MOS 2011 17 agustus 2011

  • Published on
    08-Jul-2015

  • View
    81

  • Download
    0

Embed Size (px)

Transcript

17 Ag ust us 20 11Diterbitkan oleh: Lembaga Pers Mahasiswa ManifesT Fakultas Hukum Univ. Brawijaya Alamat redaksi: Jl. MT Haryono 169 Malang , 65145 Telp. 0341-553898 Email : redaksi_manifest@yahoo.com Susunan Redaksi Pimpinan Umum : Nurul Mahmudah Pimpinan Redaksi: Aulia Rahmawati Pimpinan Penelitian & Pengembangan: Karunia Yevi .W Pimpinan Perusahaan: Reza Ilyasa Reporter : Okky, Bagus, Atika, Risfa, Saiful Layouter : Tuba & @riskyfebrian Powered By:

SISIPAN

MANIFEST ON SCREEN

LEMBAGA PERS MAHASISWA FAKULTAS HUKUM U N I V E R S I T A S B R A W I J A Y A

MULUT DIBUNGKAM PENA BICARAEdisi PK2MABA

Edisi PK2MABA

Edisi PK2MABA17 agustus 2011PUISI Sebab Akibat ada jarak, agar kita mengerti dekat ada ruang, agar kita mengerti tempat ada maut, agar kita mengerti hidup ada harga, agar kita mengerti pengorbanan ada suara, agar kita mengerti telinga ada kata, agar kita mengerti bicara ada lawan, agar kita mengerti teman ada tidak, agar kita mengerti iya ada waktu, agar kita mengerti masa lalu ada masa depan, agar kita mengerti perencanaan ada suara, agar kita mengerti telinga ada benci, agar kita mengerti hati ada setia, agar kita mengerti cinta ada sakit, agar kita mengerti sehat semua berpasangan semua bertujuan -------------------------------------------Oleh : Harry Setya Putra

Laporan Utama

17 agustus 2011

SISIPAN

MANIFEST ITU APA SIH ?

sebuah lembaga otonom di Fakultas Hukum Universitas Brawijaya yang mengorientasikan kegiatannya pada kegiatan jurnalistik. Didirikan pada tanggal 20 April 1985, LPM ManifesT hingga saat ini masih menunjukkan eksistensinya. Eksistensi tersebut kemudian dimanifestasikan dengan dikeluarkannya berbagai produk jurnalistik. Mulai dari majalah, jurnal, buletin, majalah dinding serta media online berupa website, blog, facebook, dan grup diskusi. Oleh karena itu LPM ManifesT dapat menjadi salah satu alternatif bagi mahasiswa untuk mengaktualisasikan dirinya dalam kegiatan jurnalistik di kampus pada umumnya dan di Fakultas Hukum Universitas Brawijaua pada khususnya. Ditengan fenomena kampus yang dinamis dengan segala permasalahan yang ada, LPM ManifesT tetap menjadi pengembang isu dan wacana sosial kemasyarakatan yang ada. Selain itu, LPM ManifesT juga berkontribusi dalam menghidupkan forum diskusi di kalangan mahasiswa sebagai salah satu upaya transfer wacana di kalangan mahasiswa.

L

PM (Lembaga Pers Mahasiswa)

Melalui forum diskusi formal dan informal yang coba dikreasikan dalam berbagai kegiatan internal maupun eksternal LPM ManifesT berusaha untuk meng-up date isu dan informasi di kalangan mahasiswa. Ikon utama sebuah lemabaga pers mahasiswa terletak pada independensinya. Hal ini dapat dikatakkan sebagai sesuatu yang idealis, namun dalam aplikasinya merupakan sebuah kerangka pergerakan mahasiswa untuk menempatkan dirinya sebagai agent of change. Terlebih itu pula mahasiswa mengemban tugas sebagai penyambung lidah masyarakat dengan birokrat. Hal ini karena posisi mahasiswa berada di tengah antara strata birokrat dan strata masyarakat. Sehingga tidak aneh ketika mahasiswa terlibat dalam proses penentuan kebijakan publik birokrat dengan kapasitas intelektualnya. Dan dalam hal ini LPM ManifesT melalui medianya berusaha mempengaruhi opini mahasiswa terkait dengan permasalahan dan isu yang sedang berkembang. Dengan demikian LPM ManifesT dapat menjadi ranah aktualisasi yang potensial bagi mahasiswa untuk melatih ketajaman pisau analisis terkait dengan isu sosial yang kemudian diwacanakan melalui produk jurnalistik.

