PARIWARA IPB - Biopharmaca Biof IPB 2016 Vol 325.pdf · Materi pelatihan terdiri dari modul metode…

  • Published on
    23-Mar-2019

  • View
    216

  • Download
    0

Embed Size (px)

Transcript

<p>PARIWARA IPB/September 2016/ Volume 325</p> <p>PARIWARA IPB</p> <p>Media Komunikasi InternalInstitut Pertanian Bogor</p> <p>Setelah pada tahun 2014 dan 2015, para peneliti IPB berhasil menyabet penghargaan Anugerah Inovasi dan Prakarsa Jabar, tahun 2016 ini sebanyak empat penelit i IPB berhasil menerima penghargaan serupa. Mereka adalah Dr. Hartrisari Hardjomidjojo, peneliti Departemen Teknologi Industri Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian/ Fateta IPB, Dr. Siti Nikmatin peneliti Departemen Fis ika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam/ FMIPA IPB, Prof. Dr. Linawati Hardjito, peneliti Departemen Teknologi Hasil Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan/ FPIK IPB) dan Prof. Dr. Luki Abdullah, peneliti Departemen Ilmu Nutrisi dan Teknologi Pakan, Fakultas Peternakan/ Fapet IPB. </p> <p>Dr. Hartrisari Hardjomidjojo meraih penghargaan atas prakarsanya yang berjudul Sistem Penunjang Keputusan Spasial untuk Kebijakan Ketahanan Pangan di Provinsi Jawa Barat. Dr. Siti Nikmatin meraih </p> <p>penghargaan atas inovasinya yang berjudul Implementasi Helm Ramah Lingkungan dari Jawa Barat untuk Indonesia dari Pengolahan L imbah TKKS d i PTPN V I I I Cikasungka dan Polimer Recycle di Cibinong. Prof. Linawati Hardjito mendapatkan penghargaan atas inovasinya yang berjudul Rumput Laut Coklat sebagai Bahan Pencerah Kul i t dan Penyediaan Bahan Bakunya Melalui Pemberdayaan Masyarakat Cipatujah. Prof. Luki Abdullah meraih penghargaan atas i n o v a s i n y a y a n g b e r j u d u l Konsentrat Hijau Indigofera Sumber Protein Lokal Murah untuk Pakan Ternak dan Ikan, Solusi Masalah Pakan.</p> <p>Penyerahan penghargaan in i diberikan pada Jumat, 19 Agustus 2016 sebagaimana terlansir dalam http://www.jabarprov.go. id /. Penilaian telah dilakukan sejak 23 Mei 2016 sampai 1 Juli 2016, dari enam inovator IPB yang diusulkan empat d iantaranya berhas i l mendapatkan penghargaan itu. </p> <p>Sebelumnya, pada tahun 2014 tiga p e n e l i t i I P B y a n g m e r a i h penghargaan Anugerah Inovasi dan Prakarsa Jabar yakni Prof. Erliza Hambali, peneliti Pusat Penelitian Surfaktan dan Bioenergi, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IPB, Dr. Siti Nikmatin dan Prof. Made Astawan, peneliti Departemen Ilmu dan Tekno log i Pangan , Faku l tas Teknologi Pertanian/Fateta IPB. Sedangkan pada tahun 2015, Prof. Suharsono, peneliti Departemen Biologi, FMIPA IPB mendapatkan pengha rgaan t e r sebu t a ta s inovasinya berjudul Kentang Kultivar Jala Ipam sebagai Bahan Baku Industri Kentang Goreng Pertama di Indonesia. (IM)</p> <p>IPB Sabet Empat Anugerah Inovasi dan Prakarsa Jabar 2016</p> <p>Lokakarya dan Pelatihan Post-Cruise MAJAFLOX 2015 </p> <p>Depar temen I lmu dan Teknologi Kelautan (ITK) Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Institut Pertanian Bogor (IPB) menggelar lokakarya dan pelatihan pasca-pelayaran MAJAFLOX-2015, (10-11/8) di Gedung Marine Center dan Gedung Pusat Komputer IPB.Kegiatan ini merupakan lanjutan pelaksanaan kolaborasi riset antara Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan (P3GL) Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumberdaya Mineral, dan Balai Riset Perikanan Laut (BRPL) Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan. </p> <p>Acara pelatihan pengolahan dan analisis data kelautan dari data MAJAFLOX diikuti oleh 25 peserta dari beberapa instansi terkait, seperti mitra utama P3GL Bandung, B P O L B a l i , B R P L J a k a r t a , Dishidros TNI-AL &amp; STT-AL, serta para mahasiswa pasca Ilmu Kelautan IPB. Materi pelatihan terdiri dari modul metode dan teknik sampling geologi kelautan, pengolahan dan analisis dan visualisasi data CTD, serta analisis Thorpe untuk menghitung percampuran turbulent.