Pedoman Teknis Pengembangan Tanaman Kelapa Sawit

  • Published on
    19-Oct-2015

  • View
    199

  • Download
    0

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Pedoman Teknis Pengembangan Tanaman Kelapa Sawit

Transcript

<ul><li><p>PENINGKATAN PRODUKSI, </p><p>PRODUKTIVITAS DAN MUTU </p><p>TANAMAN TAHUNAN </p><p>DIREKTORAT JENDERAL PERKEBUNAN KEMENTERIAN PERTANIAN DESEMBER 2012 </p><p>PEDOMAN TEKNIS PENGEMBANGAN TANAMAN KELAPA SAWIT </p><p>TAHUN 2013 </p></li><li><p>iiiPedoman Teknis Pengembangan Tanaman Kelapa Sawit Tahun 2013 Pedoman Teknis Pengembangan Tanaman Kelapa Sawit Tahun 2013</p><p>Peningkatan Produksi, Produktivitas dan Mutu Tanaman Tahunan</p><p>KATA PENGANTAR </p><p>Sesuai dengan kebijakan pengembangan yang ditempuh, usaha perkebunan kelapa sawit yang sampai dengan akhir tahun 70 an hanya diusahakan sebagai perkebunan besar, semenjak awal tahun 80 an mulai dikembangkan usaha perkebunan rakyat melalui pola PIR. Pengembangan perkebunan rakyat dimaksud, ditempuh dengan penerapan praktek pertanian yang baik, dengan sumberdana kredit perbankan, dan melalui mekanisme kemitraan. </p><p>Melalui pendekatan yang dimaksud, maka perkebunan kelapa sawit mengalami perkembangan yang cukup pesat dan sekitar 40% merupakan usaha perkebunan rakyat. Terkait dengan pesatnya pengembangan yang dimaksud, sepanjang menyangkut usaha perkebunan rakyat, dipandang terdapat beberapa masalah yang cukup mendesak untuk segera dicari upaya pemecahannya, diantaranya adalah pengembangan kelapa sawit melalui perluasan kelapa sawit dan model-model peremajaan perkebunan rakyat.</p><p>Sehubungan dengan hal tersebut, dalam DIPA sub-sektor perkebunan tahun 2012 tersedia dana untuk pengembangan kelapa sawit. Dengan maksud memberikan kejelasan langkah pelaksanaannya dan tertib pelaksanaan </p><p>i</p></li><li><p>iv Pedoman Teknis Pengembangan Tanaman Kelapa Sawit Tahun 2013</p><p>Peningkatan Produksi, Produktivitas dan Mutu Tanaman Tahunan</p><p>DAFTAR ISI Halaman </p><p>KATA PENGANTAR iDAFTAR ISI iiiDAFTAR LAMPIRAN iv</p><p>I. PENDAHULUAN 1 A. Latar Belakang 1B. Sasaran Nasional 4</p><p> C. Tujuan 4</p><p>II. PENDEKATAN PELAKSANAAN KEGIATAN 6 A. Prinsip Pendekatan Pelaksanaan Kegiatan 7 B. Spesifikasi Teknis 12 </p><p>III. PELAKSANAAN KEGIATAN 15 A. Ruang Lingkup 15 B. Pelaksana Kegiatan 18 C. Lokasi, Jenis dan Volume 20 D. Simpul Kritis 20</p><p>IV. PROSES PENGADAAN DAN PENYALURAN BANTUAN</p><p>21</p><p>V. PEMBINAAN, PENGENDALIAN, PENGAWALAN DAN PENDAMPINGAN </p><p>23</p><p>VI. MONITORING, EVALUASI DAN PELAPORAN 23</p><p> VII. PEMBIAYAAN 25</p><p>VIII. PENUTUP 25</p><p>LAMPIRAN 27</p><p>iii</p><p>penyelenggaraannya bagi semua pihak terkait, maka disusun Pedoman Teknis Pengembangan Tanaman Kelapa Sawit. </p><p>Jakarta, Desember 2012 Direktur Jenderal Perkebunan </p><p>Ir. Gamal Nasir, MS. NIP. 19560728 198603 1 001 </p><p>ii</p></li><li><p>vPedoman Teknis Pengembangan Tanaman Kelapa Sawit Tahun 2013 Pedoman Teknis Pengembangan Tanaman Kelapa Sawit Tahun 2013</p><p>Peningkatan Produksi, Produktivitas dan Mutu Tanaman Tahunan</p><p>DAFTAR ISI Halaman </p><p>KATA PENGANTAR iDAFTAR ISI iiiDAFTAR LAMPIRAN iv</p><p>I. PENDAHULUAN 1 A. Latar Belakang 1B. Sasaran Nasional 