subkortika yang komponen utamanya terdiri atas nukleus kaudatus, putamen dan globus palidus. Komponen lain dari basal ganglia adalah kompleks inti amigdaloid dan klaustrum. Kompleks inti lain yang mempunyai hubungan erat dengan basal ganglia adalah nukleus subthalamikus dan substansia nigra. Kontrol aktivitas motorik dilakukan melalui berbagai sirkuit yang melibatkan basal ganglia, korteks serebri dan serebelum kemudian diteruskan melalui jaras motorik desendens yang selanjutnya mempengaruhi aktivitas lower motorneuron. Gerakan yang dipengaruhi oleh basal ganglia adalah yang berhubungan dengan postur, gerakan otomatis (ayunan tangan waktu berjalan), dan gerakan terampil. Basal ganglia diduga mempunyai peran dalam perencanaan gerakan dan sinergi gerakan.Medula spinalisSerabut-serabut dari traktus piramidalis dan berbagai jaras ekstrapiramidalis, dan serabut aferen yang memasuki medula spinalis melalui radiks posterior, berakhir pada badan sel atau dendrit dari , motor neuron besar dan kecil dan motor neuron secara langsung atau melalui interneuron dalam medula spinalis. Serabut saraf dengan diameter yang lebih besar (alpha-1) berjalan langsung menuju otot-otot ekstrafusal berakhir sebagai motor end plate. Serabut saraf dari motor neuron mensarafi muscle spindle. Unit dasar dalam pengorganisasian pada medula spinalis adalah refleks-refleks spinal. Refleks spinal ini mendapat pengaruh inhibisa dan eksitasi dari pusat-pusat yang lebih tinggi. Refleks spinal diaktivasi dan dipertahankan oleh stimulus eksternal. Terdapat suatu interaksi yang berkesinambungan antara input sensorik, eksitasi interneuron melalui jaras spinal dan supraspinal dan output motorik. Efek aktivitas pusat yang lebih tinggi adalah memodifikasi dan mengatur aktivitas dalam refleks spinal. Suatu lengkung refleks spinal terdiri atas suatu neuron sensorik, satu atau lebih interneuron dan neuron motorik dengan akson dan cabang-cabangnya menuju ke serabut-serabut otot dari motor unit. Spinal refleks berhubungan dengan eksitasi inhibisi, kontraksi otot secara bersama (cocontraction) dan persarafan timbal balik otot-otot antagonis. Keutuhan refleks spinal ini penting dalam terjadinya gerakan2. Fisiologi</p> <p>Jalur saraf motorikImpuls berjalan dari korteks serebri menuju sumsum belakang melaluijalur traktus serebrospinalis atau traktus piramidalis. Neuron pertama yaitu neuronmotorik atas memiliki baadan sel dalam daerah prerolandi pada korteks serebri.Serabut-serabutnya berpadu erat pada saat melintasi antara nucleus kaudatus danlentiformis dalam kapsula interna. Neuron motorik bawah yang bermula sebagaibadan sel dalam kornu anterior sumsum tulang belakang keluar dan masuk ke akaranterior saraf spinalis lalu didistribusikan ke perifer dan berakhir pada organ motorik.</p> <p>Macam Saraf1.Saraf sensoris adalah saraf yang membawa impuls dari reseptor ke SSP (Sistem Saraf Pusat)2.Saraf konektor adalah saraf menghubungkan saraf sensoris dan saraf motoris di medula spinalis pada gerak reflek3.Saraf motoris adalah saraf yang membawa impuls dari SSP ke efektor</p> <p>Macam Saraf</p> <p> Sistem Lokomotorius</p> <p> Gerak ReflekGerak reflek adalah gerak (respon terhadap impuls sensoris) yang tidak disadariJarasnya: reseptor saraf sensoris saraf konektor (medulla spinalis) saraf motorik efektor</p> <p>Reseptor SensorisReseptor sensorik adalah organ/sel yang berfungsi menerima rangsang/stimulasi lingkungan menjadi impuls sarafReseptor dibagi berdasarkan:Sumber (lokasi) sensasiJenis sensasi yang terdeteksi</p> <p>Macam ReseptorEksteroseptor: reseptor yang menerima rangsang dari luar tubuh. (sentuhan, tekanan, nyeri, suhu, penciuman, penglihatan, pendengaran)Propioseptor: reseptor yang menerima rangsang dari dalam tubuh. (otot, tendon, persendian, keseimbangan)Interoseptor/viseroseptor: reseptor yang terletak di organ visera dan pembuluh darah yang diinervasi oleh SSO. (digesti, ekskresi dan sirkulasi)Mekanoreseptor: reseptor untuk rangsangan mekanik. (vibrasi, tekanan, propriosepsi, pendengaran, keseimbangan, tekanan darah)Termoreseptor: reseptor untuk suhuReseptor nyeri/nosiseptor: reseptor untuk kerusakan jaringanFotoreseptor: reseptor untuk cahayaKemoreseptor: reseptor untuk zat kimia</p> <p>Sistem SarafSistem Saraf Pusat (SSP) terdiri