Pariwara Vol 53 tahun 2018 - IPB Vol 053 Tahun... · Himpunan Mahasiswa Konservasi Sumber Daya Hutan…

  • Published on
    02-Mar-2019

  • View
    216

  • Download
    0

Embed Size (px)

Transcript

<p>Media Komunikasi InternalInstitut Pertanian Bogor</p> <p>Penanggung Jawab: Yatri Indah Kusumastuti Pimpinan Redaksi: Siti Nuryati Redaktur Pelaksana: D Ramdhani </p> <p>Editor : Aris Solikhah, Siti Zulaedah, Rio Fatahillah CP Reporter : Dedeh H, Awaluddin Fotografer: Cecep AW, Bambang A Layout : D Ramdhani Sirkulasi: Agus Budi P, Endih M, Untung Alamat Redaksi: Humas IPB Gd. Andi Hakim Nasoetion, Rektorat Lt. 1, Kampus IPB Dramaga Telp. : (0251) 8425635, Email: humas@apps.ipb.ac.id</p> <p>Volume 053/ Tahun 2018PARIWARA IPB</p> <p>Terbit Harian</p> <p>IPB Launching Bisnis Baru Bernama IPB Biz Travel &amp; Tours</p> <p>irektorat Bisnis dan Manajemen Aset Komersial </p> <p>DInstitut Pertanian Bogor (IPB) gelar Soft Launching IPB Biz Travel &amp; Tours. IPB Biz Travel &amp; Tours merupakan salah satu unit satuan usaha penunjang yang </p> <p>berada di bawah Direktorat Bisnis dan Manajemen Aset </p> <p>Komersial. Soft launching digelar di Selasar Gedung Andi </p> <p>Hakim Nasoetion, Kampus IPB Dramaga, (10/4).</p> <p>Rektor IPB, Dr. Arif Satria mengatakan IPB Biz Travel &amp; Tours </p> <p>merupakan upaya untuk meningkatkan kemampuan dan </p> <p>mengembangkan bisnis yang bisa adaptif terhadap </p> <p>berbagai macam kondisi.</p> <p>Ini langkah awal. Ada banyak langkah-langkah lain yang </p> <p>bisa dikembangkan terkait bisnis. Ke depan kita akan </p> <p>mengembangkan praktik market dengan potensi yang </p> <p>dimiliki masing-masing fakultas yang ada di IPB. Saya juga </p> <p>menghimbau kepada seluruh unit yang ada di IPB agar </p> <p>dalam melakukan aktivitas transportasi dan akomodasi bisa </p> <p>menggunakan jasa IPB Biz Travel &amp; Tours, ujarnya.</p> <p>Direktur Bisnis dan Manajemen Aset Komersial IPB, Dr. </p> <p>Jaenal Effendi, S.Ag, M.A., menyampaikan bahwa IPB Biz </p> <p>Travel &amp; Tours didirikan untuk mendukung pembangunan </p> <p>dan pengembangan bisnis IPB, salah satunya dengan </p> <p>penciptaan nilai tambah aset komersial IPB berbasis </p> <p>kepakaran dan sumberdaya melalui pengembangan </p> <p>technosociopreneurship.</p> <p>Menghadapi era Revolusi Industri 4.0, kami membuka </p> <p>layanan pembelian tiket perjalanan, pembuatan paspor </p> <p>2</p> <p>(hijau dan biru), travel &amp; tours dan wisata religi. Kami juga </p> <p>melayani ijin tinggal (visa) ke lebih dari 30 negara </p> <p>diantaranya adalah Inggris, Jepang, Mesir, Afrika Selatan, </p> <p>Amerika Serikat, Argentina, Australia, Austria, Bangladesh, </p> <p>Belanda, Belgia, Jerman dan lainnya ujarnya. </p> <p>Ada tiga cabang lokasi IPB Biz Travel &amp; Tours yakni di Kafe </p> <p>Taman Koleksi (Takol), Kampus IPB Baranangsiang. </p> <p>Sementara di Kampus IPB Dramaga, lokasinya di Gedung </p> <p>Rektorat Andi Hakim Nasoetion Lt 1 dan di Gedung Stevia.