Panca Sila

  • Published on
    05-Dec-2014

  • View
    60

  • Download
    7

Embed Size (px)

DESCRIPTION

pancasila

Transcript

LEMBAGA KAJIAN DAN PENGEMBANGAN PENDIDIKAN (L K P P)

LAPORAN MODUL PEMBELAJARAN BERBASIS S C L

PENDIDIKAN PANCASILAOLEH :

RAHMATULLAH, S.Ip, M.Si

Dibiayai oleh Dana DIPA Universitas Hasanuddin Sesuai dengan Surat Perjanjian Pelaksanaan Pekerjaan Nomor : 469/H4.23/pm.05/2008 Tanggal 4 Januari 2008 BIDANG MPK, MBB UNIT PELAKSANA TEKNIS MATA KULIAH UMUM (UPT MKU) UNIVERSITAS HASANUDDIN FEBRUARI 2008

i

LEMBAGA KAJIAN DAN PENGEMBANGAN PENDIDIKAN Lantai Dasar Gedung Perpustakaan Universitas Hasanuddin =============================================================

HALAMAN PENGESAHAN LAPORAN MODUL PEMBELAJARAN PROGRAM TRANSFORMASI DARI TEACHING KE LEARNING UNIVERSITAS HASANUDDIN 2008Judul Nama Lengkap NIP Pangkat/Golongan Jurusan : Pendidikan Pancasila : Rahmatullah, S.Ip,M.Si : 132 303 723 : Penata Muda/ IIIa : Bidang Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian dan Mata Kuliah Berkehidupan Bermasyarakat (MPK,MBB) : Unit Pelaksana Teknis Mata Kuliah Umum (UPT MKU)/ Universitas Hasanuddin : 1 (satu) Bulan Mulai 04 Januari 2008 s/d 04 Februari 2008 : Rp 4.000.000,- (Empat Juta Rupiah) Dibiayai oleh Dana DIPA Universitas Hasanuddin sesuai dengan surat Perjanjian Pelaksanaan Pekerjaan Nomor : 469/H4.23/PM.05/2008, tanggal 04 Januari 2008 Makassar , 04 Februari 2008

Fakultas/Universitas Jangka Waktu Kegiatan Biaya

Mengetahuai : UPT MKU Universitas Hasanuddin Kepala, Prof.DR.Hanapi Usman, M.S NIP. 131 690 166

Pembuat Modul, Rahmatullah,S.Ip,M.Si NIP. 132 303 723

ii

KATA PENGANTARPerubahan yang terjadi dewasa ini terasa begitu cepat sehingga menyebabkan seluruh tatanan yang ada didunia ini ikut berubah, sementara itu tatanan yang baru belum terbentuk. Hal ini disebabkan sendi-sendi kehidupan yang selama ini diyakini kebenarannya menjadi usang. Nilai-nilai yang menjadi anutan hidup kehilangan otoritasnya sehingga manusia menjadi bingung. Kebingungan ini menimbulkan berbagai krisis, terutama ketika terjadi krisis moneter yang dampaknya terasa sekali di bidang politik; sekaligus berpengaruh dibidang moral; serta sikap perilaku manusia diberbagai belahan dunia, khususnya Negara berkembang, termasuk Indonesia. Untuk merespon kondisi ini pemerintah perlu mengantisipasinya agar tidak menuju pada keadaan yang lebih memprihatinkan. Salah satu solusi yang dilakukan pemerintah dalam menjaga nilai-nilai anutan hidup dalam berbangsa dan bernegara secara lebih efektif adalah melalui bidang pendidikan. Upaya dibidang pendidikan, khususnya pendidikan tinggi, berupa perubahan-perubahan dibidang kurikulum. Kurikulum pengajaran diperguruan tinggi harus mampu menjawab problem transformasi nilainilai tersebut. Sesuai dengan acuan strategi pembangunan pendidikan nasional (UU NO.20 Tahun 2003 tentang sisdiknas), telah ditetapkan sebagai berikut : 1. kurikulum perguruan tinggi, termasuk kurikulum inti mata kuliah pengembangan kepribadian perlu dirancang berbasis kompetensi yang sejalan dan searah dengan desain kurikulum bidang studi di perguruan tinggi. 2. proses pembelajaran berpendekatan kepentingan mahasiswa yang bersifat mendidik dan dialogis 3. profesionalisme dosen selaku pendidik perlu terus menerus ditingkatkan Pasal 37 ayat 2 UU NO. 20 Tahun 2003 tentang system pendidikan nasional menyatakan bahwa kurikulum pendidikan tinggi wajib memuat : 1. Pendidikan agama 2. Pendidikan Kewarganegaraan yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila 3. Bahasa