***</p> <p>Penanggung Jawab : Yatri Indah Kusumastuti Pimpinan Redaksi: Siti Nuryati Redaktur Pelaksana: Ahsan Saifurrohman Editor : Nunung Munawaroh Reporter : Siti Zulaedah, Dedeh H, Awaluddin, Waluya S, Aris Solikhah, Reza Fahmi, Iman </p> <p>Fotografer: Cecep AW, Bambang A Layout : A Saifurrohman Sirkulasi: Agus Budi P, Endih M, Untung </p> <p>Alamat Redaksi: Humas IPB Gd. Andi Hakim Nasoetion, Rektorat Lt. 1, Kampus IPB Darmaga Telp. : (0251) 8425635, </p> <p>Email: humas@apps.ipb.ac.id</p> <p>2 PARIWARA IPB</p> <p>FKH IPB Gelar Seminar dan Workshop Small Animal Anaesthesia</p> <p>Fakultas Kedokteran Hewan, Institut Pertanian Bogor (FKH IPB) bekerjasama dengan Asosiasi Dokter Hewan Praktisi Hewan Kecil I ndones i a (ADHPHKI ) dan Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) cabang Jawa Barat II menggelar Seminar dan W o r k s h o p S m a l l A n i m a l Anaes thes ia dengan tema, Mengurangi Rasa Nyeri dan Penderitaan Dimulai dengan Anaesthesia, Selasa-Rabu (30-31/8) di Rumah Sakit Pendidikan FKH IPB, Kampus IPB Darmaga, Bogor. Kegiatan seminar diikuti 45 peserta, sedangkan workshop diikuti 24 peserta yang berasal dari Makasar, Bali, Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek).</p> <p>Ketua Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) cabang Jawa Barat II, Prof. Dr. drh. Deni Noviana mengatakan, anestesi adalah suatu metode mengurangi rasa saki t ket ika d i lakukan t indakan pembedahan pada hewan kecil seperti anjing dan kucing. Kegiatan ini dikhususkan bagi praktisi dokter hewan yang sudah lulus dari FKH IPB untuk terus mencari dan mendalami i l m u k e d o k t e r a n h e w a n . Terutama mewadahi dokter-dokter muda dalam menggali dan mendalami i lmu kedokteran </p> <p>hewan dan mempe rba ruh i keilmuan yang sudah ada atau mengembangkannya agar lebih sempurna, kata Direktur Rumah Sakit Hewan Pendidikan FKH IPB ini.</p> <p>Menurut drh. Siti Komariah, Ketua Asosiasi Dokter Hewan Praktisi H e w a n K e c i l I n d o n e s i a (ADHPHKI), anestesi terbagi da lam dua ke lompok ya i tu analgetik dan anestesi keadaan sadar. Analgetik tidak selalu menghilangkan seluruh rasa nyeri tetapi selalu meringankan rasa nyeri. Beberapa jenis anestesi m e n y e b a b k a n k e h i l a n g a n kesadaran, sebagian lagi hanya menghilangkan nyeri bagian tubuh tertentu dan pemakainya tetap sadar. Sementara Wakil Dekan Bidang Sumberdaya, Kerjasama dan Pengembangan, Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) IPB, Dr. drh. Trioso Purnawarman, M.Si saat membuka Seminar dan Worksop mengatakan, Semua prosedur bedah dimulai dengan anestesi. Oleh karena itu, keahlian ini sangat penting dan menjadi kompetensi utama yang harus dimil iki dokter hewan serta paramedis. Perkembangan teknik-teknik anestesi untuk mengurangi rasa nyeri dan penderitaan hewan meningkat pesat seiring dengan tekn ik- tekn ik operas i yang kompleks. Menurutnya, hal ini b e r s a m a a n d e n g a n perkembangan obat-obat dan peralatan medis. Teknik ini dimulai dari yang paling sederhana sampai yang paling menantang. Para peserta akan mendapatkan teori-teori dasar dari seminar dan memahami teknik-teknik terbaru saat praktik dalam workshop. (awl)</p> <p>FPIK dan LPER Sinergikan Upaya Peningkatan Ekonomi Nelayan</p> <p>Dekan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Institut Pertanian Bogor (IPB), Dr. Luky Adrianto dan Direktur Lembaga </p> <p>Pemberdayaan Ekonomi Rakyat (LPER) Drs. Haryo Tienmar P, Ak ME., CPA.CA menandatangani nota kesepahaman terkait penguatan ekonomi kerakyatan di bidang Perikanan Surabaya dan Cilacap, Senin (8/8). Peran FPIK di bidang pendidikan dan pengembangan teknologi tepat guna, sedangkan LPER adalah di bidang jaringan UMKM dan penyed i a dana pemberdayaan.