natural prduct of diuretic

  • Published on
    25-Sep-2015

  • View
    218

  • Download
    4

DESCRIPTION

kimia medisinal farmasi UNEJ

Transcript

  • BIOACTIVITY-DIRECTED ISOLATION, IDENTIFICATION OF DIURETIC COMPOUNDS FROM POLYPORUS UMBELLATUSELOK FAIQO HASANI132210101018NUR LAILY KHOMSIAH132210101058DINI SYARIFAH132210101096

  • DIURETIK Diuretik ialah obat yang dapat menambah kecepatan pembentukan urine dengan adanyanatriuresis (peningkatan pengeluaran natrium) dandiuresis(peningkatan pengeluaran H2O).Fungsi utama diuretik untuk memobilisasi cairan udem, yang berarti mengubah keseimbangan cairan sedemikian rupa sehingga volume cairan ekstrasel kembali menjadi normal.Pendahuluan

  • POLYPORUS UMBELLATUS

    Scientific classificationKingdom:FungiPhylum:BasidiomycotaClass:AgaricomycetesOrder:PolyporalesFamily:PolyporaceaeGenus:Polyporus

  • KANDUNGAN KIMIA POLYPORUS UMBELLATUS meliputi polisakarida dan steroid, yang dia nggap sebagai zat bioaktif penting. Komponen polisakarida terkenal dalam efikasi antitumor ergosta-4,6,8 (14), 22-tetraen-3-on (ergone) diduga sebagai komponen bioaktif diuretik. Tujuan :Mengetahui senyawa dalam Polyporus umbellatus yang berpotensi sebagai diuretik.Mengetahui aktivitas dari senyawa-senyawa tersebut sebagai diuretik.

  • AKTIVITAS DIURETIK EKSTRAK MENTAH DAN SENYAWA TERISOLASI DARI POLYPORUS UMBELLATUSPenelitian telah mengungkapkan bahwa Polyporus umbellatus memiliki potensiefek diuretik. Polyporus umbellatus diproduksi peningkatan luar biasa dalam urin serta peningkatan substansial dalam ekskresi Na, K dan Cl.Obat diuretik meningkatkan output urin oleh ginjal (yaitu, mempromosikan diuresis). Hal ini dicapai dengan cara bagaimana ginjal menangani natrium. Jika ginjal mengeluarkan lebih banyak natrium, maka ekskresi air juga akan meningkat. Sebagian diuretik memproduksi diuresis dengan menghambat reabsorpsi natrium di segmen yang berbeda dari sistem tubular ginjal. Disimpulkan bahwa ekstrak air Polyporus umbellatus dapat menghambat reabsorpsi tubular ginjal dan menghasilkan efek diuretik.

  • Bahan jamur dan penyusunan ekstrak Polyporus umbellatus dengan dibantu metode ekstraksi perkolasiHewan percobaan Tikus jantan dewasaProses pemisahan metode bioassay evaluasi aktivitas diuretik empat ekstrak dan tiga senyawa terisolasi. Furosemide digunakan sebagai obat referensi diuretikMetode Penelitian

  • AKTIVITAS DARI SENYAWA-SENYAWA TERSEBUT SEBAGAI DIURETIKDari tiga komponen diuretik menunjukkan bahwa tingkat volume urin yang dihasilkan paling kecil adalah d-manitol sedangkan ergon dan ergosteron mengalami peningkatan volume urin yang signifikan sama.Hasil & Pembahasan

  • Keterangan :

    Aktivitas diuretik ergoneTiga dosis ergone sedikit meningkatkan kemih pH tapi tidak signifikan2. Aktivitas diuretik ergosterolDosis 20 mg / kg ergosterol untuk mengeluarkan urine menjadi signifikan lebih tinggi 3. Aktivitas diuretik dari d-manitolDosis 20 mg/kg d-manitol sangat signifikan dan meningkatkan Output urine kumulatif.

  • ERGONEsalah satu komponen aktif yang memiliki efek diuretik anti-aldosteron , kegiatan sitotoksik , kegiatan aktivitas penghambatan produksi oksida nitrat dan imunosupresif.P. umbellatus memiliki jumlah ergone yang lebih besar dari daripada jamur lainnya.

  • Ergone adalah komponen pada Polyporus umbellatus. Pengaruh ergone pada variasi dalam rasio kemih Na / K dapat disimpulkan dua kemungkinan mekanisme termasuk aktivitas aldosteron blocking dan efek langsung pada saluran ion Na / K. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ergone meningkatkan volume urin di keadaan akumulasi air atau di keadaan terangsang pada reabsorpsi air yang disebabkan oleh mineralokortikoid. Hasil tersebut di atas menunjukkan ergone yang antagonisme untuk aldosteron tanpa efek langsung pada saluran ion Na / K.