</p> <p>Sementara itu Wakil Rektor Bidang Inovasi, Bisnis dan </p> <p>Kewirausahaan, Prof. Dr. Erika Budiarti Laconi menghimbau </p> <p>kepada seluruh warga IPB untuk memanfaatkan layanan </p> <p>yang ditawarkan IPB Biz Travel &amp; Tours. IPB Biz Travel &amp; </p> <p>Tours ini murni milik IPB dan merupakan mimpi kita bersama </p> <p>untuk mewujudkan pelayanan kepada warga IPB </p> <p>khususnya, ujarnya. (dh/Zul)</p> <p>BEM FPIK IPB Gelar Sekolah Akselerasi</p> <p>Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor ( BEM FPIK IPB) menggelar acara bertajuk "Sekolah Akselerasi" yang </p> <p>dilaksanakan untuk pertama kalinya di Ruang Diskusi FPIK, Kampus IPB Dramaga, Minggu (8/4).</p> <p>Sekolah Akselerasi ini merupakan suatu rangkaian program kerja dari Departemen Pengembangan Sumberdaya Mahasiswa (PSDM) BEM FPIK 2018 yang bertujuan untuk menggembangkan potensi mahasiswa FPIK di bidang kepemimpinan, penulisan karya ilmiah, pengetahuan dan strategi sukses untuk mempersiapan dunia pasca kampus.</p> <p>"Ini adalah rangkaian acara dari beberapa kegiatan berupa pelatihan kepemimpinan, pelatihan kepenulisan karya ilmiah, seminar pasca kampus, pelatihan TOEFL dan nantinya ada juga First Step to Mapres," jelas Adi Nugroho, Ketua PSDM BEM FPIK 2018.</p> <p>Pelatihan Kepemimpinan dipilih menjadi program pembuka dalam rangkaian Sekolah Akselerasi ini yang bertujuan </p> <p>meningkatkan soft skill dan hard skill mahasiswa FPIK IPB. Pelatihan Kepemimpinan bertujuan mempersiapkan intelektualitas muda yang matang, memiliki j iwa kepemimpinan dalam mengolah organisasi dan mampu menciptakan karakter kepemimpinan yang tidak monoton. </p> <p>"Sesi acara dalam pelatihan kepemimpinan ini berupa pemaparan materi dari narasumber mengenai pentingnya mengasah jiwa kepemimpinan bagi generasi muda di era milenial ini," pungkas Adi.</p> <p>Dalam pelatihan ini hadir M. Sigit Susanto (Presiden Mahasiswa KM IPB Periode 2012 - 2013) dan Qudsyi Ainul Fawaid (Presiden Mahasiswa KM IPB Periode 2017-2018).</p> <p>"Materi pertama diisi oleh Kak Sigit yang membahas bagaimana cara mengelola organisasi yang baik, cara meningkatkan personal branding, dan tantangan pemuda milenial ke depan dalam meningkatkan kapasitas dirinya," jelas Adi.</p> <p>"Materi kedua diisi materi oleh Kak Qudsyi yang membahas mengenai permasalahan apa saja di organisasi serta bagaimana menyeimbangkan antara organisasi, akademik dan prestasi. Sesi ini menggunakan metode Focus Group Discussion yang mana peserta sangat interaktif, " tambahnya.</p> <p>Di akhir acara Adi menyampaikan harapannya mengenai Sekolah Akselerasi ini. "Harapan kita untuk output dari Sekolah Akselerasi ini yaitu dapat membentuk karakter dan identitas diri sehingga meningkatkan kualitas mahasiswa FPIK IPB. (ff/ris)</p> <p>4</p> <p>Himakova IPB Lakukan Ekspedisi Eksplorasi Fauna Flora ke Geopark Ciletuh</p> <p>Sebanyak 63 mahasiswa yang tergabung dalam tim </p> <p>Eksplorasi Fauna Flora Ekowisata Indonesia (Rafflesia), </p> <p>Himpunan Mahasiswa Konservasi Sumber Daya Hutan </p> <p>dan Ekowisata (Himakova), Fakultas Kehutanan Institut </p> <p>Petanian Bogor (Fahutan IPB) melakukan ekspedisi ke </p> <p>Geopark Ciletuh, Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat. </p> <p>Selama sepuluh hari di awal Februari lalu, tim bernama </p> <p>Rafflesia ini menggali potensi fauna, flora, gua, ekowisata </p> <p>dan sosial budaya masyarakat di kawasan Geopark Ciletuh.