iii

Ketentuan tersebut akan diatur lebih lanjut oleh Peraturan pemerintah, tetapi sampai sekarang Peraturan Pemerintah yang dimaksud tidak kunjung tiba. Secara khusus Universitas Hasanuddin juga belum menindak lanjuti penggabungan mata kuliah pendidikan pancasila dan kewarganegaraan sehingga kedua mata kuliah ini masih berdiri sendiri sampai semester awal 2007-2008. Sebelum peraturan pemerintah keluar, maka keputusan menteri pendidikan nasional No.232/U/2000 tentang pedoman penyusunan kurikulum pendidikan tinggi dan penilaian hasil belajar mahasiswa, dan No. 045/U/2002 tentang kurikulum inti pendidikan tinggi dinyatakan masih tetap berlaku. Menurut ketentuan ini bahwa pendidikan agama, pendidikan pancasila dan pendidikan kewarganegaraan merupakan kelompok mata kuliah pengembangan kepribadian (MPK) termasuk dalam kurikulum inti yang harus dirancang berbasis kompetensi dan berfungsi sebagai dasar pembentukan kompetensi program studi. Secara ideal pendidikan pancasila dan kewarganegaraan memegang peranan untuk mengembangkan potensi mahasiswa sebagai warga Negara indonesi yang berkepribadian mantap, serta mempunyai rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan. Aktualisasi dari pendidikan pancasila dan kewarganegaraan tersebut adalah melkahirkan mahasiswa sebagai ilmuan professional, sekaligus warga Negara Indonesia yang memiliki rasa kebangsaan dan cinta tanah air (nasionalisme) yang tinggi. Hal ini sesuai dengan paradigma pendidikan Tinggi Nasional yang telah dicanangkan untuk 2003-2010. Sesuai dengan keputusan DIRJEN DIKTI RI tentang rambu-rambu pelaksanaan kelompok mata kuliah pengembangan kepribadian diperguruan tinggi : VISI KELOMPOK MATA KULIAH PENGEMBANGAN KEPRIBADIAN : Merupakan sumber nilai dan pedoman dalam pengembangan dan program studi guna mengantarkan mahasiswa memantapkan kepribadiaannya sebagai manusia indonesia seutuhnya. MISI KELOMPOK MATA KULIAH PENGEMBANGAN KEPRIBADIAN : Membantu mahasiswa memantapkan kepribadiannya agar secara konsisten mampu mewujudkan nilai-nilai dasar keagamaan dan kebudayaan, rasa

iv

kebangsaan dan cinta tanah air sepanjang hayat dalam menguasai, menerapkan dan mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni yang dimilikinya dengan rasa tanggung jawab. ORGANISASI PENYELENGGARAAN : Penyelenggaraan pembelajaran MPK dan MBB dikelola oleh universitas dalam satu unit.Di universitas hasanuddin disebut UPT MKU.

