NET B/C, GROSS B/C, PI BEP, PPB

  • Published on
    07-Feb-2016

  • View
    89

  • Download
    0

Embed Size (px)

DESCRIPTION

NET B/C, GROSS B/C, PI BEP, PPB. Analisis Kriteria Investasi. 3. Net Benefit Cost Ratio (Net B/C) Net B/C adalah perbandingan antara net benefit yang telah didiskon positif (+) dengan net benefit yang telah didiskon negatif . Rumus : - PowerPoint PPT Presentation

Transcript

NET B/C, GROSS B/C, PI BEP, PPB

NET B/C, GROSS B/C, PIBEP, PPB 2Analisis Kriteria Investasi3. Net Benefit Cost Ratio (Net B/C)Net B/C adalah perbandingan antara net benefit yang telah didiskon positif (+) dengan net benefit yang telah didiskon negatif.Rumus:

Jika: Net B/C > 1 (satu) berarti proyek (usaha) layak dikerjakan Net B/C < 1 (satu) berarti proyek tidak layak dikerjakan Net B/C = 1 (satu) berarti cash in flows = cash out flows(BEP) atau TR=TC

3Analisis Kriteria InvestasiDari Contoh 1 dibuat Tabel 4 berikut:Tabel 4: Jumlah benefit dan persiapan Perhitungan Net B/C Proyek ThnNet BenefitD.F.18%Present Value0-20.000.0001,0000-20.000.0001-15.000.0000,847458-12,713.87025.000.0000,7182183,590.92036.000.0000,6086313,651.78548.000.0000,5157894,126.312510.000.0000,4371094,371.090614.000.0000,3704325,186.048717.000.0000,3139255,336.725821.000.0000,2660385,586.798926.000.0000,2254565,861.8561032.000.0000,1910646,114.0484Analisis Kriteria Investasi

Hasil perhitungan menunjukkan bahwa Net B/C > 1, berarti proyek tersebut layak untuk dikerjakan.

5Analisis Kriteria Investasi4. Gross Benefit Cost Ratio (Gross B/C)Gross B/C adalah perbandingan antara benefit kotor yang telah didiskon dengan cost secara keseluruhan yang telah didiskon.Rumus:

Jika: Gross B/C > 1 (satu) berarti proyek (usaha) layak dikerjakan Gross B/C < 1 (satu) berarti proyek tidak layak dikerjakan Gross B/C = 1 (satu) berarti proyek dalam keadaan BEP.

Dari contoh 1 (tabel 2), Gross B/C dapat dihitung sbb:

Gross B/C menunjukkan bahwa proyek layak dikerjakan.6Analisis Kriteria Investasi5. Profitability Ratio (PR)PR adalah rasio perbandingan antara selisih benefit dengan biaya operasi dan pemeliharaan dengan jumlah investasi. Nilai dari masng-masing variabel dalam bentuk present value (telah didiskon dengan DF dari SOCC)Rumus:

Jika: PR > 1 (satu) berarti proyek (usaha) layak dikerjakan PR < 1 (satu) berarti proyek tidak layak dikerjakan PR = 1 (satu) berarti proyek dalam keadaan BEP.

7Analisis Kriteria InvestasiTabel 5: Jumlah Investasi, Biaya Operasi, dan Biaya Pemeliharaan dalam Harga Berlaku dan dalam Present Value (dalam Rp.000,-)

ThnInvestasi Biaya OperasiBenefitNet 18%OM

B020.000--1,0000-20.000--115.000--0,8475-12.712--2-5.00010.0000,7182-3.5917.1823-6.00012.0000,6086-3.6517.3034-6.00014.0000,5158-3.0957.2215-7.00017.0000,4371-3.0607.4316-7.00021.0000,3704-2.5937.7787-8.00025.0000,3139-2.5117.8488-9.00030.0000,2660-2.3947.9809-10.00036.0000,2255-2.2558.11810-11.00043.0000,1911-2.1028.21732.71225.25369.0788Analisis Kriteria Investasi

Hasil perhitungan menunjukkan bahwa PR > 1, berarti proyek tersebut layak untuk dikerjakan.

