Muhammadiyah Dan Tajdid

  • Published on
    08-Nov-2015

  • View
    11

  • Download
    5

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Kemuhammadiyahan

Transcript

<p>KATA PENGANTAR</p> <p>Assalamualaikum Wr.WbPuji syukur kami panjatkan kepada Allah SWT , serta shalawat dan salam selalu tercurahkan kepada Rasulullah SAW. Berkat limpahan dan rahmat-Nya kami mampu menyelesaikan tugas makalah ini guna memenuhi tugas mata kuliah Kemuhammadiyahan. Dalam penyusunan tugas atau materi ini, tidak sedikit hambatan yang penulis hadapi. Namun penulis menyadari bahwa kelancaran dalam penyusunan materi ini tidak lain berkat bantuan, dorongan, dan bimbingan dari teman-teman serta dosen, sehingga kendala-kendala yang kami hadapi teratasi.Makalah ini disusun agar pembaca dapat memperluas ilmu tentang Muhammadiyah dan Tajdid yang kami sajikan berdasarkan pengamatan dari berbagai sumber informasi dan referensi. Semoga makalah ini dapat memberikan wawasan yang lebih luas dan menjadi sumbangan pemikiran kepada pembaca khususnya para mahasiswa UHAMKA. Saya sadar bahwa makalah ini masih banyak kekurangan dan jauh dari sempurna. Untuk itu, kepada dosensaya meminta masukannya demi perbaikan pembuatan makalah saya di masa yang akan datang dan mengharapkan kritik dan saran dari para pembaca.</p> <p>Jakarta, April 2015</p> <p>DAFTAR ISI</p> <p> Kata Pengantar......................... .. 1Daftar isi......................... 2Pendahuluan............................ 3 </p> <p> Sejarah &amp; Latar belakang gerakan tajdid ................................................................................... 4 Usaha pembaharuan Muhammadiyah......................................................................................... 6 Pengertian Tajdid Dalam Muhammadiyah ................................................................................ 8 Mengapa perlu ada tajdid dalam islam......................................... 10Muhammadiyah sebagi Gerakan Tajdid................................................................................... 12Orientasi Tajdid........................................ 13 Contoh Tajdid dalam Muhammadiyah......................................... 14</p> <p>Penutup .........21Daftar Pustaka ......22</p> <p>PENDAHULUAN</p> <p>Muhammadiyah dikenal luas sebagai gerakan tajdid atau pembaharuan. Beragam predikat yang sepadan dengan gerakan pembaharuan (tajdid fil Islam) diberikan para ahli sebagai gerakan kebangkitan Islam (the revival of Islam, al-shahwa al-islamy, al-baats al-islamy. </p> <p>Ciri-ciri perjuangan Muhammadiyah itu adalah sebagai berikut:[footnoteRef:2] [2: Muhammadiyah, Jakarta, artikel ini diakses pada tanggal 21 Maret 2015 http://tarjih.muhammadiyah.or.id/content-3-sdet-sejarah.html] </p> <p>1. Muhammadiyah adalah gerakan islam2. Muhammadiyah adalah gerakan dakwah islam amar maruf nahi munkar3. Muhammadiyah adalah gerakan tajdid</p> <p>Muhammadiyah setelah tumbuh dan berkembang hingga usia satu abad menjadi organisasi Islam yang terbesar baik di Indonesia maupun di dunia Islam. Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, M.Din Syamsudin, di berbagai forum menyampaikan kesaksian ketika berkunjung ke Amerika Serikat, bahwa media di negeri Paman Sam itu menyebut Muhammadiyah sebagai The Largest Reformist Islamic Organization, Organisasi Islam Terbesar di Indonesia. Nurcholish Majdid (1990: 331) dengan memakai sudut pandang karya amal usaha Muhammadiyah yanng berhasil menyatakan bahwa gerakan Islam yang didirikan Kyai Ahmad Dahlan tersebut sebagai organisasi Islam modern terbesar bukan hanya di Indonesia, bahkan di dunia muslim. James L. Peacock, antropolog dari Amerika Serikat, menunjuk Muhammadiyah sebagai organisasi Islam yang terkuat di Asia Tenggara, Bahkan gerakan perempuannya yaitu Aisyiyah merupakan organisasi terbesar