ManifesT Fakultas Hukum

Universitas Brawijaya adalah

Quiz

Tahu apa yang paling besar ?Kirim jawaban kalian dengan format : Kuis(spasi)nama(spasi)fakultas/jurusan ke 085655782241 Bagi yang jawabannya benar dan beruntung bisa dapetin hadiah menarik dari LPM ManifesT.

2

11

Edisi PK2MABA

Edisi PK2MABA17 agustus 2011

Laporan KhususPancasila mempunyai 5 (lima) Sila yang di antara mereka adalah satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan satu dari yang lainnya. Ketika memaknai arti Ketuhanan dalam kehidupan berbangsa maka akan hadir juga aspek kemanusiaan yang mempunyai segi universalitas (human beings as a whole), persatuan nasional yang menjaga pluralitas, demokrasi yang agung (wisdom) dan takzim terhadap kehendak rakyat, serta kesejahteraan untuk semua yag searah dengan rasa keadilan. Meminjam istilah dari Fred W. Rigss mengenai konsep prismatic. Yakni, konsep yang mengambil segi-segi baik dari dua konsep yang bertentangan dan kemudian disatukan sebagai konsep tersendiri sehingga dapat selalu diaktualkan dengan kenyataan masyarakat Indonesia dan setiap perkembangannya. Negara Pancasila bukan negara agama, karena negara agama hanya mendasar diri pada satu agama tertentu, dan bukan negara sekuler, karena negara sekuler sama sekali tidak mau terlibat dalam urusan agama. Negara Pancasila adalah sebuah religious nation state yakni sebuah negara kebangsaan yang religious, yang melindungi dan memfasilitasi berkembangnya semua agama yang dipeluk oleh rakyatnya tanpa membedakan besarnya jumlah pemeluk masing-masing (Mahfud, 2010:6). Melihat konsep yang dipaparkan Prof. Mahfud MD tersebut, memang perlu menjadi catatan besar oleh pemerintah yang kurang berhasil dalam menjamin kenyamanan menganut agama dan kepercayaan. Andaikata konsep toleransi dan tenggang rasa kembali dijunjung tinggi, stabilitas

17 agustus 2011kehidupan di Indonesia tentu akan lebih terjaga. Ada beberapa hal yang perlu

Laporan Utama

Ordik Pertama Maba Fakultas Hukum

Pro JusticiaDeeeek. Cepat. Pake nametagnya!!! Teriakan Koordinator Lapangan (Korlap) yang menggelegar di setiap sudut fakultas untuk mengkondisikan Mahasiswa Baru (Maba) yang datang. Maba datang berlarian menuju lapangan depan Gedung B FH-UB. Sebenarnya sudah banyak maba yang datang lebih awal dari yang ditentukan oleh panitia yaitu jam 07.30 WIB. Namun banyak juga yang datang terlambat bahkan sampai jam 08.00 WIB. Hal ini diutarakan oleh Ketua Pelaksana (Kapel), Bahrul U l u m, Agak kesu l i tan d a l a m mengkondisikan temen-temen maba. Memang karena lapangan sengaja saya instruksikan datang untuk jam setengah tujuh pagi. Akhirnya bisa dikondisikan jam tujuh. Terdapat beberapa sanksi yang diterima oleh maba apabila melakukan pelanggaran tata tertib selama acara kegiatan PK2MABA ini. Ada tiga kategori dalam pemberian sangsi, yaitu ringan, sedang dan berat. Sanksi ringan dan sedang seperti tadi keterlambatan. Sedangkan berat yang menyangkut dengan fakultas, ujar Bahrul Ulum lagi. Untuk tahun ini, konsep acara PK2MU (Ordik) sedikit berbeda dengan tahun lalu, terutama berkaitan dengan waktu penyelenggaraan. Ini disebabkan bulan puasa jamnya lebih maju dari pada tahun kemaren, ujar Rendy Ivaniar selaku MC acara Ordik. Namun acaranya tidak berbeda dengan tahun lalu. Semua acara dalam Ordik ini dipegang oleh dosen sedangkan panitia mahasiswa hanya mengkondisikan jalannya Ordik tersebut. Panitia dari dosen sendiri terdapat 15 orang sedangkan dari mahasiswa hanya beberapa saja, ujar Ikaningtyas selaku Ketua OC (Official Committe) Ordik. Pada saat acara pengenalan dosen dan penyampaian profil FH-UB berlangsung banyak mahasiswa yang terlihat bosan, ada maba yang tidur, melamun, bahkan asyik ngobrol sendiri. Namun dosen semakin berantusias untuk menyampaikan materi tersebut. Ordik hari ini (17/8) tidak semua sie panitia mahasiswa yang datang, hanya sie lapangan, dan kesehatan. Acara Ordik ini akan berlangsung selama 2 (dua) hari dengan materi yang diberikan oleh dosen.

