PARIWARA IPB Vol 001 Tahun... · Untuk kategori PTN-BH, penghargaan diberikan dengan ... telah mewariskan…

  • Published on
    07-Mar-2019

  • View
    217

  • Download
    0

Embed Size (px)

Transcript

<p>Media Komunikasi InternalInstitut Pertanian Bogor</p> <p>Penanggung Jawab : Yatri Indah Kusumastuti Pimpinan Redaksi: Siti Nuryati Redaktur Pelaksana: Dimas Ramdhani </p> <p>Editor : Nunung Munawaroh Reporter : Siti Zulaedah, Dedeh H, Awaluddin, Waluya S, Aris Solikhah, Reza Fahmi, Iman Fotografer: Cecep AW, Bambang A Layout : Dimas R Sirkulasi: Agus Budi P, Endih M, Untung Alamat Redaksi: Humas IPB Gd. Andi Hakim Nasoetion, Rektorat Lt. 1, Kampus IPB Dramaga Telp. : (0251) 8425635, Email: humas@apps.ipb.ac.id</p> <p>Volume 001/ Tahun 2018</p> <p>PARIWARA IPB</p> <p>Institut Pertanian Bogor (IPB) kembali menorehkan prestasi. Rektor IPB, Dr. Arif Satria menerima penghargaan dari Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) RI sebagai Peringkat 1 Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN-BH) terbaik dalam Pelaksanaan Program dan Anggaran PTN Dengan Raport Kinerja Terbaik pada penutupan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) 2018 di Medan (17/1). </p> <p>Penutupan Rakernas 2018 kali ini disemarakkan dengan pemberian apresiasi terhadap unit-unit kerja dengan prestasi kinerja terbaik pada Tahun Anggaran 2017. Dalam penilaian prestasi kinerja Tahun Anggaran 2017, unit-unit kerja dikelompokkan dalam empat kategori, antara lain PTN Satuan Kerja (Satker), PTN Badan Layanan Umum (BLU), PTN Badan Hukum (PTN-BH), dan Kopertis.</p> <p>Untuk kategori PTN-BH, penghargaan diberikan dengan mempertimbangkan indikator-indikator antara lain tingkat capaian kontrak kinerja, capaian realisasi BP PTN-BH, capaian fisik output gaji dan tunjangan dari APBN, capaian realisasi anggaran output gaji dan tunjangan dari APBN, kepatuhan pelaporan Uang </p> <p>Kuliah Tunggal (UKT), serta kepatuhan pelaporan dana non APBN yang dilaporkan melalui aplikasi SIMonev.</p> <p>Terima kasih kepada Prof.Dr. Herry Suhardiyanto dan jajaran yang telah mewariskan karya dan kinerja yang luar biasa. Semoga menjadi modal penting bagi kemajuan IPB ke depan, ujar Rektor IPB, Dr. Arif Satria.</p> <p>Menurut Dr. Arif Satria, pencapaian tersebut bukan kerja instant tapi buah kesabaran, ketekunan dan dukungan semua unit. Mulai dari merencanakan kegiatan dan anggaran, disipl in membelanjakan dan patuh aturan pertanggungjawaban. Lebih sulit lagi ketika aturan eksternal berubah, misalnya berakhirnya masa transisi PTN-BH, penetapan BOPTN dan akhirnya BPPTN BH. IPB sangat aktif terlibat dalam membantu penyusunan PP dan Permen pendanaan PTN BH, bahkan dalam beberapa hal menjadi inisiator butir peraturan tersebut. </p> <p>Dukungan auditor baik eksternal maupun internal juga penting, karena semua instansi masih gagap dengan aturan unik pada PTN-BH. Semoga IPB dan PTN-BH lainnya menjadi pioner dalam kemajuan pendidikan bangsa, ujar Sekretaris Institut IPB, Dr. Ibnul Qayim.