v

RINGKASANLANDASAN DAN TUJUAN PENDIDIKAN PANCASILA Mahasiswa dapat memahami latar belakang historis kuliah Pendidikan Pancasila, dengan memahami fakta budaya dan filsafat hidup bersama dalam suatu negara, dengan cara mendiskusikannya diantara mereka. Untuk itu harus didasari dengan pemahaman dasar dasar yuridis tujuan Pendidikan Nasional, Pendidikan Pancasila serta kompetensi yang diharapkan dari kuliah Pendidikan Pancasila. PANCASILA DALAM KONTEKS SEJARAH PERJUANGAN BANGSA INDONESIA Mahasiwa mengetahui kronologis sejarah perjuangan bangsa Indonesia, yang meliputi kejayaan zaman Sriwijaya Majapahit dan kerajaan lainnya. Menghayati perjuangan bangsa melawan penjajah sebelum abad XX, serta perjuangan nasional. Mengerti dan memahami kronologi proklamasi kemerdekaan Indonesia serta perjuangan mempertahankan kaemerdekaan yang meliputi masa 1945 1949, 1949 1950, 1950 1959, 1959 1965, 1966 1998. Memahami proses perumusan dan pengesahan Pancasila dasar Negara Indonesia yang meliputi, kronologis perumusan Pancasila dan UUD 1945, kronologi pengesahan Pancasila dan UUD 1945. Memahami dinamika aktualisasi pancasila sebagai dasar negara, serta dinamika pelaksdanaan UUD 1945. PANCASILA SEBAGAI SISTEM FILSAFAT Memberikan dasar dasar ilmiah Pancasila sebagai suatu kesatuan sistematis dan logis. Untuk memahami kesatuan tersebut perlu didasari oleh pengertian teori sistem. Tahap berikutnya mendasari pengetahuan mahasiswa dengan pengetahuan sistem filsafat, untuk mengantarkan kepada pengertian Pancasila sebagai sistem filsafat. Untuk memperluas cakrawala pengetahuan mahasiswa maka perlu diarahkan untuk melakukan studi komparatif dengan sistem filsafat lainnya di dunia.

vi

Untuk itu sebagai dasar kajian ilmiah, maka sebagai suatu sistem filsafat harus dijelaskan inti isi sila sila pancasila. PANCASILA SEBAGAI ETIKA BANGSA Dalam proses pembelajaran mahasiswa diharapkan untuk memahami dan menghayati pengertian etika sebagai salah satu cabang filsafat praktis. Berdasarkan etika itulah dikembangakan Pancasila sebagai sistem etika. Berikutnya menjelaskan pengertian etika politik, dan berdasarkan rincian nilai nilai etika yang terkandung dalam Pancasila kemudian secara praktis diterapkan dalam kehidupan politik,dan berdasarkan itulah mahasiswa diharapkan memiliki kemapuan untuk menerapkan norma norma etika yang terkandung dalam panacasila dalam kehidupan kekaryaan, kemasyrakatan, kenegaraan.

PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI NASIONAL Mahasiswa dapat menjelaskan pengertian idiologi secara umum, menjelaskan makna idiologi bagi bangsa dan negara. Menjelaskan pengertian macam macam idiologi yang meliputi idiologi terbuka, ideologi tertutup, ideologi komprehensif dan ideologi partikular.Memahami peranan idiologi bangsa bagi bangsa dan negara serta memahami Pancasila sebagai ideologi bangsa dan negara Indonesia yang memiliki ciri terbuka, komprehensif, reformatif, dan dinamis kemudian membandikan idiologi Pancasila dengan idiologi dunia lainnya seperti liberalisme, komunisme, sekulerrisme, dan idiologi keagamaan. PANCASILA DALAM KONTEKS KETATANEGARAAN INDONESIA Mahasiswa mampu menjelaskan kedudukan Pancasila sebagai dasar negara yang realisasinya sebagai sumber dari segala sumber hukum negara Indonesia. Mahasiswa juga diharapkan untuk memiliki kemampuan untuk menjelaskan isi pembukaan UUD 1945, pembukaan sebagai staasfundamentalnorm , menjelaskan hubungan UUD 1945 denga Pancasila dan pasal pasal UUD 1945 serta mahasiswa harus memiliki

vii

pengetahuan tentang refofmasi hukum tata negara

maka mahasiswa diharapkan

mempelajari latar belakang amandemen serta proses amandemen. PANCASILA SEBAGAI PARADIGMA KEHIDUPAN DALAM

MASYARAKAT BERBANGSA DAN BERNEGARA Mahasiswa mampu menjelaskan pengertian paradigma secara umum. Kemudian menjelaskan pengertian paradigma sebagai paradigma dalam pembangunan politik, ekonomi, sosial budaya, hukum, kehidupan antar umat beragama, IPTEKS, reformasi, dan kehidupan lingkungan kampus. Dalam proses pembelajaran teori dan konsep paradigma, serta berbagai contoh