4</p><p> C. Tujuan 4</p><p>II. PENDEKATAN PELAKSANAAN KEGIATAN 6 A. Prinsip Pendekatan Pelaksanaan Kegiatan 7 B. Spesifikasi Teknis 12 </p><p>III. PELAKSANAAN KEGIATAN 15 A. Ruang Lingkup 15 B. Pelaksana Kegiatan 18 C. Lokasi, Jenis dan Volume 20 D. Simpul Kritis 20</p><p>IV. PROSES PENGADAAN DAN PENYALURAN BANTUAN</p><p>21</p><p>V. PEMBINAAN, PENGENDALIAN, PENGAWALAN DAN PENDAMPINGAN </p><p>23</p><p>VI. MONITORING, EVALUASI DAN PELAPORAN 23</p><p> VII. PEMBIAYAAN 25</p><p>VIII. PENUTUP 25</p><p>LAMPIRAN 27</p><p>iii</p></li><li><p>vi Pedoman Teknis Pengembangan Tanaman Kelapa Sawit Tahun 2013</p><p>Peningkatan Produksi, Produktivitas dan Mutu Tanaman Tahunan</p><p>DAFTAR LAMPIRAN </p><p> Halaman</p><p>Lampiran 1. Lokasi Pelaksanaan Pengembangan Kelapa Sawit Tahun 2013 . 27</p><p>Lampiran 2. Lokasi dan volume kegiatan Pemeliharaan demplot Model- Model Peremajaan Kelapa Sawit </p><p> Rakyat Tahun 2013 ..28 </p><p>Lampiran 3. Lokasi dan volume kegiatan Pengembangan Model- </p><p>Model Peremajaan Kelapa Sawit Rakyat Tahun 2013 ..28 </p><p>Lampiran 4. Lokasi dan volume kegiatan Peningkatan Produktivitas Kelapa Sawit melalui Penggantian Benih Tidak Bersertifikat dengan Benih Unggul Bermutu Bersertifikat Tahun 2013 ...29 </p><p>iv</p></li><li><p>1Pedoman Teknis Pengembangan Tanaman Kelapa Sawit Tahun 2013</p><p>Peningkatan Produksi, Produktivitas dan Mutu Tanaman Tahunan</p><p>1</p><p>I. PENDAHULUAN</p><p>A. Latar Belakang </p><p>Komoditi perkebunan yang sebagian terbesar merupakan perkebunan rakyat, perjalanan sejarah pengembangannya antara usaha perkebunan rakyat dan perkebunan besar, berjalan sendiri-sendiri, tanpa ada kaitan kegiatan operasionalnya. Untuk pengembangan kelapa sawit, dengan maksud dapat secara langsung menerapkan praktek pertanian yang baik, maka pendekatan pengembangannya ditempuh melalui pengembangan perkebunan rakyat sebagai kebun plasma pola PIR. Melalui pendekatan tersebut, ternyata selain perkebunan kelapa sawit menjadi berkembang dengan pesat, sekaligus terbukti bahwa pengembangan kelapa sawit berdampak terhadap penanggulangan kemiskinan, penggangguran dan pengembangan wilayah.</p><p>Sebagai dampak keberhasilan yang dimaksud, maka berkembang dengan pesat gairah pengembangan kelapa sawit, baik dalam pertumbuhan maupun jangkauan penyebarannya. Terkait </p></li><li><p>2 Pedoman Teknis Pengembangan Tanaman Kelapa Sawit Tahun 2013</p><p>Peningkatan Produksi, Produktivitas dan Mutu Tanaman Tahunan</p><p>3</p><p>petani mampu. Diluar wilayah yang dimaksud, masih terdapat wilayah-wilayah yang perlu dikondisikan kesiapan kehadiran teknis perbankan atau tumbuhnya kegiatan secara swadaya, yaitu wilayah yang dipandang mempunyai ciri spesifik, antara lain: wilayah pasca bencana dan konflik, perbatasan, wilayah miskin dan tertinggal, wilayah bermasalah (menyebabkan timbulnya asap setiap tahun).