pemisahan campuran resmi

  • Published on
    06-Oct-2015

  • View
    8

  • Download
    1

Embed Size (px)

DESCRIPTION

hhh

Transcript

<p>I.Judul Percobaan: Pemisahan CampuranII.Hari/Tanggal Percobaan: Jumat/ 22 November 2013; 13.30 WIBIII.Selesai Percobaan: Jumat/ 22 November 2013; 17.00 WIBIV.Tujuan Percobaan:1. Memisahkan zat padat dari zat cair2. Memisahkan zat padat dari zat padat3. Memisahkan zat cair dari zat cairV.Tinjauan PustakaMetode pemisahan merupakan cara yang digunakan untuk memisahkan atau memurnikan suatu senyawa atau sekelompok senyawa yang mempunyai susunan kimia yang berkaitan dari suatu bahan, baik dalam skala laboratorium maupun skala industri. Metode pemisahan bertujuan untuk mendapatkan zat murni dari suatu campuran, sering disebut sebagai pemurnian dan juga untuk mngetahui keberadaan suatu zat dalam (analisis laboratorium).Campuran adalah materi yang terdiri atas dua macam zat atau lebih dan masih memiliki sifat sifat zat asalnya.Jika kita mencampur minyak dan air, terlihat ada batas diantara kedua cairan tersebut.Jika kita mencampur dengan alkohol batas antara keduanya tidak terlihat.Minyak dan air membentuk campuran heterogen.Campuran heterogen adalah campuran yang tidak serba sama, membentuk dua fasa atau lebih dan terdapat batas yang jelas diantara fasa fasa tersebut. Alkohol dan air membentuk cmapuran homogen. Campuran homogen adalah campuran yang serba sama di seluruh bagiannnya dan membentuk satu fasa. Contoh campuran heterogen : Campuran tepung beras dengan air Campuran kapur dengan pasir Campuran serbuk besi dengan karbon.Contoh campuran homogen : Campuran gula atau garam dapur dengan air Air teh yang sudah disaring Campuran gas di udara.Campuran homogenbiasa disebut larutan.Larutanadalah campuran homogen antara zat terlarut (solute) dan zat pelarut (solvent).Larutan dapat berwujud padat, cair, dan gas.1. Larutan berwujud padat. Larutan berwujud padat biasa ditemukan pada paduan logam. Contohnya : Kuningan yang merupakan paduan seng dan tembaga.2. Larutan berwujud cair. Contohnya : Larutan gula dalam pelarut air.3. Larutan dalam wujud gas. Contohnya : Udara yang terdiri atas bermacam-macam gas, diantaranya adalah nitrogen, oksigen, dan karbon dioksida.</p> <p>DASAR PEMISAHAN CAMPURANZat atau Materi dapat dipisahkan dari campurannya karena campuran tersebut memiliki perbedaan sifat, itulah yang mendasari pemisahan campuran atau dasar pemisahan. Beberapa dasar pemisahan campuran antara lain sebagai berikut :1. Perbedaan Ukuran PartikelJika ukuran partikel suatu zat yang diinginkan berbeda dengan zat yang tidak diinginkan (zat pencampur) dapat dipisahkan dengan metode penyaringan (metode filtrasi).Untuk keperluan ini kita harus menggunakan penyaring dengan ukuran yang sesuai. Partikel zat hasil akan melewati penyaring dan disebuthasil penyaringandan zat pencampurnya akan terhalang dan disebutresidu/ ampas.2. Perbedaan Titik didihUntuk memisahkan campuran zat yang memiliki perbedaan titik didih, kita dapat melakukannya denganmetode destilasi. Zat yang memiliki titik didih lebih tinggi akan lebih dulu menguap. Jika yang kita inginkan adalah zat yang memiliki titik didih yang lebih tinggi, maka langkah selanjutnya kita mengembunkan uap dari zat tersebut (pendinginan) dan mengalirkannya ke wadah tertentu. Jika yang kita inginkan adalah zat yang memiliki titik didih lebih rendah, maka kita cukup memanaskan campuran tersebut saja, sampai suhu mencapai titik didih zat yang akan kita cari.