</p> <p>Sementara itu, menurut Wakil Rektor Bidang Sumberdaya dan Kajian Strategis IPB, Prof. Dr. Hermanto Siregar, IPB sangat serius d a l a m m e r e n c a n a k a n p r o g r a m k e r j a y a i t u d e n g a n mengkombinasikan bottom up dan top down. Bottom up, dengan merumuskan program-program berdasarkan kebutuhan unit-unit kerja. Top down berdasarkan agenda strategis dari rektorat yang tentunya terkait juga dengan agenda kerja dari pemerintah pusat. Semua ini direncanakan dengan mempertimbangkan kemampuan anggaran baik dari APBN maupun non-APBN yang dapat dibangkitkan. </p> <p>Dengan demikian, alhamdulillah apa-apa yang direncanakan umumnya dapat dicapai. Tentunya semua ini adalah atas dukungan dan kerja keras semua pihak, tutur Prof. Hermanto. (zul)</p> <p>Kinerja IPB Terbaik di Tingkat Nasional </p> <p>Institut Pertanian Bogor (IPB) berhasil meraih juara ketiga kategori Publisitas dalam Anugerah Humas Perguruan Tinggi Negeri (PTN)-Kopertis 2017 yang digelar oleh Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti). Pengumuman pemenang dilakukan di Universitas Sumatera Utara (USU), bersamaan dengan Rapat Kerja Nasional Kemenristekdikti 2018, Selasa (16/1) malam. Kegiatan ini bertujuan sebagai ajang apresiasi atas kinerja humas PTN dan Kopertis selama tahun 2017 yang telah berperan sebagai diseminator informasi Kemenristekdikti.</p> <p>Ini adalah prestasi yang luar biasa untuk humas IPB. Ke depan humas harus semakin ditingkatkan kualitasnya untuk memberikan pelayanan terbaik. Yang jelas adalah memberikan pelayanan informasi yang lengkap dan akurat itu kuncinya. Dan itu merupakan hak publik untuk bisa mendapatkan informasi sebanyak-banyaknya dari humas kita, ujar Rektor IPB, Dr. Arif Satria setelah memimpin acara wisuda di Graha Widya Wisuda, Kampus IPB Dramaga (17/1).</p> <p>Sementara itu menurut Kepala Biro Hukum, Promosi dan Humas IPB, Yatri Indah Kusumastuti, penghargaan ini tidak akan bisa diraih tanpa kerjasama yang baik dari seluruh warga IPB. Khususnya para peneliti, inovator, para mahasiswa yang selalu berkreasi dan berprestasi.</p> <p>IPB berisi lautan konten yang harus digarap menjadi berita-berita baik. Kami berharap hal ini ke depan dapat disebarluaskan ke berbagai media sehingga melalui publisitas, Humas IPB tidak hanya mengawal reputasi institusi tetapi juga berperan mencerdaskan bangsa melalui penyebarluasan informasi. Kami belum menjadi yang terbaik, tetapi semoga penghargaan ini akan menjadi awal untuk menjadi lebih baik lagi, ujarnya.</p> <p>Penjurian pada Anugerah Humas PTN dan Kopertis telah dilakukan sejak pertengahan tahun 2017 oleh dewan juri yang ditunjuk oleh Kemenristekdikti. Dewan Juri Anugerah Humas PTN dan Kopertis 2017 merupakan para profesional dalam bidang komunikasi dan kehumasan baik dengan berbagai latar belakang antara lain akademisi, pakar maupun praktisi yang bekerja secara independen dalam menilai kinerja humas PTN dan Kopertis dalam beberapa kategori antara lain publisitas, website, dan media sosial.</p> <p>Pada proses penjurian, PTN dan Kopertis dikelompokkan menjadi 5 kelompok yaitu PTN BH, PTN BLU dan Satker, PTN Baru, Politeknik, serta </p> <p>Kopertis.