</p><p>Dengan pertimbangan untuk dapat mengantarkan tumbuhnya kondisi kesiapan pengembangan perkebunan rakyat kelapa sawit pada wilayah spesifik dimaksud, maka kegiatan yang dilakukan bersifat introduksi. Berkenaan dengan hal tersebut, maka melalui DIPA Sub-Sektor Perkebunan tahun 2013 tersedia dana kegiatan pengembangan tanaman kelapa sawit melalui kegiatan perluasan, model-model peremajaan kelapa sawit dan penggantian benih tidak bersertifikat dengan benih unggul bersertifikat. Dalam rangka memberikan kejelasan langkah pelaksanaannya dan tertib pelaksanaan penyelenggaraannya, maka disusun Pedoman Teknis Pengembangan Tanaman Kelapa Sawit. </p><p>2</p><p>dengan pesatnya pertumbuhan yang dimaksud dan dilain pihak dihadapi keterbatasan kemampuan pelayanan, maka terjadi pengembangan perkebunan rakyat kelapa sawit secara swadaya yang kurang menerapkan praktek pertanian yang baik dan penggunaan benih tidak bersertifikat. Disamping itu, seiring dengan perjalanan pengembangan perkebunan rakyat kelapa sawit, maka dewasa ini telah mulai terdapat kebun-kebun kelapa sawit yang telah memasuki umur peremajaan. </p><p>Berkenaan latar belakang kondisi umum perkebunan rakyat kelapa sawit tersebut di atas, maka kedepan menjadi strategis untuk ditempuh upaya pemberdayaan usaha perkebunan rakyat kelapa sawit meliputi kegiatan : (i) Penggantian benih tidak bersertifikat; (ii) Pengembangan kelapa sawit pada wilayah spesifik; dan (iii) Pengembangan Model Peremajaan Perkebunan Rakyat Kelapa Sawit.</p><p>Secara umum kebijakan pengembangan perkebunan rakyat ditempuh melalui pendekatan penyediaan dukungan sumberdana kredit perbankan untuk wilayah sesuai dan petani kurang mampu serta pendekatan pola swadaya bagi </p></li><li><p>Pedoman Teknis Pengembangan Tanaman Kelapa Sawit Tahun 2013 3Pedoman Teknis Pengembangan Tanaman Kelapa Sawit Tahun 2013</p><p>Peningkatan Produksi, Produktivitas dan Mutu Tanaman Tahunan</p><p>3</p><p>petani mampu. Diluar wilayah yang dimaksud, masih terdapat wilayah-wilayah yang perlu dikondisikan kesiapan kehadiran teknis perbankan atau tumbuhnya kegiatan secara swadaya, yaitu wilayah yang dipandang mempunyai ciri spesifik, antara lain: wilayah pasca bencana dan konflik, perbatasan, wilayah miskin dan tertinggal, wilayah bermasalah (menyebabkan timbulnya asap setiap tahun).</p><p>Dengan pertimbangan untuk dapat mengantarkan tumbuhnya kondisi kesiapan pengembangan perkebunan rakyat kelapa sawit pada wilayah spesifik dimaksud, maka kegiatan yang dilakukan bersifat introduksi. Berkenaan dengan hal tersebut, maka melalui DIPA Sub-Sektor Perkebunan tahun 2013 tersedia dana kegiatan pengembangan tanaman kelapa sawit melalui kegiatan perluasan, model-model peremajaan kelapa sawit dan penggantian benih tidak bersertifikat dengan benih unggul bersertifikat. Dalam rangka memberikan kejelasan langkah pelaksanaannya dan tertib pelaksanaan penyelenggaraannya, maka disusun Pedoman Teknis Pengembangan Tanaman Kelapa Sawit. </p></li><li><p>4 Pedoman Teknis Pengembangan Tanaman Kelapa Sawit Tahun 2013</p><p>Peningkatan Produksi, Produktivitas dan Mutu Tanaman Tahunan</p><p>5</p><p>sawit rakyat, yang secara teknis dapat merupakan alternatif dari teknologi konvensional yang ada; </p><p>b. Memperoleh gambaran tentang tingkat pendapatan yang dapat dicapai dari tanaman tumpangsari pangan intensif; </p><p>c. Menemukan pendekatan paket teknologi peremajaan perkebunan kelapa sawit rakyat yang dipandang sesuai pada wilayah yang bersangkutan. </p><p>Jangka pendek : </p><p>a. Mendapatkan konsep teknologi alternatif peremajaan kelapa sawit rakyat tahun pertama dan kedua; </p><p>b. Mendapatkan konsep teknologi pengembangan tanaman tumpangsari pangan; </p><p>c. Mengetahui tingkat pendapatan usahatani pada model peremajaan kelapa sawit rakyat; </p><p>d. Mengetahui kendala-kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan kegiatan pengembangan model-model peremajaan kelapa sawit rakyat.