Metodologi research

  • View
    1.957

  • Download
    0

Embed Size (px)

Transcript

  • METODOLOGI PENELITIANDIDIK BUDIJANTO

    PUSLITBANG SISTEM DAN KEBIJAKAN KESEHATANDEPKES RI

  • Perkembangan Metodologi ResearchResearch : Usaha-2 untuk menemukan, mengembangkan, dan menguji kebenaran suatu pengetahuan, dimana usaha yang dilakukan dengan menggunakan Metode-2 Ilmiah.Periode Perkembangan Met.Research ( Rummel):- Ada 4 Periode, Yaitu :1. Periode TRIAL AND ERROR : - Tdk menggunakan dalil-2 deduksi yg logik.- Coba lagi coba lagi.- Problemanya tak dibatasi dg jelas.- Tata cara pemecahannya dicari sambil berjalan.2. Periode AUTHORITY AND TRADITION :- Pendapat pemimpin dijadikan Doktrin yg hrs diikuti.- The Master Always Says The Truth ( mis. Dunia Copernicus )

  • Lanjutan ..3. Periode SPECULATION AND ARGUMENTATION :- Doktrin penguasa mulai diragukan.- Diskusi & debat untuk mencari kebenaran.- Spekulasi Vs Spekulasi.- Argumentasi Vs Argumentasi ( Mis. Teori Darwin )- Akal dan Ketangkasan lidah seolah menjadi Dewa.4. Periode HYPOTHESIS & EXPERIMENTATION :- Membuat dugaan-2 / hipotesa-2.- Mengumpulkan fakta-2.- Analisis dilakukan dg hati-2, cermat & tajam thd fakta.- Menggunakan alat ukur.- Menarik kesimpulan dengan cermat & konsep-2 yang matang.

  • Berpikir Ilmiah ( John Dewey )Ada 5 taraf, yaitu :1. The Felt Need : - orang kesulitan untuk menerangkan suatu kejadian / fenomena.2. The Problem :- Timbul masalah-masalah dan kemudian dirumuskan.3. The Hypothesis : - Mengajukan kemungkinan-kemungkinan.4. Collection of Data as Evidence :- Bukti-2 , informasi-2 dikumpulkan dan diuji serta diolah.5. Concluding belief : - Penyimpulan gagasan ( diterima / ditolak )6. General Value of the Conclusion ( Kelley)- Generalisasi populasi yang lebih besar

  • Alur Berpikir dalam Metodologi Research:Masalah Identifikasi Mslh [ Batasan ] Rumusan Masalah

    Tujuan Penelitian/ Manfaat Tinjauan Pustaka Kerngka Konsep / Hipotesis Metode Penelitian :- Design Penelitian- Waktu / Lokasi- Populasi / Sample- Variabel / DO- Instrumentasi- Uji Coba- Pengumpulan Data- Analisis Data.Hasil Penelitian Pembahasan Kesimpulan / Saran.

  • A. Menentukan Ruang Lingkup Masalah :APA ITU MASALAH ???- Kesenjangan antara HARAPAN ( What Should Be) dengan KENYATAAN yang terjadi ( What Is ).APA ITU HARAPAN ???- Teori- Nilai Norma Aturan- Target- ProgramAPA ITU KENYATAAN ???- Data Masyarakat- Realitas- Fenomena

  • Apakah Setiap Masalah Dapat Diteliti ???Tidak setiap masalah perlu diteliti.- Masalah Manageable ( mslh yang hanya perlu dilakukan pengelolaan saja ).- Masalah Researchable ( mslh yang perlu diteliti ).Bagaimana Ciri masalah Researchable ???- Adanya kesenjangan antara yang seharusnya terjadi dengan yang terjadi.- Adanya suatu pertanyaan tentang mengapa kesenjangan tersebut muncul.- SETIDAKNYA ada 2 jawaban yang mungkin dan jelas untuk pertanyaan tersebut.

    Contoh Masalah yang tidak perlu dan perlu diteliti ?????

