Model Model Pembejrn

  • Published on
    12-Jul-2015

  • View
    266

  • Download
    0

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Uploaded from Google Docs

Transcript

Bab IPENGERTIAN MODEL DAN ISTILAH-ISTILAH TERKAIT DENGAN PEMBELAJARANOLEH : DRS. I NYOMAN MURDIANA, M.PD PRODI PEND. MATEMATIKA FKIP UNTAD

Pengertian Model PembelajaranModel pembelajaran adalah kerangka konseptual yang melukiskan prosedur yang sistematis dalam mengorganisasikan pengalaman belajar untuk mencapai tujuan belajar tertentu dan berfungsi sebagai pedoman bagi perancang pembelajaran dan para pengajar dalam merencanakan dan melaksanakan aktivitas pembelajaran

Model Pembelajaran mirip apa?Model pembelajaran bagi guru dapat diidentikkan dengan CETAK BIRU yang digunakan oleh Para Insinyur dalam membangun suatu proyek (gedung, jembatan, pabrik, dsb).

Suatu model harus didasarkan pada teori belajarPenyusunan (pengembangan) suatu model pembelajaran harus didasarkan pada teori belajar. Teori-teori belajar tsb. berfokus pada aspek-aspek siswa yang berbeda dan implikasinya adalah pengajaran yang bervariasi. Implikasi ini diterjemahkan oleh guru melalui model pembelajaran

Pengertian Model Pembelajaran (Lanjutan)Model pembelajaran merupakan cara untuk membantu guru mengajar dengan cara yang lebih efektif, sistematis dan efisien.

Kelompok-Kelompok Model PembelajaranJoyce dan Weil (1986) mengelompokkan model-model pembelajaran ke dalam empat kelompok yaitu: 1.Klpk model pengolahan informasi 2.Klpk model personal 3.Klpk model sosial 4.Klpk model sistem prilaku

Lima Komponen dalam Suatu Model Pembelajaran1. Sintakmatik yaitu adanya tahap-tahap atau fase-fase kegiatan pembelajaran. Setiap fase suatu model pembelajaran diberi nama dengan fokus aktivitas pembelajaran yang berbeda. Perancang pembelajaran harus hatihati menempatkan fase-fase suatu model pembelajaran ke dalam kegiatan pembelajaran yang tertuang dalam bentuk RPP

Sintakmatik (Lanjutan)Contoh 1.Untuk Model Pembelajaran Pencapaian Konsep; nama fase 1 adalah penyajian contoh dengan fokus kegiatan pembelajaran adalah menyajikan contoh positif dan negatif dari konsep dan hipotesis dihasilkan. Fase ini adalah salah satu fase inti dalam model pencapaian konsep, oleh karena itu, sangat keliru jika fase ini ditempatkan pada kegiatan awal. Dengan kata lain, fase 1 model pencapaian konsep harus di tempatkan pada kegiatan inti format RPP yang ada.

Lima Komponen dalam Suatu Model Pembelajaran (lanjutan)1.Sistem Sosial ialah situasi atau suasana dan norma yang berlaku dalam model tersebut. Contoh 2. Sistem sosial yang berlaku pada model pencapaian konsep adalah terciptanya suasana sds siswa merasa bebas untuk berpikir, mengetes ide-ide mereka tanpa merasa takut ejekan atau kritikan terhadap mereka.

Lima Komponen dalam Suatu Model Pembelajaran (lanjutan)3. Prinsip Reaksi yaitu pola kegiatan yang menggambarkan bagaimana seharusnya pengajar: (a) memberi respon kepada anak didik (b) melihat dan memberlakukan peserta didik.

Prinsip Reaksi (Lanjutan)Contoh 3. Prinsip reaksi yang perlu dilakukan pada MPK adalah: berikan dukungan dengan menitikberatkan pada sifat hipotesis dari diskusi-diskusi yang berlangsung, Berikan bantuan kepada peserta didik dalam mempertimbangkan hipotesis yang satu dengan yang lainnya Pusatkan perhatian peserta didik pada contohcontoh yang spesifik Berikan bantuan kepada peserta didik dalam mendiskusikan dan menilai strategi berpikir yang mereka pakai

Lima Komponen dalam Suatu Model Pembelajaran (Lanjutan)4. Sistem Pendukung yaitu segala sarana, bahan dan alat yang diperlukan untuk mendukung pelaksanaan suatu model pembelajaran.

Lima Komponen dalam Suatu Model Pembelajaran (Lanjutan)5. Dampak instruksional dan pengiring Dampak instruksional yaitu hasil belajar yang dicapai langsung dengan cara mengarahkan peserta didik pada tujuan yang diharapkan, Dampak pengiring yaitu hasil belajar lain yang dihasilkan oleh suatu proses pembelajaran, sebagai akibat terciptanya suasana belajar yang dialami langsung oleh peserta didik tanpa arahan guru.

Lima Komponen dalam Suatu Model Pembelajaran (Lanjutan)Contoh 4

Untuk Model Pencapaian Konsep: Dampak instruksional yang diharapkan: hakikat konsep, strategi pembentukan konsep, konsep-konsep yang spesifik, penalaran induktif Dampak pengiring: kesadaran akan pilihan pandangan, Toleransi terhadap ketidaktentuan dengan apresiasi terhadap logika, Kepekaan terhadap penalaran logis dalam komunikasi.

ISTILAH-ISTILAH DALAM PEMBELAJARAN1. PENDEKATAN adalah suatu acuan atau kebijaksanaan yang ditempuh guru dan peserta didik dalam mencapai tujuan pembelajaran 2. STRATEGI menurut Eggen dan Kauchak (1998) didefinsisikan an interconected set of teaching designed to accomplish spesific goals

ISTILAH-ISTILAH DALAM PEMBELAJARAN (lanjutan)3. METHODS is an organized arragement of instructional techniques that intend to achieve a discrite learning outcome. 4. TECHNICUES are cobinations of the teacher behavior and skill esential for the implementattion of methods and strategies.

