Pemeriksaan Darah Tepi Rutin

  • Published on
    22-Oct-2015

  • View
    225

  • Download
    21

Embed Size (px)

Transcript

  • PemeriksaanDarah Tepi RutinBagian / Instalasi Patologi KlinikFak.Kedokteran Unair / RSU Dr.Sutomo2005

  • Tahap-tahap HemopoisisS.I.H proliferasiAnak-Sel diferensiasiSel Prekursor-prekursor maturasiEritrosit - Lekosit - Trombosit

  • HEMOPOISISSIH

    CFU-GEMM CFU-LIM

    BFU-E CFU-GM CFU-MEG LIM-B LIM-T

    PRONORMO

    NORMOBLAST

    RETIKULOSIT

    ERITROSIT NETRO EOS BASO MONO TROMBO LIM-B LIM-T

  • Kiri kekanan : Normoblast basofilik, normoblast ortokromatik, limfosit .

  • Normoblast basofilik , Normoblast polikromatofilik , Normoblast ortokromatik

  • Retikulositosis pada Talasemia-Sel Bulan Sabit (Sickle Cell- Thalassemia

  • E R I T R O S I T:Komposisi eritrositSel eritrosit terdiri dari :- 60% air- 28% hemoglobin :* pigmen darah* sarana transport O2* 96% rantai globin* 4% heme- 7% lemak- Sisa: karbohidrat, elektrolit, ensim, metabolit

  • 3 aspek penting eritrosit :- membran- hemoglobin- jalur metabolisme aktif I. Membran eritrosit : terdiri dari lipid-2-lapis dgn ditunjang protein struktural:50% - protein ( protein periferal :spektrin,aktin,ankyrin ; protein integral: glikoforin, Band-3, Band-4.1)40% - lipid(60% fosfolipid,30% kholesterol, 10% glikolipid)10% - karbohidrat (dibag.luar sbg Ag-gol.darah ABH dan Lewis)

  • II. Struktur & komposisi mol.Hb : - 95% berat kering eri didominasi mol.Hb- sintesis Hb : 65% pada fase maturasi eritrosit berinti, 35% pada fase retikulosit .- Mol.Hb tersusun atas tetramer globin (1 pas.rantai globin- dan 1 pas.rantai globin- non-) serta 4 grup heme (sbg cincin protoporfirin yang mengikat Fe)- Rantai globin disintesis di ribosom ; Heme / protoporfirin di mitokondria .

  • Varian Hb pada keadaan normal : Hb-embrionik : HbGower1,HbGower2,HbPortlandHbFetal (HbF=22) : dominan pada janinHb-dewasa (HbA=22) : dominan pada anak & dewasa ; (HbA2=22)Rantai globin penyusun mol.Hb : rantai-globin-,,, (sintesis rantai- diatur melalui kromosom-16, rantai-non- atau ,, pada kromosom-11)

  • Fungsi Hb :

    - Angkut O2 ke jaringan2 dan CO2 kembali ke paru .Bila O2 dilepaskan(deoksigenasi) , rantai2 globin- terbuka 2,3-DPG tertangkap afinitas thdp O2 O2 mudah dilepaskanPada fase oksigenasi, kedua rantai- saling mendekat afinitas thdp O2 O2 sulit dilepaskan

  • Hubungan tek.partial O2 dlm darah dengan % saturasi O2 di Hb terlihat pada Kurva Disosiasi O2 dari hemoglobin .P50O2=tek.partial O2 pada 50% saturasi Hb (Normal=27 mmHg)Pada afinitas O2 yg , kurva bergeser kekiri (P50 ) dan sebaliknya .Pada kadar 2.3-DPG/H+/CO2 yg > , kurva bergeser kekanan pelepasan O2 .HbF kurang mengikat 2.3-DPG kurva bergeser kekiri pelepasan O2 sulit .