di dunia. </p> <p>Sejarah &amp; Latar Belakang Gerakan TajdidDua faktor yang melandasi atau yang menjadi latar belakang berdirinya Muhammadiyah yaitu faktor internal dan eksternal. Yang dimaksud dengan faktor internal adalah faktor yang berkaitan dengan kondisi keagamaan kaum muslimin di Indonesia sendiri yang karena berbagai sebab telah menyimpang dari ajaran Islam yang benar. Faktor eksternal adalah faktor yang berkaitan dengan: (a) politik Islam Belanda terhadap kaum muslimin di Indonesia (b) pengaruh ide dan gerakan pembaharuan Islam dari Timur Tengah[footnoteRef:3] [3: Hasan, Nurdin , dkk. Al Islam Kemuhammadiyahan III : kemuhammadiyahan. Umm Press. 2012. Malang)] </p> <p>Sebagai langkah perbaikan diusahakan untuk memahami kembali Islam, dan selanjutnya berbuat sesuai dengan apa yang mereka anggap sebagai standard Islam yang benar. Misi utama yang dibawa oleh Muhammadiyah adalah pembaharuan (tajdid) pemahaman agama. Adapun yang dimaksudkan dengan pembaharuan oleh Muhammadiyah ialah yang seperti yang dikemukakan M. Djindar Tamimy: Maksud dari kata-kata tajdid (bahasa Arab) yang artinya pembaharuan adalah mengenai dua segi, ialah dipandang dari pada/menurut sasarannya :Pertama:berarti pembaharuan dalam arti mengembalikan kepada keasliannya/kemurniannya, ialah bila tajdid itu sasarannya mengenai soal-soal prinsip perjuangan yang sifatnya tetap/tidak berubah-ubah.Kedua:berarti pembaharuan dalam arti modernisasi, ialah bila tajdid itu sasarannya mengenai masalah seperti: metode, sistem, teknik, strategi, taktik perjuangan, dan lain-lain yang sebangsa itu, yang sifatnya berubah-ubah, disesuaikan dengan situasi dan kondisi/ruang dan waktu.Tajdid dalam kedua artinya, itu sesungguhnya merupakan watak daripada ajaran Islam itu sendiri dalam perjuangannya.Pembaharuan itu tidaklah selamanya berarti memodernkan, akan tetapi juga memurnikan, membersihkan yang bukan ajaran. Gerakan Muhammadiyah adalah gerakan purifikasi (pemurnian) dan modernisasi ( pembaharuan) atau dalam bahasa arab tajdid keduanya memiliki perbedaan yang cukup mendasar. Pada mulanya, Muhammadiyah dikenal dengan gerakanpurifikasi, yaitu kembali kepada semangat dan ajaran Islam yang murni dan membebaskan umat Islam dari Tahayul, Bidah dan Khurafat.Cita-cita dan gerakan pembaharuan yang dipelopori Muhammadiyah sendiri sebenarnya menghadapi konteks kehidupan keagamaan yang bercorak ganda, sinkretik dan tradisional.[footnoteRef:4] Sebagai sebuah gerakan sosial keagamaan, Muhammadiyah mempunyai ciri khusus dengan yang lain, tetapi ciri tersebut dibuat bukan atas dasar teoritik belaka, melainkan berpijak pada proses yang sesuai dengan lingkungan dan budaya masyarakat. Meskipun Muhammadiyah melakukan purifikasi keagaaman, namun Muhammadiyah dalam waktu yang bersamaan sangat menyadari ketergantungan pada lingkungan sosial-budaya di tempat Muhammadiyah berada. [4: Sinkretik/sinkretisme adalah pencampuradukkan dari bebagai unsur nilai agama. Mendekati syirik dan bidah tidak sesuai dengan Al-quran dan As-sunnah. Kemuhammadiyahan, Jakarta, halaman 151] </p> <p>Muhammadiyah tercermin dari 2 hal yaitu : 1) bentuk keteladanan seorang pemimpin yang simpatik, 2) pemikiran pembaharuan Islam yang disebarluaskan oleh Muhammadiyah dalam bentuk amal nyata dengan tindakan yang moderat. Dalam Muhammadiyah,purifikasiadalah gerakan pembaharuan untuk memurnikan agama darisyirkyang pada dasarnya merupakan rasionalisasi yang berhubungan dengan ide mengenai transformasi sosial dari masyarakat agraris ke masyarakat industrial, atau masyarakat tradisional ke masyarakat modern. Muhammadiyah tampak sekali dengan sadar melakukan berbagai upaya pembaharuan demi mencapai cita-cita transformasi sosialnya. Perlu digaris bawahi terlebih dahulu di sini bahwa program purifikasiadalah ciri yang cukup menonjol dari Persyarikatan