Paparan Kebijakan Pengembangan Ekonomi Kreatif

  • Published on
    30-Jul-2015

  • View
    5.506

  • Download
    8

Embed Size (px)

DESCRIPTION

This document is presented by Ministry of Tourism and Creative Economy.

Transcript

<p>INDONESIA KREATIF</p> <p>BAGAIMANA PERKEMBANGAN EKONOMI KREATIF SAAT INI?perkembangan dunia| perkembangan indonesia| potensi</p> <p>PERKEMBANGAN DUNIA| perkembangan indonesia| potensi</p> <p>Perbandingan Kontribusi PDB dan Tenaga Kerja</p> <p>4. Hungaria (2002)</p> <p>13. KanadaPDB: 4,7% TK 4,5%</p> <p>PDB: 6,66% TK: 7,1%</p> <p>5. Rusia (2004)</p> <p>9. Latvia (2000)PDB: 5,05% TK: 5,59%</p> <p>(2004)</p> <p>PDB: 6,06% TK: 7,30%</p> <p>6. Belanda (2005)PDB: 5,9% TK: 8%</p> <p>1. AmerikaPDB: 11,09% TK: 8,53%</p> <p>16. Bulgaria (2005)PDB: 2,81% TK: 4,30%</p> <p>8. Rumania (2005)PDB: 5,55% TK: 4,19%</p> <p>(2004)</p> <p>14. Kroasia (2004)PDB: 4,27% TK: 4,64%</p> <p>11. Meksiko (2003)PDB: 4,77% TK: 11,01%</p> <p>12. Lebanon(2005): GDP: 4.75% Tk: 4.49%</p> <p>10. Filipina (1999)7. Singapura (2001)PDB: 5,67% Tk: 5,80% PDB: 4,82% TK: 11,10%</p> <p>15. Kolombia</p> <p>Kontribusi PDB:5%</p> <p>(2005) PDB: 3,3% TK: 5,8%</p> <p>3. Indonesia (2010)PDB: 7,29% TK: 7,90%</p> <p>2. Australia (2007)PDB: 10,3% TK: 8%</p> <p>Sumber: WIPO Secretariat, 2010</p> <p>Indonesia: Updating Kontribusi IK</p> <p>Industri kreatif memiliki potensi yang besar karena rata-rata global kontribusi PDB di atas 3% dan rata-rata global kontribusi tenaga kerja di atas 6%. Indonesia berada di atas rata-rata global dengan kontribusi PDB mencapai 7,29% dan kontribusi tenaga kerja 7,9%</p> <p>PERKEMBANGAN DUNIA| perkembangan indonesia| potensi</p> <p>Kompetisi Ekonomi Kreatif (Global 2008)47,6 % produk dan jasa kreatif dunia dipasok oleh China ($ 87,4 Miliar; 14,52 %) Jerman ($ 70,5 Miliar; 11,71%), USA ($48,5 Miliar; 8,07%), Belanda ($41,5 Miliar; 6,90%), Italia (34,1 Miliar; 5,67%)</p> <p>Sumber: UNCTAD, 2010</p> <p>4</p> <p>PERKEMBANGAN DUNIA| perkembangan indonesia| potensi</p> <p>Ekspor Produk Kreatif Global2001 0,7 0,6 0,5 0,4 2002 2003 2004 2005 2006 52,71% 46,75% 2007 2008</p> <p>0,59 0,53</p> <p>2009 60%</p> <p>0,4</p> <p>0,47</p> <p>50% 44,13%33,19%</p> <p>Pertumbuhan Nilai Ekspor (%)</p> <p>Nilai Ekspor ($ Triliun)</p> <p>0,36 0,31 0,27</p> <p>36,40% 28,25%</p> <p>34,16%</p> <p>35,17%</p> <p>40%</p> <p>0,3</p> <p>24,26%</p> <p>30% 20,55%18,58%</p> <p>16,90%0,2 0,1 0 2002 2003</p> <p>19,35% 14,39% 12,04%</p> <p>20% 10,24% 9,93% 12,46%20,40%</p> <p>4,13%</p> <p>11,13%</p> <p>10%</p> <p>0% 2004 2005 2006 2007 2008</p> <p>Developed Oceania Developed Europe Developing Asia Transition Europe Transition Economies Growth</p> <p>Developed