Pariwara Vol 017 Tahun 2018 - IPB Vol 017 Tahun... · Rakyat Republik Indonesia MPR RI, Dr. HC. H.…

  • Published on
    02-Mar-2019

  • View
    212

  • Download
    0

Embed Size (px)

Transcript

<p>Media Komunikasi InternalInstitut Pertanian Bogor</p> <p>Penanggung Jawab : Yatri Indah Kusumastuti Pimpinan Redaksi: Siti Nuryati Redaktur Pelaksana: D Ramdhani </p> <p>Editor : Nunung Munawaroh Reporter : Siti Zulaedah, Dedeh H, Awaluddin Fotografer: Cecep AW, Bambang A </p> <p>Layout : D Ramdhani Sirkulasi: Agus Budi P, Endih M, Untung Alamat Redaksi: Humas IPB Gd. Andi Hakim Nasoetion, </p> <p>Rektorat Lt. 1, Kampus IPB Dramaga Telp. : (0251) 8425635, Email: humas@apps.ipb.ac.id</p> <p>Volume 017/ Tahun 2018</p> <p>PARIWARA IPB</p> <p>Terbit Harian</p> <p>Ingin Kembalikan Kejayaan Lada, Pemerintah Provinsi Bangka Belitung Jalin Kerja Sama dengan IPB</p> <p>Rektor Institut Pertanian Bogor IPB, Dr.Arif Satria dan Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Dr. H Erzaldi Rosman menandatangani naskah kesepahaman, di kampus Dramaga, Bogor . Menurut rektor, kerja sama dengan Pemerintah Daerah Pemda di Bangka Belitung dalam bidang penelitian, bukan sesuatu yang baru. Secara parsial, IPB telah bekerja sama melaksanakan reklamasi pasca tambang, program mahasiswa Kuliah Kerja Nyata KKN di Belitung Timur tahun . </p> <p>Dengan kedatangan gubernur diharapkan akan banyak lagi mahasiswa KKN ke Bangka Belitung. Mahasiswa bisa mengenal potensi daerah, sekaligus dapat mengembangkan potensi lada. Seperti kita ketahui, Bangka Belitung adalah provinsi yang terkenal dengan lada. Dengan kolaborasi, kita akan kembangkan potensi lada ini secara terintegrasi dari hulu sampai hilir, ujar rektor.</p> <p>Lebih lanjut rektor bertutur, dalam bidang pendidikan, kita mengenal beasiswa utusan daerah. Program ini merupakan </p> <p>kesempatan bagi putra daerah untuk kuliah di IPB atas kerja sama dengan Pemerintah Provinsi. Ini penting digagas untuk mendistribusi pembangunan. Kita dorong putra daerah untuk menggali ilmu di IPB dan kembali ke daerahnya setelah lulus, kata rektor.</p> <p>Rektor menambahkan, kerja sama ini juga bagian dari proses bagaimana IPB berusaha mengembangkan inovasi konkrit, ekonomi rakyat maupun industri nasional. IPB ingin banyak bergerak di lapangan, karena dengan lebih aktif di lapangan, semakin banyak pengetahuan yang kita miliki untuk melengkapi ilmu pengetahuan yang dikembangkan di bangku kuliah. </p> <p>Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, menyampaikan, pihaknya akan langsung menyusun rencana strategis. Terkait pengembangan komoditi lada, selain dengan IPB, Pemerintah Provinsi Bangka Belitung juga telah bekerja sama menggandeng Universitas Bangka Belitung UBB dan Universitas Gadjah Mada UGM.</p> <p>Ia mengatakan, turunnya komoditas lada Bangka Belitung mendorong pemerintah Bangka Belitung serius untuk mengawal hingga pada level pembinaan petani. Pada tahun , produksi lada mencapai ribu ton per tahun. Namun, pada tahun lalu sekira ribu ton saja. Luar biasa turunnya, karena salah kelola. Untuk mengembalikan kejayaan lada, maka butuh kerja sama, tandasnya.</p> <p>Dalam kesempatan ini, gubernur meminta IPB untuk mengirim lebih banyak lagi mahasiswa. Saya ingin mahasiswa IPB bergabung dengan mahasiswa UBB dan UGM untuk satu tujuan yaitu mensukseskan kejayaan lada. Mahasiswa pertanian, peternakan, perikanan, ayo ke Bangka Belitung, ajak gubernur.