Mana yang lebih luas: Pdktn, Strategi, Metode atau Teknik?Didalam suatu pendekatan terdapat lebih dari satu strategi, di dalam suatu strategi terdapat lebih dari satu metode dan di dalam satu metode terdapat lebih dari satu teknik pembelajaran

Perlukah Variasi Strategi Pembelajaran?In fact, the need for teacher to be able to use different strategies is even more important today since learners are now more diverse (Villeges dalam Kauchac, 1996)

TUGAS INDIVIDUPada materi operasi hitung bilangan bulat Tentukan suatu pendekatan, strategi, metode dan teknik pembelajaran yang relevan untuk mengajarkan materi tersebut.

Bab II MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF

1.PENDAHULUAN Eggen dan Kauchak menyatakan bahwa pembelajaran kooperatif adalah suatu rumpun strategi pembelajaran yang melibatkan peserta didik bekerja secara kolaboratif untuk mencapai tujuan bersama. Newman and Artzt menyatakan bahwa cooperative learning is an aproach that involves a small group of learners working together as a team to solve a problem, complete a task or accomplish a common goals

MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF (Lanjutan) Belajar kooperatif suatu strategi mengajar yang menempatkan siswa dalam dua peran, yaitu peran untuk belajar dan peran untuk mengajar. Belajar kooperatif berbeda dengan belajar individualistik dan belajar kompetitif

Perbedaan Tiga Jenis BelajarBelajar IndividualistikSiswa yakin bahwa mereka mencapai tujuan tidak ada hubungannya dengan upaya siswa lain

Belajar KompetitifSiswa yakin bahwa mereka akan mencapai tujuan jika dan hanya jika siswa lain tidak mencapai tujuan tersebut

Belajar KooperatifSiswa yakin bahwa tujuan mereka akan tercapai jika dan hanya jika siswa lain juga akan mencapai tujuan tersebut

Perbedaan Kelompok Kooperatif dengan Pemb. TradisionalKlpk Kooperatif Kepemimpinan bersama Saling bergantungan positif Keanggotaan heterogen Mempelajari keterampilanketerampilan kooperatif Bertanggungjawab thd hasil belajar seluruh kelompok Menekankan pada tugas-tugas dan hubungan kooperatif Satu hasil kelompok Evaluasi kelompok

Klpk Tradisional Satu pemimpin Tidak saling tergantung Keanggotaan homogen Asumsi adanya keterampilan sosial efektif Beratnggung jawab terhadap hasil belajar individual Hanya menekankan pada tugas

Hasil-hasil individual Evaluasi individual.

Lima Komponen Kerjasama Kooperatif (Johnson,. & Johnson, 1998) Ketergantungan positif (positiveinterdependence)

Mengutamakan interaksi bertatap muka langsung (face to face promotive interaction) Tanggungjawab individu dan kelompok(group and individual accountability)

Kecakapan interpersonal dan kelompok kecil (interpersonal and small group skill) Pemrosesan kelompok (group-processing)

Pemb. Kooperatif dpt mencapai Tiga Tujuan (Arends, 1997: 111 112)1.Prestasi akademik 2.Penerimaan akan keberagaman 3.Pengembangan keterampilan sosial

FASE-FASE PEMBELAJARAN KOOPERATIFFASE

Fase 1: Menyampaikan tujuan dan memotivasi siswa Fase 2: Menyampaikan Informasi

Aktivitas Guru Guru menyampaikan semua tujuan/indikator pembelajaran dan memotivasi siswa untuk belajar Guru menyajikan informasi kepada siswa dengan jalan demonstrasi atau bahan bacaan

FASE-FASE PEMBELAJARAN KOOPERATIF (LANJUTAN)Fase 3: Guru menjelaskan kepada siswa bagai Mengorganisasikan siswa ke mana caranya membentuk kelompok dalam kelompok-kelompok belajar dan membantu setiap kelompok agar melakukan secara efisien belajar Fase 4:

Membimbing kelompok bekerja dan belajarFase 5:

Guru membimbing kelompok-kelompok belajar pada saat mereka mengerjakan tugas mereka Guru mengevaluasi hasil belajar tentang materi yang telah dipelajari atau masingmasing kelompok mempresentasikan hasil kerjanya

EvaluasiFase 6:

Memberikan penghargaan

Guru mencari cara-cara untuk menghargai upaya maupun hasil belajar individu dan kelompok

Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD Pemb. Kooperatif tipe STAD dikembangkan oleh Robert Slavin Pemb. Kooperatif tipe STAD adalah bentuk belajar yang menggunakan tim-belajar beranggotakan 4-5 siswa multikemampuan untuk mengajarkan bentuk-bentuk materi tertentu seperti fakta-fakta dasar, konsep, generalisasi, prinsip, keterampilan dan aturan akademik.

Perencanaan Pembelajaran Kooperatif-STAD1.Planning for instruction 2.Organizing groups 3.Planning tim-building activities 4.Planning for team study 5.Calculating base scores

Ad.1 Planning for instruction Tetapkan jenis materi yang akan diajarkan, apakah termasuk fakta, konsep, skill, prinsip, generalisasi , dsb. Tentukan tujuan pembelajaran (prestasi akademik, penerimaan keberagaman dan pengembangan keterampilan sosial). Pilih masalah-masalah yang akan dipecahkan dalam tim study.

Ad.2 Organizing groups Pembentukan kelompok sebaiknya sebelum kegiatan pembelajaran dilaksanakan. Anggota tim dalam satu kelompok terdiri dari 4 5 orang ya