Mouthwash Dan Teori

  • Published on
    25-Oct-2015

  • View
    277

  • Download
    4

Embed Size (px)

Transcript

<p>Hasil diskusi</p> <p>Hasil diskusi</p> <p>Pengertian Mouthwash</p> <p>a. (Scovilles : 259)Mouthwash adalah suatu cairan dengan rasa dan bau yang menyenangkan, digunakan untuk membersihkan mulut</p> <p>b. (RPS 18 th : 1526)Mouthwash adalah suatu larutan cair dimana paling sering digunakan untuk penghilang bau, penyegar atau efek antiseptik atau untuk mengontrol plak.</p> <p>c. (Parrot : 175)Mouthwash adalah larutan yang digunakan untuk membersihkan mulut atau pengobatan kondisi penyakit pada membran mukosa oral.</p> <p>d. (Balsam : 533)Kadang-kadang sulit untuk membedakan antara kosmetik dan obat dan khususnya untuk produk-produk yang ditujukan untuk penggunaan dalam rongga mulut. Obat gigi dan mouthwash dimana hanya digunakan sebagai pembersih, penyegar dan atau penghilang bau didefinisikan sebagai kosmetik. Mouthwash ditawarkan hanya untuk tujuan pengobatan terapeutik pada penyakit gusi dan mukosa atau sebagai obat untuk mencegah karies. Mouthwash mewakili produk yang tergolong kosmetik sekaligus obat dan hal ini ditetapkan oleh Federal Drug and Cosmetic Art.e. (The Formulation of Cosmetic : 364)Fungsi utama dari mouthwash adalah untuk membersihkan sepenuhnya rongga mulut, menghilangkan nafas yang bau, memiliki pengaroma yang diinginkan dan membuat mulut terasa segar.</p> <p>f. (Dom Martin : 873)Mouthwash secara umum dianggap sebagai cairan yang mengandung obat untuk membersihkan mulut atau mengobati penyakit pada bagian membran mukosa oral.</p> <p>Kesimpulan : Mouthwash adalah sediaan cair yang digunakan untuk membersihkan, menyegarkan mulut, menghilangkan bau mulut, atau untuk tujuan pengobatan penyakit pada membran mukosa oral atau penyakit gusi atau untuk mencegah karies gigi dengan rasa dan bau yang menyenangkan.</p> <p>Pembagian Mouthwash</p> <p>(Balsam : 534)Mouthwash dapat diklasifikasikan sebagai berikut :</p> <p>1. Mouthwash kosmetik terdiri dari air (dan biasanya alcohol, pengaroma atau pewarna) juga dapat mengandung bahan-bahan surfaktan untuk tujuan dalam membantu kelarutan dari minyak esensial dan membantu dalam penetrasi dan pembersihan mulut dan gigi.</p> <p>2. Mouthwash dimana tujuan utamanya adalah untuk menghilangkan atau memusnahkan bakteri normal yang ditemukan dalam jumlah besar pada rongga mulut. Bahan-bahan antiseptik bertanggung jawab untuk efek ini yang harus dapat dibawa dalam larutan baik secara fisik maupun kimia.</p> <p>3. Mouthwash astrigent dimana dalam penambahannya untuk efek langsung pada mukosa oral, juga memberikan tujuan flokulasi dan pengendapan bahan protein sehingga dapat dihilangkan dengan cara pembilasan.</p> <p>4. Mouthwash pekat yang dirancang untuk penggunaan setelah diencerkan </p> <p>5. Mouthwash dapar dimana aksi utamanya tergantung pada pH larutan sebagai contoh sediaan alkali, mungkin membantu dalam mengurangi lendir maupun saliva.</p> <p>6. Mouthwash penghilang bau dimana tergantung pada aksi antibakterinya atau pada mekanisme lain (yang tidak berhubungan dengan aksi lain) untuk efeknya.</p> <p>7. Mouthwash terapeutik dimana diformulasikan untuk tujuan meringankan infeksi, mencegah karies gigi, atau meringankan beberapa kondisi patologikal lain pada mulut, gigi atau kerongkongan.</p> <p>Zat Antiseptik Dalam Mouthwasha. (Modern Cosmetology :286,289)</p> <p> Pemilihan antiseptik</p> <p>Antiseptik umumnya digunakan dalam sediaan yang dapat membersihkan termasuk fenol, timol, salol, formalin, asan tanic, asam borat, chlorinat timol, hexaclorofen, dan campuran ammonium kuartener.</p> <p> Pengaroma dalam mouthwash</p> <p>Diperlukan kebijaksanaan dalam penambahan minyak esensial seperti yang telah disebutkan. Pengaroma adalah point penting dalam produk mouthwash yang popular dan diperlukan banyak uang dalam pembelian minyak dengan kualitas terbaik, biasanya diperoleh dengan pembelian yang bijak.