10

3

Edisi PK2MABA

Edisi PK2MABA17 agustus 2011

Laporan UtamaBentrok! Panitia PK2MU vs Pers Kampus se-UB

17 agustus 2011

Laporan Khusus

dimana semangat para pendiri bangsa masih berkibar kuat. Kini, spirit tersebut seakan tersembunyi oleh sikap intoleransi dan primodialisme yang semakin meninggi. Jika dibiarkan, eksistensi Pancasila akan terancam dan tentu saja akan mengarah kepada perpecahan. Dalam hal ini, re-aktualisasi nilai Pancasila dapat menjadi solusi. Karena pada dasarnya, Pancasila merupakan modus Vivendi (kesepakatan luhur) bangsa Indonesia yang sulit atau (mungkin) tak bisa digantikan. Ia sangat cocok dengan realitas bangsa Indonesia yang plural. Pluralisme di Indonesia adalah pluralisme yang multiwarna dan tidak dikotomis baik dari sisi komposisi etnisittas (suku, agama, ras, bahasa, dsb.) maupun demografisnya. Kaharingan (Dayak/Kalimantan); Sunda Wiwitan (Baduy Banten); Sipelebegu-Parmalim (Batak/Sumatera Utara); Saminisme (Blora/Jawa Tengah); Towani Tolotang (Sidrap); Patuntung (Kajang, Bulukamba, Sulawesi Selatan); Cigugur (asal Kuningan, Jawa Barat); Wetu Telu (asal Lombok); Naurus (asal pulau Seram, Maluku); Buhun (Jawa Barat); Kejawen (Jawa Tengah dan Jawa Timur) adalah contoh aliran kepercayaan/agama lokal masyarakat yang ada di Indonesia. Dimana aliran kepercayaan ini dijamin pengakuan dan perlindungannya dalam Pasal Pasal 28E ayat (2) dan Pasal 29 ayat (2) UU 1945. Namun kemudian dalam impelementasi dan peraturan perundang-undangan dibawahnya (hirarki UUD 1945 adalah lebih tinggi daripada undangundang), yaitu UU No. 1 Tahun 1965 tentang Penyalahgunaan dan/atau Penodaan Agama, pemerintah hanya mengakui 6 (enam) agama sebagai agama resmi yang dianut, dipercayaim diakui oleh masyarakat Indonesia dan mendapatkan perlindungan hukum, yaitu Islam, Katolik, Kristen, Budha, Hindu, serta Khong Hu Cu. Fakta tersebut sudah ada bahkan pada zaman Nusantara atau pra-kemerdekaan RI. Kewajiban bangsa Indonesia terhadap semangat kebangsaan yang Bhinneka Tunggal Ika ialah merawat, menjaga dan menghidupi masing-masing elemen bangsa yang menjadi pembentuknya sebagaimana tercantum dalam Aline IV Pembukaan UUD 1945 yang menyatakan, ... melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia. Alinea IV Pembukaan UUD 145 tersebut menegaskan bahwa Pancasila sebagai sebuah sistem ideologi yang paling dasar.

Jangan ngomong sembarangan, kita ini pers, kita legal! teriak Pimpinan Umum (PU) Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) FH UB, Nurul Mahmudah kepada salah satu panitia PK2MU. Hal tersebut merupakan titik awal insiden selebaran antara panitia PK2MU dengan Pers Mahasiswa (Persma) Universitas maupun Fakultas Brawijaya. Selasa (16/08) sebuah insiden terjadi pada akhir acara Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Universitas (PK2MU), tepatnya di depan gedung Fakultas Ekonomi. Kejadian bermula ketika sebagian besar mahasiswa baru (maba) menolak menerima buletin yang dibagikan anggota pers baik dari pers mahasiswa (persma) pusat Universitas Brawijaya, maupun pers fakultas, dan mulai memanas ketika sebagian panitia menginstrusikan maba untuk tidak menerima selebaran apapun selain dari panitia. Hal tersebut membuat 'panas' para anggota pers, karena perkataan panitia itu membuat maba berpikir bahwa mereka juga tidak boleh menerima buletin sehingga itu tentu saja merugikan lembaga pers. Ketua Pelaksana (Kapel) PK2MU, Ifandhana mengakui bahwa dia tidak pernah menyuruh panitia untuk menginstruksikan pada maba agar tidak menerima selebaran apapun, Saya tidak pernah menginstruksikan seperti itu karena memang teman-teman sudah punya ijin dan hak, tapi memang terdapat miss saat di lapangan. Banyak anggota yang nangkepnya ini itu,.