9Analisis Kriteria InvestasiANALISIS PAY BACK PERIOD DAN BEPPay Back Period (PBP)PBP adalah jangka waktu tertentu yang menunjukkan terjadinya arus penerimaan (cash in flows) yang secara kumulatif sama dengan jumlah investasi dalam bentuk present value.PBP digunakan untuk mengetahui berapa lama proyek dapat mengembalikan investasi. Rumus:

Dimana:PBP = Pay Back PeriodTp-1 = Tahun sebelum terdapat PBPIi = Jumlah investasi telah didiskonBicp-1 = Jumlah benefit yang telah didiskon sebelum PBPBp = Jumlah benefit pada PBP10Analisis Kriteria InvestasiDari Tabel 5, PBP dapat dihitung sbb:

PBP = 5 tahun 5 bulan

Untuk nilai Tp-1 dihitung secara kumulatif dari nilai benefit yang telah didiskon (7.182+7.303+7.221+7.431=29.137) karena pada tahun kelima terdapat kumulatif benefit di bawah jumlah investasi yang telah didiskon.Nilai Bp yaitu jumlah benefit pada PBP adalah sebesar 7.778, berarti pada tahun keenam terdapat jumlah kumlatif benefit sama dengan jumlah investasi.

11Analisis Kriteria Investasi2. Break Even Point (BEP)BEP adalah titik pulang pokok dimana TR=TC.Terjadinya BEP tergantung pada lama arus penerimaan sebuah proyek dapat menutupi segala biaya operasi dan pemeliharaan serta biaya modal lainnya.Selama perusahaan masih berada di bawah BEP, selama itu perusahaan masih menderita kerugian. Semakin lama perusahaan mencapai BEP, semakin besar saldo rugi. Rumus:

Dimana:BEP = Break Even PointTp-1 = Tahun sebelum terdapat BEPTCi = Jumlah total cost yang telah didiskonBicp-1 = Jumlah benefit yang telah didiskon sebelum BEPBp = Jumlah benefit pada BEP12Analisis Kriteria InvestasiDari Tabel 2 dan Tabel 5, BEP dapat dihitung sbb:

BEP = 8 tahun 7 bulan

Dilihat dari jumlah produksi:TR = p x q dan TC = a + bqpada keadaaan BEP: TR = TC p.q = a + bq p.q bq = a q (p-b) = a q = a/(p-b)BEP(Q) = a/(p-b)BEP(RP) = a/(1 b/p) BEP dalam rupiah adalah dengan mengalikan dengan harga per unit produksi

Dimana:a=fixed costb= biaya var per unitp=harga per unitq=jumlah produksi13Analisis Kriteria Investasi0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 TahunITCTRBEPPBP32.71257.965PV,I,C,BGrafik 1. BEP

Pada grafik tsb terlihat keuntungan didapat setelah perusahaan mencapai BEP.Di bawah BEP kegiatan mengalami kerugian karena keuntungan yang diperolehmasih digunakan menutupi biaya yang dikeluarkan untuk pengadaan investasi dan biaya operasi.Jadi, pengembalian biaya modal dan biaya lain dicapai selama 8 th 7 bln dan 22 hr.PBP selama 5 th 5 bln 15 hr, pada saat TR=I sebesar Rp.32.712 dlm present value.14Analisis Kriteria Investasi2. Sumber dana direncanakan melalui kredit bank sebesar Rp 6.000.000,- dengan suku bunga 18% per tahun dan dimajemukkan setiap tahun selama 5 tahun. Sisa modal sebesar Rp 2.296.000,- merupakan modal sendiri.3. Kapasitas produksi (full capacity) per tahun sebesar 100.000 unit yang dilakukan dalam 4 kali pembakaran dan setiap 1 kali pembakaran sebanyak 25.000 unit. Rencana produksi pada tahun pertama dan kedua sebesar 75% dan tahun ketiga sampai dengan tahun kelima sebesar 100%.4. Biaya operasi dan pemeliharaan a. Biaya tidak tetap - Biaya bahan baku per unit produksi diterima di tempat usaha diperhitungkan sebesar Rp. 5,- - Biaya bahan pembantu per unit produksi diperkirakan sebesar Rp 3,- - Upah tenaga kerja langsung diperhitungkan per unit produksi Rp 6,- - Biaya bahan kayu bakar pd setiap pembakaran sebesar Rp80.000,-15Analisis Kriteria Investasi b. Biaya tetap - Gaji karyawan tetap 1 orang per bulan Rp 75.000,- - Biaya umum rata-rata per tahun Rp 30.000,- - Biaya penyusutan rata-rata per tahun diperhitungkan Rp 459.200,- - Nilai scrap value asset pada akhir tahun kelima Rp 4.500.000,- - Biaya perawatan per tahun rata-rata Rp 75.000,-5. Harga jual hasil produksi sesuai dengan harga pasar Rp 65,- per unit dan pajak diperhitungkan sebesar 15% dari hasil net benefit.