Asia Developing Africa Developing Oceania Developed Economies Growth</p> <p>Developed America Developing America Transition Asia Developing Economies Growth</p> <p>Sumber : Creative Economy Report, UNCTAD, 2010</p> <p> Negara maju yang memiliki nilai ekspor terbesar adalah Amerika Serikat, Kanada, Australia, Selandia Baru, dan Jepang. Negara transisi yang memiliki nilai ekspor terbesar adalah Kirgistan, Georgia, Kazakhstan, Armenia, dan Azerbaijan. Negara yang memiliki pertumbuhan ekspor produk kreatif yang paling besar (3 tahun terakhir) adalah Kaledonia Baru (180%), Kirgistan (111,11%), Ethiopia (100%), Mozambik (82,77%), French Polynesia (75%).</p> <p>5</p> <p>perkembangan dunia| PERKEMBANGAN INDONESIA| potensi</p> <p>Statistik Perkembangan Industri Kreatif IndonesiaNo 1 1.1 1.2 1.3 1.4 2 2.1 2.2 2.3 2.4 3 3.1 3,2 3,3 4 4,1 4,2 4,3 4,4 4,5 4,6 4,7 4,8 4,9 Indikator Berbasis PDB Nilai Tambah Berlaku Nilai Tambah Konstan Pertumbuhan Kontribusi Nasional Berbasis Ketenagakerjaan Jumlah Tenaga Kerja Pertumbuhan Tingkat Partisipasi Nasional Produktivitas Berbasis Aktivitas Perusahaan Jumlah Perusahaan Pertumbuhan Kontribusi Nasional Berbasis Perdagangan Internasional Nilai Ekspor Pertumbuhan Ekspor Kontribusi thdp Ekspor Nasional Nilai Impor Pertumbuhan Impor Kontribusi thdp Impor Nasional Net trade Pertumbuhan Net trade Kontribusi thdp Net trade Nasional Miliar Rp Persen Persen Miliar Rp Persen Persen Miliar Rp Persen Persen 23,33% 1,59% 53.967 11,43% 4.445 58.413 57.597 -1,40% 11,32% 4.060 -8,67% 1,50% 53.537 -0,80% 22,54% 69.774 21,14% 10,49% 5.560 36,93% 1,29% 64.214 19,94% 27,58% 76.462 9,59% 9,08% 6.915 24,38% 1,22% 69.547 8,30% 25,30% 84.840 10,96% 9,33% 6.045 -12,58% 1,10% 78.795 13,30% 21,99% 95.209 12,22% 8,86% 8.077 33,62% 1,15% 87.131 10,58% 23,34% 114.925 20,71% 7,52% 10.442 29,27% 0,82% 104.483 19,91% 41,65% 116.651 1,50% 10,65% 15.491 48,35% 1,70% 101.161 -3,18% 54,68% 131.251 12,52% 9,25% 16.262 4,98% 1,33% 114.989 13,67% 57,83% 89.458 10,90% 9,77% 8.589 19,54% 1,30% 80.869 10,22% 33,14% Perusahaan Persen Persen 3.192.365 7,52% 2.623.965 -17,80% 6,34% 3.099.344 18,12% 7,24% 2.734.076 -11,79% 6,57% 2.576.235 -5,77% 6,09% 2.835.608 10,07% 6,41% 3.035.224 7,04% 6,64% 3.225.248 6,26% 6,94% 3.350.672 3,89% 7,11% 2.963.638 1,25% 6,76% Orang Persen Persen Ribu Rp/TK 8.090.276 8,83% 52.301 6.700.589 -17,18% 7,38% 48.038 7.497.885 11,90% 8,00% 56.230 7.360.032 -1,84% 7,75% 63.606 7.009.392 -4,76% 7,34% 65.458 7.375.116 5,22% 7,38% 67.361 7.624.643 3,38% 7,43% 67.129 8.207.532 7,64% 7,83% 67.829 8.553.365 4,21% 7,90% 62.701 7.602.092 1,07% 7,76% 61.184 Miliar Rp Miliar Rp Persen Persen 160.337 132.472 8,80% 167.355 131.077 -1,05% 8,31% 192.128 138.627 5,76% 8,37% 214.541 135.394 -2,33% 7,73% 256.848 142.091 4,95% 7,69% 293.286 145.975 2,73% 7,43% 345.458 145.239 -0,50% 6,97% 394.937 148.537 2,27% 7,04% 468.103 157.488 6,03% 7,29% 276.999 141.878 1,59% 7,74% Satuan 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009* 2010* Rata-Rata</p> <p>perkembangan dunia| perkembangan indonesia| POTENSI</p> <p>Potensi Pasar Ekonomi Kreatif (Global 2008)Pangsa pasar utama produk dan jasa Kreatif dunia (41,3 %) adalah: USA ($ 91,8 Miliar; 15,58%) Jerman ($ 55,2 Miliar ; 9,38%) Belanda ($ 33,7 Miliar; 5,73%) Inggris ($ 32,8 Miliar; 5,58%) Hongkong ($ 29,6 Miliar; 5,02%)</p> <p>Sumber: UNCTAD, 2010</p> <p>7</p> <p>perkembangan dunia| perkembangan indonesia| POTENSI</p> <p>Potensi Pasar Dalam Negeri:</p> <p>Konsumsi Produk dan Jasa Kreatif Dalam NegeriPendapatan perkapita Indonesia meningkat: US$1.187,74 (2004) menjadi US$2.974,03 (2010) Konsumsi produk dan jasa kreatif meningkat: Rp127,9 triliun (2004) menjadi Rp353,1 triliun (2010)</p> <p>Peningkatan pendapatan perkapita sejalan dengan peningkatan konsumsi produk dan jasa kreatif. Hal ini menunjukan potensi pasar dalam negeri untuk industri kreatif.Sumber: BPS dan Kemenparekraf</p> <p>8</p> <p>perkembangan dunia| perkembangan indonesia| POTENSI</p> <p>Potensi DigitalPengguna Internet Indonesia</p> <p>Sumber: APJII dan Synovate Analysis</p> <p> Tahun 2004-2009, pengguna internet meningkat 167% Sepuluh situs yang paling sering diakses oleh para pengguna internet di Indonesia: 1. facebook, 2. google.co.id, 3. google.com, 4. blogspot, 5. yahoo.com, 6. youtube, 7. Kaskus, 8. wordpress, 9. detik, 10. twitter. (April 2012) 9</p> <p>perkembangan dunia| perkembangan indonesia| POTENSI</p> <p>Potensi Digital Konten MobilePenetrasi Mobile di IndonesiaAsia Pacific Top 10 Mobile Markets by Customers</p> <p> Sejak 1999, penetrasi pengguna mobile di Indonesia tumbuh signifikan. Tahun 2010, penetrasi mencapai 92%. Peluang untuk konten mobile Indonesia diprediksi akan menjadi pasar terbesar ke-3 di Asia dari mobile setelah china &amp; India * (ROA GROUP) Hand set semakin murah, mobile user Indonesia terus bertambah : 11, 7 (2002) juta subscribers menjadi 81,9 juta (2007) subscribers Smart phones: kombinasi antara internet dan mobile phones paling laku dijual di Indonesia; Tren ke depan: Indonesia diperkirakan setidaknya 246.1 juta subscribers di tahun 2011 dengan tingkat penetrasi 97.8%, bahkan diprediksikan pada tahun 2013, penetrasi pasar akan mencapai 172.3% sehingga membuat Indonesia menjadi pasar ke-4 terbesar di dunia setelah China, India dan USASumber: Wireless Intelligence</p> <p>10</p> <p>perkembangan dunia| perkembangan indonesia| POTENSI</p> <p>Potensi Digital</p> <p>Perkembangan Teledensitas Indonesia Tahun 2009 penetrasi telepon mencapai 84,02 telepon per 100 penduduk. Teledensitas periode 2007-2009 meningkat dengan rata-rata pertumbuhan 24,39% per tahun. Peningkatan teledensitas selular lebih pesat dengan rata-rata pertumbuhan 24,77% per tahun.