</p> <p>Dr. Ir. Agus Hikmat, M.Sc.F selaku pembina Himakova </p> <p>mengatakan bahwa ekspedisi Rafllesia ini merupakan </p> <p>kegiatan rutin sejak tahun 2007. Kawasan konservasi atau </p> <p>kawasan hutan yang pernah menjadi tujuan ekspedisi adalah </p> <p>Hutan Pendidikan Gunung Walat, Cagar Alam (CA) Gunung </p> <p>Simpang, CA Rawa Danau, CA Gunung Burangrang, Taman </p> <p>Nasional Gunung Halimun Salak, CA Tangkuban Perahu, CA </p> <p>Bojong Larang Jayanti, CA Gunung Tilu, Suaka Margasatwa </p> <p>Cikepuh dan CA Leuweung Sancang.</p> <p>Ekspedisi kali ini bertujuan melatih profesionalitas dan </p> <p>pengalaman lapangan di bidang konservasi bagi mahasiswa </p> <p>yang tergabung ke dalam Himakova, ujarnya.</p> <p>Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, Ekspedisi Rafflesia </p> <p>2018 tidak hanya dilaksanakan di kawasan konservasi tetapi </p> <p>juga dilakukan di kawasan geowisata yang memiliki potensi </p> <p>sumber daya yang menarik untuk dikaji. Ekplorasi kawasan </p> <p>Geopark Ciletuh dibagi ke dalam sembilan kajian oleh </p> <p>delapan Kelompok Pemerhati (KP) dan satu tim kajian. Yakni </p> <p>KP Mamalia, KP Burung, KP Herpetofauna, KP Kupu-Kupu, KP </p> <p>Flora, KP Gua, KP Ekowisata, Fotografi Konservasi dan tim </p> <p>kajian sosial budaya.</p> <p>Ekspedisi Rafflesia diharapkan dapat mendukung upaya </p> <p>konservasi sumber daya alam hayati, beserta pengelolaannya. </p> <p>Hasil Ekspedisi Rafflesia ini juga dapat mendukung </p> <p>pengelolaan kawasan Geopark Ciletuh sebagai situs warisan </p> <p>dunia yang telah dikukuhkan oleh UNESCO pada tahun 2015.</p> <p>Selain melakukan eksplorasi terhadap potensi sumber daya </p> <p>alam dan potensi sumber daya sosial budaya, tim Rafflesia </p> <p>juga melakukan kegiatan Sosialisasi Konservasi yang </p> <p>dilaksanakan di SMP Negeri 1 Waluran, Sukabumi. Sosialisasi </p> <p>Konservasi diikuti oleh beberapa peserta didik SMP Negeri 1 </p> <p>Waluran dan beberapa peserta didik SMLK Waluran.</p> <p>Dengan menggunakan metode fun learning tim Rafflesia </p> <p>mengajak para peserta didik untuk lebih mengenal dan </p> <p>mencintai segala sumber daya alam, sosial, dan budaya yang </p> <p>perlu dilestarikan. Kegiatan sosialisasi diakhiri dengan aksi </p> <p>menanam bibit pohon di lahan sekitar SMP Negeri 1 Waluran. </p> <p>Melalui aksi tanam bibit pohon ini peserta didik diajak untuk </p> <p>mewujudkan konservasi dalam lingkup yang sederhana.</p> <p>Menumbuhkembangkan jiwa konservasi pada generasi </p> <p>muda merupakan salah satu bukti pengabdian Himakova </p> <p>terhadap masyarakat, tambahnya. (**/Zul) </p> <p>Tak Hanya Unggul Akademik, Mahasiswa IPB Raih Juara II Kompetisi Futsal</p> <p>Himpunan Mahasiswa Teknik Sipil dan Lingkungan </p> <p>(Himatesil) Institut Pertanian Bogor (IPB), berhasil </p> <p>menyandang gelar juara II dalam kompetisi futsal </p> <p>tingkat nasional. Kompetisi ini khusus untuk mahasiswa se </p> <p>Jabodetabek dari departemen atau jurusan teknik sipil. </p> <p>Kompetisi ini digelar di Universitas Pancasila Jakarta (30/3).</p> <p>Kemenangan ini dimaksudkan untuk menunjukkan bahwa </p> <p>mahasiswa IPB tidak hanya piawai dalam akademik tetapi juga </p> <p>dalam hal non-akademik.