Metastasis Paru Lengkap

  • View
    386

  • Download
    14

Embed Size (px)

DESCRIPTION

metastasis paru lung metastasis radiology radiologi tugas referat kelompok

Transcript

IKHTISAR

Metastasis paru terlihat pada 20-54% keganasan di luar thoraks. [1] Paru-paru adalah tempat metastasis kedua yang paling sering dari keganasan di luar thoraks. Dua puluh persen dari penyakit metastasis terletak di paru-paru. [1] Perkembangan metastasis paru pada pasien dengan keganasan mengindikasikan perluasan penyakit dan pasien tergolong dalam stadium IV pada sistem TNM (tumor, nodus, metastasis). Keadaan tersebut mempunyai prognosis buruk dan perubahan rencana terapi. Pencitraan memainkan peran penting dalam skrining dan deteksi metastasis paru. Pencitraan juga digunakan sebagai konfirmasi keganasan penyakit secara histologis. Pada pasien dengan fungsi kardiorespirasi yang buruk dan memiliki faktor komorbiditas, prosedur imaging thermal ablation adalah alternatif yang efektif dari reseksi bedah untuk meningkatkan kelangsungan hidup.

Foto thoraks (CXR) adalah modalitas pencitraan awal yang digunakan dalam deteksi adanya metastasis paru pada pasien dengan keganasan. CT scan Thoraks tanpa kontras lebih sensitif dibandingkan foto thoraks. Untuk pasien dengan keganasan tulang atau jaringan lunak, melanoma maligna, dan keganasan kepala dan leher, CT scan thoraks harus dilakukan sebagai evaluasi awal. Pada pasien dengan kanker ginjal atau testis primer, CT scan thoraks harus dilakukan berdasarkan adanya penyakit metastasis di tempat lain. CT scan seringkali diperlukan untuk mendapatkan sampel dari penyakit yang dicurigai metastasis. Beberapa pilihan thermal ablation dapat digunakan untuk pengobatan metastasis paru yang dilakukan dengan petunjuk dari CT scan.

Lihat gambar di bawah ini.Rontgen dada seorang pria 58-tahun dengan melanoma maligna (catatan klip bedah di leher kanan bawah) menunjukkan beberapa nodul paru dari berbagai ukuran sesuai dengan penyakit metastasis. Ada juga efusi minimal pada basal paru kanan.

Axial CT scan pada seorang pria 58 tahun dengan melanoma maligna menunjukkan beberapa nodul bulat dan massa dari berbagai ukuran di kedua paru-paru, terfiksasi pada metastasis. Ada juga efusi pleura minimal bilateral.

Volume-rendered 3-dimensi CT scan menunjukkan massa metastasis dalam trakea dari karsinoma sel skuamosa paru-paru.

USG terpimpin digunakan untuk aspirasi transthoracic pada malignan efusi.PatofisiologiKeganasan dapat mencapai paru-paru melalui 5 jalur yang berbeda - hematogen melalui arteri pulmonum atau arteri bronchial, jalur limfatik, rongga pleura, saluran napas, atau invasi langsung. [ 2 ]Paling sering adalah penyebaran hematogen, yang terjadi pada tumor yang memiliki perjalanan vena langsung ke paru-paru. Ini termasuk kanker kepala dan leher, tiroid, adrenal, ginjal, dan testis, serta melanoma maligna dan osteosarkoma. Ketika tumor primer menyerang sistem vena, sel-sel tumor membentuk emboli ke paru-paru melalui arteri pulmonum atau bronchial. Sebagian besar sel-sel tumor yang mencapai paru kapiler dan arteriol hancur. Namun , beberapa sel tumor melewati dinding pembuluh darah dan bermetastasis dalam ruang alveolar atau intersisial.Penyebaran limfatik terjadi ke paru-paru, pleura, atau mediastinum. Penyebaran limfatik terjadi baik secara antegrade melalui invasi limfatik diafragma dan atau permukaan pleura atau secara retrograde dari nodul jaringan limfatik yang mengalami metastasis. Penyebaran limphangitis tergantung pada pertumbuhan tumor pada saluran limfatik, yang terlihat pada interstitium aksial ( peribronchovascular dan centrilobular interstitium ) dan interstitium perifer ( septa interlobular dan subpleural ) .Tumor awalnya menyebar melalui rute hematogen ke arteriol paru dan kapiler dengan penyebaran retrograde dari metastasis nodal hilus atau tumor perut bagian atas, tetapi kemudian meluas melalui dinding pembuluh darah, menyerang limfatik peribronchovascular dengan pertahanan rendah, dan menyebar di sepanjang limfatik.Metastasis melalui limfatik dan jaringan ikat perilymphatik terlihat secara histopatologi pada 56% pasien dengan metastasis paru. [ 3 ] Penyebaran limfatik juga terjadi pada kelenjar getah bening mediastinum melalui saluran toraks, dengan penyebaran retrograde selanjutnya ke kelenjar getah bening hilus dan kemudian paru-paru.