</p> <p>Perhatian seharusnya diberikan dalam pemilihan pengaroma untuk produk yang teroksidasi, karena banyak minyak esensial yang mudah teroksidasi dan terganggu rasanya. Dalam banyak kasus, untuk pembuatan dalam skala kecil campuran pengaroma ditujukan khusus.</p> <p>Digunakan dalam mouthwash yang mengandung campuran zat pengaroma yang dikombinasikan dengan antiseptik yang cocok yang menawarkan efek germisida aktif dengan range yang luas karena banyak dari minyak esssensial juga digunakan sebagai pengaroma yang memiliki nilai germisida yang pasti khususnya timol, eugenol dan clove.b. (Jellineck : 307)Bahan aktif yang penting dalam mothwash adalah:</p> <p>1. Pengaroma, minyak peppermint, menthol, minyak anisi, anethole, fenol, eucalyptol, clove, dan minyak cinnamon dan metil salisilat. Beberapa pengaroma juga berefek disinfektan, umumnya digunakan saccharin atau pemanis lain ditambahkan kecuali gula.</p> <p>2. Disinfektan, asam salisilat, campuran ammonium kuartener, oxiquinolin sulfat, thymol dan p-chloro-m-cresol</p> <p>3.Ekstrak obat. Jika ekstrak kaya akan tannin (seperti tincture myrrh atau cinchona) memiliki efek astrigen dan stimulan. Dengan rasanya yang menggigit juga kadang-kadang digunakan sebagai komponen pengeroma. Dalam jumlah kecil, surfaktan kadang-kadang ditambahkan untuk mouthwash yang tidak ditujukan untuk aksi kelarutannya tetapi sebagai bahan pembasah, dapat meningkatkan efek detergent dari sediaan. Mouthwash juga sering diwarnai dengan bahan celupan sayuran (Saffron, carmin, floxin, eritrosin) yang tidak memiliki efekc. (Balsam 537)Anti bakteri</p> <p>Banyak senyawa kimia dimana diketahui aktif melawan mikroorganisme berspektrum luas yang dapat digunakan dalam komposisi mouthwash pada level rendah yang diketahui berbahaya pada jaringan oral. Penggunaan dari bahan-bahan ini bagaimanapun, pada konsentrasinya diketahui efektif secara invitro, tidak perlu dibuat dalam sediaan dimana mereka berperan sebagai antiseptik ketika digunakan sebagai mouthwash. Fakta ini terutama dari defenisi istilah antiseptik yang diberikan FFDC act.</p> <p>Yang mewakili suatu obat, dalam labelnya, sebagai suatu antiseptik seharusnya dianggap untuk mewakili sifat germisida, kecuali untuk kasus dimana diakui atau diwakili sebagai suatu antiseptik untuk penghambat yang digunakan sebagai pembasah pakaian, salep, serbuk atau penggunaan lain yang terlibat kontak jangka panjang dengan tubuh.</p> <p>Dengan demikian, selama periode waktu pendek dimana kontak mouthwash pada mukosa mulut dibawah kondisi penggunan normal, itu harus menunjukkan aksi germisida jika dibuat untuk antiseptik . bagian ini merupakan ringkasan peraturan dari Slocum, dalam perwakilan pendapat dari titik pandang Food and drug administration.</p> <p>Karena sejak mouthwash dipertahankan efektivitas bakterisidnya, ini akan lebih baik jika menggunakan senyawa yang telah diperkirakan untuk tujuan dengan perhatian kegunaan atau potensial terbesar.</p> <p>Senyawa Fenol yang Berguna</p> <p>Potensial sejumlah besar turunan fenol dan bagian-bagian penting dari kelas ini dalam senyawa telah dipelajari secara berkelanjutan. Untuk melihat secar komperhensif dari subjek ini.</p> <p>Hanya terbatas jumlah senyaw fenol yang ditemukan aplikasinya dalam mouthwash. Faktor-faktor terbatas termasuk secara objektif, kelarutan yang berkurang, kehilangan warna yang cepat atau degradasi, atau cukupnya informasi tentang toksikologi atau sifat sensitive dan harganya tinggi. Beberapa dari senyawa ini telah digunakan termasuk :</p> <p>1) Beta-naftol, digunakan dalam konsentrasi kira-kira 0,3-0,5 % dalam larutan alcohol dan air.</p> <p>2) Timol, turunan asli dari minyak-minyak esensial yang dibuat secara sintetik, secara umum digunakan dengan konsentrasi kira-kira 0,1 %</p> <p>3) Carvacrol, isomer dengan timol dan dengan sifat-sifat yang sama.