</p> <p>Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Dr. H. Erzaldi Rosman, menjadi dosen sehari dalam kuliah umum kepada mahasiswa dan sivitas akademika Institut Pertanian Bogor IPB, bertempat di Kampus IPB Dramaga, Bogor . Kuliah umum kali ini mengusung tema Strategi Peningkatan Daya Saing Lada Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dengan Pendekatan Integratif Hulu-Hilir.</p> <p>Gubernur menyampaikan strategi Pemerintah Daerah Pemda dalam meningkatkan produktivitas lada dan mutu lada bagi petani. Selain itu, secara umum juga dipaparkan bagaimana upaya Pemda dalam membangkitkan semangat petani untuk terus menanam lada. Hilirisasi lada dengan dengan tujuan dapat meningkatkan nilai jual dan guna lada, serta diversifikasi produk lada. </p> <p>Perkebunan lada dan produk turunannya masih sangat potensial untuk dikembangkan di Provinsi Bangka Belitung melalui penanganan secara komprehensif sebagai upaya mengembalikan kejayaan komoditi lada putih di daerah ini. Melalui pendekatan integratif hulu-hilir, ujarnya.</p> <p>Gubernur menyampaikan permasalahan sistem agribisnis lada dari hulu, di antaranya petani umumnya masih </p> <p>menggunakan bibit dari kebun sendiri atau pekebun lainnya; petani mengalami hambatan dalam memperoleh sarana produksi yang dibutuhkan pupuk; alih fungsi lahan menjadi tambang timah dan kelapa sawit; dan ketidakpastian harga di tingkat petani. Sedangkan permasalahan sistem agribisnis lada dari hilir, yaitu pengolahan lada masih tradisional merendam, merontok, mengupas, menjemur; belum ada standardisasi dan sistem manajemen mutu di tingkat petani; belum ada diferensiasi produk; dan pemasaran lada dengan bargaining power petani lemah.</p> <p>Untuk itu, terangnya, Pemda mengambil strategi peningkatan daya saing lada dari hulu ke hilir. Dari hulu dengan jalan penetapan lada sebagai komoditi unggulan yang meliputi pengadaan bibit lada dari pemerintah juta bibit; pengawasan distribusi pupuk subsidi; dan penelitian bibit unggul berkualitas kerja sama dengan perguruan tinggi seperti IPB. Kemudian mendorong peran lembaga yang terkait dalam pengadaan sarana produksi yang meliputi pembentukan koperasi dan pembentukan Tim Percepatan Pembangunan Pabrik Pupuk Organik bekerja sama dengan PT. Timah. Sementara, dari hilir dengan jalan pembentukan Lada Centre; sistem resi gudang syariah; pembentukan Koperasi Lada Berkah, hilirisasi produk lada, pemasaran lada langsung dengan end user, serta diadakannya workshop, seminar, pameran, dan pasar lelang lada. </p> <p>Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Sistem Informasi IPB, Prof. Dr. Dodik Ridho Nurrochmat menyambut baik kuliah umum ini. Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Fakultas Ekonomi dan Manajemen FEM IPB, Dr. Lukman Mohammad Baga, mengatakan, bahwa kita berkesempatan u nt u k m e n d a p at k a n i l m u l a n g s u n g d a r i p ra k t i s i pengembangan daerah, yaitu Guburner Kepulauan Bangka Belitung. Ini menjadi suatu hal yang dirindukan di IPB, bagaimana seorang pimpinan daerah memiliki obsesi yang luar biasa terkait dengan pengembangan komoditas unggulan di wilayah tersebut, ujarnya.dh</p> <p>2</p> <p>Setelah acara penandatanganan naskah kesepahaman, gubernur memberikan kuliah umum dengan tema Strategi Peningkatan Daya Saing Lada Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dengan Pendekatan Integratif Hulu-Hilir. Kuliah umum yang digelar di Auditorium Andi Hakim Nasoetion, Kampus IPB Dramaga ini disampaikan di hadapan mahasiswa dan sivitas akademika IPB serta beberapa perwakilan dari masyarakat umum.