</p> <p>Sumber: International Telecommunication Union, 2008</p> <p>11</p> <p>perkembangan dunia| perkembangan indonesia| POTENSI</p> <p>Potensi Pemuda: Sebagai Pasar dan Pelaku UsahaKondisi Demografi Indonesia: 60% Berada dalam USIA PRODUKTIF (15-55) 27% adalah PEMUDA (16-30)</p> <p>Kelompok Umur</p> <p>Jumlah Orang</p> <p>Sumber: Data Kependudukan BPS, 2010</p> <p>12</p> <p>perkembangan dunia| perkembangan indonesia| POTENSI</p> <p>Potensi Konten LokalNegara Kepulauan yang terbentang di sepanjang garis khatulistiwa dengan beragam suku bangsaLebih dari Lebih dari</p> <p>17.100 pulau, 6000 diantaranya berpenghuni.juta km2, dan 3,1 juta km2 luas perairan</p> <p>300 ragam suku dan etnis dan 742 bahasa dan dialek.</p> <p>Dengan luas daratan 1,9</p> <p>8 World Heritage Cultural SitesTempat penyelenggaraan Pameran dan Festival Internasional dan industri kreatif yang kuat</p> <p>Indonesia merupakan negara archipelago terluas, dan memiliki populasi penduduk terbesar keempat di dunia ( 237 juta orang) Membentang 5.120 km dari timur ke barat, 1.760 km dari utara ke selatan Peringkat 39 dari Cultural Heritage dari 139 Negara oleh WEF</p> <p>perkembangan dunia| perkembangan indonesia| POTENSI</p> <p>Potensi Konten Lokal16% dari binatang reptil dan amphibi di dunia</p> <p>35 spesies primata, 25% endemik 17% dari burung didunia 26% endemik</p> <p>Forest Diversity 121 spesies kupukupu 44% endemik</p> <p>Daya saing SDA Peringkat 17/139 Negara (WEF) Hutan Tropis terbesar setelah Brazil51 Taman Nasional, merupakan negara mega biodiversity ke-3 setelah brazil dan ZaireSekitar 59% daratan di Indonesia merupakan hutan tropis yang menjadi 10% dari total luas hutan di dunia (Stone, 1994). Terdapat sekitar 110 juta hektar hutan Indonesia tercatat sebagai hutan lindung dimana 18,7 juta hektar menjadi daerah konservasi.</p> <p>12% dari mamalia di dunia36% endemik Khusus Papua, presentase flora endemik mencapai 60-70%</p> <p>KEBIJAKAN PEMERINTAH SEPERTI APA YANG DITERAPKAN UNTUK MENUNJANG INDUSTRI KREATIF HINGGA SAAT INIprinsip| kebijakan dan strategi| flagship</p> <p>PRINSIP| kebijakan dan strategi| flagship</p> <p>WHAT BEYOND?EKONOMI KREATIFPDB</p> <p>7,7%TENAGA KERJA</p> <p>TERHADAP</p> <p>7,8%LAPANGAN USAHA</p> <p>6,8%</p> <p>*</p> <p>BAGAIMANA KITA MENUMBUHKAN</p> <p>KREATIVITAS DI DALAM MASYARAKAT</p> <p>SEBAGAI MODAL