Pariwara Vol 41 tahun 2018 - IPB Vol 041 Tahun... · Pertanian Bogor (IPB), Prof.Srihadi Agung Priyono…

  • Published on
    02-Mar-2019

  • View
    213

  • Download
    0

Embed Size (px)

Transcript

<p>Media Komunikasi InternalInstitut Pertanian Bogor</p> <p>Penanggung Jawab: Yatri Indah Kusumastuti Pimpinan Redaksi: Siti Nuryati Redaktur Pelaksana: D Ramdhani </p> <p>Editor : Nunung Munawaroh Reporter : Siti Zulaedah, Dedeh H, Awaluddin Fotografer: Cecep AW, Bambang A </p> <p>Layout : D Ramdhani Sirkulasi: Agus Budi P, Endih M, Untung Alamat Redaksi: Humas IPB Gd. Andi Hakim Nasoetion, </p> <p>Rektorat Lt. 1, Kampus IPB Dramaga Telp. : (0251) 8425635, Email: humas@apps.ipb.ac.id</p> <p>Volume 041/ Tahun 2018PARIWARA IPB</p> <p>Terbit Harian</p> <p>Rektor IPB Berikan Orasi Ilmiah dalam Acara Wisuda Universitas Tadulako</p> <p>Universitas Tadulako (Untad) kembali meluluskan </p> <p>1.260 wisudawan angkatan ke-91 tahun 2018 di </p> <p>Auditorium Utama Untad (22/3). Pada wisuda kali </p> <p>ini Universitas Tadulako (Untad) menghadirkan Rektor </p> <p>Institut Pertanian Bogor (IPB), Dr.Arif Satria,SP,MSi untuk </p> <p>memberikan orasi ilmiah.</p> <p>Dalam Orasi Ilmiah berjudul "Strategi Pendidikan Tinggi di </p> <p>Era Disrupsi, Rektor IPB menyampaikan bahwa perguruan </p> <p>tinggi harus siap menghadapi era disrupsi seperti saat ini </p> <p>dan harus berani melakukan terobosan dan berbagai </p> <p>loncatan. Dalam era disrupsi, perubahan tidak terjadi secara </p> <p>bertahap seperti orang meniti tangga. Perubahan pada era </p> <p>disrupsi lebih menyerupai ledakan yang begitu besar, dapat </p> <p>menghancur ekosistem lama dan menggantinya dengan </p> <p>eksosistem baru yang sama sekali berbeda.</p> <p>Kita memasuki era dimana banyak gangguan yang </p> <p>diakibatkan oleh perubahan yang makin sering terjadi. </p> <p>Salah satu pendorong perubahan tersebut adalah </p> <p>kemajuan di bidang revolusi teknologi, perubahan struktur </p> <p>demografi, perubahan iklim, environment, dan geopolitik, </p> <p>yang juga mengubah lanskap pendidikan tinggi kita. Tentu </p> <p>saja perubahan yang terjadi harus disikapi dengan bijaksana agar </p> <p>perguruan tinggi mampu menanggapi tantangan jaman, </p> <p>ujarnya.</p> <p>Kita memasuki era revolusi industri 4.0 yang sungguh berbeda dari </p> <p>era sebelumnya. Revolusi industri generasi 1 yang dicirikan dengan </p> <p>tumbuhnya mekanisasi dan energi berbasis uap dan air. Revolusi </p> <p>industri generasi 2 dicirikan dengan berkembangnya energi listrik </p> <p>dan produksi massal. Revolusi industri generasi 3 dicirikan dengan </p> <p>tumbuhnya industri berbasis elektronika, teknologi informasi, </p> <p>serta otomatisasi. Revolusi industri generasi ke 4 dicirikan dengan </p> <p>berkembangnya Internet of Things yang diikuti dengan teknologi </p> <p>baru dalam data sciences, robotik, cloud, financial technology, dan </p> <p>seterusnya yang telah mendisrupsi inovasi-inovasi sebelumnya, </p> <p>tambahnya. </p> <p>Dr. Arif lantas menghimbau untuk bersiap menyesuaikan diri </p> <p>dengan tuntutan jaman. intinya perguruan tinggi sekarang harus </p> <p>bersiap menghadapi era disrupsi. Selain terus menyiapkan </p> <p>kurikulum yang memenuhi tuntutan jaman, berbagai fasilitas juga </p> <p>harus disiapkan dengan baik sehingga bisa menunjang </p> <p>pendidikan.