Penyebaran dalam ruang pleura dapat terjadi oleh invasi pleura oleh tumor primer paru, seperti kanker paru-paru atau thymoma.Penyebaran sel tumor endobronkial terjadi dengan tumor saluran napas. Hal ini lebih sering terjadi pada karsinoma bronchoalveolar, jarang ditemukan pada kanker paru-paru, dan papillomatosis trakeobronkial .Invasi langsung dari paru-paru terjadi pada tumor yang berdekatan dengan paru-paru, termasuk tiroid, esofagus, mediastinum, saluran napas, dan struktur kardiovaskular.FrekuensiAliran balik vena yang mengandung cairan limfatik dari jaringan tubuh mengalir ke paru-paru melalui sistem vaskular paru, dengan demikian, semua tumor memiliki potensi untuk metastase ke paru-paru. Metastasis paru terlihat pada 20-54% keganasan di luar paru pada otopsi. Payudara, kolorektal, paru-paru, ginjal, kepala dan leher, dan kanker rahim adalah tumor primer yang paling umum dengan metastasis paru-paru pada otopsi. Koriokarsinoma, osteosarcoma, tumor testis, melanoma ganas, sarkoma Ewing, dan kanker tiroid sering bermetastasis ke paru-paru, namun angka kejadiannya rendah. Kanker kolorektal, yang menyumbang 10% dari semua kanker, menyumbang 15% dari semua kasus metastasis paru. [4]

Tabel ini menggambarkan frekuensi metastasis dalam keganasan primer yang berbeda.

Table. Insiden Paru Metastasis Menurut Site (Open Table di jendela baru)

Mortalitas & MorbiditasAdanya metastasis paru biasanya menunjukkan penyebaran penyakit secara luas. Kadang-kadang, penyebaran tumor terlokalisir di satu tempat. Mortalitas tergantung pada tumor primer. Misalnya, pada Ca pankreas dan Ca bronkogenik, tingkat kelangsungan hidup selama 5 tahun pada pasien dengan metastasis paru kurang dari 5 %. [ 1 ]

Diagnosis dini sangat penting dalam perencanaan terapi yang efektif pada pasien yang bisa disembuhkan. Tergantung pada beberapa faktor, metastasis dapat direseksi, dengan tingkat kelangsungan hidup selama 5 tahun sampai dengan 30-40 %. [ 5 ]

Gejala klinisSementara sejumlah besar pasien dengan metastasis paru tidak menunjukkan gejala pada saat diagnosis, beberapa pasien mengalami gejala seperti hemoptisis, batuk, sesak napas, nyeri dada, malaise, dan penurunan berat badan. Khususnya, pasien dengan carcinomatosis lymphangitik datang dengan disfungsi pernafasan, termasuk dispnea parah.