Muhammadiyah generasi awal, dan hingga sampai saat sekarang ini. Namun harus disadari pula bahwa program purifikasi memang lebih terfokus pada aspek aqidah. Pemberantasan TBC (Takhayul, BidahdanChurafat) merupakan respon konkrit Muhammadiyah terhadap Budaya setempat yang dianggap menyimpang dari aturan aqidah islamiyah. Bahwa sesuatu yang berbau mistik harus dijauhkan dari sikap umat Islam keseharian dengan cara mengubah sesuatu yang berasal dari sufisme menjadi akhlak. Gerakan purifikasi Muhammadiyah sampai saat ini masih melakukan penguatan dan penyadaran terhadap pola kehidupan manusia.Usaha Pembaharuan Muhammadiyah</p> <p>Usaha pembaharuan Muhammadiyah secara ringkas dapat dibagi ke dalam tiga bidang garapan, yaitu : bidang keagamaan, pendidikan, dan kemasyarakatan.1. Penentuan arah kiblat yang tepat dalam bersembahyang, sebagai kebalikan dari kebiasaan sebelumnya, yang menghadap tepat ke arah Barat.2. Penggunaan perhitungan astronomi dalam menentukan permulaan dan akhir bulan puasa(hisab), sebagai kebalikan dari pengamatan perjalanan bulan oleh petugas agama.3. Menyelenggarakan sembahyang bersama di lapangan terbuka pada hari raya Islam, Idul Fitri dan Idul Adha, sebagai ganti dari sembahyang serupa dalam jumlah jamaah yang lebih kecil, yang diselengarakan di Masjid. Hal ini dilakukan dengan tujuan laian agar para wanita yang sedang agar dapat bisa bergabung bersama (walaupun tidak ikut sholat) karena hal ini tidak mungkin dapat dilakukan apabila di dalam Masjid.4. Pengumpulan dan pembagian zakat fitrah dan korban pada hari raya tersebut di atas, olehpanitia khusus, mewakili masyarakat Islam setempat, yang dapat dibandingkan sebelumnya dengan memberikan hak istimewa dalam persoalan ini pada pegawai atau petugas agama (penghulu, naib, kaum. modin, dan sebagainya).5. Penyampaian khutbah dalam bahasa daerah, sebagai ganti dari penyampaian khutbah dalam bahasa Arab.6. Penyederhanaan upacara dan ibadah dalam upacara kelahiran, khitanan, perkawinan danpemakaman, dengan menghilangkan hal-hal yang bersifat politheistis darinya.7. Penyerderhanaan makam, yang semula dihiasi secara berlebihan. Dari JabirRadhiyallaahuanhu-,dimana dia berkata: Rasulullah -Shallallaahu alaihi wasallam- telah melarang menembok kuburan, duduk di atasnya, dan membuat bangunan di atasnya!.(Hadits Riwayat Muslim, Ahmad, An-Nasai dan Abu Dawud).[footnoteRef:5] [5: Tidak boleh menembok kuburan 19 Juni 2013, Ajaran islam yang hak! Mempelajari ajaran islam lebih dalam sesuai dogma! ] </p> <p>8. Menghilangkan kebiasaan berziarah ke makam orang-orang suci (wali).</p> <p>9. Membersihkan anggapan adanya berkah yang bersifat ghaib, yang dimiliki oleh para kyai/ulama tertentu, dan pengaruh ekstrim dari pemujaan terhadap mereka.10. Penggunaan kerudung untuk wanita, dan pemisahan laki-laki dengan perempuan dalampertemuan-pertemuan yang bersifat keagamaan</p> <p>Pengertian Tajdid Dalam MuhammadiyahMenurut paham Muhammadiyah, tajdid mempunyai dua pengertian, ibarat dua sisi dari satu mata uang. Pertama, mengandung pengertian purifikasi dan reformasi. Yaitu pembaruan dalam pemahaman dan pengamalan ajaran Islam ke arah keaslian dan kemurniannya sesuai dengan Alquran dan As-Sunnah Al-Maqbulah.Dari segi bahasa, tajdid berarti pembaharuan, dan dari segi istilah, tajdd memiliki dua arti, yakni:1. Pemurnian;2. Peningkatan, pengembangan, modernisasi dan yang semakna dengannya.Dalam arti pemurnian tajdid dimaksudkan sebagai pemeliharaan matan ajaran Islam yang berdasarkan dan bersumber kepada al-Quran dan As-Sunnah Ash-Shohihah. Dalam arti peningkatan, pengembangan, modernisasi dan yang semakna dengannya, tajdid dimaksudkan sebagai penafsiran, pengamalan, dan perwujudan ajaran Islam dengan tetap berpegang teguh kepada al-Quran dan As-Sunnah Ash-Shahihah.