</p> <p>Oleh karena itu hendaknya dosen dan tenaga kependidikan </p> <p>harus memiliki empati, bersedia mendengar dan memahami </p> <p>kebutuhan mahasiswa jaman now. Misalnya saja kuliah </p> <p>disampaikan dengan media interaktif agar lebih menarik, </p> <p>ujarnya.</p> <p>Pada kesempatan yang sama, Rektor Untad, Prof. Dr. Ir. H. </p> <p>Muhammad Basir SE, MS, mengucapkan selamat kepada para </p> <p>wisudawan atas keberhasilannya menyelesaikan studi di Kampus </p> <p>Untad ini.</p> <p>Terima kasih Rektor IPB yang bersedia menyampaikan orasi </p> <p>ilmiah di kampus kami, tuturnya. (awl/Zul)</p> <p>2</p> <p>FKH IPB Lakukan Pengambilan Sumpah 58 Dokter Hewan Baru, 7 Diantaranya dari Malaysia</p> <p>ekan Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Institut </p> <p>DPertanian Bogor (IPB), Prof.Srihadi Agung Priyono menyampaikan hingga saat ini FKH IPB tercatat telah meluluskan sebanyak 6.228 dokter hewan.</p> <p>Selamat kepada 58 dokter hewan baru yang hari ini </p> <p>diambil sumpahnya. Di antara lulusan dokter hewan hari </p> <p>ini, ada 7 (tujuh) orang dari Malaysia. Tahniah kepada </p> <p>saudara sekalian, ujarnya dalam sambutan Pengambilan </p> <p>Sumpah Dokter Hewan di Auditorium FKH Kampus IPB </p> <p>Dramaga Bogor (21/3).</p> <p>Pengucapan sumpah dokter hewan menjadi kewajiban </p> <p>bagi setiap lulusan dokter termasuk dokter hewan. Ini juga </p> <p>tanda bahwa wewenang dan pekerjaan profesi dokter </p> <p>hewan sangat berkaitan dengan nyawa dan keselamatan </p> <p>jiwa makhluk hidup. Sumpah ini juga menjadi koridor </p> <p>norma dan etika dalam hubungan dokter hewan dengan </p> <p>klien, sesama kolega dokter hewan dan masyarakat. </p> <p>Dokter hewan bukan hanya sekedar dokter yang </p> <p>memiliki ketrampilan klinikal untuk tindakan pengobatan </p> <p>dan penyembuhan. Tapi lebih luas dari itu. Dokter hewan </p> <p>jugamemiliki tanggung jawab dan peran dalam turut serta </p> <p>mewujudkan kesehatan lingkungan dan kesehatan </p> <p>masyarakat melalui penjaminan mutu dan kesehatan </p> <p>lingkungan, dan penjaminan mutu bahan pangan dan </p> <p>p r o d u k a s a l h e w a n , t a m b a h n y a .</p> <p>Dalam struktur tata kelola negara, ada dokter hewan </p> <p>pemerintah yang memiliki wewenang dalam urusan </p> <p>ekspor impor hewan atau produk asal hewan dan berbagai </p> <p>bahan terkait kesehatan hewan. Ini kaitannya dengan </p> <p>pengendalian dan pencegahan penyakit menular dan </p> <p>zoonosis serta kesejahteraan hewan. Dokter hewan tidak </p> <p>hanya menangani satu spesies, namun semua hewan yang </p> <p>memiliki keterkaitan dengan manusia, hewan ternak, hewan </p> <p>kesayangan, hewan yang dipelihara sebagai hobby, hewan </p> <p>tunggangan, hewan sport, unggas, satwa liar maupun satwa </p> <p>akuatik.</p> <p>Dengan potensi kerja yang luas tersebut, lulusan dokter hewan </p> <p>menjadi salah satu lulusan perguruan tinggi yang sangat </p> <p>diperlukan di pasar kerja. Terutama seiring dengan peningkatan </p> <p>pertumbuhan ekonomi, perkembangan yang cepat dari industri </p> <p>peternakan, pakan dan obat hewan dan juga peningkatan </p> <p>pembangunan daerah dan wilayah dalam bidang pertanian dan </p> <p>peternakan.