UTAMA DALAM MENCIPTAKAN NILAI EKONOMIS DAN</p> <p>MEMPERKUAT JATI DIRI INDONESIA.BAGAIMANA KITA MEMPERKUAT NILAI SOSIAL BUDAYA DALAM MASYARAKAT MELALUI EKONOMI KREATIF DENGAN DUKUNGAN TEKNOLOGI.16</p> <p>prinsip| KEBIJAKAN DAN STRATEGI| flagship</p> <p>MODEL PENGEMBANGAN EKONOMI KREATIF</p> <p>Triple HelixBISNIS</p> <p>INSTITUSISUMBER DAYA &amp; TEKNOLOGI PEMASARAN LEMBAGA PEMBIAYAAN</p> <p>PEMERINTAH PUSAT DAN DAERAH KELOMPOK USAHA, KOPERASI, PELAKU INDUSTRI HULU-HILIR, ASOSIASI</p> <p>MEDIA</p> <p>YAYASAN, KOMUNITAS, SANGGAR</p> <p>INDUSTRI</p> <p>CENDEKIAWAN, INSTITUSI BUDAYAWAN, PENDIDIKAN DAN TOKOH KREATIF PELATIHAN</p> <p>INDIVIDU KREATIF17</p> <p>prinsip| KEBIJAKAN DAN STRATEGI| flagship</p> <p>PENGEMBANGAN EKONOMI KREATIFOleh KemenparekrafEKONOMI KREATIF BERBASIS SENI DAN BUDAYAPerfilman Seni Rupa</p> <p>EKONOMI KREATIF BERBASIS MEDIA, DESAIN, IPTEKEkonomi Kreatif Berbasis Media Desain dan Arsitektur</p> <p>Film layar lebar, dokumenter komersial, film TV, Video</p> <p>Seni grafis, seni patung, seni lukis, seni instalasi, seni keramik, kriya, dan fotografi</p> <p>Industri MusikMusik (seluruh genre baik melalui major label ataupun independen)</p> <p>Seni Pertunjukan</p> <p>Animasi dan Komik, Tulisan Fiksi dan NonFiksi, Karya Kreatif Audio dan Video, Karya Kreatif Periklanan, mobile apps content, interactive games, web apps content</p> <p>Desain Komunikasi Visual, Desain Mode, Desain Produk &amp; Kemasan, Arsitektur dan Desain Interior</p> <p>FesyenBusana, alas kaki, dan aksesoris</p> <p>Seni Pertunjukan Sastra, teater, musik dan tari</p> <p>1. Pengembangansumber daya dan teknologi</p> <p>2. Pengembanganindustri kreatif</p> <p>3. Peningkatanakses pembiayaan</p> <p>4. Peningkatanakses pasar</p> <p>5. PenguatanInsititusi18</p> <p>prinsip| KEBIJAKAN DAN STRATEGI| flagshipPENGEMBANGAN SUMBER DAYA &amp; TEKNOLOGI</p> <p>1 2</p> <p>Pengembangan dan pemberdayaan sumber daya insani Penciptaan inovasi, penelitian dan pengembangan teknologi aplikatif &amp; bernilai tambah</p> <p>3 Pengembangan jejaring dan kolaborasi pelaku kreatif4</p> <p>Peningkatan kualitas konten, desain, dan kemasan karya, produk, dan jasa kreatif berbasis seni dan budayaPemanfaatan teknologi informasi, teknologi produksi, dan teknologi pertunjukan dalam penciptaan karya, produk, dan jasa kreatif</p> <p>PENGEMBANGAN INDUSTRI KREATIF</p> <p>5</p> <p>6 Pengembangan sarana dan prasarana 7 Koordinasi pengembangan industri hulu dan hilir 8 Peningkatan skalabilitas produksi</p> <p>PENINGKATAN AKSES PEMBIAYAAN</p> <p>9 Pengembangan model pembiayaan 10 Peningkatan akses pembiayaan melalui business match making Fasilitasi pameran, bursa, misi penjualan, pertunjukan, penayangan, festival