***</p> <p>Sebanyak delapan mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) penerima beasiswa menghadiri 'Temu Nasional Mahasiswa Bidikmisi, Afirmasi Pendidikan (ADik) Papua, Daerah Tertinggal,Terdepan dan Terluar(3T), Sarjana Mendidik Tertinggal Terdepan dan Terluar (SM3T) dan Pendidikan Profesi Guru (PPG)', pada 9-12 Agustus di Universitas Sebelas Maret (UNS), Surakarta. Kedelapan mahasiswa tersebut Agus Supriyanto, Irfan Abdul Aziz, Fitri Dwi Hastuti, Tika Annisa P. W. dan Dewi Masithah (penerima Bidikmisi), Ammy dan Ferra ( penerima ADik) serta Justi Herdy (Afirmasi 3T).</p> <p>Aca ra yang d i se l enggarakan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia (Kemenristekdikti RI) ini dalam r a n g k a m e m p e r i n g a t i H a r i Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) ke-21. Acara in i bertujuan membangun jejaring komunikasi dan meningkatkan wawa s a n k e b a n g s a a n s e r t a pemberian penghargaan pada mahasiswa berprestasi.</p> <p>Kegiatan dimulai dengan pembukaan acara Temu Nasional yang bertempat di Pendapa Ageng, Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta oleh Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Dirjen Belmawa), Kemenristekdikti RI, Prof. Intan Ahmad dan dilanjutkan nonton bareng film inspirasi Indonesia Rudi Habibie bersama B.J. Habibie. Peserta juga mendapat pembekalan bermanfaat diantaranya: Motivasi Kewirausahaan oleh Dr. Nining Sri Astuti, MA. (UKM Center FEB-UI), wejangan dari Puan Maharani, Men t e r i Koo r d i n a t o r b i d ang Pe m b a n g u n a n M a n u s i a d a n Kebudayaan Indonesia, Kuliah Umum Bela Negara oleh Panglima TNI Jenderal TNI, Gatot Nurmantyo, Motivasi Prestatif oleh Dr. Suprayitno, MBA dan Mot ivasi Wawasan Kebangsaan oleh Dr (HC). Ary Ginanjar Agustian.(rf)</p> <p>MahasiswaIPBHadiriTemuNasional</p> <p>PARIWARA IPB 3</p> <p>Pusat Studi Satwa Primata, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Institut Pertanian Bogor (PPSP LPPM IPB) merupakan salah satu dari enam pusat penelitian yang menjadi Pusat Unggulan Iptek oleh Kementerian Riset, Teknologi dan Pe n d i d i k a n T i n g g i , R e p u b l i k I n d o n e s i a (Kemenristekdikti RI). PPSP LPPM IPB, Senin (29/9), menggelar Seminar Internasional bertema 'Integrating Biological Studies to Promote Primate Conservation Effort' di IPB International Convention Center.</p> <p>Ketua Panitia, Dr. Dyah Perwitasari Farajallah, M.Sc menyampaikan kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman kepada masyarakat luas tentang keharusan adanya keselarasan antara hewan primata dan manusia. Direktur PSSP LPPM IPB, Prof. Joko Pamungkas menyampaikan seminar internasional ini digelar PSSP LPPM IPB bekerjasama dengan University of Washington, Amerika, Mahasarakham University, Thailand, The Aspinall Foundation, The American Institute for Indonesian Studies (AIFIS), Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup Republik Indonesia. Seminar ini menghadirkan Internasional Speeker, Prof. Randall C. Kyes, PhD, Professor of Psychology and Global Health yang juga D i r e c t o r Cen t e r f o r G l oba l F i e l d S t udy, Washington.(DH)</p> <p>PSSP LPPM IPB Gelar Seminar Internasional untuk Keselarasan Manusia dan Primata</p> <p>Selain memiliki potensi ekologi-ekonomi yang sangat besar, wilayah pesisir dihadapkan pada ancaman kerusakan l ingkungan, yang berujung pada pemiskinan masyarakat yang tinggal di dalamnya. Penyebab permasalahan tersebut, diantaranya adalah kentalnya kontestasi antar sektor yang dilengkapi dengan minimnya koordinasi antar lembaga yang berkepentingan. Isu tersebut mencuat dalam acara National Training Workshop on Baseline/Risk Vulnerability Assessment and State of the Coast Reporting (SOC) for ICM Sites in Indonesia. </p> <p>Acara yang dilaksanakan di Bali pada tanggal 9 Agustus 2016 ini merupakan bagian dari pelaksanaan program