  • Masalah yang tidak perlu diteliti :Sebuah survei baru-2 ini dilakukan di suatu daerah X, yang menemukan 1000 wanita pemakai tetap Pil KB. Tetapi statistik pelayanan bulan lalu menunjukkan waktu itu tak seorangpun diantara wanita-2 itu menggunakan Pil KB ( Situasi Masalah )Semua wanita tersebut Seharusnya menggunakan pil KB, tetapi ternyata semua ( 1000 ) wanita tersebut tidak menggunakan Pil KB ( Kesenjangan)Faktor-faktor apa yang menyebabkan 1000 wanita tadi menghentikan penggunaan Pil KB tersebut ?? ( Pertanyaan tentang Masalah )Sebuah Banjir besar melanda daerah X tersebut dan menghentikan seluruh kegiatan penyediaan Pil KB baru ke daerah tersebut, sedang persediaan telah habis. ( Jawaban )

    Karena hanya 1 kemungkinan jawaban, maka Masalah tersebut Tidak Perlu diteliti.

  • Masalah yang perlu diteliti :Daerah X selalu kebanjiran dalam musim hujan. Tahu hal tersebut maka program KB membentuk Sistem penyediaan logistik yang baru. Setiap pemakai Pil diberi persediaan selama musim hujan dan diberikan sebelum musim hujan. Selama musim hujan perahu motor disediakan untuk mengangkut persediaan baru ke pusat distribusi yang telah dipilih. Namun statistik pelayanan menunjukkan tidak adanya persediaan pil di daerah X. (Situasi Masalah )Sistem Logistik yang baru mestinya bisa menjamin persediaan pil secara terus menerus, tetapi tetap tidak ada persediaan. ( Kesenjangan )Mengapa sistem logistik yang baru telah gagal untuk menyampaikan pil KB kepada pemakai ? ( Pertanyaan tentang masalah )Ada bbrp kemungkinan jawaban :1. Pesanan untuk persediaan pil baru mungkin tidak dilakukan tepat waktu.2. Perahu-2 motor yang akan dipakai untuk mengangkut rusak.3. Para pekerja lapangan tidak diberitahu sistem yang baru. (Jawaban )

  • Bagaimana menyatakan masalah Penelitian ?Kalimat Pernyataan BUKAN kalimat keinginan.Sebaiknya ada Data-data kuantitatif / obyektif (sumber data )Keterangan tentang demensi tempat dimana terjadi, waktu, subyek ( spesifik, unik )Sering disebut : masalah empirik.Model berpikirnya : Induktif.

    Contoh nulisnya bagaimana ??

  • Bab 1. Pendahuluan1.1. Latar Belakang Masalah Pola morbiditas dan mortalitas di negara berkembang berbeda dengan di negara maju dan di Indonesia khususnya angka kematian perinatas masih tinggi. Angka kematian perinatal tersebut masih 40 per 1000 kelahiran hidup dan penyebabnya antara lain adalah Asfiksia Neonatorum ( 49 60 %), Infeksi ( 24-34 %), prematuritas atau BBLR ( 15-20 %), trauma persalinan ( 2-7 %) dan cacat bawaan ( 1-3 %) sebagaimana disebutkan oleh Manuabe ( 1998 ).Kematian perinatal disebabkan BBLR, frekuensinya di negara berkembang berkisar 10 -43 %. Menurut Maternal dan Perinatal mortality study, indikator BBLR th 2000 adalah 7 %. Kematian perinatal pada BBLR atau prematur 8 kali lebih besar dari pada bayi normal. Angka kematian yg tinggi ini terutama disebabkan oleh seringnya dijumpai kelainan komplikasi neonatal sseperti sepsis, perdarahan intrakranial, asfiksia, aspirasi pneumoni, hypoglikemi dan ikterus ( Mochtar R, 1998 )Masalah dengan makna klinik yang besar dan berhubungan dengan BBLR adalah hyperbilirubinemia dengan manifestasi menjadi ikterus. Menurut Nelson (1994) frekuensi bayi yang menunjukkan ikterus ialah 50 % pada bayi cukup bulan dan 70 % pada bayi prematur atau BBLR.