</p> <p>Adapun pemenang Anugerah Humas PTN dan Kopertis 2017 antara lain:</p> <p>I. Kelompok PTN BH</p> <p>a.Kategori Website: 1. Universitas Indonesia, 2. Institut Teknologi Sepuluh November, 3. Universitas Padjadjaran</p> <p>b. Kategori Publisitas: 1. Universitas Padjadjaran, 2. Universitas Indonesia, 3. Institut Pertanian Bogor</p> <p>c. Kategori Media Sosial: 1. Universitas Indonesia, 2. Universitas Gadjah Mada, 3. Institut Teknologi Bandung</p> <p>II. Kelompok PTN BLU / Satker</p> <p>a. Kategori Website: 1. Universitas Brawijaya, 2. Universitas Sebelas Maret, 3. Universitas Negeri Semarang</p> <p>b. Kategori Publisitas: 1. Universitas Sebelas Maret, 2. Universitas Brawijaya, 3. Universitas Udayana</p> <p>c. Kategori Media Sosial: 1. Universitas Terbuka, 2. Universitas Sebelas Maret, 3. Universitas Negeri Semarang</p> <p>III. Kelompok PTN Baru</p> <p>a. Kategori Website: 1. UPN Veteran Jakarta, 2. UPN Veteran Jawa Timut, 3. UPN Veteran Yogyakarta</p> <p>b. Kategori Publisitas: 1. UPN Veteran Yogyakarta, 2. Universitas Sembilan Belas November Kolaka, 3. Institut Seni Budaya Indonesia Aceh</p> <p>c. Kategori Media Sosial: 1. Institut Teknologi Kalimantan, 2. Institut Teknologi Sumatera, 3. UPN Veteran Yogyakarta</p> <p>IV. Kelompok Politeknik</p> <p>a. Kategori Website: 1. Politeknik Negeri Malang, 2. Politeknik Manufaktur Negeri Bangka Belitung, 3. Politeknik Negeri Madiun</p> <p>b. Kategori Publisitas: 1. Politeknik Negeri Semarang, 2. Politeknik Negeri Ujung Pandang, 3. Politeknik Negeri Pontianak</p> <p>c. Kategori Media Sosial: 1. Politeknik Elektronika Negeri Surabaya, 2. Politeknik Negeri Padang, 3. Politeknik Negeri Bali</p> <p>V. Kelompok Kopertis</p> <p>a. Kategori Website: 1. Kopertis Wilayah VII Jawa Timur, 2. Kopertis Wilayah XI Kalimantan, 3. Kopertis Wilayah V Yogyakarta</p> <p>b. Kategori Publisitas: 1. Kopertis Wilayah II Palembang, 2. Kopertis Wilayah X Padang, 3. Kopertis Wilayah V Yogyakarta</p> <p>c. Kategori Media Sosial: 1. Kopertis Wilayah V Yogyakarta, 2. Kopertis Wilayah X Padang, 3. Kopertis Wilayah XIII Aceh</p> <p>Humas IPB Juara 3 Anugerah Humas PTN-Kopertis Kategori Publisitas</p> <p>Institut Pertanian Bogor (IPB) dengan PT. Pulau Sambu sepakat melakukan kerja sama. Penandatanganan Naskah Kesepahaman Kerja Sama (MoU) IPB dengan PT. Pulau Sambu dilakukan di Executive Lounge Kampus IPB Baranangsiang, Bogor (13/1). Acara penandatanganan MoU ini dihadiri sejumlah pakar di lingkungan IPB. Hadir pula antara lain Direktur Kerja Sama dan Program Internasional IPB, Dr. Edy Hartulistiyoso; serta Kepala Pusat Studi Pembangunan Pertanian dan Pedesaan (PSP3) Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IPB, Dr. Sofyan Sjaf.</p> <p>Rektor IPB, Dr. Arif Satria menyampaikan bahwa interaksi bisa membawa perbaikan. Senang bisa berkolaborasi dengan PT. Pulau Sambu. Hal ini dilakukan sebagai upaya bagaimana interaksi pada perbaikan. Kami tidak ingin apa yang dilakukan di dalam IPB kehilangan keterkaitan dengan dunia luar. S e l a i n i t u , k a m i t e r u s m e l a k u k a n improvement, bagaimana membuat kurikulum dan riset yang sesuai dengan kebutuhan pasar. Sehingga IPB butuh kerja sama dengan berbagai pihak baik swasta, pemerintah, LSM untuk melakukan pekerjaan bersama, ujarnya.