untuk 11 mempertunjukkan karya kreatif kepada masyarakat di dalam dan luar negeri</p> <p>PENINGKATAN AKSES PASAR</p> <p>12 Pengembangan bahan promosi karya kreatif secara berkualitasPromosi produk dan jasa kreatif lokal dan kampanye, serta aktivasi gerakan untuk 13 mengapresiasi dan mengkonsumsi karya kreatif lokal 14 Perumusan kebijakan yang mendukung terciptanya iklim usaha yang kondusif 15 Pengaturan tata niaga karya, produk, dan jasa kreatif</p> <p>PENGUATAN INSTITUSI</p> <p>16 Peningkatan apresiasi terhadap pelaku dan karya,produk, dan jasa kreatif</p> <p>17 Perlindungan hak atas kekayaan intelektual18 Penguatan kelembagaan</p> <p>prinsip| KEBIJAKAN DAN STRATEGI| flagship</p> <p>KERANGKA DAN INFRASTRUKTURPENGEMBANGAN EKONOMI KREATIFMODAL KREATIF</p> <p>PRODUKSIStudio, laboratorium kreatif, teknologi, litbang, pembiayaan, bahan baku</p> <p>MODAL EKONOMIINSTITUSI INSTITUSI</p> <p>EKSPRESIRuang Publik (Taman budaya, museum, galeri, medium digital, perpustakaan, mall, rest area)</p> <p>DISEMINASI</p> <p>INDIVIDU KREATIF</p> <p>Eksibisi, kompetisi, karnaval, festival, market place, show casing, Sharing</p> <p>NORMA, NILAINILAI, TRADISI HKI KELEMBAGAAN KEBIJAKAN</p> <p>MODAL BUDAYA</p> <p>APRESIASIPublikasi, Penghargaan, Sertifikat</p> <p>MODAL SOSIAL</p> <p>KECERDASAN SOSIAL</p> <p>KECERDASAN BUDAYA</p> <p>KECERDASAN EKONOMI</p> <p>KECERDASAN KREATIF</p> <p>prinsip| kebijakan dan strategi| FLAGSHIP</p> <p>FLAGSHIP EKONOMI KREATIF</p> <p>ONESIA KREATIF</p> <p>AKTiFRuAng KreaTiF</p> <p>Indonesia Kreatif @D</p> <p>Gelombang Indonesia Kreatif (wirausahakreatif Indonesia)</p> <p>prinsip| kebijakan dan strategi| FLAGSHIP</p> <p>1</p> <p>AKTIVASI TAMAN BUDAYA</p> <p>Aktif, Suportif, inspiratif, inovatif , dan Kreatif (ASiiK)</p> <p>TAMAN BUDAYA AKTIVASI EVEN PELAKU YANG DIFASILITASI KOMUNITAS YANG DIFASILITASI KARYA TERKURASI</p> <p>3 36 450 36 45</p> <p>3+10 312 3.900 312 390</p> <p>3+10+12 600 7.500 600 750</p> <p>2012 2013BERITA SEPUTAR TAMAN BUDAYA ARTIKEL SEPUTAR TAMAN BUDAYA VIDEO AKTIVITAS TAMAN BUDAYA YOU TUBE VIEWS</p> <p>2014</p> <p>36 36 9 900</p> <p>312 312 78 7.800</p> <p>600 600 150 15.00022</p> <p>prinsip| kebijakan dan strategi| FLAGSHIP</p> <p>TAMAN BUDAYA SEBAGAI RUANG TERBUKA TEMPAT BERBAGI BUDAYA, MENGEKSPRESIKAN SERTA MENUMBUHKAN KREATIFITAS, SERTA MENGEKSPLORASI IDE BARUDiperlukan ruang untuk menumbuhkan Culture based creativity sebagai kekuatan utama dalam proses penguatan jati diri serta pengembangan bangsa yang mampu mentransformasikan norma dan nilai-nilai lokal menjadi sebuah perspektif baru dalam tradisi lokal untuk menjawab tantangan dan permasalahan yang diala...</p>

Recommended

View more >