</p><p>4</p><p>B. Sasaran Nasional </p><p>Sasaran kegiatan pengembangan tanaman Kelapa Sawit adalah terfasilitasinya pengembangan budidaya tanaman tahunan (kelapa sawit) pada perkebunan Kelapa Sawit Rakyat.</p><p>C. Tujuan</p><p>1. Kegiatan Perluasan tanaman kelapa sawit bertujuan sebagai berikut: a. Mendorong tumbuhnya usaha </p><p>perkebunan kelapa sawit rakyat pada wilayah dan petani spesifik. </p><p>b. Peningkatan produksi dan produktivitas kelapa sawit rakyat. </p><p>c. Peningkatan pendapatan masyarakat melalui pengembangan kelapa sawit rakyat pada wilayah spesifik dan memperluas kesempatan/peluang kerja. </p><p>2. Kegiatan Kegiatan pengembangan model-model peremajaan kelapa sawit rakyat bertujuan untuk: </p><p>Jangka panjang : </p><p>a. Mencari paket teknologi alternatif peremajaan perkebunan kelapa </p></li><li><p>Pedoman Teknis Pengembangan Tanaman Kelapa Sawit Tahun 2013 5Pedoman Teknis Pengembangan Tanaman Kelapa Sawit Tahun 2013</p><p>Peningkatan Produksi, Produktivitas dan Mutu Tanaman Tahunan</p><p>5</p><p>sawit rakyat, yang secara teknis dapat merupakan alternatif dari teknologi konvensional yang ada; </p><p>b. Memperoleh gambaran tentang tingkat pendapatan yang dapat dicapai dari tanaman tumpangsari pangan intensif; </p><p>c. Menemukan pendekatan paket teknologi peremajaan perkebunan kelapa sawit rakyat yang dipandang sesuai pada wilayah yang bersangkutan. </p><p>Jangka pendek : </p><p>a. Mendapatkan konsep teknologi alternatif peremajaan kelapa sawit rakyat tahun pertama dan kedua; </p><p>b. Mendapatkan konsep teknologi pengembangan tanaman tumpangsari pangan; </p><p>c. Mengetahui tingkat pendapatan usahatani pada model peremajaan kelapa sawit rakyat; </p><p>d. Mengetahui kendala-kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan kegiatan pengembangan model-model peremajaan kelapa sawit rakyat.</p></li><li><p>6 Pedoman Teknis Pengembangan Tanaman Kelapa Sawit Tahun 2013</p><p>Peningkatan Produksi, Produktivitas dan Mutu Tanaman Tahunan</p><p>7</p><p>A. Prinsip-Prinsip Pendekatan Pelaksanaan Kegiatan</p><p>Prinsip-prinsip pendekatan pelaksanaan kegiatan pengembangan tanaman kelapa sawit secara garis besar adalah sebagai berikut : </p><p>1. Perluasan Kelapa Sawit a. Wilayah perluasan kelapa sawit </p><p>merupakan wilayah perluasan perkebunan rakyat kelapa sawit dengan kondisi spesifik sebagai berikut : - Kabupaten Sanggau, Propinsi </p><p>Kalimantan Barat: dengan maksud merangsang pertumbuhan kegiatan ekonomi wilayah perbatasan Indonesia dengan Malaysia, dimana Sebelah Utara Kabupaten Sanggau berbatasan dengan Malaysia Timur;</p><p>- Kabupaten Bengkayang, Propinsi Kalimantan Barat: dengan maksud merangsang pertumbuhan kegiatan ekonomi wilayah perbatasan Indonesia dengan Malaysia; </p><p>- Kabupaten Aceh Utara, Propinsi Aceh: dengan maksud melakukan </p><p>6</p><p>3. Kegiatan peningkatan