</p> <p>3. Perbedaan KelarutanSuatu zat selalu memiliki spesifikasi kelarutan yang berbeda, artinya suatu zat mungkin larut dalam pelarut A tetapi tidak larut dalam pelarut B, atau sebaliknya. Secara umum pelarut dibagi menjadi dua, yaitu pelarut polar (pelarut yang memiliki kutub), seperti air, dan pelarut nonpolar (disebut juga pelarut organik) seperti alkohol, aseton, methanol, petrolium eter, kloroform, dan eter.Dengan hal menggunakan perbedaan kelarutan, kita dapat memisahkan campuran dengan pelarut tertentu.4. Perbedaan PengendapanSuatu zat akan memiliki kecepatan mengendap yang berbeda dalam larutan yang berbeda. Zat yang memiliki berat jenis lebih besar daripada pelarutnya akan mudah mengendap. Bila dalam suatu campuran mengandung satu atau beberapa zat dengan kecepatan pengendapan yang berbeda, kita dapat melakukan pemisahan campuran tersebut dengan metode sedimentasi atau sentrifugsi atau pemusingan. Jika dalam campuran terdapat lebih dari satu zat yang akan kita inginkan, maka digunakan metode presipitasi yang dikombinasi dengan metode filtrasi.5. Difusi (bergerak mengalir dan bercampur)Dua macam zat berwujud cair atau gas bila dicampur dapat berdifusi satu sama lain. Aliran ini dapat dipengaruhi oleh muatan listrik. Listrik yang diatur sedemikian rupa (baik besarnya tegangan maupun kuat arusnya) akan menarik partikel zat hasil ke arah tertentu untuk memperoleh zat murni. Metode pemisahan campuran dengan menggunakan bantuan listrik disebut elektrodialisis. Selain itu kita mengenal juga istilah elektroforesis, yaitu pemisahan zat berdasarkan banyaknya nukleotida (satuan penyusun DNA) dapat dilakukan dengan elektroforesis menggunakan suatu media agar yang disebut gel agarosa.6. Adsorbsi (Penyerapan sampai permukaan)Adsorbsi merupakan penarikan suatu zat oleh zat lain sehingga menempel pada permukaan dari bahan pengadsorbsi. Penggunaan metode ini diterapkan pada pemurnian air dan kotoran renik atau organisme.</p> <p>METODE PEMISAHAN CAMPURAN :1. Filtrasi / PenyaringanFiltrasi adalah metode pemisahan zat yang memiliki ukuran partikel yang berbeda dengan menggunakan alat berpori (penyaring/filter). Penyaring akan menahan zat yang ukuran partikelnya lebih besar dari pori saringan dan meneruskan pelarut. Hasil penyaringan disebut filtrat sedangkan sisa yang tertinggal dipenyaring disebut residu (ampas).Metode penyaringan dimanfaatkan untuk membersihkan air dari sampah pada pengolahan air, menjernihkan preparat kimia di laboratorium, menghilangkan pirogen (pengotor) pada air suntik injeksi dan obat-obat injeksi, dan membersihkan sirup dari kotoran yang ada pada gula. Penyaringan di laboratorium dapat menggunakan kertas saring dan penyaring buchner. Penyaring buchner adalah penyaring yang terbuat dari bahan kaca yang kuat dilengkapi dengan alat penghisap.2. DekantasiDekantasi adalah pemisahan komponen-komponen dalam campuran dengan cara dituang secara langsung. Dekantasi dapat dilakukan untuk memisahkan campuran zat cair dan zat padat atau zat cair dengan zat cair yang tidak saling campur (suspensi).Contoh : pemisahan campuran air dan pasir 3. Penguapan atau EvaporasiPenguapan atau Evaporasi adalah proses perubahan molekul di dalam keadaan cair (contohnya air) dengan sponton menjadi gas (contohnya uap air). Proses ini adalah kebalikan dari kondensasi. Umunya penguapan dapat dilihat dari lenyapnya cairan secara berangsur-angsur ketika terpapar pada gas dengan volume signifikan. Evaporasi dilaksanakan dengan cara menguapkan sebagian dari pelarut pada titik didihnya, sehingga diperoleh larutan zat cair pekat yang konnsentrasinya lebih tinggi. Uap yang terbentuk pada Evaporasi biasanya hanya terdiri dari satu komponen, dan jika uapnya berupa campuran umumnya tidak, diadakan usaha untuk memisahkan komponen-komponennya.Dalam evaporasi zat cair pekat merupakan produk yang dipentingkan, sedangkan uapnya biasanya dikondensasikan dan dibuang.4. SublimasiSublimasi merupakan metode pemisahan campuran dengan menguapkan zat padat tanpa melalui fase cair terlebih dahulu sehingga kotoran yang tidak menyublim akan tertinggal. Bahan bahan yang menggunakan metode ini adalah bahan yang mudah menyublim, seperti