</p> <p>4) Klorotimol, p-kloro, turunan timol. Konsentrasinya biasa 0,05-0,1%</p> <p>5) Amil-, hexyl-, heptyl-, dan octafenol telah ditemukan penggunaannya dalam formulasi mouthwash. Ini yang paling aktif dimana rantai alkilnya normal dan para- pada kelompok hidroksi. Turunan ini digunakan pada konsentrasi 0,05-0,3%</p> <p>6) Hexylresorsinol, turunan dihidrofenol yang efektif ditemukan penggunaannya dalam mouthwash. Ini digunakan dalam konsentrasi 0,05-0,1%</p> <p>7) Heksaklorofen, mungkin paling luas digunakan dari semua antibakteri fenol, digunakan pada konsentrasi 0,02-0,2%</p> <p>8) Fenol sendiri masih jarang digunakan dalam mouthwash, ini menyebabkan efek anastetik local yang lemah pada membran mukosa mulut dengan tambahan pad sifat-sifat antibakterinya dan digunakn dalam konsentrasi 0,1-1,0 %</p> <p>Pembicaraan umum, beberapa dari sifat-sifat yang lebih penting dari senyawa fenol dapat diringkas sebagai berikut :</p> <p>1) Hampir semua turunan hidroksibenzen mempunyai efek bakterisidal, dimana dihubungkan dengan konsentrasinya dan waktu kontak, melawan sejumlah besar mikroorganisme.</p> <p>2) Secara struktural, efek mikrobisidal dipotensiasi oleh alkalisasi, halogenasi atau hidroksi lai hingga titik dimana aktivitanya menurun. Pada masalah ini, prinsip dari aktivitas termodinamik telah dihubungkan pada efek antibakteri.</p> <p>3) Senyawa fenol adalah lebih efektif dalam bentuk hidroksinya daripada sebgai fenolat dan biasanya lebih efektif dalam air daripada dalam pelarut lain.</p> <p>4) Kelarutan dalam air dari turunan fenol berkurang oleh alkilasi atau halogenasi, tetapi biasanya meningkat oleh hidroksilasi. Secara fisik, fenol dapat dilarutkan oleh bahan-bahan surfaktan dimana mungkin mempotensiasi aksi antibakterinya, atau kadang-kadang menekannya.</p> <p>5) Bahan organik yang dapat menekan aktivitas fenol.</p> <p>Senyawa Ammonium Kuartener</p> <p>Senyawa ammonium kuartener telah menjadi subjek yang menarik untuk antiseptik umum, disinfektan dan tujuan sanitasi. Sebagian besar produk sediaan mouthwash diperkenalkan dalam beberapa tahun yang lalu mengandung kuartener (sebagai bahan antibakteri dan penghilang bau) Salah satu factor yang penting bahwa telah dihasilkan kesulitan dalam formulasi untuk produk oral yang ditemukan karakteristiknya, rasa dari kuartener dimana pada awalnya tidak disetujui, tetapi mempunyai rasa yang menggigit dan efeknya yang menyenangkan. Telah diteorikan bahwa sifat ini dapat menyebabkan sifat absorbsi yang tinggi dari kuartener untuk mukosa oral dan khususnya sedikit rasa pengaroma yang baik dan penggunaan kuartener murni dapat mengatasi hal ini. Afinitasnya untuk absorbsi jaringan, bagaimanapun dapat menghasilkan perpanjangan aktivitas antibakteri saat digunakan secara in vitro.</p> <p>Lawrence (10) memperlihatkan literature tentang senyawa ammonium kuartener. Bentuk aksi antibakteri mungkin telah dipelajari secara luas dibandingkan gugus tunggal dari antiseptik lainnya. Mekanisme tidak dieludasi secara komplit tetapi umumnya, dipercaya berhubungan dengan racun oksidatif dan sifat enzim glikolitik dari sel bakteri.</p> <p>Kelas dari senyawa ini diketahui sebagai germisid campuran ammonium kuartener telah dikembangkan yang dapat digambarkan secara umum untuk ammonium kuartener morfolinum alkil sulfat. Jenis ini memiliki derajat aktifitas bakterisid yang tinggi pada range pH yang luas dan pencampurannya ditingkatkan dengan molekul anion. Senyawa ini tidak langsung diendapkan oleh garam Na dari rantai panjang asam lemak atau detergen amoniak lain. Senyawa ammonium kuartener yang telah ditampilkan dalam beberapa produk mouthwash. Beberapa diantaranya mengandung etilpiridin klorid, degvaden, dan dopamine bromida. Semuanya adalah subjek dari evaluasi in vitro dan in vivo.