</p> <p>Kita ingin menunjukkan kalau mahasiswa IPB itu tidak hanya </p> <p>unggul dalam hal akademik, tetapi juga non-akademik. Kita </p> <p>5</p> <p>bisa membuktikan itu dengan menjadi juara dua, kata </p> <p>Fadhel Febrian Ghafar, salah satu pemain dari tim futsal </p> <p>Himatesil.</p> <p>Kemenangan ini merupakan prestasi non-akademik pertama </p> <p>yang diraih oleh Himatesil. Sebelumnya mereka gagal </p> <p>meraih kemenangan di kompetisi yang serupa yang </p> <p>diadakan di Universitas Indonesia(UI).</p> <p>Ke depannya, Fadhel berharap agar prestasi-prestasi non-</p> <p>akademik mahasiswa IPB khususnya Himatesil bisa lebih </p> <p>menonjol dan seimbang dengan prestasi-prestasi akademik </p> <p>yang selama ini selalu diraih mahasiswa IPB.</p> <p>Sebenarnya selain ada komunitas belajar (akademik), di </p> <p>Himatesil juga ada komunitas untuk olahraga. Tujuannya agar </p> <p>ke depannya prestasi non-akademik bisa menonjol dan </p> <p>seimbang dengan prestasi akademik, ujarnya. (Ath/Zul)</p> <p>Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan Institut </p> <p>Pertanian Bogor (IPB), Seafast Center Lembaga </p> <p>Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat </p> <p>Institut Pertanian Bogor (LPPM IPB) dan Wisconsin Alumni </p> <p>Association bekerja sama mengadakan Studium Generale </p> <p>bertajuk Nanoteknologi dan Biosensor untuk Kualitas dan </p> <p>Keamanan Pangan bertempat di Auditorium Abdul Muis </p> <p>Nasution, Kampus IPB Dramaga, Jumat (6/4). Kuliah umum </p> <p>ini dihadiri sekiranya 90 orang dari berbagai institusi antara </p> <p>lain mahasiswa sarjana Ilmu dan Teknologi Pangan, </p> <p>mahasiswa Pascasarjana Magister Profesi Teknologi Pangan </p> <p>International University Liaison Indonesia, mahasiswa </p> <p>Exchange Warsawa Polandia, Badan Pengawas Obat dan </p> <p>Makanan (BPOM) serta hadir pula beberapa mahasiswa dari </p> <p>Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan dan Program Studi </p> <p>Ilmu Gizi IPB.</p> <p>Professor dalam bidang biological system engineering, </p> <p>Universitas Wisconsin- Madison, Prof Sundaram </p> <p>Gunasekaran hadir sebagai keynote speaker dalam kegiatan </p> <p>ini. Studium Generale ini dimoderatori Prof. Dr. Purwiyatno </p> <p>Hariyadi (Vice Chair Codex Allimentarius, Senior Scientist </p> <p>Seafast Center IPB) yang juga merupakan alumni dari </p> <p>Wisconsin University. Selain memberikan gambaran </p> <p>bagaimana Universitas Wisconsin dan kiprahnya dalam </p> <p>dunia penelitian, Professor asal India ini memaparkan banyak </p> <p>fakta dan penelitian menarik terkait kemanan pangan.</p> <p>Berdasarkan data di tahun 2014-2015, beberapa alasan </p> <p>penyebab penolakan ikan tuna impor dari Indonesia ialah </p> <p>karena sekitar 36 persen mengandung bakteri Salmonella. </p> <p>Has i l penel i t ian juga menunjukkan bahwa bukt i </p> <p>ketidakamanan pangan terjadi sekitar 21 persen karena </p> <p>berada di jalanan, 39 persen karena faktor rumah tangga dan </p> <p>20 persen karena penyajian makanan tersebut, ujar </p> <p>Prof.Guna.</p> <p>Ia menambahkan, untuk memudahkan konsumen dalam </p> <p>membedakan apakah suatu makanan layak dikonsumsi atau </p> <p>tidak ialah dengan adanya indikator warna. Hal inilah yang </p> <p>ditawarkan oleh metode biosensor dan nanoteknologi, yang </p> <p>mana dengan adanya rekayasa tertentu pada skala nano </p> <p>dapat mendeteksi adanya mikroba atau mikroorganisme </p> <p>pada makanan dengan memberikan warna tertentu pada tes </p> <p>sederhana.