kamfer dan iod.5. KristalisasiKristalisasi merupakan metode pemisahan untuk memperoleh zat padat yang terlarut dalam suatu larutan.Dasar metode ini adalah kelarutan bahan dalam suatu pelarut dan perbedaan titik beku. Kristalisasi ada dua cara yaitu kristalisasi penguapan dan kristalisasi pendinginan.Contoh proses kristalisasi dalam kehidupan sehari-hari adalah pembuatan garam dapur dari air laut. Mula-mula air laut ditampung dalam suatu tambak, kemudian dengan bantuan sinar matahari dibiarkan menguap. Setelah proses penguapan, dihasilkan garam dalam bentuk kasar dan masih bercampur dengan pengotornya, sehingga untuk mendapatkan garam yang bersih diperlukan proses rekristalisasi (pengkristalan kembali). Contoh lain adalah pembuatan gula putih dari tebu. Batang tebu dihancurkan dan diperas untuk diambil sarinya, kemudian diuapkan dengan penguap hampa udara sehingga air tebu tersebut menjadi kental, lewat jenuh, dan terjadi pengkristalan gula.Kristal ini kemudian dikeringkan sehingga diperoleh gula putih atau gula pasir.6. DistilasiDistilasi merupakan metode pemisahan untuk memperoleh suatu bahan yang berwujud cair yang terkotori oleh zat padat atau bahan lain yang mempunyai titik didih yang berbeda. Dasar pemisahan adalah titik didih yang berbeda.Bahan yang dipisahkan dengan metode ini adalah bentuk larutan atau cair, tahan terhadap pemanasan, dan perbedaan titik didihnya tidak terlalu dekat.Proses pemisahan yang dilakukan adalah bahan campuran dipanaskan pada suhu diantara titik didih bahan yang diinginkan. Pelarut bahan yang diinginkan akan menguap, uap dilewatkan pada tabung pengembun (kondensor). Uap yang mencair ditampung dalam wadah. Bahan hasil pada proses ini disebut destilat, sedangkan sisanya disebut residu.Contoh destilasi adalah proses penyulingan minyak bumi, pembuatan minyak kayu putih, dan memurnikan air minum.7. EkstraksiEkstraksi merupakan metode pemisahan dengan melarutkan bahan campuran dalam pelarut yang sesuai.Dasar metode pemisahan ini adalah kelarutan bahan dalam pelarut tertentu.8. AdsorbsiAdsorbsi merupakan metode pemisahan untuk membersihkan suatu bahan dari pengotornya dengan cara penarikan bahan pengadsorbsi secara kuat sehingga menempel pada permukaan bahan pengadsorbsi. Penggunaan metode ini dipakai untuk memurnikan air dari kotoran renik atau mikroorganisme, memutihkan gula yang berwarna coklat karena terdapat kotoran.9. KromatografiKromatografi adalah cara pemisahan berdasarkan perbedaan kecepatan perambatan pelarut pada suatu lapisan zat tertentu. Dasar pemisahan metode ini adalah kelarutan dalam pelarut tertentu, daya absorbsi oleh bahan penyerap, dan volatilitas (daya penguapan). Contoh proses kromatografi sederhana adalah kromatografi kertas untuk memisahkan tinta.Pada proses pemisahan suatu campuran ada yang memerlukan metode pemisahan, ada pula yang dikombinasi lebih dari saru jenis metode. VI.Alat dan BahanAlat-alat:1. Gelas Kimia2. Spirtus3. Kaki Tiga4. Kasa5. Gelas ukur6. Corong7. Cawan Penguapan8. Kertas Saring9. Kaca Arloji10.Spatula 11.Termometer 12.Kondensor 13.Klem dan Statif 14.Batu Didih 15.Labu Distilasi 16.Selang Pipa</p> <p>Bahan:1. NaCl(Garam Dapur)2. CaCO3(Kapur Tulis)3. SiO3(Pasir)4. CuSO4.5H2O5. C10H8(Kapur Barus)6. AgNO3 0,1 M</p> <p>VII.Cara Kerja1. Dekantasi</p> <p>1 Sendok pasir</p> <p>- + air dalam gelas kimia- Diaduk sampai rata </p> <p>Campuran</p> <p>- Diendapkan-dituang larutan bagian atas</p> <p>Pasir dan air terpisah </p> <p>2. Penyaringan</p> <p>Bubuk kapur tulis</p> <p>- + air dalam gelas kimia-diaduk sampai rata-disaring dengan corong dan kertas saring</p> <p>Air dan bubuk kapur tulis terpisah</p> <p>3. Penyaringan dan Penguapan</p> <p>Garam dapur</p> <p>- Dilarutkan dengan 5ml air dalam gelas kimia</p> <p>Larutan homogen</p> <p>- Disaring dengan kertas saring</p> <p>Larutan tetap homogen</p> <p>-diuapkan hingga air habis dalam cawan penguapan</p> <p>Air habis dan hanya tersisa garam </p> <p>4. Penguapan dan Kristalisasi</p> <p>1 gram garam </p> <p>- Dilarutkan dalam 10ml air.