H a l tersebut didukung o l e h pernyataan Ignatius Arga Nuswantoro ( A r g a ) , selaku pj. panitia sie lapangan PK2MU GOR Pertamina UB, Arga mengatakanSalah satu panitia yang menginstruksikan kepada maba agar tidak menerima selebaran apapun kecuali dari panitia

bahwa sosialisasi instruksi dari rektorat berkaitan dengan pers kampus, mulai dari proses peliputan, distribusi, dan sebagainya kurang menyeluruh di kalangan panitia. Berkaitan dengan insiden selebaran yang terjadi kemaren sore (16/8), dia juga menjelaskan, ketua panitia PK2MU telah mengintruksikan cukup jelas bahwa selebaran yang boleh diterima oleh maba hanya selebaran pers, baik pers fakultas ataupun universitas. Mungkin permasalahan hanya sebagian panitia saja yang

4

9

Edisi PK2MABA

Edisi PK2MABA17 agustus 2011

Laporan KhususMembumikan Pancasila, Menjunjung Keberagaman

17 agustus 2011

Laporan Utamapihak pers, baik secara lisan maupun tulisan. Permintaan maaf secara lisan telah dilakukan di hari sebelumnya (16/08) ketika pihak pers, pihak panitia, presiden EM, serta perwakilan rektorat berkumpul di Markas Komando untuk mengklarifikasi insiden tersebut. Untuk yang secara tulisan, rencananya pihak panitia mengirimkan surat yang ditandatangani presiden EM dan ketua pelaksana PK2MU pada tiap lembaga pers di UB yang akan

Pancasila bukan milik sebuah era atau ornamen kekuasaan pemerintahan pada masa tertentu. Pancasila juga bukan representasi sekelompok orang, golongan atau orde tertentu. Pancasila adalah dasar negara yang akan menjadi pilar penyangga bangunan arsitektural yang bernama Indonesia. B.J. Habibie Tanggal 17 Agustus 2011 Bangsa kita genap berusia 66 tahun. Selama 66 tahun tersebut, Pancasila sebagai ideologi bangsa, sebagai grundnorm, dan sebagai philosofische grondslag (dasar filosofis) atau sebagai weltanschauung (pandangan hidup) bagi Indonesia Merdeka, telah melalui bermacammacam rintangan dan dinamika di berbagai masa kepemimpinan. Berbagai cobaan telah dilalui Pancasila dalam mempertahankan nilai filosofis dan eksistensinya. Termasuk di era reformasi ini, dimana terjadi peristiwa-peristiwa yang berujung pada pertanyaan, Apa Pancasila masih dipergunakan? Penilaian diatas didasarkan pada hasil survei LSI (Lembaga Survei Indonesia) Edisi No.23, Oktober 2010 yang menunjukkan bahwa angka intoleransi beragama dalam masyarakat Indonesia semakin meningkat. Dalam survei ini, LSI mengambil dua isu mutakhir: kekerasan terhadap penganut Ahmadiyah dan pendirian rumah ibadah. Berkaitan dengan Ahmadiyah, hasil survei memperlihatkan pembenaran terhadap kekerasan pada warga Ahmadiyah makin tinggi. Jika pada tahun 2005, jumlah warga yang setuju dengan tindakan kekerasan pada Ahmadiyah hanya 13,9%, pada tahun 2010 ini angkanya naik menjadi 30,2%. Jumlah warga yang setuju apabila pemerintah melarang ajaran Ahmadiyah di Indonesia juga makin tinggi. Pada tahun 2005, jumlah mereka yang setuju jikalau pemerintah melarang Ahmadiyah hanya 35,2%. Saat ini di tahun 2010 jumlahnya naik menjadi 53,4%. Data ini memperlihatkan turunnya toleransi masyarakat yang mempunyai keyakinan ataupun agama yang berbeda, semakin menurun dari waktu ke waktu. Padahal, bangsa Indonesia terbentuk karena dua kali ada komponen bangsa yang merelakan kedudukan dominannya demi persatuan bangsa. Pertama, dalam sumpah Pemuda 1928, para pemuda Jong Jawa merelakan bahasa melayu sebagai bahasa Indonesia, bahasa persatuan. Kedua, penetapan lima sila Pancasila sebagai dasar negara dalam Pembukaan Undang Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Kesepakatan itu memastikan bahwa Indonesia menjadi milik seluruh rakyat Indonesia tanpa membedakan menurut agama. Kesediaan para wakil umat Islam untuk tidak menuntut kedudukan khusus, meski mereka merupak...