</p> <p>Selanjutnya di hari yang sama, gubernur beserta jajaran melakukan kunjungan ke IPB Science Techno Park STP dan Serambi Botani. Kunjungan ke IPB STP selaras dengan keinginan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung untuk meningkatkan nilai tambah ekonomi melalui peningkatan pengolahan dan pengembangan produk. Saat ini IPB STP akan dikembangkan menjadi National Science </p> <p>Te c h n o Pa r k b e r b a s i s k o m o d i t a s u n g g u l a n I P B . Pengembangan STP dalam rangka pemanfaatan produk-produk inovasi IPB yang konkrit yang bisa menggerakkan ekonomi nasional. Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung berharap dapat menyerap inovasi yang ada dan bekerja sama untuk meningkatkan industri pengolahan khususnya.</p> <p>Kunjungan ke Serambi Botani , d iharapk an dapat memberikan gambaran tentang pentingnya sinergitas aspek penelitian dan pengembangan dengan aspek pemasaran produk. Serambi Botani menjadi gerai pelopor yang menyediakan produk-produk lokal berkonsep alami dan s e h a t b a g i m a s y a r a k a t , m e l a l u i p e n e l i t i a n d a n pengembangan secara konsisten.dh</p> <p>Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Jadi Dosen Sehari di IPB</p> <p>Himpunan Mahasiswa Ilmu Keluarga dan Konsumen Himaiko Institut Pertanian Bogor IPB bekerja sama dengan Komunitas Filantropi Pendidikan KFP Dompet Dhuafa Pendidikan, menyelenggarakan Workshop Social Worker . Acara workshop yang bertempat di Ruang Kuliah Ilmu Keluarga dan Konsumen IKK, Fakultas Ekologi Manusia Fema IPB ini dihadiri sekira orang peserta yang terdiri dari mahasiswa IKK lintas angkatan. Hadir sebagai narasumber adalah praktisi Community Development, Eko Sriyanto.</p> <p>Ketua Himaiko, Naila Aliya Marhama, menyampaikan, kegiatan ini merupakan bentuk pembekalan kapasitas kepada mahasiswa IKK untuk lebih mampu dalam berinteraksi dan memberdayakan masyarakat pada program Bina Desa. Dengan tema Keluarga Kuat Bangsa Hebat, program Bina Desa Himaiko nantinya akan dilaksanakan di Desa Tegal Waru, Kabupaten Bogor.</p> <p>Dalam program Bina Desa Himaiko ini, akan dilakukan sejumlah kegiatan, seperti praktik delapan fungsi keluarga menurut BKKBN, pendidikan cinta lingkungan bagi anak-anak serta pelatihan penggunaan barang-barang rumah hemat energi, ujar Naila.</p> <p>Sementara itu, Eko Sriyanto, menyampaikan beberapa hal penting seperti apa itu social worker, strategi pendekatan ke masyarakat, dan gerakan sosial apa saja yang dapat dilakukan oleh mahasiswa agar dapat tebarkan kebermanfaatan ke masyarakat.</p> <p>Salah satu peserta workshop, Fida, mengatakan, kegiatan seperti ini sangat bermanfaat. Saya merasa lebih siap untuk dapat terjun ke masyarakat nantinya, katanya.FInm</p> <p>Workshop Himaiko IPB : Bekali Mahasiswa untuk Terjun Bina Desa</p> <p>Sejumlah mahasiswa Institut Pertanian Bogor IPB melakukan kunjungan ke Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia MPR RI, Dr. HC. H. Zulkifli Hasan di Gedung Nusantara III Kompleks Parlemen, DPR MPR RI Jakarta, belum lama ini. Mahasiswa ini terdiri dari Penerima Manfaat Beasiswa Aktivis Nusantara IPB PM Bakti Nusa IPB dan jajaran anggota Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa BEM KM IPB. </p> <p>Ketua MPR RI menyampaikan rasa bangganya kepada mahasiswa IPB karena memiliki semangat untuk belajar membangun negeri. Menurutnya, mahasiswa tidak akan </p> <p>pernah terlepas dari perubahan yang ada di tiap zaman. Reformasi, demokrasi dan segala hal yang terjadi di era digital ini, katanya, merupakan bentuk kontribusi mahasiswa. Untuk itu, Ketua MPR RI berpesan, mahasiswa harus mampu membawa bangsa ini kepada bentuk-bentuk perubahan yang baik. </p> <p>Mahasiswa di masa ini sangat beruntung. Kuliah sudah difasilitasi, beasiswa banyak disediakan, tinggal pupuk kemauan. Karena dimana ada kemauan, pasti akan terbuka jalan. Tidak akan ada prestasi yang muncul dari rasa malas, ujarnya.