</p> <p> Ketidakcampuran telah dicatat untuk alkalibenzilamonium klorid dengan beberapa bahan kimia yang telah digunkan dalam sediaan mouthwash. Beberapa diantaranya termasuk minyak peppermint, metil p-hidroksibenzoat, asam borat, karamel, asam sitrat dan saccharin. Beberapa ketidak campuran dapat terjadi dengan kuartener lain. </p> <p>Beberapa karakteristik dari kuartener, dapat disimpulkan sebagai berikut :</p> <p>1) Kebanyakan kuartener tidak tercampurkan secara kimia dengan detergen anionic dengan banyak senyawa lain. Semua tidak diaktifkan sebagian oleh bahan organic.</p> <p>2) Uji koefisien fenol untuk mengevaluasi kuartener adalah bukan metode yang memuaskan untuk memprediksi dibawah kondisi penggunaan.</p> <p>3) Dalam alkilmetilbenzilamonim halida, alkiltrimetil ammonium halida dan alkil piridin halida, gugus alkil seharusnya mengandung 12,14 dan 16 ikatan karbon untuk aktivitas aptimum.</p> <p>4) Kuartener umumya efektif melawan bakteri dan jamur berspektrum luas.</p> <p>5) Kebanyakan kuartener lebih aktif pada pH dibawah netral, tetapi etilpiridium klorid dan campuran senyawa ammonium kuartener sama efektifnya pada range pH yang luas.</p> <p>Minyak esensial</p> <p>Msekipun bahan pengaroma dalam mouthwash dipertimbangkan lebih penting untuk karakteristik rasanya, banyak yang digunakan aksi bacterial. Beberapa diantaranya alah minyak kayu manis, kassia, eucalyptus, thyme dan minyak-minyak pilihan seperti menthol, thimol, eukalipotol, anethole, dan metil salisilat. Umumnya dapat dikatakan bahwa minyak esensial yang mengandung persentase yang tinggi dari aromatik aldehid atau alcohol memiliki aktivitas bacterial, padahal kandungan asam dan ester tidak memiliki aktivitas bakterisidal.</p> <p>Senyawa antibakteri lain-lain</p> <p>Dalam penambahan pada ketiga kelas umum dari bahan antimikroba telah membicarakan poin ini, (yang umumnya digunakan) ada beberapa penambahan bahan misell digunakan dalam mouthwash atau konsentrasi mouthwash untuk efek antibakterisidnya.</p> <p>2) Asam benzoat menggunakan efek antibakteri pada rongga mulut dan merusak membran mukosa dan struktur gigi. Asam benzoat memiliki rasa yang tidak dapat diterima. </p> <p>3) Formaldehid adalah germisida kuat, tetapi dapat melukai jaringan mulut. Penggunaan berkelanjutan dari formaldehid dalam formulasi cairan mouthwash tidak disarankan. </p> <p>4) Potassium klorat kadang-kadang digunakan untuk infeksi oral tetapi dapat diabsorbsi oleh jaringan untuk memproduksi hemoglobinuria. </p> <p>5) Tirotrisin dan Gromisidin adalah sedikit dari antibiotik yang stabil dalam larutan cair untuk penggunaannya dalam mouthwash.</p> <p>6) Iodin, sediaan bebas digunakan pada konsentrasi mouthwash, iodine adalah antiseptik yang efektif.</p> <p>7) Asam borat digunakan daalm mouthwash pada konsentrasi 2-4%</p> <p>8) Klorin, senyawa bebas yang memiliki efek germisid dan sifat deodoran, tetapi karekteristik rasa dan baunya membuatnya tidak menyenangkan untuk digunakan. Larutan hipoklorit distabilkan oleh bahan kimia yang biasanya digunakan.</p> <p>9) Kadang-kadang digunakan 8-hidroksikuinolin, meskipun rasanya tidak menyenagkan, sebagai sitrat atau sulfat pada konsentrasi 0,05-0,2%</p> <p>10) Turunan Nitrofurazan telah diselidiki secara luas sebagai komponen mouthwash tetapi mereka memiliki aktivitas antimikroba pada spectrum yang luas. Banyak perubahan dari asalnya yang menunjukkan tekanan pada warna yang menjadi gelap jika terkena cahaya.</p> <p>11) Senyawa organik merkuri telah disarankan untuk mouthwash, tetapi banyak diantaranya memiliki toksisitas yang tinggi atau indeks sanitasi yang dipertimbangkan terlebih dahulu</p> <p>12) Sodium perborat, urea peroxida dan senyawa penghasil oksigen lainnya yang telah disarankan, utamanya untuk efek pengobatan infeksi gigi dan gusi dan iritasi lainnya atau inflamasi mulut dan gusi. </p> <p>Mouthwash penghilan...</p>