</p> <p>Lulusan dokter hewan selalu habis terserap pasar. Dalam </p> <p>penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2017 lalu </p> <p>lebih dari 40 dokter hewan lulusan IPB diterima sebagai CPNS di </p> <p>berbagai instansi, imbuhnya.Menurutnya, informasi yang IPB </p> <p>peroleh dari para alumni di Malaysia, kiprah dokter hewan alumni </p> <p>FKH IPB membanggakan karena mereka menjadi dokter hewan </p> <p>yang diminati oleh para pengguna lulusan di Malaysia. </p> <p>Alhamdulillah sepertinya jejak bagus ini diikuti oleh para </p> <p>dokter hewan baru kali ini. Sebagian besar dari para dokter hewan </p> <p>baru yang diambil sumpah kali ini sudah bekerja, tuturnya.</p> <p>Sementara itu, dalam rangka meningkatkan mutu lulusan dokter </p> <p>hewannya, FKH IPB berturut-turut selalu memperoleh peringkat </p> <p>akreditasi A oleh BAN PT sejak 2001 hingga saat ini. Pada tahun </p> <p>2015, FKH IPB mendapatkan sertifikasi dari ASEAN University </p> <p>Network Quality Assurance (AUN-QA), dan pada saat ini sedang </p> <p>mempersiapkan diri untuk menuju akreditasi oleh Australasian </p> <p>Veterinary Board Council (AVBC) pada tahun 2020. Semua hal </p> <p>tersebut diupayakan dalam rangka memberikan penjaminan </p> <p>mutu bagi lulusan dan peningkatan peluang mereka untuk dapat </p> <p>dikenal dan bekerja tidak hanya di Indonesia, namun juga di </p> <p>manca negara. (dh/Zul) </p> <p>3</p> <p>Perkenalkan Hasil Ekspedisi di Kalimantan, Mahasiswa IPB Gelar Expo</p> <p>Himpunan Profesi Mahasiswa Silvikultur, Institut Pertanian Bogor (IPB), Tree Grower Community (TGC) mengadakan expo hasil ekspedisi pada </p> <p>tanggal 14-16 Maret 2018 di Koridor Pinus Fakultas Pertanian, Rabu (14/3). TGC merupakan himpunan keprofesian yang di dalamnya terdapat enam grup yaitu sistem agroforestry, three species group, forestry nutrition group, seedling, entomology, dan pathology, kata Ketua TGC, Qobus Dorojatun Mulyasara.</p> <p>Enam group yang ada dalam TGC ini merupakan grup yang mewakili ilmu-ilmu dari silvikultur dan tidak ada yang paling ditonjolkan dalam expo, karena semuanya penting.</p> <p>Kami ini dari enam grup keilmuwan itu sama semua, tidak ada yang ditonjolkan dalam expo ini, karena </p> <p>memang kami mewakili ilmu-ilmu dari silvikultur, dan mungkin tiap tahunnya ada pengembangan-pengembangan, ungkap Qobus. Expo ini diharapkan, agar orang-orang terutama mahasiswa banyak mengetahui tentang keilmuan silvikultur yang nantinya bisa diterapkan dalam kehidupan.</p> <p>Expo TGC yang mengangkat tema Ayo Kenal Lebih Dalam Tree Grower Community dan Silvikultur ini, merupakan salah satu acara untuk memperkenalkan hasil ekspedisi mahasiswa silvikultur Fakultas Kehutanan (Fahutan).</p> <p>Di Tree Grower Community, kami mempunyai program kerja meliputi eksplorasi, ekspedisi dan studi ilmiah. Output dari grup keilmuwan ini nanti kita kaji melalui eksplorasi, seperti tahun kemarin itu kita menggelar eksplorasi di Taman Nasional Tanjung Puting, Kalimantan Tengah. Hasilnya kami tampilkan melalui expo seperti yang sudah dilakukan seperti tahun tahun sebelumya, kata Nurhayati, Penanggung Jawab Expo Tree Grower Community.