produktivitas kelapa sawit rakyat melalui penggantian benih tidak bersertifikat dengan benih unggul bermutu bersertifikat bertujuan untuk: </p><p>a. Menyediakan benih kelapa sawit unggul bermutu bersertifikat siap tanam untuk mengganti benih tidak bersertifikat milik petani yang akan dimusnahkan; </p><p>b. Mendemonstrasikan bentuk penegasan pemberantasan penggunaan benih kelapa sawit tidak bersertifikat; </p><p>c. Menanamkan kesadaran umum tentang bahaya penggunaan benih kelapa sawit tidak bersertifikat. </p><p>II. PENDEKATAN PELAKSANAAN KEGIATAN </p><p>Dengan maksud bantuan yang diberikan kepada petani pada kegiatan pengembangan tanaman kelapa sawit dimaksud dapat mendorong tumbuhnya kemampuan petani secara swadaya untuk mewujudkan perkebunan kelapa sawit yang layak teknik, maka prinsip pendekatan pelaksanaan kegiatan dan spesifikasi teknisnya disampaikan sebagai berikut : </p></li><li><p>Pedoman Teknis Pengembangan Tanaman Kelapa Sawit Tahun 2013 7Pedoman Teknis Pengembangan Tanaman Kelapa Sawit Tahun 2013</p><p>Peningkatan Produksi, Produktivitas dan Mutu Tanaman Tahunan</p><p>7</p><p>A. Prinsip-Prinsip Pendekatan Pelaksanaan Kegiatan</p><p>Prinsip-prinsip pendekatan pelaksanaan kegiatan pengembangan tanaman kelapa sawit secara garis besar adalah sebagai berikut : </p><p>1. Perluasan Kelapa Sawit a. Wilayah perluasan kelapa sawit </p><p>merupakan wilayah perluasan perkebunan rakyat kelapa sawit dengan kondisi spesifik sebagai berikut : - Kabupaten Sanggau, Propinsi </p><p>Kalimantan Barat: dengan maksud merangsang pertumbuhan kegiatan ekonomi wilayah perbatasan Indonesia dengan Malaysia, dimana Sebelah Utara Kabupaten Sanggau berbatasan dengan Malaysia Timur;</p><p>- Kabupaten Bengkayang, Propinsi Kalimantan Barat: dengan maksud merangsang pertumbuhan kegiatan ekonomi wilayah perbatasan Indonesia dengan Malaysia; </p><p>- Kabupaten Aceh Utara, Propinsi Aceh: dengan maksud melakukan </p></li><li><p>8 Pedoman Teknis Pengembangan Tanaman Kelapa Sawit Tahun 2013</p><p>Peningkatan Produksi, Produktivitas dan Mutu Tanaman Tahunan</p><p>9</p><p>metode pengamatan disusun bersama Direktorat Jenderal Perkebunan, Pusat Penelitian dan Dinas Perkebunan setempat;</p><p>b. Petani atau kelembagaannya dalam melaksanakan kegiatan peremajaan perkebunan kelapa sawit rakyat perlu menerapkan paket teknologi anjuran.</p><p>c. Dalam rangka meningkatkan ketrampilan teknis dan kebersamaan ekonomi petani, dilakukan kegiatan pelatihan peningkatan ketrampilan teknis dan Sistem Kebersamaan Ekonomi; </p><p>d. Paket kegiatan berupa pemeliharaan tahun kedua dan ketiga bagi wilayah yang telah mengembangkan model tahun 2011 dan 2012 dan paket peremajaan bagi wilayah yang baru melaksanakan tahun 2013.</p><p>3. Kegiatan Peningkatan Produktivitas Kelapa Sawit Rakyat Melalui Penggantian Benih Tidak Bersertifikat Dengan Benih Unggul Bermutu Bersertifikata. Daerah sasaran kegiatan </p><p>penggantian benih tidak bersertifikat dengan benih unggul </p><p>8</p><p>pembangunan wilayah dan pemberdayaan masyarakat pasca konflik Gerakan Aceh Merdeka. </p><p>- Kabupaten Nagan Raya, Propinsi Aceh: dengan maksud melakukan pembangunan wilayah dan pemberdayaan masyarakat pasca konfl...</p></li></ul>