MINTALAH SEGALA SESUATU KEPADA ALLAH TAALAA ?· Aku bersaksi tiada ilah yang berhak disembah selain…

  • Published on
    07-Mar-2019

  • View
    214

  • Download
    0

Embed Size (px)

Transcript

MINTALAH SEGALA SESUATU KEPADA ALLAH TAALAA

OLEH: PROF. DR. SYAIKH KHALID AL-MUSHLIH

KHUTHBAH PERTAMA

...

Sesungguhnya segala puji adalah milik Allah, kami memuji-Nya, memohon pertolongan-Nya,

dan memohon ampun dari-Nya. Kami berlindung dari kejelekan jiwa-jiwa kami dan amal-

amal kami. Siapa yang diberi petunjuk oleh Allah maka tidak ada yang bisa menyesatkannya

dan siapa yang disesatkan-Nya maka tiada yang bisa memberi hidayah kepadanya.

Aku bersaksi tiada ilah yang berhak disembah selain Allah, Tuhan bagi seluruh makhluk dari

awal hingga akhir zaman, tidak ada ilah selain Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha

Penyayang. Dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba Allah dan rasul-Nya, pilihan-

Nya, kekasih-Nya, yang terbaik dari ummat-Nya, semoga shalawat dan salam selalu tercurah

kepadanya, keluarganya, dan para sahabatnya, serta semua orang yang mengikuti

sunnahnya dengan ihsan sampai hari kiamat.

Amma badu:

Bertaqwalah kepada Allah, wahai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah

dengan sebenar-benar taqwa, karena dengannya akan tergapai segala kebaikan, akan

tertolak segala kejelekan dan kejahatan, Allah akan memperbaiki segala keadaan, akan

memperindah segala hal, dengannya manusia bisa menggapai segala kebaikan dunia dan

akhirat.

Ya Allah, jadikanlah kami semua sebagai hamba-hamba-Mu yang bertaqwa, golongan-Mu

yang beruntung, dan wali-wali-Mu yang shalih, wahai Rabb semesta alam.

Wahai orang-orang yang beriman, sesungguhnya manusia seluruhnya, di dalam seluruh

urusan hidupnya tidak ada yang tidak membutuhkan Allah azza wa jalla.

Allah taalaa berfirman:

1:

Artinya: Wahai sekalian manusia, kalian semua membutuhkan Allah, dan Allah Maha Kaya

lagi Maha Terpuji. Q.S. Fathir: 15.

Dan butuhnya manusia kepada-Nya, tidak hanya pada salah satu keadaan saja, tidak hanya

pada satu atau beberapa situasi atau waktu, bahkan manusia membutuhkan Allah dalam

seluruh waktu hidupnya, dalam seluruh aspek kehidupannya, dan pada setiap tahapan

hidupnya. Tidak ada dari hidupnya yang tidak membutuhkan pertolongan-Nya.

Orang yang benar dalam hidupnya, orang yang berakal, orang yang bisa melihat hakihat

kehidupan, mereka mampu menyadari semua ini, maka ia akan mampu menghadirkan

semua kekurangan diri di hadapan Allah dalam setiap keadaan dirinya. Karena dengan ini, ia

akan mendapatkan kebaikan yang banyak, ia mampu melakukan penghambaan diri kepada-

Nya dengan sebaik-baiknya. Ia menyadari bahwa tidak ada yang bisa menghalangi sesuatu

jika Allah sudah memberi, tidak ada yang mampu memberi jika Allah sudah menolaknya.

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

(( ))

Artinya: Ya Allah, tidak ada sesuatu yang mampu menghalangi pemberian-Mu, dan tidak

ada sesuatu pun yang mampu memberikan apa yang Engkau tahan. HR. Bukhari

Ia menyadari bahwa segala kebaikan ada di tangan-Nya. Kepada-Nya ia berharap dan

bersandar, kepada-Nya ia bertawakkal, kepada-Nya ia berharap ganjaran dan pahala. Maka,

dia berharap agar Allah pun menurunkan semua hajatnya. Dia-lah Allah yang tiada ilah yang

berhak disembah kecuali hanya Dia, Dia-lah Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

Dia-lah Allah tempat bergantung seluruh makhluk-Nya, Yang Tidak beranak dan tidak pula

diperanakkan, Dia bukan Tuhan Bapak dan bukan pula Tuhan Anak, Yang menurunkan

semua kebutuhan hamba-Nya. Maka, tiada satu makhluk pun, baik di langit maupun di

bumi, kecuali pasti sangat membutuhkan pertolongan-Nya. Jika Allah tidak menjamin

kebutuhan semua makhluknya, jika Allah tidak pula menjamin sampainya semua kebutuhan

makhluk-Nya, maka manusia pasti tidak akan mampu menggapai cita-citanya.

( )

Artinya: Semua yang dikehendaki-Nya pasti terjadi, dan apa saja yang tidak Dia hehendaki

maka tidak akan terjadi.

Oleh karena itu, orang yang berakal dan yang mampu melihat kehidupan dengan

sebenarnya, akan menghadirkan semua kekurangan dirinya di hadapan Allah, baik saat

senang maupun susah, dan memohon semuanya kepada Allah agar memenuhi dan

mengabulkan semua hajatnya, baik saat sendirian maupun di tengah keramaian, saat sehat

maupun sedang sakit, saat kuat maupun saat lemah, baik saat salah maupun benar. Maka,

jika demikian, maka Allah dengan kehendak-Nya dan Kekuasaan-Nya akan melimpahkan

anugerah-Nya kepada hamba.

