Meringkas Buku Wisnu Purana

  • Published on
    24-Nov-2015

  • View
    40

  • Download
    5

Embed Size (px)

DESCRIPTION

meringkas buku wisnu purana

Transcript

<p>WISNU PURANASuatu hari ada seorang rsi yang bernama rsi Maitreya ingin menemui rsi Parasara untuk mengetahui proses tentang terciptanya alam semesta. Rsi Parasara menjelaskan bahwa pada awalnya alam semesta dipenuhi dengan air. Di dalam air tersebut muncul sebuah gelembung air dan semakin membesar. Telur tersebut disebut brahmanda. Di dalam telur (brahmanda) tersebut terdapat pegunungan dan tanah, samudra dan lautan, dewa, manusia, hantu, binatang, bulan dan sebagainya. Di dalam telur tersebut di kelilingi berbagai elemen seperti api, air, angin, udara, dan angkasa. Dan adapun di jelaskan empat yuga ( jaman ) di antaranya Krta yuga, treta yuga, dvapara yuga, kali yuga. Ada seorang rsi yang bernama Duvarsa dia dari keturunan mahadeva. Suatu hari Duvarsa melakukan pengembara keliling dunia. Di perjalan duvarsa menemui seorang wanita cantik dan di tangan wanita cantik tersebut ada sebuah kalung bunga yang sangat indah dan berbau harum. Duvarsa kemudian meminta kalung tersebut dari wanita tersebut dan wanita itu dengan senang hati memberinya. Duvarsa kembali melanjutakan perjalanannya untuk menemui Indra raja dari para dewa. Suatu hari indra dan para dewa mengelilingi duvarsa yang duduk di atas gajah kesayangannya, Airvata. Kemudian devarsa mengambil kalung bunga itu dan melemparnya ke dewa indra. Namun dewa indra memberikan kalung bunga itu kepada gajah kesayangannya. Devarsa tentunya heran mencium bau harum yang ada pada gajah dewa indra . untuk mengetahui asal bau harum itu, kemudian devarsa medongakkann belalai gajah tersebut dan karangan bunga itu pun jatuh dari kepalanya dan menimpa tanah yang kotor. Melihat hal ini duvarsa menjadi sangat marah dan mengannggap dewa indra sudah menghina duvarsa. Kemudian duvarsa mengutuk dewa indra. Dewa indra memohon kepada duvarsa namun diabaikan. Lama kelamaan kutukan dewa indra hilang dan tempat tinggal dewa indra kembali seperti semula setelah memohon kepada dewi laksmi. Suatu hari ada seorang anak yang bernama Dhurva. Dhurva iri kepada kakaknya karena ayahnya lebih menyayangi kakaknya. Hal tersebut membuat Dhurva merasa iri kepada kakaknya dan meninggalkan istana untuk mencari hidup baru. Kemudian dhurva berdoa, melihat hal tersebut Wisnu menampakan diri dan mengabulkan permintaan dhurva. Dan dhurva pun ingin meminta anugrah agar selalu menjadi pemuja Wisnu yang setia dan dhurva pula meminta anugrah agar dia bisa tinggal di puncak alam semesta. Beberapa generasi Dhurva berikutnya terdapatlah seorang raja yang bernama Vena. Vena adalah type raja yang tidak baik ia bahkan mengumumkan bahwa di bumi tidak boleh ada upacara persembahan. Maka para rsi memutuskan bahwa Vena tidak pantas hidup lagi. Dan diganti oleh raja Prthu. Di antara keturunan Prthu ada seorang raja yang bernama Prachinvarhi yang menikahi putri raja Samudra Savarna. Dari perkawinannya tersebut lahirnya 10 putra yang dikenal sebagai Pracheta. Dan para Pracheta melakukan pertapaan selama sepuluh ribu tahun. Setelah sepuluh ribu tahun Wisnu menampakan diri mengendarai garuda dan mengabulkan permintaan mereka. Setelah mendapatkan anugrah mereka pun turun