Masalah lain yang perlu dipertimbangkanPola yang paling umum dari metastasis paru adalah adanya beberapa nodul. Diagnosis banding untuk beberapa nodul paru termasuk infeksi ( misalnya histoplasmosis, coccidioidomycosis di daerah endemik, infeksi kriptokokus dan nocardial sebagai infeksi oportunistik pada pasien immunocompromised, emboli septik, abses, paragonimiasis, hidatidosa), penyakit granulomatosa (misalnya tuberkulosis, sarkoidosis), dan penyakit pembuluh darah / kolagen -vaskular (misalnya, Wegener granulomatosis, rheumatoid arthritis).Diagnosis banding pola lain yang dibahas secara rinci dalam Radiografi dan CT Scan.Intervensi

Dalam keadaan tertentu, sampel histopatologi diperlukan dari lesi paru-paru. Beberapa skenario tersebut meliputi ( 1 ) temuan pencitraan atipikal ; ( 2 ) perkembangan nodul paru soliter pada pasien yang diketahui memiliki keganasan ; ( 3 ) metastasis paru tanpa diketahuinya tumor primerm; ( 4 ) penilaian respon terhadap terapi , khususnya di nodul yang ukurannya tidak berubah, tetapi tidak ada aktivitas yang menujang pada positron emission tomography ( PET ) pada metastasis yang steril.

Sampel jaringan dapat diambil dengan transthoracic aspirasi, transthoracic biopsi, transbronchial aspirasi dan biopsi, atau metode pembedahan sederhana dengan panduan video .

Sample Nodul perifer diambil menggunakan transthoracic aspirasi / biopsi menggunakan panduan CT scan, dengan syarat tidak melewati struktur vaskular utama. Nodul utama dan nodul yang berada di saluran pernafasan pengambilan sampel menggunakan transbronchial aspirasi dan biopsi. Nodul yang lebih kecil pengambilan sampelnya menggunakan tekhnik state -of - the-art teknik seperti elektromagnetik dengan panduan bronkoskopi navigasi, biasanya dengan bimbingan bronchoscopic CT scan. Dengan sistem navigasi elektromagnetik, sensor bronchoscopic probe ditempatkan dalam medan elektromagnetik yang diciptakan sekitar dada. Posisi sensor yang dihasilkan dan disatukan dengan gambar CT scan yang diperoleh sebelumnya untuk menunjukkan lokasi lesi.Biopsi atau Fine Needle Aspiration ( FNA ) biasanya dilakukan dengan panduan CT scan.

Pengobatan definitif untuk metastasis paru dari keganasan di luar thoraks adalah reseksi bedah ( metastasectomy paru ). Pembedahan dilakukan jika tumor primer dapat dikendalikan, jika tidak ada lesi di luar paru, jika secara teknis bisa direseksi, dan jika risiko dapat diterima.Tingkat kelangsungan hidup 5 tahun secara keseluruhan untuk pasien dengan metastasectomy paru adalah 15-48 %, dibandingkan dengan 13 % untuk pasien tanpa dilakukan metastasectomy. [ 5] Rata-rata kelangsungan hidup adalah 12-18 bulan. Proses penyembuhan terlihat lebih baik pada pasien dengan jumlah metastasis yang lebih sedikit. Namun, metastasectomy paru dapat dilakukan hanya dalam 25-50 % dari pasien , karena adanya beberapa lesi metastasis atau adanya kondisi komorbiditas, termasuk fungsi pernapasan yang buruk atau penolakan untuk menjalani operasi. [ 6 ] Kekambuhan setelah metastasectomy paru juga membatasi pilihan operasi lebih lanjut.

Pada pasien yang tidak dalam kondisi fisik yang memadai untuk menjalani metastasectomy paru, pilihan alternatif yang tersedia termasuk radiosurgery stereotactic dan prosedur ablasi termal. Prosedur ablasi termal menginduksi koagulasi nekrosis sel tumor dan biasanya dilakukan dengan panduan CT sca