</p> <p>Sistem pengujian layak tidaknya makanan harus Simple, </p> <p>Rapid and Sensitive. Mikroorganisme senang hidup dalam </p> <p>kondisi manusia hidup. Ini yang menjadikan kita perlu lebih </p> <p>waspada. Oleh karena itu, gelatin sebagai salah satu bahan </p> <p>makanan yang sering digunakan dan aman untuk dikonsumsi </p> <p>dijadikan salah satu media dalam mendeteksi warna. Kondisi </p> <p>suhu juga menjadi salah satu pertimbangan dalam uji karena </p> <p>kondisi yang dingin membuat mikroba cenderung lambat </p> <p>untuk berkembang, ujarnya.</p> <p>Prof. Guna berharap konsumen harus lebih cerdas dalam </p> <p>memilih makanan, kebersihan dan keamanan menjadi </p> <p>penting. Setiap negara juga perlu memperhatikan keamanan </p> <p>pangannya, karena di Amerika Serikat sendiri jumlah korban </p> <p>meninggal akibat ketidakamanan pangan melebihi angka 10 </p> <p>ribu jiwa per tahun.</p> <p>Tampak hadir di ruangan, Kepala Seafast Center LPPM IPB, </p> <p>Prof. Nuri. Andarwulan, Sekretaris Seafast Center, Dr. Puspo </p> <p>Edi Giriwono, Kasubdit Kerjasama dan Hubungan </p> <p>International IPB, Dr. Ing Dase Hunaefi, Koordinator bidang </p> <p>Mutu dan Keamanan Pangan Seafast Center IPB, Dr.-Ing Azis B </p> <p>Sitanggang, Peneliti Departemen Ilmu Teknologi dan Pangan, </p> <p>Fakultas Teknologi Pertanian, Prof Dr. Hanny Wijaya, dan </p> <p>Presiden Asosiasi Alumni Wisconsin Indonesia, Jemmy </p> <p>Chayadi (FI/ris)</p> <p>IPB Gelar Kuliah Umum Nanoteknologi dan Biosensor untuk Kualitas dan Keamanan Pangan</p> <p>JADWAL AGENDA INSTITUT PERTANIAN BOGORPERIODE 11 - 30 APRIL 2018</p> <p>Rabu, 11 April 2018 Economics Business Plan "Build Up Your Creative Business For Millenials Generations</p> <p>Waktu : 19.00 - 21.00 WIB Tempat : Ruang Kuliah Pinus, Kampus IPB Dramaga Bogor Unit Penanggung Jawab : Hipotesa FEM IPB CP : Zuleman (088212400424)</p> <p>1</p> <p>Kamis, 12 April 2018 Focus Group Discussion (FGD) Sawit dan Deforestasi Hutan Tropika</p> <p>Waktu : 09.00 WIB- selesai Tempat : IPB International Convention Center BogorUnit Penanggung Jawab : FAHUTAN IPB CP : 0251-8621677 2</p> <p>Kamis, 12 dan 19 April 2018 Layanan Pemeriksaan Kesehatan Tempat : - Wisma Tamu Landhuis, Kampus IPB Dramaga (12 April 2018)- Aula Edtc- PKSL, Kampus IPB Baranang siang (19 April 2018)</p> <p>Unit Penanggung Jawab : Agrianita IPB CP : Ibu Lilis Bagus (08111103138)/ Bazaar : Ibu Yanti Wawan (08159149166) 3</p> <p>Sabtu, 14 April 2018 Businness Model Canvas Competition </p> <p>Unit Penanggung Jawab : Himagizi IPB CP : 085738087891</p> <p>5</p> <p>Jum'at, 13 April 2018Menerima Kunjungan SMA Kristen Tunas Bangsa Grand Cakung Bekasi</p> <p>Waktu : 08.45 WIB - selesaiTempat : Media Center, Gedung Rektorat Lt. 1 Kampus IPB Dramaga Unit Penanggung Jawab : Biro Komunikasi IPB CP : Rifki: 08995994990</p> <p>4</p> <p>Sabtu, 14 April 2018Bedah Buku "Mengambil Pesan</p> <p>Waktu : 08.00- 12.00 WIB Tempat : TPAI Al GhifariUnit Penanggung Jawab : Al Ghiffari, Rohis Vokasi IPBCP : Ikhwan: 082372942275 Akhwat...</p>