PEMUDA INDONESIA MENATAP DUNIA

  • Published on
    14-Jan-2017

  • View
    217

  • Download
    2

Transcript

  • PEMUDA INDONESIA MENATAP DUNIA

    Assalamualaikum Wr. Wb.Salam SejahteraOm SuastiastuNamo Budaya

    Yang Terhormat :

    1. Presiden Republik Indonesia2. Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI3. Para Menteri Kabinet Kerja Indonesia4. Gubernur Kalimantan Tengah5. Forum Musyarawah Pimpinan Daerah Kalimantan Tengah6. Kepala Daerah se-Kalimantan Tengah7. Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga se-Kalimantan Tengah8. Para pimpinan organisasi kepemudaan dan9. Para pemuda Indonesia dari seluruh nusantara yang sangat saya

    banggakan

    Pertama marilah kita panjatkan puji syukur kehadirat Allah Tuhan Yang MahaEsa. Atas perkenan rahmat dan hidayahnya kita semua dapat berkumpul diPalangkaraya dalam keadaan sewat wal afiat dalam rangka memperingatiHari Sumpah Pemuda yang ke-88 Tahun

    Sebelum saya menyampaikan pidato, izinkan saya mengutip pernyataan danpesan Bung Karno yang sangat terkenal :

    Beri aku 1.000 orang tua, niscaya akan kucabut Semeru dari akarnyaBeri aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia

    Bapak/Ibu undangan dan para pemuda Indonesia yang saya banggakan

    Saat pertama kali mendengar pidato Bung Karno ini, kita mungkin sempatbertanya-tanya. Apakah mungkin dan bagaimana caranya, hanya dengan 10pemuda, sebuah negara bisa mengguncang dunia? Jawaban atas pertanyaanini akan kita temukan melalui fakta-fakta berikut ini.

    Data demografi Indonesia menyebutkan bahwa jumlah pemuda di Indonesiasesuai dengan UU No 40 Tahun 2009 tentang Kepemudaan dengan rangeusia antara 16-30 tahun, berjumlah 61,8 juta orang, atau 24,5 % dari totaljumlah penduduk Indonesia yang mencapai 252 juta orang (BPS, 2014).

    Secara kuantitas angka 24,5 % ini cukuplah besar. Ditambah lagi dalamwaktu dekat ini mulai Tahun 2020 sampai 2035, Indonesia akan menikmatisuatu era yang langka yang disebut dengan Bonus Demografi. Dimana

  • jumlah usia produktif Indonesia diproyeksikan berada pada grafik tertinggidalam sejarah bangsa ini, yaitu mencapai 64 % dari total jumlah pendudukIndonesia sebesar 297 juta jiwa.

    Bonus demografi menjadi windows opportunity (peluang) yang sangatstrategis bagi sebuah Negara untuk dapat melakukan percepatanpembangunan ekonomi dengan dukungan ketersediaan sumberdaya manusiausia produktif dalam jumlah yang cukup signifikan. Rasio sederhananya dapatdigambarkan bahwa di setiap100 penduduk Indonesia, ada 64 orang yangberusia produktif, sisanya 46 orang adalah usia anak-anak dan lansia. Rasiousia produktif di atas 64 % sudah lebih dari cukup bagi Indonesia untukmelesat menjadi negara maju. Ini adalah rasio usia produkif terbaik Indonesiayang mulai kita nikmati nanti Tahun 2020 dan akan berakhir pada tahun 2035.

    Lantas, pertanyaannya adalah, apa relevansinya bonus demografi Indonesiadengan pidato Bung Karno tentang sepuluh pemuda mengguncang dunia?

    Jika kita merenung dan merefleksikan pidato Bung Karno, maka sejatinyajumlah besar saja tidaklah cukup untuk bisa membawa bangsa ini menjadibangsa yang maju dan diperhitungkan di kancah dunia. Bung Karno tidakmemerlukan jutaan pemuda untuk bisa mengguncang dunia. Bung Karnotidak perlu menunggu bonus demografi untuk bisa memberikan kehormatanyang layak bagi bangsa dan negaranya. Bung Karno hanya membutuhkanpemuda-pemudi unggul yang memiliki kualitas dan visi yang besar dalammenatap dunia.

    Hadirin, para pemuda Indonesia yang saya banggakan

    Ketika beberapa waktu yang lalu, Indonesia berhasil mengantarkan seorangPemuda Indonesia usia 23 tahun bernama Rio Haryanto ke level tertinggibalap mobil internasional F-1, kita baru menyadari pernyataan Bung Karnobukan isapan jempol semata. Seluruh mata dunia terbelalak. Dunia balapinternasional seolah tidak percaya ada anak Indonesia yang berhasilmenembus balapan paling bergengsi di dunia.