</p> <p>Menurutnya, kerja sama seperti ini cocok untuk mendorong dan menyemangati mahasiswa. Dengan demikian, suatu saat mereka dapat menjadi pengusaha-pengusaha yang dibutuhkan, melalui proses transfer, proses pemagangan, bisa menjadi strategi untuk merangsang skill. </p> <p>Presiden Direktur PT. Pulau Sambu, Tay Enoku mengaku sangat senang bisa bertemu dengan sivitas IPB. Dalam kesempatan ini, ia menyampaikan sejarah perusahaannya yang dimulai pada tahun 1967. Perusahaan yang memproduksi produk santan kara ini, kini telah memiliki 18 ribu orang tenaga kerja. </p> <p>Filosofi pengembangan industri adalah harus dapat menguntungkan semua orang atau win win win. Ini adalah sebuah cara membuat industri tetap sustainable. Demi mengembangkan filosofi tersebut, kami siap kerja sama dengan IPB, tandasnya.(dh)</p> <p>IPB Sepakat Kerja Sama dengan PT. Pulau Sambu</p> <p>2</p> <p>Kabupaten Manggarai Barat sampai saat ini masih termasuk salah satu kabupaten yang tertinggal secara ekonomi bila dibandingkan dengan kabupaten-kabupaten lain di Indonesia. Meski memiliki destinasi wisata yang mulai dikenal di kancah internasional, yakni Labuan Bajo yang terkenal dengan pulau komodo nya, hal itu belum cukup untuk m e n g u r a n g i p e n g a n g g u r a n d a n mengentaskan kemiskinan di Manggarai Barat yang saat ini masih di angka sekira 20 persen. Oleh karena itu, diperlukan strategi p e m b a n g u n a n y a n g t e r p a d u d a l a m mendorong pengembangan sektor-sektor lain yang sesuai dengan potensi lokal guna melakukan percepatan pembangunan di Manggarai Barat.</p> <p>Hal ini terungkap dalam pertemuan tim ahli dari Departemen Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Manajemen (FEM) Institut Pertanian Bogor (IPB) dengan Bupati Manggarai Barat beserta para Kepala Dinas di kantor Bupati Manggarai Barat. Dalam kesempatan tersebut, tim ahli yang terdiri dari Dr. Alim Slamet Setiawan, Farida Ratna Dewi, Annisa dan Nesti Handayani, memaparkan hasil survey potensi yang telah dilakukan sepanjang akhir Desember 2017 di seluruh kecamatan yang berada di kabupaten Manggarai Barat.</p> <p>Dalam paparannya, Alim menjelaskan, sejak ditetapkannya Pulau Komodo yang berada di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) sebagai salah satu dari sepuluh kawasan wisata utama nasional, kunjungan w i s a w a t a n b a i k d o m e s t i k m a u p u n mancanegara meningkat tajam dalam dua tahun terakhir dan akan menjadi trend di tahun-tahun medatang. Peningkatan ini, menurutnya, member i pe luang dan tantangan bagi sektor-sektor lain dalam konteks pembangunan daerah yang bisa mendukung laju pertumbuhan di sektor pariwisata.</p> <p>Berdasarkan hasil survey yang dilakukan oleh tim IPB, meningkatnya jumlah dan rata-rata lama tinggal wisatawan memerlukan pasokan yang memadai berupa produk-produk hasil pertanian, perkebunan, peternakan dan perikanan. Tantangannya adalah kesiapan pemerintah daerah, pelaku usaha, dan sumber daya manusia di Kabupaten Manggarai Barat </p> <p>sendiri dalam merespon dan memenuhi kebutuhan tersebut, sehingga pariwisata bisa menjadi penggerak ekonomi sektor-sektor lain.