  • III. Metabolisme Eritrosit:

    - Jalur utama: glikolisis anaerobik (90%) via jalur Embden-Meyerhof, karena eritrosit tak punya mitokondria- Glukosa laktat .- Sintesis ATP ( 2ATP/mol.glukosa)- Terbentuk NADH utk reduksi metHb HbTerbentuk 2.3-DPG utk mengatur afinitas Hb terhadap O2

  • Jalur Pentose-Phosphate(Hexose-Monophosphate =HMP shunt)

    - Glu-6P 6-PG dan Fru-6P- Terbentuk NADPH - berikatan dgn glutation melindungi sel dari stres oksidatif (H2O2 produk obat/infeksi) - Mempertahankan reduced-Hb

  • Pemeriksaan Laboratorium Hematologi Rutin SederhanaPemeriksaan ini merupakan pemeriksaan lab.hematologi yg paling sering dilakukanPemeriksaan lab.hematologi rutin sederhana dikerjakan dengan cara manual atau dengan alat hitung sel darah otomatis.Pemeriksaan dengan cara manual sudah banyak dilakukan, tetapi beberapa cara manual masih menjadi metode acuan .

  • Termasuk pemeriksaan ini :- Kadar Hb- Hematokrit atau Packed Cell Volume (PCV)- Hitung Eritrosit- Indeks Eritrosit (MCV, MCH, MCHC)- Laju Endap Darah (LED)- Hitung Retikulosit- Hitung Lekosit- Hitung Jenis Lekosit- Evaluasi Hapusan Darah Tepi

  • Pemeriksaan Darah LengkapYang dimaksud dgn pemeriksaan Darah Lengkap yaitu pemeriksaan yang terdiri dari:

    - penentuan kadar Hb- Laju Endap Darah (LED)- Hitung Lekosit- Hitung Jenis Lekosit

    ini utk lab yang masih menggunakan cara manual .

  • Di lab. yang sudah menggunakan alat elektronik/otomatik,pemeriksaan darah lengkap lazim disebut dengan CBC (Complete Blood Count) dan parameter yang diperiksa tergantung dari alat otomatik yang dipakai .

  • Arti Pemeriksaan Darah LengkapMembantu menentukan diagnosis suatu penyakit .Memberi informasi adanya proses patologis dlm darah/tubuh .Alat monitor kemajuan penderita atau mengetahui efek/hasil suatu pengobatan

  • Penentuan Kadar Hb :1. Metode Sianmethemoglobin- cara ini = metode acuan utk kadar Hb .- prinsip pemeriksaan :

    a. darah + lar. Drabkin K3Fe(CN)6 mengoksidasi Hb(Fe2+) menjadi metHb (Fe3+) . b. MetHb + KCN SianmetHb.c. Perubahan warna diukur pada alat Spektrofotometer dgn =540 nm

  • Alat yang diperlukan : * Spektrofotometer* Tabung2 13x100 mm* Pipet Sahli

    Reagensia :* Lar.Drabkin : R/ NaHCO31.0 g K3Fe(CN)60.2 g KCN0.05 g Aquadest ad 1000 ml(simpan dlm botol coklat, suhu kamar, 1 bulan)

  • Prosedur kerja :Pipet 5 ml lar.Drabkins kedalam 2 tabung Tambah 20 l darah kapiler/EDTA kedalam tabung ke-2 campur dan bilas beberapa (3-5)kali .Biarkan pada suhu kamar 10 menitPindahkan campuran ke kuvet baca absorben pada spektrofotometer dgn 540 nm dgn blanko lar.Drabkins (tabung ke-1)

  • 5. Pada kuvet lain, masukkan lar.Standar HiCN yg sudah diketahui kadarnya, baca pd alat dgn =540 nm .

    Kalkulasi :

    Kadar Hb pasien = Absorben sampel --------------------- x Konsentr. Std.Hb Absorben Standr.Hb

  • Cara Membuat Kurva Standar Hb :- lakukan pengenceran larutan standar SianmetHb (lihat tabel)

  • Dengan kertas grafik-semilog, catat kadar Hb (g/dl) pada absis dan densitas optik pada ordinat sehingga didapatkan kurva garis lurus .

    Dengan kurva Standar-Hb ini akan mempermudah dan mempercepat perhitungan kadar Hb .