dari cerebrum dan medulla spinalisSistem Saraf Tepi (SST) adalah saraf yang keluar dari SSP yang terdiri dari nervi cranialis dan nervi spinalisSistem Saraf Otonom (SSO) adalah saraf SST yang sifatnya tidak sadar (involunter) terdiri dari nervi simpatis dan nervi parasimpatis</p> <p>Jaras Saraf SensorisJaras mulai dari reseptor cortex sensoris cerebri membawa impuls dari reseptor ke SSPBadan sel saraf sensoris ada di ganglion radik posterior dekat medulla spinalisKerusakan pada jaras sensoris menyebabkan anestesiaAda dua jalur:1.Untuk Sentuhan/posisi saraf berjalan mulai ganglion radix posterior kemudian melalui serabut sentralis naik didalam kolumna dorsalis lalu menyilang di medulla oblongata dan berakhir di cortex sensoris cerebri2.Untuk Nyeri/suhu saraf berjalan mulai ganglion radix posterior kemudian memotong medulla spinalis lalu naik pada traktus antero lateral sisi yang berlawanan menuju cortex sensoris cerebriJaras MotorisJaras motoris adalah jaras saraf mulai dari cortex motorik cerebri sampai ke efektor (otot, kelenjar)Jaras menyilang di medulla oblongataDibagi dua yaitu:1.UMN2.LMNUpper Motor Neuron (UMN)Jaras saraf mulai dari cortex motorik cerebrum sampai cornu anterior medulla spinalisKerusakan pada jaras UMN akan menyebabkan paralisa yang bersifat spastik</p> <p>Lower Motor Neuron (LMN)Jaras saraf mulai dari cornu anterior medulla spinalis sampai ke efektorKerusakan LMN akan mengakibatkan paralise yang bersifat flacid (layuh)II. Memahami dan menjelaskan strokeDefinisiStroke adalah tanda-tanda klinis yang berkembang cepat akibat gangguan fungsi otak fokal atau global, dengan gejala-gejala yang berlangsung selama 24 jam atau lebih atau menyebabkan kematian, tanpa adanya penyebab lain yang jelas selain vaskuler (Kelompok Studi Serebrovaskuler dan Neurogeriatri Perdossi,1999).</p> <p>Etiologi dan KlasifikasiDikenal bermacam-macam klasifikasi stroke berdasarkan atas patologi anatomi (lesi), stadium dan lokasi (sistem pembuluh darah) (Misbach, 1999).1. Berdasarkan patologi anatomi dan penyebabnya: Stroke iskemik Transient Ischemic Attack (TIA) Trombosis serebri Emboli serebri Stroke hemoragik Perdarahan intraserebral Perdarahan subarachnoid2. Berdasarkan stadium: Transient Ischemic Attack (TIA) Stroke in evolution Completed stroke3. Berdasarkan lokasi (sistem pembuluh darah): Tipe karotis Tipe vertebrobasilerFaktor Resiko1) Non modifiable risk factors : Usia Jenis kelamin Berat badan lahir rendah Ras/etnis Genetic2) Modifiable risk factors Well-documented and modifiable risk factorsa) Hipertensib) Paparan asap rokokc) Diabetesd) Atrial fibrilasi dan beberapa kondisi jantung tertentue) Dislipidemiaf) Stenosis arteri karotisg) Sickle cell diseaseh) Terapi hormonal pasca menopausei) Diet yang burukj) Inaktivitas fisikk) Obesitas Less well-documented and modifiable risk factorsa) Sindroma metabolicb) Penyalahgunaan alcoholc) Penggunaan kontrasepsi orald) Sleep-disordered breathinge) Nyeri kepala migrenf) Hiperhomosisteinemiag) Peningkatan lipoprotein (a)h) Peningkatan lipoprotein-associated phospholipasei) Hypercoagulabilityj) Inflamasik) InfeksiPatofisiologiIskemik otak mengakibatkan perubahan dari sel neuron otak secara bertahap (Sjahrir,2003) Tahap 1 :1) Penurunan aliran darah2) Pengurangan O23) Kegagalan energy4) Terminal depolarisasi dan kegagalan homeostasis ion Tahap 2 :1) Eksitoksisitas dan kegagalan homeostasis ion2) Spreading depression Tahap 3 : Inflamasi Tahap 4 : ApoptosisProses patofisiologi pada cedera SSP akut sangat kompleks dan melibatkan permeabilitas patologis dari sawar darah otak, kegagalan energi, hilangnya homeostasis ion sel, asidosis, peningkatan kalsium ekstraseluler, eksitotoksisitas dan toksisitas yang diperantarai oleh radikal bebas. (Sherki dkk,2002)</p> <p>Manifestasi KlinisBerdasarkan lokasinya di tubuh, gejala-gejala stroke terbagi menjadi berikut:1. Bagian sistem saraf pusat : Kelemahan otot (hemiplegia), kaku, menurunnya fungsi sensorik.2. Batang otak, dimana terdapat 12 saraf kranial: menurun kemampuan membau, mengecap, mendengar, dan melihat parsial atau keseluruhan, refleks menurun, ekspresi wajah terganggu, pernafasan dan detak jantung terganggu, lidah lemah.3. Cerebral cortex: aphasia, apraxia, daya ingat menurun, heminegle...</p>