</p> <p>Sebenarnya, Kabupaten Manggarai Barat memiliki potensi sumber daya alam, kesuburan tanah, agroklimat dan topografi yang mendukung pengembangan pertanian dalam arti luas. Untuk pertanian misalnya, Kabupaten Manggarai Barat terkenal sebagai salah satu lumbung padi di provinsi NTT. Komoditas sayuran dan buah-buahan baik dataran tinggi maupun dataran rendah juga potensial dikembangkan di daerah ini. Sektor perkebunan banyak menghasilkan kelapa, cengkeh, kakao, vanili dan kopi manggarai yang sudah terkenal.</p> <p>Sayangnya, potensi tersebut masih belum berkembang secara optimal. Oleh karena itu Bupati Manggarai Barat, Drs. Agustinus Ch. Dula mengatakan dirinya ingin sekali bekerja sama dengan IPB sebagai Perguruan Tinggi pertanian terbesar di Indonesia untuk sama-sama membangun Manggarai Barat.</p> <p>Dalam pertemuan dengan tim ahli dari IPB, Bupati meminta agar segera dibuat Memorandum of Understanding (MoU) antara pihak Pemerintah Daerah Kabupaten Manggarai Barat dengan IPB sesegera mungkin. Kami sangat berharap IPB mau membantu kami melakukan akselerasi pembangunan di Kabupaten Manggarai Barat, karena kami yakin IPB memiliki pengetahuan dan teknologi yang bisa membantu kabupaten kami menjadi lebih maju, tutur Dula.</p> <p>Merespon undangan Bupati Manggarai Barat tersebut, ketua Departemen Manajemen FEM IPB, Dr. Mukhamad Najib mengatakan bahwa IPB selalu siap berkontribusi untuk kemajuan bangsa melalui pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat. Kerja sama dengan pemerintah daerah, termasuk dengan Kabupaten Manggarai Barat, merupakan bagian dari pengabdian kami sebagai sivitas akademika dalam mendorong kemajuan daerah-daerah di Indonesia. Oleh karena itu, kami sangat senang dan sangat terbuka dengan ajakan kerja sama dari pak Bupati, jelasnya.</p> <p>Menurut Najib, hasil pertemuan tim dengan bupati nantinya akan ditindaklanjuti dengan penandatanganan perjanjian kerja sama. Najib menjelaskan, IPB sudah memiliki banyak perjanjian kerja sama dengan berbagai pemerintah daerah, jadi hal itu bukanlah hal yang sulit. Di samping itu memang membangun Indonesia dari daerah juga merupakan salah satu komitmen rektor kami, Dr Arief Satria. Insya Allah bulan Februari nanti kita akan selesaikan penandatanganan perjanjian kerja samanya, ujarnya.***</p> <p>Akselerasi Pembangunan, Bupati Manggarai Barat Undang FEM IPB</p> <p>Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Al-Hurriyyah Institut Pertanian Bogor (IPB) menyelenggarakan Pelatihan Haji dan Umroh 2018, di Ruang Sidang 1 Masjid Al-Hurriyyah Kampus IPB Dramaga, Bogor (12/1). Kegiatan ini dalam rangka meningkatkan pemahaman sivitas IPB tentang ibadah haji dan umroh. </p> <p>Dalam kesempatan ini, salah satu narasumber pelatihan, Ustad Syamsuddin, menyampaikan materi tentang Mempersiapkan Haji dan Umroh . Dikatakannya, ibadah haji merupakan ibadah yang hanya diwajibkan bagi me...</p>