Integrated Coastal Management (ICM) di Indonesia yang disupport Partnerships in Environmental Management for the Seas of East Asia (PEMSEA) dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI sebagai focal point untuk Indonesia dan Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan (PKSPL) Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Institut Pertanian Bogor (IPB) sebagai ICM National Learning Center di Indonesia. </p> <p>Dalam pelaksanaan program ICM tersebut, PKSPL LPPM IPB sebagai National ICM Learning Center melibatkan dan membina perguruan tinggi lokal s e b a g a i p e n d a m p i n g p e m e r i n t a h provinsi /kabupaten/kota yang menjadi lokasi prioritas.*** </p> <p>PKSPLLPPMIPB,GardaDepanImplementasiICMdiIndonesia</p> <p>Himpunan Mahasiswa Manajemen Sumberdaya Perairan (Himasper) Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Institut Pertanian Bogor (IPB) menggelar acara Green Belt Conservation Lamun 2016 (18-19/8) di Pulau Pari, </p> <p>Kepulauan Seribu. Acara ini dihadiri o l e h 3 2 m a h a s i s w a d a r i D e p a r t e m e n M a n a j e m e n Sumberdaya Perairan (MSP) FPIK IPB. </p> <p>Kegiatan tersebut dimulai dari pemberian kuliah umum mengenai pengertian lamun secara umum dan cara penanaman lamun yang baik dan benar oleh Drs. Wawan Kiswari, M.Sc, seorang ahli lamun terkenal dari Pusat Penelitian Oseanogra f i Lembaga I lmu Pengetahuan Indonesia (P2O-LIPI). Setelah itu, acara dilanjutkan dengan kegiatan utama berupa penanaman lamun di salah satu </p> <p>bagian pesisir Pulau Pari, dan membersihkan sampah di sekitar pantai yang dilakukan bersama-sama oleh mahasiswa MSP IPB dan t i m d a r i LIPI.***</p> <p>Mahasiswa MSP IPB Gelar Green Belt Conservation Lamun 2016</p> <p>Akses berita dan foto IPB terkini pada laman:</p> <p>www.ipb.ac.id, www.humas.ipb.ac.id, www.ipbmag.ipb.ac.id www.media.ipb.ac.id</p> <p>Mahasiswa Kul iah Kerja Nyata-Tematik Institut Pertanian Bogor (KKN-T IPB) serta mahasiswa IPB Goes To Field (IGTF) 2016 me l a kukan penanaman 25 ribu bibit pohon sengon di sembilan desa lokasi mahasiswa KKN-T IPB yang terbagi d a l a m t i g a </p> <p>kecamatan, yaitu Paninggaran, Karangdadap, dan Talun, Kamis (25/8). Kegiatan ini hasil kerjasama dengan Dinas Pertanian Perkebunan dan Kehutanan (DPPK) Kabupaten Peka longan dan Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Pekalongan.</p> <p>Nampak hadir dalam kesempatan ini diantaranya Kepala Lembaga Penel it ian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) IPB Dr. Prastowo, sejumlah perwakilan Pemerintah Kabupaten Pekalongan, dan para kepala desa. Kegiatan yang juga dilakukan untuk memperingati hari jadi Kabupaten Pekalongan ke-394 ini juga dimeriahkan dengan pengobatan gratis bagi ternak. Pengobatan dilakukan oleh lima orang dokter hewan dari Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) IPB yang dibantu oleh mahasiswa IGTF IPB.*** </p> <p>Kegiatan Mahasiswa IPB di Kabupaten Pekalongan</p> <p>Makan Nasi Analog dan Ombak Caping </p> <p>Meriahkan Pembukaan MPKMB IPB Angkatan 53</p> <p>Masa Pengenalan Kampus Mahasiswa Baru (MPKMB) angkatan 53 Program Sarjana Institut Pertanian Bogor (IPB) resmi dibuka oleh Rektor IPB, Prof.Dr. Herry Suhardiyanto, di Graha Widya Wisuda, Kampus IPB Darmaga, Bogor, Jumat (26/8). Tu r u t h a d i r d a l a m kesempatan in i ia lah Gubernur Jawa Barat, Dr. Ahmad Heryawan.</p> <p>Gubernur menyampaikan p e s a n k e p a d a p a r a mahas iswa baru IPB untuk belajar dengan baik dan berbangga hat i , k a r e n a k a m p u s I P B merupakan kampus yang dicanangkan langsung oleh Presiden Indonesia pertama, Bung Karno, sebagai kampus yang men jaga kedau la tan p a n g a n I n d o n e s i a . Pelajari pangan nasional </p> <p>Indones ia dan harus mampu menjadi solusi atas persoalan pangan Indonesia. Saya anak p e t a n i , j a...</p>

Recommended

View more >