  • Lanjutan ..Di RS. Tjipto Mangunkusumo Jakarta neonatus cukup bulan rata-rata 50% dan bayi prematur atau BBLR rata-rata 70% menunjukkan gejala ikterus. Ikterus hendaknya dipandang sebagai suatu tanda bahaya bagi bayi dengan derajat bahaya bergantung kepada faktor-faktor yang mempengaruhi produksi, metabolisme dan ekskresi serta distribusi bilirubin yang terjadi setelah lahir. (Nelson, 1994).Data yang diperoleh di RS Adadeh, Surabaya angka kelahiran prematur atau BBLR dari tahun 1996 2000 masih diatas 7 % dan gambarannya sebagai berikut : Tabel 1.1. Data kelahiran BBLR di RS.Adadeh, Surabaya 1996-2000.

    TahunJumlah KlhJml. BBLR %19961337957.10199715521006.4419981443996.86199914971137.50200017431307.45

  • Lanjutan Data tambahan yang diperoleh bahwa angka kejadian ikhterus menempati urutan pertama disusul oleh asfiksia, GE, sepsis dan RDS ( Respiratory Disease Syndrom ) untuk semua Neonatus. Sedangkan BBLR dengan ikterus gambarannya sbb :Tabel 1.2. Gambaran BBLR dengan Ikterus, tahun 1996 2000 di RS.Adadeh, Surabaya.

    TahunBBLR%Ikterus%1996957.107275.7819971006.4481811998996.867676.7619991137.59180.520001307.4511084.61

  • Lanjutan Dari data diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa angka kejadian BBLR yang menderita ikterus dari tahun 1996 2000 menunjukkan prosentase yang cukup tinggi dibandingkan frekuensi berdasarkan kepustakaan atau literatur yang ada yaitu pada BBLR rata-rata 70 %.Berdasarkan data tersebut diatas penulis tertarik untuk mengangkat masalah Hubungan BBLR dengan terjadinya Ikhterus Neonatorum .

  • B. IDENTIFIKASI MASALAH / KAJIAN MASALAHMerupakan proses REVIEW, analisis terhadap masalah yang timbul dengan menggunakan landasan berfikir teori.Ada 2 pendekatan :1. Determinasi2. KonsekuensiDeterminasi :Dikaji betul determinan-2 apa yang berkaitan dengan masalah tersebut dan bisa diidentifikasi.Konsekuensi :Konsekuensi-konsekuensi apa saja yang bisa timbul akibat masalah tersebut jika tidak ditanggulangi.Masalah teoritikModel berfikir : DeduktifSetelahnya bisa diselipkan Batasan Masalah Penelitian.

  • Contoh Menuliskan dalam Proposal :

    1.2. Identifikasi MasalahPenyebab ikterus neonatorum dapat dibagi menjadi 4 bagian. Sesuai Pedoman Diagnosis dan therapi Lab/UPF Ilmu Kesehatan Anak RSUD dr. Soetomo, Surabaya (1999) , yaitu : 1. Produksi Bilirubin meningkat 2. Transportasi Bilirubin 3. Konjugasi Bilirubin dan 4. Ekskresi Bilirubin. Selanjutnya Produksi Bilirubin meningkat dipengaruhi oleh Rh.ABO , hemolisis, sepsis, Defisiensi enzim G-8-PD. Sedangkan Transportasi bilirubin dipengaruhi oleh obat-obatan, Defisiensi albumin, atau protein. Kemudian Konjugasi Bilirubin dipengaruhi oleh kejadian BBLR, Hypoglikemi dan asfiksia. Ekskresi Bilirubin dipengaruhi oleh adanya obstruksi.1.2.1. Rh ABORh ABO dapat mempengaruhi terjadinya Ikterus neonatorum melalui peningkatan produksi bilirubin. Menurut Askandar (2004) menyebutkan bahwa banyak faktor yang menyebabkan terjadinya peningkatan produksi bilirubin yang salah satunya adalah Rh ABO. Demikian pula Sancaka (2001) berpendapat bahwa makin meningkat produksi bilirubin bayi makin cenderung terjadi ikterus neonatorum dan Rh ABO sebagai satu faktor yang memicu peningkatan bilirubin tersebut.

  • Lanjutan .1.2.2. HemolisisHemolisis merupakan determinan terjadinya ikterus neonatorum melalui peningkatan produksi bilirubin. Soekirna (2001) menyebutkan bahwa terjadinya hemolisis pada tubuh bayi akan be