Berdasarkan pada kasus di atas, apakah gagasan usaha ini layak untuk dikembangkan bila dilihat dari NPV, IRR, dan Net B/C? 16Analisis Kriteria Investasi Penyelesaian: Cicilan pengembalian pokok pinjaman dan bunga bank dari jumlah pinjaman sebesar Rp 6.000.000,-

Jadwal pelunasan kredit terlihat pada tabel K.1, rekapitulas biaya operasi dan pemeliharaan pada tabel K.2, perhitungan NPV dapat dilihat pada tabel K.3, perhitungan IRR dan Net B/C terlihat pada tabel K.4.

17Analisis Kriteria Investasi Tabel K.1 Jadwal pengembalian Kredit Perusahaan Batu Bata (Rp Ribuan)

Akhir KwtCicilan/TahunBunga (18%)P.Pokok PinjamanJumlah PPPSisa Kredit0----6.000,0011.918,671.080,00838,67838,675.161,3321.918,67929,04989,631.828,304.171,7031.918,67750,911.167,762.996,063.003,9441.918,67540,711.377,964.374,031.625,9751.918,67292,681.625,996.000,020,0018Analisis Kriteria InvestasiTabel K.2 Rekapitulasi Biaya Operasi dan Biaya Pemeliharaan Perusahaan Batu Bata (Rp Ribuan)

Jenis BiayaTahun12345A. Biaya Tdk Tetap1.290,001.290,001.720,001.720,001.720,00 1. Bahan baku375,00375,00500,00500,00500,00 2. Bahan Pembantu225,00225,00300,00300,00300,00 3. Upah Tenega Kerja450,00450,00600,00600,00600,00 4. Bahan Bakar Kayu240,00240,00320,00320,00320,00B. Biaya Tetap1.464,201.464,201.464,201.464,201.464,20 5. Biaya gaji900,00900,00900,00900,00900,00 6. Biaya Umum30,0030,0030,0030,0030,00 7. Biaya Penyusutan459,20459,20459,20459,20459,20 8. Biaya Perawatan75,0075,0075,0075,0075,00Total Biaya2.754,202.754,203.184,203.184,203.184,2019Analisis Kriteria InvestasiTabel K.3 Persiapan Perhitungan NPV Perusahaan Batu Bata (Rp Ribuan)

No. UraianTahun012345Pendapatan a. Hasil Usaha b. Salvage Value --4.875,00-4.875,00-6.500,00-6.500,00-6.500,004.500,00 Gross Benefit-4.875,004.875,006.500,006.500,0011.000,002. Investasi Awal3. Operating Cost Kredit Bank a. Pokok pinjaman b. Bunga bank Total Cost2.296,00-

--2.296,00-2.754,20

838,671.080,004.672,87-2.754,20

989,63929,044.672,87-3.184,20

1.167,76750,915.102,87-3.184,20

1.377,96540,715.102,87-3.184,20

1.625,99292,685.102,874. Net Benefit5. Pajak 15%6. Net Benefit7. DF 18%-2.296,00--2.296,001,0000202,1330,22171,810,8475202,1330,32171,810,71821.397,13209,571.187,560,60861.397,13209,571.187,560,51585.897,13884,575.012,560,4371Present Value (PV)NPV = Total PV-2.296,001.499,35145,60123,39722,79612,532.191,0420Analisis Kriteria Investasi Tabel K.4 Persiapan Perhitungan IRR dan Net B/C

TahunNet benefit (Rp 000)D.F 18%Present Value (Rp 000)D.F 34%Present Kredit(Rp 000)0-2.296,001,0000-2.296,001,0000-2.296,001171,810,8475145,600,7463128,722171,810,7182123,390,556995,6831.187,560,6986722,790,6156493,5641.187,560,5158612,530,3102368,3355.012,560,43712.191,040,23151.160,21NPV1.499,35-50,0021Analisis Kriteria Investasi

Berdasarkan pada hasil perhitungan, proyek ini layak untuk dikerjakan karena:NPV > 0, IRR > D.F dan Net B/C > 1SOAL Sebua