</p> <p>Expo ini merupakan program kerja dari Tree Grower Community yang sudah ada sebelumnya. Hanya memang setiap tahun pengemasannya berbeda-beda dan temanya juga berbeda. Untuk tahun ini, kami mengangkat tema, Ayo Kenal Lebih dalam Tree Grower Community dan Silvikultur, tambahnya. (AT/ris)</p> <p>Selesai Studi, Mahasiswa IPB Siap Hadapi Dunia Pasca Kampus</p> <p>Dunia pasca kampus penting untuk dipersiapkan sejak dini. Seringkali mahasiswa mengalami dilema usai menyelesaikan studi di perguruan </p> <p>tinggi. Himpunan Mahasiswa Peminat Ilmu-ilmu Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat (Himasiera), Institut Pertanian Bogor (IPB) mengadakan Talkshow dan Workshop Persiapan Dunia Pasca Kampus yang diselenggarakan Minggu, (18/3) di Auditorium Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) IPB.</p> <p>Pelatihan yang diselenggarakan oleh Divisi Public Relation (PR) dan Divisi Human Resource Development (HRD) Himasiera itu mengundang beberapa pemateri. Sesi pertama berupa talkshow diisi oleh Santo Kadarusman, seorang PR dan Marketing Event Manager di PT Singa Mas Indonesia dan Idham Husein, Owner dari @KOPIKIEU dan Former Campaign Leader di OLX.CO.ID. Selain talkshow, ada pula workshop yang dipandu oleh Rizman Gumilang dari SaGa Community, serta beberapa rangkaian materi tentang 'Beauty Class' yang diisi oleh Rayasha Make Up, </p> <p>Prima Yustisia dari VDM Shoes, Selly Yunelda dari Diindri Hijab, dan materi Men's Grooming' oleh Rizman Gumilang.</p> <p>Acara tersebut bertemakan Accelerate The Future Dreams: Create Our Own Profesional Benchmark and Looks dengan subtema yang diangkat yaitu 'Good Thinking Inside, Good Looking Outside.'</p> <p>Banyak para fresh graduate yang melamar pekerjaan dengan penampilan seadanya. Yang mereka pikirkan hanya soal nilai belajar di kuliah dan mental. Padahal, tim HRD di suatu perusahaan akan menilai para pelamar perusahaannya dengan first impression melalui penampilannya, tutur Tri Rakhmawati, Ketua Pelaksana acara tersebut.</p> <p>Materi yang disampaikan oleh Santo Kadarusman juga berkaitan dengan tips dan trik yang harus dipersiapkan para pelamar kerja agar siap menghadapi interview. Beliau juga memaparkan bahwa networking menjadi salah satu kunci penting di dunia pasca kampus, terutama saat melamar pekerjaan.</p> <p>Sesuai dengan subtema yang diangkat, materi terkait penampilan juga dibahas mendalam oleh beberapa pembicara, salah satunya workshop tentang berpenampilan menarik dan make up yang tepat untuk para pelamar kerja yang akan melakukan interview di perusahaan. Workshop tersebut melibatkan beberapa peserta acara agar para peserta memahami langkah-langkah untuk bisa berpenampilan menarik.