kepermukaan telah di penuhi banyak pepohonan sehingga seluruh benda tidak kelihatan. Sehingga mereka marah dan menghancurkan semua pepohonan menjadi abu. Soma raja dari seluruh pohon tidak kuasa meliahat hal itu dan bergegas menghadapi pachenta dan berusaha untuk memenangkannya. Soma membawa putrinya dan memperistrikanya dari salah satu pancheta. Hasil dari perkawinan antara salah satu pancheta tersebut lahirlah seorang putra yang bernama Daksa.Suatu hari hiranyakasipu mendapat sebuah anugrah dari brahma. Dengan diberinya kekuatan anugrah dia berhasil menguasai 3 dunia dan mengusir dewa indra dari surge dan dia pun mengambil gelar indra tersebut. Hiranyakasipu mempunyai seorang putra bernama Prahdala. Suatu hari berkelana untuk belajar memuja wisnu. Namun ayah melarangnya untuk belajar memuja wisnu sampai-sampai Prahdala bertarung dengan ayahnya. Ayahnya mengeluarkan ribuan daitya untuk menyerang Prahdala . namun usaha ayahnya gagal dan ribu daitya tersebut tidak mempan. Ayahnya kembali mengeluarkan berbagai jenis ular beracun untuk menyerang Prahdala namun dia lindungi oleh wisnu. Atas perlakuanya tersebut Hiranyakasipu menyesal atas perbuatanya dan meminta map kepada anaknya. Akhirnya Prahdala menjadi raja para daitya dan dia memrintah sangat bijaksana dan akhir purana pertama. Maitreya memberitahu kepada Parasara bahwa Mabu memiliki dua orang putra Priyavrata dan Uttanapada. Priyavrata menikah dengan putri dari Kardama dan hasil pernikahanya tersebut dia mempunyai sepuluh anak. Dari masa lalu ada seorang raja bernama bharata dia putra dari Raisadha. Suatu hari bharata pergi ke sebuah sungai untuk mandi. Dan menemukan kijang sedang minum air, ketika sedang melihat kijang tersebut dia mendengar raungan singa. Hal tersebut membuat kijang itu lari ketakutan sampai-sampai kandungannya melahirkan anak kijang dan jatuh dari air sedangkan induknya mati. Kemudian bharata membawa anak kijang tersebut ke asramanya. Bharata sangat menyayangi anak kijang itu dan perlahan-lahan melupakan wisnu. Beberapa tahun berlalu bharata meninggal dan di akhirnya hayatnya dia hanya memikirkan kijang kesayangannya, sehingga dia berenkanasi menjadi kijang Jatismara. Beberapa tahun kemudian kijang tersebut meninggal dan menjadi Jatismara Brahmana. Di dalam kehidupannya kali ini dia menjadi seorang brahmana yang amat terpelajar dan mempunyai pengetahuan yang tinggi. Dan ini akhir purana ke dua. Manvatara adalah satu putaran waktu penciptaan dan penghancuran dari Satu orang Manu memerintah satu periode Manvatara dan sampai sekarang ada tujuh Manvatara. Seakarang Manvatara ke tujuh sudah berlalu namun akan dating lagi di kemudian hari. Dalam setiap jaman wisnu berwujud sebagai Vedavyasa untuk melakukan perbaikan veda. Proses ini dilakukan pada jaman Dvapara yuga. Pada suatu ketika para rsi yang tersohor akan mengadakan pertemuan. Jika ada yang tidak dating pada pertemuan tersebut sama dengan membunuh brahmana. Kemudian wisnu purana menceritakan tentang purana dan sejarah adanya purana. Jika sesoarang mati mereka yang ada di bawah kendali Yama akan menentukan apakah masuk surga atau neraka. Jika mereka melakukan penebusan dosa maka merekaakan berenkanasi lagi. Jika mreka yang tidak melanggar catur varna maa orang tersebut berhati suci, dan terbebas dari amarah