    Begitu pun ketika kita berhasil mengembalikan tradisi emas di ajangOlimpiade Rio de Jeneiro Brasil melalui cabang olahraga Bulutangkis, duniajuga berguncang. Semua orang pun tahu peraih medali emas itu adalah Owi-Butet, anak muda berusia 27 dan 30 Tahun.

    Bukan hanya di ajang olahraga, di sektor-sektor lain seperti Industri kreatif,kita juga menemukan talenta-talenta muda Indonesia yang berhasilmengharumkan Negara dan bangsa di kancah internasional. Ada Joe Taslim,actor muda yang berhasil mengguncang panggung Hollywood melalui filmfast and furious. Ada juga sutradara muda usia 27 Tahun asal Blitar JawaTimur, Livi Zheng yang berhasil mengguncang panggung perfilman Hollywoodmelalui film-film berkelasnya.

    Di dunia musik, kita punya Sandhy Sondoro musisi muda Indonesia yang diusianya 28 tahun telah berhasil menyabet penghargaan International Contest

  • of Young Pop Singer di Latvia pada 2009 dengan mendapatkan nilai nyarissempurna dari seluruh juri. Data BPS menyebutkan bahwa Industri Kreatifhari ini menyumbang tidak kurang dari 7 persen dari total Produk DomestikBruto (PDB) Indonesia. Sebuah kontribusi yang tidak bisa dianggap kecil ditengah pelambatan ekonomi dunia.

    Hari ini, kita juga memiliki anak-anak muda potensial di bidang start up, yangomzetnya mengundang decak kagum pebisnis online dunia. Ada NadiemMakarim, pendiri Go-Jek, ada Ahmad Zaky, CEO Bukalapak dan ratusanCEO-CEO muda di bidang Teknologi Informasi yang dipercaya olehperusahaan IT multinasional. Tahun 2015, dilaporkan terdapat 62 strat upIndonesia yang kebanjiran dana investasi hingga puluhan triliun rupiah.Omzet belanja online (e-commerce) Indonesia sendiri pada Tahun 2015dilaporkan telah mencapai Rp. 200 triliun lebih (Kemendag, 2015). Jika trenini bisa dikelola dengan baik, maka perekonomian Indonesia akan majupesat. Tentu, dengan catatan bahwa dari lalu lintas dan mata rantai bisnisonline tersebut, para pemuda Indonesia harus berada pada posisi sebagaiprodusen bukan sekedar sebagai konsumen.

    Selain pencapaian di bidang teknologi informasi, kita juga punya anak-anakmuda hebat sekelas Gamal Ali Bin Said, 27 tahun asal Malang Jawa Timuryang berhasil mencuri perhatian Pangeran Charles Inggris atas inovasiAsuransi Bank Sampahnya. Termasuk, beberapa waktu lalu kita juga dibuatbangga oleh Diplomat Muda Indonesia, Nara Masista Rakhmatia yangmampu mengguncang persidangan PBB karena diplomasinya yang keras,cerdas dan tegas melindungi Papua dari rongrongan negara-negara asing.

    Bapak/Ibu undangan dan para pemuda Indonesia yang hebat di seluruhpenjuru nusantara

    Hari ini adalah hari kebangkitan anak muda Indonesia. Dengan kemajuanteknologi, pemuda-pemuda Indonesia dari Sabang sampai Merauke terusbergerak memberikan sumbangsih pemikiran dan gagasannya untukkesejahteraan dan kebesaran Bangsa Indonesia, terutama di mata dunia.

    Rasanya tidak cukup jika harus menuliskan semua nama pemuda Indonesiayang hari ini mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional. Tokoh-tokoh pemuda yang disebutkan tadi hanyalah contoh untuk mengingatkembali pesan Bung Karno bahwa dengan pemuda yang hebat, kita benar-benar bisa menaklukkan dunia. Jumlah yang besar saja tidaklah cukup tanpadiimbangi dengan kualitas yang baik. Tugas kita semua untuk menjadikanBonus Demografi ini memiliki makna bagi percepatan pembangunan diIndonesia.

    Mari kita buktikan dalam sejarah Indonesia, untuk kesekian kalinya pemudaIndonesia menjadi motor utama penentu perubahan Indonesia. Bonusdemografi menjadi kesempatan kita satu-satunya untuk memastikanpercepatan pembangunan ekonomi Indonesia menjadi Negara maju sejajardengan Negara-negara besar lainnya. Di depan mata kita ada MEA dan

  • Perdagangan bebas Asia dan dunia. Saatnya Pemuda Indonesia membangunvisi yang besar menatap dunia.

    Terima Kasih

    Wassalamualaikum Wr. Wb.Salam sejahtera untuk kita semua

    Palangkaraya, 28 Oktober 2016Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia

    IMAM NAHRAWI

Recommended

View more >