Allah taalaa berfirman:

1:

Artinya: Apabila Allah ingin menimpakan kejelekan kepadamu maka tidak ada yang mampu

mengangkatnya kecuali Dia, dan jika Dia ingin melimpahkan kebaikan kepadamu maka

tidak ada yang mampu menolak fadhilah-Nya. Q.S. Yunus: 107

Demikianlah seharusnya keadaan seorang hamba dalam berhubungan dengan Allah azza

wa jalla, menunjukkan bahwa dirinya sangat membutuhkan Allah. Karena Allah-lah Dzat

yang Maha Kaya lagi Maha Terpuji. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. Maka, ia

tidak akan ragu-ragu untuk memohon karunia dari-Nya. Tidak ada karunia dan

kemadharatan kecuali semua atas kehendak Allah. Sebagaimana wasiat Rasulullah

shallallahu alaihi wa sallam kepada Ibnu Abbas:

)) : ((

.

Artinya: Dan ketahuilah, jikalau seluruh manusia berkumpul dan bersepakat untuk

memberikan kemanfaatan kepadamu, maka mereka tidak akan mampu memberikannya

kecuali sekedar apa yang sudah Allah taqdirkan buatmu, ada seandainya seluruh manusia

berkumpul dan bersepakat untuk mencelakai dirimu, maka mereka tidak akan mampu

melaksanakannya kecuali sekedar apa yang sudah Allah taqdirkan akan menimpamu. HR.

Tirmidzi, Hadits Hasan Shahih

Demikianlah manusia, jika benar dan yakin kepada Allah, dengan kesempurnaan keyakinan

kepada-Nya, maka semua akan mendatangkan kebaikan kepadanya. Semua ini merupakan

sebesar-besar sebab turunnya pertolongan Allah kepada kita.

Allah taalaa berfirman:

0:

Artinya: Dan Rabb-mu berfirman, berdoalah kepada-Ku maka Aku kabulkan, adapun orang-

orang yang sombong tidak mau beribadah kepada-Ku, maka mereka akan masuk neraka

Jahannam dengan hina-dina. Q.S. Ghafir: 60.

Berdoalah kepada-Nya, mintalah kepada-Nya dengan menghinakan diri dan penuh harap.

Maka, Allah memberikan berita gembira dengan akan mengabulkan semua permintaan kita,

memenuhi semua cita-cita dan pengharapan kita. Adapun orang-orang yang sombong dari

beribadah kepada-Ku, maksudnya tidak mau berdoa kepada-Nya, maka ia akan masuk ke

dalam neraka Jahannam dengan hina-dina.

Wahai orang-orang mukmin, sesungguhnya seorang mukmin apabila sudah menyadari

betapa besarnya kekuasaan Allah atas alam semesta dan kepada dirinya, maka ia tidak akan

melenceng ke kanan maupun ke kiri, bahkan ia akan menyempurnakan tawakkal kepada

Allah. Karena Dia-lah yang akan mengabulkan semua pinta hamba-Nya. Manusia biasanya

menyadari kebesaran Allah, menyadari kekuasaan Allah tatkala manusia sudah tidak mampu

berbuat apapun, tidak mampu mengubah apapun, maka, pada saat itulah Allah

menunjukkan kekuasaan dan keagungan-Nya. Betapa banyak orang yang memiliki banyak

harta, daya, dan kemampuan namun tidak mampu mendapatkan apa yang diinginkan dan

dikehendakinya. Oleh karena itu, Aisyah berkata:

) ) : : ((

Artinya: Aisyah berkata: Mintalah kepada Allah tentang segala sesuatu, meskipun tentang

tali sandalmu yang rusak atau lepas, karena jika Allah tidak memudahkan maka tidak ada

urusan yang mudah.

Demikianlah seorang mukmin hendaklah menghadirkan di dalam dirinya bahwa dirinya

begitu membutuhkan Allah azza wa jalla, betapa Allah Maha tidak membutuhkan makhluk-

Nya, menyadari bahwa apa yang diinginkannya dan apa yang dicita-citakannya tidak akan ia

gapai kecuali dengan menyandarkan semuanya kepada Allah taalaa.

Allah Maha Pemurah, saking pemurahnya Allah tetap memberikan kepada hamba-Nya

meskipun sang hamba tidak meminta kepada-Nya. Namun, tatkala seorang hamba

mengetuk-Nya, ia bersimpuh menghadap-Nya, maka ia akan mendapati Allah sebagai Dzat

yang memberikan apa yang dipintanya.

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

: )) ((

Artinya: Allah turun ke langit dunia setiap sepertiga malam terakhir dan berfirman, Siapa

yang berdoa kepada-Ku, Aku ijabah; siapa yang meminta kepada-Ku, Aku penuhi; dan siapa

yang memohon ampun kepada-Ku, Aku ampuni. HR. Muttafaq alaih

Inilah gambaran kemurahan Allah kepada kita, setiap malam. Dia mengabarkan kepada kita

bahwa semua hamba membutuhkan-Nya, semua manusia membutuhkan Allah dengan

amat sangat, tidak ada kebaikan agama dan dunia untuk mereka kecuali dengan bersimpuh

kepada-Nya, memohon kepada-Nya, dan tidak kebaikan apapun bagi hamba kecuali dengan

jika baik hubungannya dengan Allah subhanahu wa taalaa.

Maka, mintalah kepada Allah dengan sidq (kejujuran), berharaplah akan karunia-Nya

tentang semua yang kalian cintai dan kalian inginkan serta kalian butuhkan. Dan jangan

kalian merasa terlalu banyak permintaannya kepada Allah, karena