merekalah sang pemuja Wisnu. Jalan terpenting dari brahmana, ksatriya, waisya, dan sudra. Bagi seorang brahmana member sedekah dan memuja para dewa dengan berbagai upacara kurban dan harus mempelajari veda. Bagi ksatria harus member sedekah pada para brahmana, belajar ilmu pengetahuan dan melakukan upacara kurban untuk Visnu. Wisya tugasnya harus melakukan kegiatan memelihara ternak baik di bidang perdagangan maupun pertanian dan wisya harus mempelajari kitab suci dan memberi sedekah dan melakukan upacara kurban. Sedangkan Sudra berkewajiban untuk mencari nafkah dan melayani ketiga kasta lainnya. Ada beberapa ritual yang dilakukan jika seorang bayi lahir dan dilakukan jika upacara pembakaran jenazah dilakukan. Ada beberapa ritual yang khusus dilakukan para pelaku rumah tangga. Dia harus menghormati sapi, brahmana para rsi dan leluhur. Bertahun-tahun yang lalu ada seorang raja yang bernama Satadanu mempunyai premaisuri bernama Saivya. Dia adalaha seorang wanita ulama dan sering berdoa di pinggir sungai Bhargirathi. Suatu hari datang seorang guru yang aneh kepada mereka tetapi Saivya tidak ikut. Beberapa tahun kemudian Satadanu dan Saivya meninggal. Karena Satadanu mengikuti aliran sesat maka dia berenkanisi menjadi anjing sedangkan preamisurinya lahir menjadi putri Jatismara dari raja Kasi. Dan Satadanu pun mengalami beberapa renkanasi menjadi anjing hutan, srigala,burung, burung gagak, dan burung merak. Suatu hari raja Janaka melakukan sebuah upacara Asvamedha. Sedangkan burung merak tersebut sedang mandi. Ketika Saivya mengingatkan masa lalunya maka burung tersebut langsung mati kemudian dia kembali berenkanasi dan lahir menjadi putra raja Janaka. Setelah Ayahnya meninggal, Satadanu memimpin kerajaan Videha. Dalam kehidupannya dia melakukan banyak upacara kurban dan menyumbang sedekah. Dia pun mempunyai putra yang baik hingga kerajaan makmur. Ketika suaminya wafat, Saivya sekali lagi meninggal di tempat upacara kremasi. Maka mereka berduapun masuk surga dan akhir bagian ketiga dari Wisnu Purana.Wisnu purana menyatakan bahwa di masa yang akan datang ada seorang raja yang bernama Mahapadmananda. Mahapadmananda mempunyai 8 putra dan dia bersama putra-putranya memerintah bumi selama 100 tahun. Akan tetapi seorang brahamana bernama Kautilia akan membunuh mereka semua. Dan seorang raja Sudra yang bernama Mauria akan memerintah. Selanjutnya para Kautilia akan menjadikan Candragupta sebagai raja. Selanjutnya para raja kalangan Mauria akan memerintah selama 137 tahun. Kemudian para raja kalangan Sunga akan memerintah setengah tahun setelah itu dari kalangan Kanva selama 45 tahun. Kemudian kalangan Andhara selama 456 tahun. Zaman kali akan sangat menakutkan. Rakyat akan melarikan diri ke pegunungan karena tidak sangup membayar pajak yang ditetapkan para raja. Mereka kekurangan sandang, pangan, papan, dharma atau dihancurkan. Kemudian wisnu lahir kembali sebagai kaki untuk menghancurkan para pelaku jahat. Dan akhir bagian ke empat dari wisnu purana.Ada sebuah tempat yang khusus untuk zairah bernama Paundarka. Beberapa Yadava menemui rsi Kanva, Visma dan Narada. Para rsi itupun menyadari bahwa para pemuda itu ingin mempermainkannya. Beberapa waktu kemudian keluarlah sebuah pentung dari tubuh Samba. Namun teringat kutukan ketiga rsi tersebut. Ugrasena