</p> <p>Pastinya seru banget acaranya, karena sesuai dengan saya yang sebentar lagi akan lulus dan menghadapi dunia kerja. </p> <p>4</p> <p>Terutama tips-tips berpenampilan menarik juga diajarkan di acara ini. Jadi bertambah pengetahuannya soal persiapan interview, ungkap salah satu mahasiswa </p> <p>Pascasarjana IPB, Miranda Febriningtyas usai mengikuti acara tersebut. (NIN/ris)</p> <p>IPB Boyong Empat Juara di Islamic Economic Day 2018</p> <p>Prestasi membanggakan kembali diraih mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB). Mahasiswa IPB berhasil meraih gelar juara pada seluruh cabang lomba dalam rangkaian acara Islamic Economic Day (IED) 2018 yang diadakan di Depok, 14-15 Maret yang lalu. Acara Islamic Economic Day merupakan rangkaian kompetisi tentang Ekonomi Islam yang diadakan rutin tiap tahunnya oleh Sekolah Tinggi Ekonomi Islam (STEI) SEBI. Acara ini terdiri dari berbagai kompetisi mahasiswa tingkat nasional yaitu Muslimpreneur Competition, Creative Muslim Poster Design, Innovative Challenge, dan Dbattle of Islamic Economic.</p> <p>Sebanyak 39 perguruan tinggi di Indonesia yang berpartisipasi dalam kompetisi Islamic Economic Day 2018. Untuk Cabang Lomba Muslimpreneur Competition, tiga mahasiswa Ekonomi Syariah IPB yaitu, Muhammad Damar, Haura Rachmani, dan Arzaq Tahara berhasil meraih Juara Tiga. Juara 2 Lomba DBattle of Islamic Economic diraih tiga mahasiwa IPB yaitu Habibul Fuadi Hanif, Futiha Hikmatul Husna, dan M. Arif Ilyanto. Untuk lomba Creative Muslim Poster Design diraih Andita Ramadhanti yang berhasil meraih Juara Dua. Dalam kompetisi Innovative Challenge, mahasiswa IPB, Nur Badri berhasil meraih Juara Dua mengalahkan finalis-finalis lainnya. Ini adalah sebuah kebanggaan dan motivasi untuk mahasiswa agar terus berkarya dan berprestasi.</p> <p>Alhamdulillah, Allah berikan kemudahan di sela-sela aktivitas dan rutinitas. Allah selalu punya cara buat kita berkarya. IPB bisa meraih banyak juara dalam agenda yang luar biasa ini, ujar Arzaq. (AT/ris)</p> <p>Himagreto IPB Kenalkan Dampak Perubahan Iklim dengan Nonton Bareng</p> <p>Hi m p u n a n M a h a s i s w a A g r o m e t e o r o l o g i </p> <p>(Himagreto) Institut Pertanian Bogor (IPB) </p> <p>menggelar acara nonton bareng film 'An </p> <p>Inconvienent Sequel', Minggu, (18/3). Acara yang </p> <p>merupakan rangkaian kegiatan Meteorogical Day ini </p> <p>diselenggarakan di Cinemaxx Lippo Plaza Ekalokasari, </p> <p>Bogor. Acara ini dihadiri para siswa SMA, mahasiswa, </p> <p>dosen, dan masyarakat umum. Acara ini merupakan </p> <p>kerjasama dengan Climate Reality Project Indonesia. </p> <p>Untuk acara ini kami mengundang sebanyak 15 SMA di </p> <p>Bogor. Tiap SMA kami beri dua tiket gratis. Untuk sisanya </p> <p>kami menjual tiket kepada masyarakat umum, ujar </p> <p>Adnan Ramadhitya, Ketua Pelaksana Meteorological Day </p> <p>2018. </p> <p>Film berdurasi 110 menit ini merupakan film dokumenter </p> <p>yang menceritakan bagaimana bahayanya dampak </p> <p>perubahan iklim dari prespektif Al Gore. Perubahan iklim </p> <p>dapat membuat bumi menjadi panas, cuaca dingin yang </p> <p>buruk, kekeringan hingga kebakaran hutan. </p> <p>Kita telah memiliki data cuaca dan iklim terukur sejak tahun </p> <p>1900-an. Pada tahun 2000-an dunia mencatat bermunculannya </p> <p>rekor rekor baru seperti adanya bulan terpanas, tahun terpanas, </p> <p>tahun dengan curah hujan paling tinggi dan lain sebagainya. </p> <p>Rekor dunia pecah pada tahun 2016 yang disebut sebagai tahun </p> <p>terpanas sepanjang sejarah. Hal ini menimbulkan dampak </p> <p>poten...</p>

Recommended

View more >