</p> <p>Larutan garam</p> <p>-diuapkan-didinginkan</p> <p>Kristal </p> <p>5. Penyaringan dan penguapan</p> <p>1 sendok pasir dan 1 sendok garam dapur </p> <p>- dicampurkan air dalam gelas kimia</p> <p>Larutan heterogen</p> <p>- Dipanaskan- Disaring dengan corong dan kertas saring</p> <p>Zat padat</p> <p>- Dicuci air 5 ml sebanyak 2-3 kali</p> <p>Air cucianAir hasil penyaringan</p> <p>-dicampur-diuapkan hingga airnya hampir habis-dibiarkan menguap </p> <p>kristal garam</p> <p>6. Penguapan dan Kristalisasi</p> <p>1 gram kapur barus</p> <p>- dikotori dengan menggunakan pasir atau natrium karbonat lalu ditumbuk-dimasukkan kedalam cawan penguapan -ditutup dengan kaca arloji yang berisi air-dipanaskan </p> <p>zat padat pada kaca arloji</p> <p>- Didinginkan- dikumpulkan</p> <p>Kristal-kristal kapur barus</p> <p>7. Distilasi </p> <p>1 gram NaCl</p> <p>-ditambahkan 100ml air-dilarutkan </p> <p>Beberapa butir batu didih Larutan homogen</p> <p>-air dijalankan melaui kondensor-labu distilasi dipansakan sampai mendidih-diamati kenaikan temperature pada thermometer sampai temperature konstan </p> <p>Distilat </p> <p>Dibandingkan kemurnian antara distilat dengan larutan mula-mula(sebelum distilasi ) dengan menggunakan larutan AgNO30,1 M. </p> <p>5ml larutan distilasi 5ml larutan sebelum distilasi </p> <p>-ditambahkan AgNO3 0,1 M -Diamati dan dicatat pengamatan yang terjadi </p> <p>Hasil Pengamatan</p> <p>VIII.Hasil PengamatanNoHasil PengamatanDugaan/ReaksiKesimpulan</p> <p>SebelumSesudah</p> <p>1Vair = 80 mLPasir =10 sendok spatulaAir bening,pasir berwarna hitamVair =80 mlAir menjadi sedikit keruh,terbentuk endapan pasirSiO3(s)+ H2O(aq)-Massa jenis pasir lebih besar dari massa jenis air sehingga terjadi endapan.-proses yang digunakan adalah dekantasi.</p> <p>2Vair =80mLKapur =10 sendok spatulaAir keruh dan terdapat endapan di bawah permukaan gelas kimiaVair =80 mlAir menjadi bening,bubuk kapur tulis terpisah di kertas saring,setelah disaring air menjadi jernih kembali-CaCO3(s)+H2O(aq)</p> <p>-menghasilkan filtrate air bening dan residu endapan kapur di kertas saring.-metode : filtrasi </p> <p>3Vair = 5mLGaram =5 sendok spatulaAir berwarna bening,setelah dicampur garam air tetap bening-Hasil saringan air tetap bening-Diuapkan sampai air habis dan terbentuk serbuk garam berwarna putihNaCl(s)+H2O(aq)NaCl(aq)-Terbentuk kristal garam berwarna putih-metode : kristalisasi</p> <p>41 gram garam CuSO4.5H2OVair =10mlWarna larutan garam adalah berwarna biru jernihTerbentuk kristal garam CuSO4.5H2O berwarna biru kehijuan-CuSO4.5H2O+ H2O(aq)CuSO4(aq)-terbentuk Kristal garam CuSO4.5H2O berwarna biru-metode kristalisasi</p> <p>5Garam =10 sendok spatulaPasir =10 sendok spatulaVair =80 mLSesudah diadukairnya keruh karena adanya endapan pasir dan terdapat butir-butir putih dari garam.Setelah dipanaskan terbentuk serbuk putih,setelah disaring air berwarna bening,zat padat dicuci dengan air,air hasil penyaringan dicampur dengan air cucianHasil penguapan yaitu kristal garam berupa serbuk berwarna putih-SiO3(s) + H2O(l) -NaCl(s) + H2O(l) NaCl(aq) -Terbentuk Kristal garam berwarna putih-Metode filtrasi dan evaporasi</p> <p>6Kapur barus dikotori dengan pasir lalu ditumbuk,diletakkan dicawan penguapan kemudian ditutup kaca arloji yang berisi air-terbentuk kristal kapur barus menempel pada kaca arloji-kristal berbentuk runcing-runcing seperti jarum berwarna putihC10H8(s)+ SiO3-Terbentuk Kristal garam berwarna putih-Metode sublimasi</p> <p>71 gram garamVair =100ml2 butir batu didihSetelah dicampur garam air berwarna keruhTempeeratur =30C-temperature konstan mencapai 94C-hasil distilat yang sesudah diuapkan menj...</p>