Pembuluh Darah Dan Tekanan Darah

  • Published on
    11-Dec-2015

  • View
    41

  • Download
    10

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Sheren

Transcript

PEMBULUH DARAH DAN TEKANAN DARAH

PEMBULUH DARAH DANTEKANAN DARAHOleh :Muhammad Zul FahmiPembimbing :Kapten CKM dr.Hadi Zulkarnain, M.ked (Card)

RSUD CUT NYAK DHIENMEULABOH

PEMBULUH DARAH DAN TEKANAN DARAHPENDAHULUANSebagian besar sel tubuh tidak berkontak langsung dengan lingkungan eksternal, namun sel sel ini harus melakukan pertukaran dengan lingkungan tersebut, misalnya menyerap O2 dan nutrien serta mengeluarkan zat sisa. Selain itu, berbagai pembawa pesan kimiawi harus diangkut di antara sel sel untuk melaksanakan aktivitas yang terpadu. Agar pertukaran jarak jauh ini tercapai, maka sel sel dihubungkan satu sama lain dan dengan lingkungan eksternal oleh sistem vaskular (pembuluh darah). Darah diangkut ke semua bagian tubuh melalui suatu sistem pembuluh yang membawa pasokan segar ke semua sel sekitarnya sembari membersihkan zat zat sisa.Untuk mempertahankan homeostatis, organ perekondisi menerima aliran darah melebihi kebutuhan mereka sendiri.Darah terus menerus mengalami rekondisi sehingga komposisinya relatif konstan meskipun bahan bahannya terus dikuras untuk menunjang aktivitas metabolik dan selalu mendapat tambahan zat sisa dari jaringan. Organ organ yang merekondisi darah normalnya menerima jauh lebih banyak darah daripada yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan metaboliknya, sehinnga dapat menyesuaikan kebutuhan darah tambahan untuk mencapai homeostatis.

Sebagian besar curah jantung di distribusikan ke saluran cerna ( untuk menyerap nutrien), ke ginjal (untuk membuang zat sisa metabolik dan menesuaikan komposisi air dan elektrolit), dan kulit ( untuk mengeluarkan panas). Alian darah ke organ lain seperti jantung ,otot rangka ,dan sebagainya semata-mata untuk memenuhi kebutuhan menurut tingkat aktivitasnya.Laju aliran darah melalui suatu pembuluh (yaitu, volume darah yang lewat per satuan waktu) berbanding lurus dengan gradien tekanan dan berbanding terbalik dengan resistensi vaskular :

F = PRDimana :F= laju aliran melalui suatu pembuluhP= gradien tekananR = Resistensi pembuluh darahGRADIEN TEKANANGradien tekanan adalah perbedaan tekanan antara awal dan akhir suatu pembuluh. Darah mengalir dari daerah dengan tekanan lebih tinggi ke daerah dengan tekanan lebih rendah mengikuti penurunan gradien tekanan, semakin besar gradien tekanan yang mendorong darah melalui suatu pembuluh, semakin besar laju aliran melalui pembuluh tersebut.(Gambar 10-2a).

RESISTENSI Faktor lain yang mempengaruhi laju aliran darah melalui suatu pembuluh adalah resistensi, yaitu ukuran tahanan atau oposisi terhadap aliran darah yang melalui suatu pembuluh, akibat friksi antara cairan yang bergerak dan dinding vaskular yang diam.Resistensi terhadap aliran darah bergantung pada tiga faktor :1. viskositas darah2. panjang pembuluh3. jari jari pembuluh, yaitu faktor terpenting.

Anyaman pohon vaskular terdiri dari arteri, arteriol, kapiler, venula, dan vena.Pada sirkulasi sistemik, arteri yang membawa darah dari jantung ke organ, bercabang membentuk pohon pembuluh darah yang semakin kecil dengan berbagai cabang menyalurkan darah ke berbagai bagian tubuh. Ketika mencapai organ yang didarahinya, arteri kecil bercabang cabang membentuk banyak arteriol. Volume darah yang mengalir melalui suatu organ dapat disesuaikan dengan mengatur kaliber (garis tengah internal) arteriol organ tersebut. Arteriol kemudian bercabang cabang di dalam organ menjadi kapiler, pembuluh terkecil, tempat terjadinya pertukaran antara darah dengan sel sekitarnya. Pertukaran di kapiler ini adalah tujuan utama sirkulasi ; semua aktivitas lain sistem ditujukan untuk menjamin distribusi darah ke kapiler untuk pertukaran dengan semua sel. Kapiler kapiler menyatu kembali membentuk venula kecil, yang lebih lanjut menyatu membentuk vena kecil yang keluar dari organ. Vena vena kecil secara progresif menyatu atau berkonvergensi untuk membentuk vena besar yang akhirnya mengalirkan isinya ke jantung. Arteriol, kapiler, dan venula secara kolektif disebut sebagai mikrosirkulasi, karena pembuluh pembuluh ini hanya dapat dilihat dengan mikroskop. Pembuluh mikrosirkulasi semuanya terletak di dalam organ. Sirkulasi paru terdiri dari tipe tipe pembuluh darah yang sama, kecuali bahwa semua darah dalam sistem ini mengalir antara jantung dan paru. Jika disambung dari ujung ke ujung maka seluruh pembuluh darah di tubuh dapat mengelilingi bumi dua kali !

ArteriArteri dibentuk khusus untuk :1.saluran transit cepat bagi darah dari jantung ke berbagai organ (karena jari-jarinya besar, arteri tidak banyak menimbulkan resistensi terhadap aliran darah)2.Berfungsi sebagai reservoar (penampung) tekanan untuk menghasilkan gaya pendorong bagi darah ketika jantung dalam keadaan relaksasi.Dimana arteri juga berfungsi sebagai reservoar tekanan. Karena sifat elastisnya, arteri mengembang untuk mengakomodasi volume ekstra darah yang dipompa ke dalamnya oleh kontraksi jantung dan kemudian mengecil (recoil) untuk terus mendorong darah ketika jantung melemas dan tidak memompa darah ke dalam sistem. (gambar 10-6)

Tekanan Sistol dan Tekanan Diastol

Tekanan sistol adalah tekanan puncak yang ditimbulkan oleh semburan darah terhadap dinding pembuluh sewaktu sistol jantung, rerata adalah 120 mmHg.

tekanan diastol adalah tekanan minimal di arteri ketika darah terkuras ke dalam pembuluh di sebelah hilir sewaktu diastol jantung, rerata adalah 80 mmHg.

Tekanan NadiDenyut yang dapat dirasakan di sebuah arteri yang terletak dekat dengan permukaan kulit disebabkan oleh perbedaan antara tekanan sistolik dan diastolik. Perbedaan tekanan ini disebut tekanan nadi. Ketika tekanan darah 120/80 mmHg, tekanan nadi adalah 40 mmHg (120 mmHg 80 mmHg).Tekanan arteri rerata adalah gaya pendorong utama aliran darah.Tekanan arteri rerata adalah tekanan rerata yang mendorong darah maju menuju jaringan sepanjang siklus jantung. Jadi tekanan arteri rerata ini bukanlah nilai tengah antara tekanan sistolik dan diastolik. Penyebabnya adalah bahwa dalam setiap siklus jantung tekanan arteri lebih dekat dengan tekanan diastolik daripada tekanan sistolik untuk periode yang lebih lama.

Rumus tekanan arteri rerata :Tekanan arteri rerata = Tekanan diastolik + 1/3 tekanan nadi

Pada 120/80, tekanan arteri rerata =80 mmHg + (1/3) 40 mmHg = 93 mmHgTHANKS FOR YOUR ATTENTION