[footnoteRef:6] [6: Kemuhammadiyahan, Jakarta, halaman 150] </p> <p>Konsep Tajdid Menurut MuhammadiyahMuhammadiyah adalah organisasi modern yang senantiasa melakukan pembaruan (tajdid). Bagaimana konsep tajdid Muhammadiyah itu?Muhammadiyah memiliki sejumlah lembaga (majelis) dalam menjalankan tugasnya untuk senantiasa beramar makruf nahi mungkar (menegakkan kebenaran dan mencegah kemungkaran). Salah satu lembaganya bernama Majelis Tarjih dan Tajdid.Gerakan Pembaruan yang dilakukan MuhammadiyahAda tiga hal yang menjadi fondasi utama gerak langkah Muhammadiyah, yakni bidang pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan sosial. Ketiga hal ini dijalankan oleh Kiai Ahmad Dahlan yang sangat jauh menyimpang dari mainstream saat itu. Mengapa demikian? Karena kondisi masyarakat Indonesia yang terjajah, tertindas, terbelakang, miskin, dan selalu dibodohi oleh para penjajah. Maka, untuk memperbaiki semua itu, harus ada keberanian dalam melakukan perubahan secara menyeluruh.Misalnya, dalam pendidikan. Pola yang dikembangkan Muhammadiyah berusaha untuk mengadopsi pendidikan Barat yang berbeda dengan paham masyarakat Indonesia saat itu. Kemudian dalam bidang kesehatan, beliau berusaha mendorong didirikannya balai pengobatan untuk rakyat miskin. Dalam bidang kesejahteraan sosial, beliau membentuk lembaga amil zakat, lembaga peduli umat, dan lain sebagainya. Tujuannya adalah untuk membebaskan masyarakat dari kemiskinan, kebodohan, ketertinggalan, dan lain sebagainya.[footnoteRef:7] [7: Sahrul, Jakarta, artikel ini diakses pada tanggal 21 maret 2015 https://saharullahhukumumk.wordpress.com/2013/05/22/kemuhammadiyahan] </p> <p>Mengapa Perlu Ada Tajdid Dalam Islam Pertama: pemahaman dan penafsiran terhadap suatu doktrin transendental tidak pernah bernilai mutlak benar semutlak benarnya doktrin itu sendiri. Kedua: islam bertujuan untuk menciptakan suatu tata sosial politik diatas landasan etik dan moral yang kuat dalam rangka mengaktualisasikan prinsip rahmatan lil alamin. Ketiga: dalam pemikiran dan pelaksanan ajaran islam pernah ditunjukan secara kraetif oleh generasi para sahabat, terutama oleh Kgllifah Umar bin Khattabyang telah merubah kebijaksanan nabi tentang persoalan tanah di Irak dan mesir. </p> <p>Peran Majelis TarjihPada waktu berdirinya perserikatan muhammadiyah ini, tepatnnya pada tanggal 8 Dzulhijjah 1330 H atau 18 november 1912 M, Majlis Tarjih belum ada. Namun lambt laun, seiring dengan berkembanganya perserikatan ini maka kebutuhan-kebutuhan internal perserikatan ini ikut berkembang juga, misalnya timbulnya perselisihan paham mengenai masalah keagamaan, trutama yang berhubungan dengan fiqh yang mesti di selesaikan. Untuk mengantisipasi meluasnya perselisihan tersebut maka para pimpinan perserikatan melihat perlu adanya lembaga yang memiliki otoritas dalam bidang hukum. Maka pada tahun 1928 M, melalui keputusan kongres ke 17 di Yogyakarta, berdirilah lembaga tersebut yang di sebut Majelis Tarjih Muhammadiyah.[footnoteRef:8] [8: Kemuhammadiyahan, Jakarta, halaman 152-153] </p> <p>Kedududkan dan tugas Majelis Tarjih dalam perserikatan1. Mempergiat pengkajian dan penilitian ajaran islam dalam rangka pelaksanaan tajdid dan antisipasi perkembangan masyarakat.2. Menyampaikan fatwa dan pertimbangan kepada pimpinan perserikatan guna menentukan kebijaksanaan dalam menjalankan kepemimpinan sserta membimbing umat, khususnya anggota dan keluarga Muhammadiyah.3. Mendampingi dan membantu pimpinan perserikatan dalam membimbing anggota melaksanakan ajaran islam.4. Membantu pimpinan perserikatan dalam mempersiapkan dan meningkatkan kualitas ulama.5. Mengarahkan perbedaan pendapat/faham dalam bidang keagamaan kearah yang lebih muslahat. [footnoteRef:9] [9: Kemuhammadiyahan, Jakarta, halaman 154] </p> <p>Metode Istinbath yang dikembangkan oleh Majlis Tarjih1. Al-ijtihad al-bayani, yakni menjelaskan hukum...</p>