  • FarmakokinetikKurang dari 1% metabolit ditemukan pada feses tikus. Metabolismenya terjadi selama 8 10 jam. Ergon dieliminasi dan diabsorbsi pada rentang dosis 5 20 mg/kg. Setelah 24 jam pemberian secara oral , ergon didistribusi dengan berbagai konsentrasi dari tinggi ke rendah pada liver , paru , limfa , ginjal , hati dan perut tapi hanya konsentrasi rendah pada otak. Setelah 12 jam pemberian , konsentrasi ergon pada semua organ menurun. ergone terutama diekskresikan dalam feses melalui empedu, bukan urin. Waktu untuk mencapai jumlah yang diekskresikan maksimum adalah antara 6-8 jam.

  • Agar produksi ergone meningkat, maka:pati efektif untuk produksi miseliapH dan suhu optimum 4,5 dan 25 dikultur dengan Armillaria melleaProduksi ergone

  • ERGOSTEROLbeberapa jamur yakni Polyporus umbellatus, Cordyceps sinensis, dan Hypsizigus marmoreusMemiliki aktivitas sitotoksik, aktivitas anti inflamasi, dan aktivitas diuretik

  • Ergosterol memiliki berbagai aktivitas farmakologi in vivo dan in vitro. Efek akhir dari obat in vivo dipengaruhi olehtubuh-dan / atau distribusi sel-kompartemen,metabolisme obat,lipofilisitas, membran permeabilitas, dan protein yang mengikat

  • FarmakokinetikKonsentrasi Ergosterol lebih tinggi pada plasma dan urin. Dosis kumulatifnya 62,5 % pada feses setelah pemberian secara oral dengan dosis 100mg/kg , tapi ditemukan pada urin dosis kumulatifnya hanya 3,2 % . Ekskresi maksimum ergosterol terjadi pada 12 jam dan 14 jam setelah pemberian secara oral.

  • D- MANITOLDiuretik osmotik adl diuretik yang mempunyai efek meningkatkan produksi urin, dengan cara mencegah tubulus mereabsorbsi air dan meningkatkan tekanan osmotic di filtrasi glomerulus dan tubulus

    Manitol (osmitrol) merupakan 6-karbon alkohol, yang tergolong sebagai obatdiuretikosmotik.

  • Diantara tiga komponen diuretik tingkat volume urin yang dihasilkan paling kecil adalah d-manitol sedangkan ergon dan ergosteron mengalami peningkatan volume urin yang signifikan sama.Polyporus umbellatus diselidiki menggunakan proses pemisahan metode bioassay hasil analisis menunjukkan pemberian oral ekstrak n-heksana dan n butanol dihasilkan aktivitas diuretik yang signifikan pada 4 ekstrak.Semua tiga dosis ergone menghasilkan peningkatan yang signifikan dalam ekskresi volume urin kumulatif dibandingkan dengan kelompok kontrol. Hanya dosis tertinggi ergosterol dan manitol (20mg/kg) yang signifikan meningkatkan output kumulatif urin Sebagai obat diuretik, ergone memiliki efek diuretik yang kuat. Dengan demikian, tanaman yang mengandung ergone mungkin merupakan sumber penting untuk pengembangan baru terapetik beberapa jenis penyakit ginjal.Kesimpulan

  • Daftar PustakaAcademic Editor: FengWei (2013) http://www.hindawi.com/journals/jamc/2013/479056/ ( diakses pada tanggal 12 Mei 2015 pukul 10.05 )Lee WY, Park Y, Ahn JK -(2007) http://openi.nlm.nih.gov/detailedresult.php?img=3763134_mb-35-82-g001&req=4# ( diakses pada tanggal 12 Mei 2015 pukul 08.50 )Zhao, Y.-Y., Qin, X.-Y., Zhang, Y., Lin, R.-C., Sun, W.-J., & Li, X.-Y. (2010). Quantitative HPLC method and pharmacokinetic studies of ergosta-4,6,8(14),22-tetraen-3-one, a natural product with diuretic activity from Polyporus umbellatus. Biomedical Chromatography: BMC, 24(10), 11204. doi:10.1002/bmc.1414Zhao, Y.-Y., Xie, R.-M., Chao, X., Zhang, Y., Lin, R.-C., & Sun, W.-J. (2009). Bioactivity-directed isolation, identification of diuretic compounds from Polyporus umbellatus. Journal of Ethnopharmacology, 126(1), 1847. doi:10.1016/j.jep.2009.07.033

Recommended

View more >