</p> <p>Dalam kesempatan ini pula, Ketua MPR RI mengajak mahasiswa yang hadir untuk dapat ikut merawat Indonesia dimulai dengan mengenali potensi yang ada di tiap daerah asal mereka. Untuk sampai tahap merawat Indonesia, kita harus peduli. Peduli hadir ketika kita memahami betul permasalahan yang ada. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk mengenal daerah asal kalian jika memang betul ingin ikut membangun, tegasnya.</p> <p>Turut serta dalam rombongan, di antaranya dosen Agribisnis IPB yang juga Manager Bakti Nusa IPB, Ach. Firman Wahyudi S.E., M.Si dan Wakil Presiden Mahasiswa IPB, Surya Bagus Mahardika. FInm</p> <p>Mahasiswa IPB Belajar Kepemimpinan dari Ketua MPR RI</p> <p>3</p> <p>4</p> <p>1. Selasa, 20 Februari 2018 </p> <p>Pelantikan Pejabat di Lingkungan IPB </p> <p>Waktu : 10.00 - 12.00 WIB </p> <p>Tempat : Lobby Gedung Andi Hakim Nasoetion Lt. 2, Kampus IPB Dramaga Bogor </p> <p>Unit Penanggung Jawab : WR Bidang Sumberdaya Perencanaan dan Keuangan </p> <p>CP : 0251-8622642 ex. 209</p> <p>2. Kamis, 22 Februari 2018 </p> <p>Konferensi Pers Pra Orasi Ilmiah Guru Besar IPB </p> <p>Waktu : 09.00 - 11.00 WIB </p> <p>Tempat : Ruang Executive Lounge, Kampus IPB Baranang Siang Bogor </p> <p>Unit Penanggung Jawab : Biro HPH IPB </p> <p>CP : 0251-8425635</p> <p>3. Jumat, 23 Februari 2018 </p> <p>Pelatihan Ibadah Haji dan Umroh "Pemeliharaan Kesehatan" </p> <p>Waktu : 09.00 - 11.00 WIB </p> <p>Tempat : Ruang Rapat, Lt. 1 Masjid Al-Hurriyyah, Kampus IPB Dramaga Bogor </p> <p>Unit Penaggung Jawab : DKM Al- Hurriyyah IPB </p> <p>CP : 0251-8621746</p> <p>4. Sabtu, 24 Februari 2018 </p> <p>Orasi Ilmiah Guru Besar IPB </p> <p>Waktu : 08.00 - 12.00 WIB </p> <p>Tempat : Auditorium Andi Hakim Nasoetion, Kampus IPB Dramaga Bogor </p> <p>Unit Penaggung Jawab : Dit. AP IPB </p> <p>CP : 0251-8622642 ex. 140</p> <p>Prof. Dr. Ir. Widanarni, M.Si</p> <p>Guru Besar Tetap Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan </p> <p>"Budidaya Berbasis Mikroba Untuk Akuakultur Berkelanjutan</p> <p>Prof. Dr. Ir. Djumali, D.E.A</p> <p>Guru Besar Tetap Fakultas Teknologi Pertanian </p> <p>"Rekayasa Bioproses Untuk Pengembangan Produk Agroindustri Bernilai Tambah Tinggi, Ramah Lingkungan, dan Berkelanjutan</p> <p>Prof. Dr. Ir. Aji Hamim Wigena, M.Sc</p> <p>Guru Besar Tetap Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam</p> <p>"Pengembangan Model Statistical Downscaling Untuk Pendugaan Curah Hujan Ekstrim</p> <p>5. Senin- Rabu, 26- 28 Februari 2018 </p> <p>Perayaan Hari Ulang Tahun Ke 50 SEAMEO BIOTROP </p> <p>Waktu : 08.30 WIB - selesai </p> <p>Tempat : Kampus SEAMEO BIOTROP, Bogor </p> <p>Unit Penanggung Jawab : SEAMEO BIOTROP </p> <p>CP : 0251- 8323848 </p> <p>Update Agenda Institut Pertanian Bogor Periode 20 Februari - 28 Februari 2018 </p> <p>Akses berita dan foto IPB terkini pada laman:</p> <p>www.ipb.ac.id, www.humas.ipb.ac.id, www.ipbmag.ipb.ac.id www.media.ipb.ac.id</p>

Recommended

View more >