menghancurkan gada itu menjadi debu. Namum debu itu berubah menjadi rumput laut yang tajam dan seorang pemburu mengambil petungan itu oleh jara. Ada sebuah tempat zairah yang dikenal dengan Prabhasa. Para Yadava kebutulan berada disana. Dan ada seorang yadava yang pergi ke gunung Gandhamadana. Para yadava mulai minum-minuman keras hingga mereka kehilangan kesadaran. Mereka mulai bertarung menggunakan rumput tajam yang di pinggir laut itu sebagai senjata. Krsna berusaha menenangkan para Yadava tersebut, namun mereka mengacuh. Beberapa waktu kemudian krsna dan Daruka lah yang selamat. Kemudian krsna berkeliling dan menemukan Balarama yang duduk di bawah pohon. Dan seekor ular besar pun keluar dari mulut Balarama dan tewasla Balarama. Krsna kemudian member tahu Daruka dan pergi memberitahu raja Ugrasena tentang semua yang terjadi. Kemudian krsna duduk melakukan meditasi. Seorang pemburu bernama Jara tiba disana dan langsung memasang pentungan di kepala panahnya. Melihat kaki krsna dari kejauhan mengira bagian tubuh kijang buruannya lalu melepaskan anak panahnya. Ketika dia bangun ternyata panahnya menembus tubuh seorang manusia. Dia pun memohon kepada krsna dan krsna pun menghampuninya dan menjamin dia masuk surga. Krsna akhirnya wafat dalam usia seratus tahun. Arjuna menemukan mayat krsna, Balarama dan para Yadava, lalu melakukan upacara Sraddha. Setelah wafatnya Krsna, pohon Parijata dan gedung pertemuan yang bernama Sudharma kembali ke surga. Dan mulai lah jaman kali tersebut. Bagian akhir Wisnu Purana bagian kelima. Maitreya ingin mengetahui lebih lanjut zaman kali yuga. Pada jaman Kali, aturan norma dan asmara, tidak akan dipatuhi sebagaimana yang telah ditentukan didalam Veda.tidak ada orang yang berdoa kepada dewa-dewa. Tidak ada lagi hubungan guru dan murid. Yang kuat adalah yang berkuasa. Para wanita akan senantiasa memperdulikan kecantikan setiap saat. kekayaan akan berarti segalanya pada jaman ini. Manusia akan lebih mementingkan dirinya sendiri. Akan tetapi ada satu kemudahan pada jaman Kali yuga ini yaitu jaman Satya dimana sesorang akan melakukan tapbrata yang hebat untuk mendapatkan pahala. Pada akhir bagian Wisnu purana ini menjelaskan bahwa kitab purana diturunkan kepada kita melalui garis keturunan para siswa rohani. Semua purana pada prinsipnya menjelaskan kepda kita tentang cara-cara mencapai pembebasan (Moksa). Berabad-abad yang lalu, dewa Brahma sendiri yang telah memberitahu rsi Rbhu tentang kisah-kisah purana. Dari Rbhu ajaran ini di turunkan kepada Priyavta dan dari Priyavta kepada Bhaguri. Bhaguri kemudian memberikan ajaran ini kepada Stavamitra dan Stvamitra memberikanya kepada Dadhichi. Dari Dadhichi ajara ini diturunkan sarasvata, dari Sarasvata kepada Bhrgu, dari Bhrgu kepada Purukutsa, dari Purukutsa kepada Narmada, Narmada kepada Dhrtarastra dan Purana. Dhrtarsatra dan purana memberikan ajaran ini kepada Vasuka, Vasuka kepada Vatsa dan dari Vatsa kepada Asvatara. Kemudian Asvatara memberikanya kepada Kambala dan Kambala memberikannya kepada Elaptra. Rsi Parasara mendapatkan pelajaran Purana dari Vasistha dan sekarang beliau menurunkan kepada rsi Maitreya dan Maitreya kemudian mengajarkannya kepada Shamika. Dan akhir bagian keenam Purana tersebut merupakan kitab Wisnu Purana yang terakhir. 1</p>