  • Penentuan Kadar Hb :2. Metode Hematin Asam (Sahli)Prinsip : darah + lar.HCl Hb diubah oleh HCl menjadi hematin-asam .Setelah hematin-asam terbentuk sempurna (10 menit) encerkan dgn akuadest sampai warnanya sama dgn warna standar baca kadar Hb pada skala di tabung Sahli Cara ini cepat, simpel, murah , tapi akurasinya kurang (kesalahan >10%)

  • - Alat yang diperlukan :Hemoglobinometer Sahli-Adam, terdiri dari : - Gelas berwarna coklat (standar-warna)- Tabung Sahli dgn skala (dlm g% atau g/dl).- Pipet Sahli dgn volume 20 cmm .- Pengaduk dari gelas .- Pipet pasteur .

  • Reagensia :- larutan HCl 0.1N - Akuadestilata .

    Prinsip pemeriksaan : - Hb + asam lemah asam hematin (gelap) - lar.asam hematin diencerkan sampai warnanya sama dgn warna standar .

  • - Prosedur pemeriksaan :Isi tabung Sahli dgn lar.HCl 0.1N sampai angka 2 g% .Hisap darah kapiler atau sampel darah-EDTA dgn pipet Sahli sampai tepat pada tanda 20 cmm (=20 l)Bersihkan bagian luar pipet dengan kapas/kertas tissue kering (hati-2)Tiup darah dari pipet kedalam lar.HCL 0.1N dalam tabung Sahli (hati-2 jangan sampai timbul gelembung udara)

  • 5. Bilas pipet Sahli beberapa kali dgn lar.HCl dalam tabung Sahli (isap & tiup lar.HCl beberapa kali)

    6. Biarkan 10 menit untuk terbentuknya hematin-asam yg sempurna (minimal 95%)

    7. Encerkan lar.hematin-asam dgn akuadest tetes demi tetes sambil diaduk sampai warna larutan sama dgn warna standar pada gelas-kotak .

    8. Baca meniskus larutan pada tab.Sahli (g% atau g/dl)

  • - Perhatikan :Warna standar kotak-Sahli dapat berubah perlu di kalibrasi dgn metode SianmetHb sebagai acuan hitung Faktor-Koreksi cantumkan pada Kotak- Sahli .

    Lakukan Kalibrasi setiap kali diduga warna standar telah berubah atau hasil pembacaan cara Sahli meragukan .

  • - Cara menentukan Faktor-Koreksi :Periksa minimum 10 sampel darah dgn cara Sahli dan SianmetHb (alat sudah dikaliberasi)Hitung rata2 nilai Hb-Sahli (mis : X g/dl) ; dan rata2 nilai Hb-Sianmet (mis : Y g/dl)Nilai yg dianggap benar (nilai Hb-Sianmet = Y) = Faktor-Koreksi (F) x Nilai Hb-Sahli (=X) Y = F x XF = Y : X

  • - Sebab-sebab kesalahan ( >10%) :Alat/reagensia kurang sempurna :- volume pipet Hb tdk tepat 20 cmm- warna standar sering sudah berubah- kadar lar.HCl berubah (harus sering dicek)2. Pengambilan darah kurang baik3. Penglihatan pemeriksa terganggu .4. Bias, intensitas sinar (penerangan)

  • Hematokrit (Hct) / Packed Cell Volume (PCV) : Prinsip : darah dgn antikoagulan dimasukkan dalam tabung, dipusingkan dgn kecepatan tertentu dan dalam waktu tertentu , sehingga sel darah merah dimampatkan .

    Tingginya kolom sel darah merah yg dimampatkan dibaca sebagai Hematokrit (dinyatakan dalam % vol.sel darah merah terhadap volume darah seluruhnya)

  • Nilai hematokrit sebanding / sesuai dgn nilai kadar Hb dan jumlah sel darah merah

    plasma

    a buffy coat

    b sel darah merah

    Hct / PCV = b/a x 100%

  • Juml.EritrositKadar Hb parameter AnemiaHematokrit

    Nilai normal Hct tergantung :-Usia-Jenis kelamin-Geografis; Hct didataran tinggi > pesisir

  • - Harga normal Hematokrit :Saat lahir : 50-62%Usia 1 t

Recommended

View more >